Lainnya
LensaDaily - Persoalan tunggakan SPP yang menimpa seorang siswa SMP Panca Budi telah menemukan titik terang. Wali kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang menginstruksikan Dinas Pendidikan Kota Medan untuk turun tangan menjembatani komunikasi antara pihak orang tua dan pihak sekolah.Robby Cahyadi, orang tua dari siswa tersebut, mengonfirmasi bahwa seluruh permasalahan administratif terkait biaya pendidikan anaknya telah dinyatakan selesai atau clear.Dijelaskan Robby Cahyadi saat ditemui di sela-sela acara wisuda dan perpisahan SMP Panca Budi, di Hotel Le Polonia Medan, Rabu 13 Mei 2026, bahwa pihak Pemko Medan telah berkoordinasi dengan sekolah terkait tunggakan tersebut. Ia menegaskan tidak ada lagi beban biaya yang harus ditanggungnya."Untuk masalah anak saya sudah clear dan tidak ada permasalahan lagi mengenai SPP ataupun bayaran lainnya. Sudah dijamin oleh Pak Wali Kota melalui Dinas Pendidikan," ujar Robby saat memberikan konfirmasi di hadapan perwakilan Dinas Pendidikan dan awak media.Robby Cahyadi juga meluruskan kabar miring yang sempat viral sebelumnya. Menurutnya, polemik yang terjadi sebelumnya hanyalah bentuk miskomunikasi antara dirinya dan pihak yayasan. Ia pun mengapresiasi respons positif dari pihak sekolah yang bahkan menawarkan anaknya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di yayasan yang sama."Saya sebagai warga Kota Medan mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali, Dinas Pendidikan, dan terutama pihak yayasan. Masalah ini hanya miskomunikasi saja," tambahnya.Sebelumnya di tempat yang sama, Koordinator Yayasan Panca Budi, Ronny Irwanto, menegaskan bahwa permasalahan tunggakan SPP salah satu siswanya telah diselesaikan secara kekeluargaan. Ronny memastikan siswa yang bersangkutan kini telah resmi dinyatakan lulus dan tidak akan ada hambatan dalam pengambilan ijazah."Permasalahan ini sudah clear. Sebenarnya jauh-jauh hari sejak kondisi ekonomi orang tua siswa menurun dalam enam bulan terakhir, pihak sekolah tetap memberikan hak-hak siswa tersebut untuk mengikuti pelajaran, kegiatan, hingga ujian," ujar Ronny.Menurutnya, penyelesaian ini juga tidak lepas dari peran aktif Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan. Ronny pun mengapresiasi langkah Wali Kota Medan yang memberikan pendampingan intensif untuk memediasi kedua belah pihak.Mengenai sisa tunggakan yang ada, Ronny menjelaskan bahwa hal tersebut kini menjadi urusan administratif antara pihak Yayasan Panca Budi dengan Dinas Pendidikan Kota Medan. "Tunggakan itu nanti urusan kami dengan Dinas Pendidikan, apakah melalui skema subsidi atau program lainnya. Yang pasti, hubungan administratif dengan orang tua sudah selesai dan ijazah tidak akan ditahan," tegasnya.Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar diwakili Kabid Pembinaan SMP, Prayogi memastikan polemik mengenai tunggakan SPP yang sempat dialami oleh salah seorang siswa di Perguruan Panca Budi telah diselesaikan dengan semangat kekeluargaan. Ditegaskan Prayogi, bahwa persoalan tersebut murni merupakan miskomunikasi antara pihak orang tua dan yayasan. Berdasarkan instruksi bapak Wali Kota Medan Rico Waas, tunggakan tersebut akan sepenuhnya dicover oleh Pemko Medan melalui program Tebus Ijazah."Terkait dengan tunggakan, berdasarkan instruksi Pak Wali Kota, akan diselesaikan melalui Dinas Pendidikan dengan Yayasan lewat program Tebus Ijazah. Jadi, sudah tidak ada masalah lagi bagi orang tua siswa," ujar Prayogi.Ia juga menambahkan bahwa hak-hak siswa tetap terpenuhi secara penuh tanpa pengurangan sedikit pun. Dalam kesempatan tersebut, Prayogi menekankan bahwa Pemko Medan sangat memberikan perhatian khusus bagi warga yang mengalami kendala finansial. Ia mengajak seluruh warga Medan untuk tidak putus sekolah karena kendala biaya. "Pemko Medan telah menyiapkan berbagai bantuan, di antaranya PIP (Program Indonesia Pintar) dari pemerintah pusat dan BSM (Bantuan Siswa Miskin) berupa uang tunai dari APBD Kota Medan serta BSM Perlengkapan Sekolah yang mencakup bantuan seragam, sepatu, dan tas," jelasnya.
13 Mei 2026LensaDaily - Langkah nyata dilakukan Kelurahan Pandau Hulu 1 dengan membangkitkan budaya literasi anak-anak di tengah tantangan kemajuan teknologi yang mulai mendominasi kehidupan seluruh lini dan usia. Melalui slogan 'DONGENG' (Mendorong Pengembangan Generasi melalui Bercerita), Kelurahan Pandau Hulu 1 berupaya membentuk generasi hebat dengan menanamkan kecintaan membaca sejak usia emas.Lurah Pandau Hulu 1, Marisi Duma Tamba mengungkapkan bahwa inisiatif ini bermula dari pengamatannya terhadap rendahnya minat masyarakat mengunjungi perpustakaan kecil yang ada di kantor lurah. Padahal, perpustakaan tersebut memiliki koleksi buku dongeng berkualitas yang merupakan sumbangan dari Perpustakaan Nasional melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Medan."Kita berinisiatif untuk jemput bola dengan mendatangi sekolah yang memiliki PAUD atau TK di wilayah kita. Salah satunya adalah TK Wiyata Dharma," ujar Marisi Duma Tamba, Kamis 7 Mei 2026.Setiap hari Selasa, para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kelurahan Pandau Hulu 1 menyambangi sekolah untuk membacakan buku cerita selama 30 menit. Tidak hanya sekadar membaca, para petugas juga memperagakan isi cerita di depan anak-anak guna meningkatkan antusiasme mereka.Setiap minggunya, sebanyak 40 jenis buku cerita pendek dibawa untuk dieksplorasi. Anak-anak diberikan kebebasan untuk memilih sendiri buku yang ingin mereka baca atau didengarkan ceritanya. Hasilnya, antusiasme siswa di TK Wiyata Dharma dilaporkan sangat tinggi terhadap program ini.Menyadari bahwa buku adalah jendela dunia, Lurah Pandau Hulu 1 mengajak para pegiat literasi untuk bergerak bersama secara 'door to door'. Gerakan ini bertujuan agar budaya membaca tidak kalah oleh arus informasi digital yang menjalar ke anak-anak.Selain itu, pihak Kelurahan Pandau Hulu 1 membuka pintu lebar bagi masyarakat yang ingin memberikan sumbangan buku edukasi. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya koleksi bacaan dan memastikan edukasi literasi sejak dini terus berkelanjutan di wilayah tersebut.
07 Mei 2026LensaDaily - Pemko Medan menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas usai menjadi Inspektur Upacara (irup) dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, di UPT SMP N 1 Medan, Sabtu 2 Mei 2026.Bagi Rico Waas, pendidikan bukanlah barang mewah, melainkan hak dasar yang harus didapatkan oleh seluruh masyarakat. Maka dari itu, ia menegaskan bahwa di masa kepemimpinannya, tidak ada lagi dinding pembatas bagi anak-anak Medan dalam meraih pendidikan."Tidak boleh lagi ada anak yang putus sekolah. Tidak boleh ada anak yang tidak mendapatkan pendidikan. Bahkan, saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus pun harus mendapatkan hak yang sama. Pendidikan adalah hal yang sangat esensial, fondasi paling dasar bagi bangsa kita," tegas Rico Waas.Menyadur dari amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia yang dibaca Rico Waas sebelumnya, dirinya menekankan pentingnya metode Deep Learning dalam proses pembelajaran. Metode ini sebuah pendekatan agar siswa memiliki pemahaman yang lebih mendalam, bukan sekadar menghafal. Oleh sebab itu, di tengah gempuran dunia digital, Rico Waas optimis bahwa anak-anak Medan memiliki potensi luar biasa untuk beradaptasi."Kami meyakini anak-anak Kota Medan ini memiliki potensi. Tinggal bagaimana kita benar-benar secara menyeluruh bisa memfokuskan bagaimana anak-anak ini bisa berkembang lebih luas lagi, dari pola pikir yang semakin terbuka di dunia yang serba digital seperti sekarang ini agar nantinya bisa menyerap dan beradaptasi dalam dunia yang seperti sekarang." ujar Rico Waas.Secara khusus, orang nomor satu di Pemko Medan itu memberikan apresiasi kepada Kepala Sekolah SMP N 1 Medan dan para guru yang telah mengubah wajah pendidikan menjadi lebih humanis. Apalagi sebagai alumni SMP N 1 Medan, ia mengaku takjub melihat perkembangan siswa-siswi SMP N 1 Medan saat ini yang fasih berbahasa inggris, aktif berorganisasi, hingga meraih berbagai prestasi di level internasional."Kepala sekolah dan tenaga pendidik bukan lagi sekadar status guru dan murid. Mereka adalah orang tua dan sahabat bagi anak-anak. Saya melihat sendiri bagaimana Ibu Kepala Sekolah memosisikan diri sebagai bunda bagi mereka. Pendekatan seperti inilah yang membuat anak nyaman dalam menerima pembelajaran," pungkasnya.Sementara itu Kepala UPT SMP N 1 Medan Rohanim mengungkapkan, peran Kepala Sekolah kini dituntut bukan hanya sebagai manajer, melainkan sebagai pengayom yang mampu menciptakan kedekatan emosional di lingkungan satuan pendidikan."kunci utama keberhasilan pembelajaran terletak pada suasana yang menyenangkan. Hal ini hanya bisa dicapai jika seorang pemimpin sekolah mampu menyentuh sisi emosional seluruh warga sekolah," ungkapnya.Meskipun prestasi akademik tetap menjadi perhatian, namun bagi Rohanim kedekatan emosional dianggap sebagai fondasi yang jauh lebih penting dalam implementasi deep learning. "Dengan pendekatan yang dilakukan dengan hati, diharapkan proses belajar-mengajar tidak lagi menjadi beban, melainkan sebuah pengalaman yang dilakukan dengan penuh semangat dan menggembirakan bagi guru dan anak-anak didik," harapnya.Upacara Hardiknas yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Pimpinan Perangkat Daerah beserta Camat sekota Medan.
03 Mei 2026LensaDaily - Upaya memperkuat perencanaan kota dalam menghadapi risiko banjir dan perubahan iklim dilakukan Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Program Studi Teknik Lingkungan menggelar workshop Local Adaptation Planning Tools for Urban Flood Resilience yang digelar di Gedung Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU), Senin 27 April 2026. Tujuan workshop ini sebagai upaya memperkuat kapasitas perencanaan kota dalam menghadapi risiko banjir dan perubahan iklim.Wakil Rektor Bidang Penelitian, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bentuk komitmen USU sebagai kampus berdampak dalam memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan, khususnya banjir yang tidak hanya menjadi persoalan daerah, tetapi juga nasional.“Kami berharap hasil dari workshop ini dapat menjadi bagian dari rekomendasi kebijakan yang didasarkan pada kajian akademik dan melibatkan berbagai pihak, sehingga mampu mendukung penanganan banjir di Kota Medan secara lebih efektif,” ujarnya.Direktur Asian Institute of Technology (AIT) Thailand RRC.AP, Dr. Guilberto Borongan, menekankan pentingnya pemanfaatan data dan teknologi adaptasi dalam mendukung perencanaan pembangunan kota. Ia menyebutkan bahwa penggunaan alat berbasis data dapat membantu pemerintah daerah dalam memodelkan risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.“Melalui penggunaan tools adaptasi ini, kota dapat lebih siap dalam memprediksi, merencanakan, dan memitigasi risiko banjir secara terukur,” katanya.Kepala Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Ferri Ichsan, S.T., M.Sc., M.Eng., menegaskan bahwa Kota Medan menghadapi tantangan besar akibat peningkatan urbanisasi, perubahan tata guna lahan, serta dampak perubahan iklim yang memperparah risiko banjir.“Perencanaan yang adaptif, terintegrasi, dan berbasis data menjadi sangat penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, Taiki Kohno, secara virtual turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan kapasitas lokal dalam menghadapi perubahan iklim melalui kolaborasi lintas sektor.“Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan lembaga internasional menjadi kunci dalam membangun ketahanan kota yang berkelanjutan,” jelasnya.Head of Climate Change AIT RRC.AP, Huno Solomon, dalam sesi wawancara menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan memperkenalkan alat adaptasi yang telah digunakan di berbagai kota di Asia Tenggara.“Alat ini membantu kota dalam memodelkan risiko banjir, menganalisis data, serta mempersiapkan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak terhadap infrastruktur dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi pemerintah dan perwakilan dari beberapa universitas seperti UISU, UNIMED, UMSU, POLMED, serta sivitas akademika USU. Melalui workshop ini, USU menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung pembangunan kota yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
27 April 2026LensaDaily - Prestasi membanggakan diraih Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan (STOK) Bina Guna yang berhasil meraih lima penghargaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 1 Sumatera Utara yang diserahkan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Sinabung Hills Berastagi 9 sampai 10 April 2026. Rakerwil tersebut mengusung tema 'Pendidikan Tinggi Inklusif, Adaptif, dan Berdampak menuju Indonesia Emas Tahun 2045'.Kelima penghargaan tersebut yakni, Gold Winner kategori perguruan tinggi dengan pelaporan kerjasama terbaik bentuk Sekolah Tinggi Tahun 2025, Gold Winner perguruan tinggi kontributor laman LLDikti Wilayah 1 terbaik, Gold Winner kategori perguruan tinggi pelaporan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) terbaik tahun 2025 bentuk perguruan tinggi Sekolah Tinggi.Kemudian Silver Winner Kategori Perguruan Tinggi dengan pengelolaan KIP Kuliah terbaik Tahun 2025 bentuk perguruan tinggi Sekolah Tinggi, dan Bronze Winner kategori perguruan tinggi pendamping karir dosen terbaik tingkat sekolah tinggi kategori asisten ahli.Penghargaan diterima langsung Ketua STOK Bina Guna, Dr dr Liliana Puspa Sari SPd MKes yang diserahkan Kepala LLDikti Wilayah 1 Sumut Prof Saiful Matondang dan disaksikan Wakil Menteri Kemdiktisaintek, Prof. Dr. H. Fauzan, M.Pd melalui zoom."Puji syukur dan rasa bangga yang sebesar-besarnya atas capaian STOK Bina Guna meraih lima penghargaan LLDIKTI Wilayah I ini yang menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, komitmen, dan kolaborasi kita selama ini membuahkan hasil yang membanggakan," tutur Dr dr Liliana Puspa Sari SPd, MKes dalam keterangannya Sabtu 11 April 2026."Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah I atas bimbingan, arahan, dan pembinaan yang berkelanjutan. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan kualitas dan kinerja institusi kami," tambah wanita yang akrab disapa Lili itu.Lili pun mengapresiasi setinggi-tingginya kinerja dan dedikasi seluruh dosen fungsionaris serta pegawai STOK Bina Guna yang membuahkan hasil atas raihan lima penghargaan tersebut."Kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh dosen fungsionaris serta pegawai. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki peran penting dalam pencapaian ini. Tanpa dedikasi dan kerja sama dari seluruh tim, prestasi ini tidak mungkin dapat diraih," ucapnya.Katanya, pencapaian STOK Bina Guna ini tak berhenti sampai disini. Dengan semangat Changers of The Future, menjadi fondasi untuk melangkah lebih jauh, menciptakan inovasi, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia pendidikan dan masyarakat."Semoga ke depan STOK Bina Guna semakin unggul, adaptif, dan berdampak. Mari kita jadikan prestasi ini sebagai pemicu semangat untuk terus berkembang, memperkuat kualitas, dan melahirkan perubahan nyata," pungkas Liliana.
11 April 2026


