LensaDaily – Presley Panca Yahya Simangunsong, anak muda asal Kota Medan, Sumatera Utara, mendirikan komunitas Gerak Muda Rempah setelah mengikuti pelayaran “Laskar Rempah”. Ia terpilih menjadi bagian dari program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam program Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) yang berlayar selama 12 hari.
Sepulangnya dari Jalur Rempah, ia menyadari bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti pada dirinya sendiri. Presley ingin generasi muda, khususnya anak-anak, memahami jalur rempah sebagai simbol identitas dan budaya bangsa.
“Saya sadar, ada begitu banyak kekayaan budaya yang perlu dieksplorasi dan dilestarikan. Sejak itu, saya menemukan minat yang mendalam untuk menyoroti keberagaman manusia dan karya-karyanya,” tutur Presley.
Gerak Muda Rempah menjalankan lokakarya budaya, ekspedisi sejarah, dan kampanye diplomasi budaya. Selain edukasi, gerakan ini mendukung pengajuan Jalur Rempah sebagai warisan dunia ke UNESCO serta memperkuat pelestarian dan pemajuan budaya Indonesia.
“Saya melihat kepedulian generasi Gen-Z terhadap budaya masih minim. Kalau tidak dimulai dari kita, siapa lagi? Banyak hal akan pudar jika kita tidak ambil bagian,” tegasnya.
Kini, mereka tidak terbatas di jangkauan kota Medan. Ekspansi dilakukan hingga Pulo Aceh dan Kabupaten Aceh Singkil yang telah memberikan dampak kepada lebih dari 100 anak yang menjadi penerima manfaat program mereka.
Hingga kini, komunitas telah menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk kelas edukasi tentang sejarah rempah, kunjungan ke situs-situs budaya, dan workshop kreatif yang melibatkan pelajar serta komunitas lokal. Kegiatan ini dirancang untuk memperluas pemahaman generasi muda mengenai Jalur Rempah dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.



Belum Ada Komentar Untuk Postingan Ini