LensaDaily - Jaringan peredaran narkoba internasional Malaysia - Aceh dibongkar Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut dengan menangkap seorang kurir dan barang bukti sabu 22 kilogram. Tersangka berinisial M warga Kota Lhokseumawe ditangkap di sebuah pusat perbelanjaan Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Minggu 26 April 2026."Perannya M, kurir lintas provinsi. Dari Malaysia, ke Aceh, dan tujuan akhirnya itu Tangerang," ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andy Arisandi dalam konferensi pers di Mako Polda Sumut, Rabu 29 April 2026.Didampingi Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan. Lanjut, Andy Arisandi menjelaskan modus pengiriman sabu ini, dengan cara modifikasi tangki mobil double cabin yang digunakan pelaku untuk membawa barang haram tersebut."Kendaraan yang digunakan adalah satu unit mobil double cabin. Kemudian, narkoba disimpan di tangki BBM dari mobil itu. Jadi, kompertemen tangki itu dimodifikasi menjadi tiga bagian," jelas Andy Arisandi.Andy Arisandi mengungkapkan bahwa bagian pertama dan kedua kompertemen tangki diisi dengan barang bukti 22 kg sabu. Lalu, bagian ketiga diisi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM)."Makanya kapasitas BBM-nya berkurang tersangka dari Aceh sampai ke Medan saja itu sudah 3 kali isi BBM," sebut Andy Arisandi.Andy Arisandi mengatakan berdasarkan keterangan dari pemeriksaan pelaku M, bahwa sudah 4 kali melakukan pengiriman sabu itu, dengan cara modifikasi tangki mobil yang dijadikan untuk mengangkut puluhan kilogram sabu itu. "Yang bersangkutan dari hasil interogasi sudah melakukan ini sebanyak 4 kali. Untuk barang bukti utama yang kami ungkap adalah 22 bungkus sabu," jelas Andy Arisandi.Dalam menjalankan pengiriman sabu itu, Andy Arisandi menjelaskan bahwa pelaku sudah diarahkan dengan tujuan menerima barang bukti itu, dengan cara mobil di parkir di mall, dari pelaku diserahkan mobil tersebut yang berisikan sabu itu."Kemudian, kita ungkap tersangka itu dalam di parkir mal. Kemudian menurut keterangan yang para pelaku bahwa nanti pada saat sampai di tujuan yaitu Tangerang itu nanti ada yang akan menghubungi," sebut Andy Arisandi."Makanya analisa kami, analisa rasional kami bahwa menempatkan kendaraan di tempat parkir itu menunjukkan bahwa yang bersangkutan memang sudah bertujuan untuk menyamarkan seolah-olah itu normal seperti biasa," tutur Andy Arisandi.Andy mengatakan pihaknya masih memburu satu pelaku lainnya, berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Sedangkan, pelaku bersama barang bukti sudah diamankan di Mako Polda Sumut.
29 April 2026Tag: aceh
LensaDaily - Dua pelaku komplotan begal sadis ditembak dari penangkapan sejumlah tempat hingga ke Aceh oleh tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara bersama Polres Pelabuhan Belawan. Kedua pelaku tercatat residivis dengan kasus yang sama, sedangkan satu pelaku lagi masih diburu.Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh mengatakan, kasus ini bermula dari laporan polisi tertanggal 15 April 2026, terkait aksi begal yang terjadi di Jalan Ileng Uki, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Korban bernama Juliana (43), seorang ibu rumah tangga, jadi sasaran perampokan para pelaku saat pulang mengantar anaknya sekolah.Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, ketika korban tiba-tiba dipepet dua pelaku yang berboncengan sepeda motor. Tanpa banyak kata, pelaku langsung melancarkan aksinya dengan menyayat lengan korban menggunakan pisau cutter.Setelah melukai korban, pelaku dengan cepat merampas tas milik korban sebelum melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka sayat di bagian lengan kanan serta kerugian materiil."Aksi begal di siang hari ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, terlebih setelah rekaman dan pemberitaan terkait kejadian tersebut viral di media sosial. Polisi pun bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif," ucap Kombes Ricko Taruna Mauruh, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan serta Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, Rabu 22 April 2026.Tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut dan Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan melakukan olah tempat kejadian perkara serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.Dari hasil analisis dan penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi tiga orang pelaku. Dua di antaranya berhasil ditangkap, yakni IH (29) dan JS (30), sementara satu pelaku lainnya masih buron.IH ditangkap di kawasan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, pada 20 April 2026. Sementara JS berhasil diringkus sehari kemudian di wilayah Aceh Tamiang setelah dilakukan pengejaran lintas provinsi.Polisi menyebut, JS merupakan otak pelaku yang merencanakan aksi, sementara Irfan berperan sebagai joki yang mengendarai sepeda motor dan memepet korban saat kejadian.Keduanya diketahui merupakan residivis dengan riwayat kasus kriminal sebelumnya. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa aksi tersebut telah direncanakan secara matang.Dalam proses pengembangan, kedua pelaku sempat melakukan perlawanan terhadap petugas. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan pelaku.Saat ini, kedua pelaku telah diamankan dan menjalani perawatan medis sebelum diproses lebih lanjut. Polisi juga masih memburu satu pelaku lainnya yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk terus memberantas kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat serta meningkatkan keamanan di wilayah rawan kriminalitas.
22 April 2026LensaDaily - Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Bara digelar guna memastikan percepatan pelaksanaan. Dalam rapat itu terungkap pemerintah secara resmi telah menyelesaikan penyusunan Dokumen Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Renduk PRRP Sumatera).Rapat ini, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap turut hadir secara daring dari Ruang Command Center Kantor Wali Kota Medan Jumat 27 Februari 2026. Rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dan diikuti para Menko, menteri, kepala daerah di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar ini bertujuan untuk memastikan percepatan pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi.Dokumen strategis ini dirancang sebagai panduan utama dalam memulihkan wilayah terdampak bencana di pulau Sumatera secara komprehensif. ​Secara struktur, dokumen ini terbagi menjadi dua bagian utama. Pertama, Buku Utama yang berfungsi sebagai landasan kebijakan pusat dan kerangka kerja makro. Kedua, ​Lampiran Renduk PRRP Provinsi berisi rincian teknis untuk wilayah spesifik, yang mencakup Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Dalam rapat itu juga dinyatakan bahwa status dokumen ini dinyatakan telah selesai dan telah disampaikan secara resmi pada tanggal 15 Februari 2026. Penyerahan laporan tersebut ditujukan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Menteri Dalam Negeri dengan tembusan yang disampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam rapat daring itu, Zakiyuddin turut didampingi pimpinan perangkat daerah Pemko Medan, antara lain Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Yunita Sari, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Penataan Tata Ruang Kota John Ester Lase, dan Kadis Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana.
27 Februari 2026LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera secara daring dari rumah dinasnya, Kamis 15 Januari 2026. Kota Medan sebagai salah satu daerah yang terdampak bencana banjir dinilai sudah kembali normal dan pelayanan publik sudah berjalan sediakala.Rakor itu dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan dihadiri para menteri koordinator, menteri, serta kepala daerah se-Sumatera. Mengawali rakor, Menko PMK Pratikno menyampaikan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Keppres tersebut diterbitkan sebagai respons atas bencana alam yang menimbulkan dampak luas terhadap kondisi ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat di ketiga provinsi. Pratikno menjelaskan, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi berada langsung di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.Satgas ini bertugas mengoordinasikan penyusunan kebijakan umum, rencana induk, serta rencana aksi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana. Dalam struktur Satgas, Menko PMK bertindak sebagai Ketua Tim Pengarah yang didampingi seluruh menteri koordinator, Menteri Keuangan, Panglima TNI, dan Kapolri sebagai anggota.Sementara itu, Menteri Dalam Negeri ditunjuk sebagai Ketua Tim Pelaksana, dengan dukungan wakil ketua dari unsur TNI, BNPB, Brimob Polri, hingga Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara. Satgas ini juga dilengkapi berbagai bidang teknis, meliputi infrastruktur, permukiman, sosial, ekonomi, serta tata kelola pemerintahan, guna memastikan pemulihan berjalan menyeluruh dan berkelanjutan.Dalam pelaksanaannya, Satgas diwajibkan mengelola data tunggal terintegrasi untuk menjamin ketepatan sasaran bantuan dan akurasi pelaksanaan pembangunan. Seluruh pendanaan program percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bersumber dari APBN serta sumber sah lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Presiden juga menekankan aspek akuntabilitas dengan mewajibkan laporan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi disampaikan secara berkala setiap dua bulan sekali. Keppres tersebut berlaku sejak 8 Januari 2026.Pada rakor itu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Tim Pelaksana Satgas juga memaparkan indikator progres pemulihan pascabencana di Provinsi Sumatera Utara, termasuk Kota Medan.Berdasarkan data per 14 Januari 2026, kondisi Kota Medan pascabencana menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pelayanan publik di Kota Medan dilaporkan telah kembali normal dan berada pada zona hijau. Aktivitas pemerintahan berjalan seperti sediakala, didukung layanan kesehatan yang telah pulih sepenuhnya, mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga klinik.Selain itu, sektor pendidikan juga telah kembali berfungsi normal, mencakup PAUD, TK, SMA/SMK, madrasah, hingga pondok pesantren. Akses transportasi pada jalan nasional dan jalan provinsi di wilayah Kota Medan dilaporkan lancar tanpa hambatan berarti. Layanan dasar masyarakat, seperti pasokan listrik, distribusi air bersih PDAM, jaringan internet, serta operasional SPBU, juga berada dalam kondisi stabil, menandai fase pemulihan Kota Medan yang semakin terkendali pascabencana.
16 Januari 2026LensaDaily - Peringatan ke-77 Hari Bela Negara dijadikan momentum oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas mengirimkan bantuan armada dan peralatan untuk pembersihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Pengiriman tersebut dilepas dari Halaman Kantor Wali Kota Medan, Jumat 19 Desember 2025.Adapun armada dan peralatan yang diberangkatkan berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Medan, berupa dua unit PK 48 dan PK 49 jenis Fire Tru, dan Truk Kapasitas 5.000 liter per armada.Lalu armada dan peralatan dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, berupa satu unit Motor Grader, dua unit Backhoe Loader, empat unit Dump Truk, dan tiga unit Trado.Seluruh armada dan peralatan tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota Medan Rico Waas didampingi Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, serta para pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan.Dalam kesempatan itu, Rico Waas mengatakan peringatan Hari Bela Negara bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menghadirkan negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, sebagaimana amanat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.“Peringatan Hari Bela Negara ini kita maknai dengan tindakan nyata. Bagaimana negara hadir untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana, baik di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, bahkan wilayah-wilayah yang dekat dengan Kota Medan sendiri yang masih membutuhkan bantuan pemulihan,” kata Rico Waas.Dengan semangat bela negara, Rico Waas ingin Pemko Medan mengambil peran aktif membantu pemulihan wilayah yang terdampak bencana banjir dan longsor yang tengah dihadapi Aceh, Sumut dan Sumbar.“Apa yang kita kirimkan hari ini adalah wujud kepedulian dan kebersamaan. Kita ingin meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh Tamiang agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat,” ujar Rico Waas.Rico Waas optimistis, dengan kolaborasi dan solidaritas yang kuat antar wilayah, proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih efektif. “Insyaallah, mudah-mudahan dengan semangat bela negara dan saling menguatkan, bangsa ini akan semakin kuat dan baik,” harapnya.
19 Desember 2025


