LensaDaily - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara menyalurkan bantuan nutrisi tambahan kepada anak-anak di Panti Anak Pembangunan Didikan Islam, yang berlokasi di Jalan Letnan Jamin Ginting No. 217, Medan Baru.Bantuan diserahkan langsung Kepala Dinas Sosial Ilyan Chandra Simbolon kepada pengelola panti dan para penerima manfaat di Panti Anak Pembangunan Didikan Islam, yang berlokasi di Jalan Letnan Jamin Ginting, Selasa, 28 April 2026.Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pemenuhan kebutuhan dasar serta peningkatan gizi anak-anak yang berada dalam pengasuhan lembaga kesejahteraan sosial. Adapun bantuan yang disalurkan terdiri dari 30 karung beras ukuran 10 kilogram, 30 bungkus minyak goreng, 30 bungkus gula pasir, dan 30 pack susu.Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Ilyan Chandra Simbolon, mengatakan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari semangat kebersamaan dan gotong royong yang terus dibangun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan.“Peringatan HUT Provinsi Sumatera Utara bukan hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak serta memberikan semangat dan kebahagiaan bagi mereka,” ujar Ilyan Chandra Simbolon.Ia juga menegaskan bahwa perhatian terhadap anak-anak yang berada dalam pengasuhan lembaga sosial merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.Sementara itu, pengurus panti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sosial.Peringatan HUT ke-78 Provinsi Sumatera Utara tahun 2026 mengusung tema “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi”, yang mencerminkan semangat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Rangkaian peringatan HUT ke-78 Provinsi Sumatera Utara tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain dialog interaktif pembangunan, ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan, rapat paripurna istimewa DPRD Sumatera Utara, serta berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Melalui kegiatan berbagi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap semangat kolaborasi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai energi bersama dalam mewujudkan Sumatera Utara yang maju, unggul, dan berkelanjutan.
28 April 2026Tag: anak
LensaDaily - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengajak seluruh masyarakat untuk menghapus stigma dan diskriminasi, serta bersama-sama membangun lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua anak.Ajakan tersebut disampaikan Staf Ahli I Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumut Titiek Sugiharti, pada peringatan Hari Down Syndrome Dunia (HDSD) 2026 yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Sabtu 18 April 2026."Anak-anak dengan down syndrome adalah anugerah yang memiliki potensi luar biasa. Mereka membutuhkan dukungan, perhatian, serta kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang," ujarnya.Titiek menegaskan, peran semua pihak sangat diperlukan, terutama keluarga, masyarakat, dan pemerintah, dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, ramah, dan penuh kasih sayang.Sebagai bagian dari gerakan PKK, pihaknya terus mendorong pemberdayaan keluarga agar mampu memberikan pengasuhan yang tepat, stimulasi yang baik, serta akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus."Kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak yang tertinggal, termasuk anak-anak dengan down syndrome," tambahnya.Sementara itu, Kepala Sentra Bahagia Kementerian Sosial RI, Teguh Supriono, menyampaikan bahwa peringatan HDSD 2026 menjadi wujud nyata kolaborasi dalam mewujudkan Sumut yang inklusif."Saat ini Sentra Bahagia belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Semoga ke depan sentra ini dapat menjangkau seluruh daerah di Indonesia," ucapnya.Ia menekankan, peringatan HDSD bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menghadirkan aksi nyata dalam memberikan pendampingan, tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga kepada keluarga mereka."Anak-anak down syndrome memiliki hak sama belajar, bermain, berteman, dan berkarya. Tidak untuk dikasihani tapi diberi kesempatan," pungkasnya.Peringatan HDSD tersebut turut dihadiri Kepala Dinas P3AKB Sumut Dwi Endah Purwanti, Ketua Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Sumut Umi Idayanti, perwakilan Forkopimda, serta anak-anak dengan down syndrome.Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan anak-anak down syndrome, mulai dari bermain djembe, pembacaan puisi, hingga bernyanyi, yang menunjukkan bakat dan potensi luar biasa mereka.
19 April 2026LensaDaily - Polisi mendalami kasus pembunuhan yang diduga dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya di Medan dan belum menetapkan statusnya yang masih sebagai terperiksa. Polisi juga kini mendalami motif dibalik peristiwa berdarah itu.Kini kasus pembunuhan FS (42) dengan terperiksa anaknya AL (12) tersebut, tengah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan. Peristiwa berdarah itu, terjadi di rumah mereka di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Rabu pagi, 10 Desember 2025.Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap AL. Termasuk motif dibalik penusukan ibu kandungnya menggunakan pisau di rumah. "(Untuk motif) sedang dilakukan pendalaman," ungkap Bayu saat dikonfirmasi, Kamis sore, 11 Desember 2025.Pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, termasuk suami korban, berinisial AH dan anak mereka lainnya, berinisial AJ serta saksi lainnya. Lanjut, Bayu mengatakan bahwa kasus ini menerapkan sistem Undang-undang perlindungan anak. Sehingga AL mendapat pendamping dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan."Iya benar, mendapat dampak pihak terkait tersebut," tutur Kasat Reskrim Polrestabes Medan itu.Selain itu, polisi juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti di rumah korban, termasuk pisau yang digunakan menikam. Sedangkan, korban sudah dilakukan autopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Medan dan sudah dimakamkan.Berdasarkan data diperoleh jasad korban pertama kali ditemukan oleh suaminya AH, Rabu subuh, 10 Desember 2025, sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah anak mereka lainnya AJ berteriak. Lalu, AH turun dari lantai 2 melihat apa yang terjadi.AH melihat AL memegang pisau dan korban yang sudah terbujur kaku bersimbah darah di atas tempat tidur dengan luka tikaman. Selanjutnya, suami korban meminta pertolongan tetangganya yang kemudian mendatangi lokasi. Selanjutnya, petugas kepolisian dari Polsek Sunggal dan jasad korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Kota Medan untuk evakuasi hingga penanganan kasus ditangani Polrestabes Medan.
11 Desember 2025LensaDaily - Seorang ibu tewas di rumahnya di Jalan Dwikora Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan, dengan sejumlah luka tusukan di badannya, Rabu 10 Desember 2025. Peristiwa berdarah itu, polisi mengamankan anak kandung korban.Korban berinisial F (42) tewas bersimbah darah di rumahnya. Peristiwa tragis itu terjadi saat korban mengurus anaknya untuk bersiap sekolah, sekitar pukul 05.00 WIB. Suami korban yang saat kejadian itu sedang tidur, langsung panik dan berteriak minta tolong bantuan warga.Salah seorang warga, Muhammad Husni, membenarkan peristiwa berdarah tersebut. Pengakuannya terduga pelaku adalah anak kandung korban sendiri, seoeang siswi SMP yang masih dibawah umur."Yang pastinya ini pembunuhan dan informasi sementara anaknya perempuan umur sekitar 12 tahun yang membunuh korban," ungkap Husni.Husni mengungkapkan, korban tewas dengan kondisi sejumlah luka tusukan benda tajam di tubuhnya. Luka-luka ini yang menyebabkan korban meninggal dunia karena kehabisan darah."Luka-lukanya banyak, bagian punggung, tangan. Itu yang saya lihat tadi dari fotonya, dan beberapa tusuk sajam pisau," jelas Husni.Setelah proses identifikasi oleh tim Inafis selesai, jenazah Faizah Soraya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diautopsi.Sementara itu, terduga pelaku yang merupakan anak kandung korban berinisial A (12) diamankan pihak kepolisian dan kini menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sunggal. Hingga berita ini tayang, polisi belum memberikan keterangan terkait penganiayaan hingga menyebabkan kematian ini.
10 Desember 2025LensaDaily - Perjalanan panjang sejauh 10 jam ditempuh oleh pasangan orang tua dari Aceh demi satu tujuan: mencari solusi terbaik untuk penglihatan anak mereka. Mereka membawa Zhaya Haikal Zahim, siswa kelas 3 SD yang mulai menunjukkan tanda-tanda rabun jauh, meskipun sang ibu belum sepenuhnya menyadarinya.Zhaya sering menyipitkan mata, kesulitan membaca tulisan jarak jauh, dan tampak tidak nyaman saat belajar. Sebagai ibu yang memiliki riwayat rabun jauh dan pernah menjalani LASIK, ia tidak ingin anaknya menjalani hidup yang sama: bergantung pada kacamata sejak kecil.“Kalau bisa dicegah, saya ingin anak saya tidak harus memakai kacamata seperti saya dulu,” ujarnya.Pencarian solusi akhirnya membawa mereka ke Roadshow VIO Optical Clinic di Medan. Pada pemeriksaan pertama, Zhaya terdeteksi memiliki minus -3.00. Setelah menjalani Terapi Ortho-K, hasilnya sangat signifikan: Dalam waktu 1 bulan, penglihatannya membaik hingga tersisa -0.50, dan kini ia dapat beraktivitas tanpa kacamata sepanjang hari—lebih nyaman bermain, belajar, dan berinteraksi.Kisah Zhaya hanyalah satu dari ribuan cerita anak Indonesia yang mengalami myopia progresif, sebuah kondisi di mana minus terus bertambah dari tahun ke tahun. Kondisi inilah yang mendorong banyak keluarga mencari solusi yang aman, non-operasi, dan efektif.Melihat tingginya angka kasus myopia pada anak di Sumatera Utara dan meningkatnya kebutuhan layanan terapi mata yang profesional, VIO Optical Clinic kini resmi membuka cabang ke-14 di Kota Medan Ruko Business Park, Komp. Center Point Jalan Jawa No. 8, Gang Buntu Medan Timur – Kota Medan.Lebih dari 15.500 pasien telah merasakan manfaat terapi Ortho-K, sebuah solusi non-operasi yang membuat anak dapat melihat jelas sepanjang hari—tanpa kacamata dan tanpa softlens harian. Cabang Medan membawa misi yang sama yaitu mendekatkan layanan Vision Therapy kepada keluarga di wilayah Sumatera Utara, terutama bagi mereka yang anaknya mengalami kenaikan minus.Ortho-K (Orthokeratology) adalah terapi menggunakan lensa khusus yang dipakai saat tidur. Lensa ini bekerja secara lembut membentuk ulang permukaan kornea, sehingga ketika bangun tidur:● Penglihatan menjadi jelas sepanjang hari● Tidak perlu kacamata● Tanpa softlens harian● Tanpa prosedur operasiTerapi ini aman untuk anak, remaja, dan dewasa muda, serta telah menjadi pilihan bagi banyak orang tua untuk membantu menghambat myopia progresif.Founder VIO Optical Clinic, Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO, FIALVS, mengatakan, banyak anak di Medan mengalami kenaikan minus yang cepat."Terapi Ortho-K memberi manfaat seperti anak bisa melihat jelas tanpa kacamata, sekaligus membantu mengontrol pertambahan minus. Dengan hadirnya cabang Medan, kami ingin semakin dekat dengan keluarga yang membutuhkan solusi ini,” katanya.Pada pembukaan cabang ini, VIO menghadirkan pemeriksaan mata lengkap gratis, screening Ortho-K dengan harga spesial, diskon terapi Ortho-K selama periode soft opening.CEO VIO Optical Clinic, Rianti Yahya, menyampaikan, Medan adalah kota yang sangat dinamis dengan kebutuhan kesehatan mata yang tinggi. Kehadiran VIO di sini adalah langkah penting untuk menyediakan layanan Vision Therapy yang lebih dekat dan lebih cepat diakses keluarga-keluarga di Sumatera Utara," katanya.Selama 12 tahun terakhir, VIO aktif mengedukasi sekolah, komunitas, dan institusi nasional melalui program PERMADANI (Periksa Mata dari Dini). “Setiap mata punya cerita. Tugas kami adalah memastikan setiap anak punya kesempatan untuk melihat dunia dengan jelas,” tutup Andri.Dengan hadirnya cabang ke-14 di Medan, VIO Optical Clinic berharap semakin banyak keluarga yang mendapatkan solusi aman, nyaman, dan efektif untuk menjaga penglihatan anak sejak dini.
19 November 2025


