icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: bnpb


50 KK Korban Bencana di Medan Terima Bantuan Perbaikan Rumah, Ini Besarannya

LensaDaily - Sebanyak 55 kepala keluarga menerima Bantuan Tahap II Program Bantuan Perbaikan Rumah Rusak akibat bencana hidrometeorologi Siklon Senyar juga diberikan kepada warga terdampak banjir di Kota Medan. Bantuan ini bentuk pemerintah terus mempercepat pemulihan pascabencana melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap di Gedung PKK Medan Selasa 3 Maret 2026. Pada Tahap II ini, bantuan menyasar 50 kepala keluarga (KK) dengan total anggaran Rp1.095.000.000. Sebanyak 27 KK kategori rusak ringan menerima Rp15.000.000 per rumah dengan total Rp405.000.000. Sementara itu, 23 KK kategori rusak sedang menerima Rp30.000.000 per rumah dengan total Rp690.000.000.Program ini sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kota Medan. Acara penyaluran bantuan turut dihadiri unsur pengarah BNPB, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan Yunita Sari, serta para camat se-Kota Medan.Di antara para penerima bantuan, Nurhaida Manurung dan suaminya, Maju Simangunsong, warga Jalan Starban, Polonia, Medan, menjadi salah satu korban terdampak paling parah. Banjir dahsyat menyebabkan dua bangunan milik mereka hanyut, termasuk dapur dan rumah sewa yang sebelumnya dibangun dari pinjaman modal.Saat ketinggian air mencapai lebih dari dua meter, Nurhaida dievakuasi Tim SAR menggunakan perahu karet ke pengungsian. Sementara itu, suaminya yang telah 14 tahun menderita stroke dievakuasi ke rumah anaknya di Simalingkar. Dalam situasi tersebut, Nurhaida juga mengalami cedera kaki akibat terjatuh dari tangga.“Semua habis. Rumah sewa itu sumber harapan kami. Sekarang tinggal gaji pensiun sekitar Rp900 ribu setelah dipotong angsuran pinjaman bangunan yang sudah hanyut,” ujarnya lirih.Ia mengaku bantuan perbaikan rumah dari Pemko Medan menjadi secercah harapan di tengah keterbatasan usia dan kondisi kesehatan suaminya.“Ini seperti mukjizat bagi kami. Saya sudah tidak sanggup lagi mengurus semuanya sendiri,” katanya.Duka serupa dirasakan warga bantaran Sungai Belawan. Hujan deras pada akhir November membuat sungai meluap dan menerjang permukiman di Jalan Kelambir V, Gang Sahabat Baru, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, menjelang subuh 28 November. Banjir kiriman kembali datang keesokan harinya dan memperparah kondisi warga.Mardian Habibie Gultom, warga Jalan Kelambir V, Gang Sahabat Baru, mengatakan banjir kali menjadi ujian berat bagi keluarganya yang memiliki empat anak. Mereka sempat bertahan di lantai dua rumah sebelum akhirnya memutuskan mengungsi demi keselamatan.Sementara itu, tetangganya, Sunarto, sopir perusahaan yang tinggal bersama istri dan dua anaknya di alamat yang sama, harus menerima kenyataan pahit ketika tembok dan atap rumahnya roboh diterjang arus deras. “Air datang sangat kuat, tiba-tiba tembok jebol dan atap runtuh,” tuturnya.Ketinggian air yang mencapai 1,2 hingga 2 meter membuat warga tidak sempat menyelamatkan perabotan rumah tangga, kendaraan, maupun dokumen penting. Warga sempat mengungsi ke SMP Negeri 40 Medan meskipun lokasi tersebut juga terdampak banjir setinggi sekitar satu meter.Mardian Habibie Gultom dan Sunarto juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Medan atas bantuan yang mereka terima. Mardian mengaku perhatian pemerintah membuatnya merasa tidak sendiri menghadapi musibah, sementara Sunarto berharap proses perbaikan rumah dapat segera tuntas agar keluarganya kembali tinggal dengan aman dan nyaman.

04 Maret 2026

HUT ke-18 Gerindra, Bobby Nasution Pimpin Bersihkan Sungai - Instruksi Prabowo Subianto

LensaDaily - Aksi nyata membersihkan aliran Sungai Deli dilakukan langsung Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra. Aksi ini, Bobby Nasution sekaligus menyapa dan berdialog dengan warga Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Minggu 8 Februari 2026.Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Bobby Nasution menaiki perahu bersama rombongan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, serta BPBD Kota Medan. Dengan menggunakan alat penjepit, mereka memungut sampah yang berada di sepanjang aliran Sungai Deli.Aksi bersih sungai ini, kata Bobby Nasution, merupakan wujud komitmen untuk menjadikan seluruh wilayah, khususnya di Sumatera Utara, lebih asri dan bersih, terutama di kawasan daerah aliran sungai (DAS).“Sesuai dengan instruksi Presiden, Bapak Prabowo Subianto, kita melakukan pembersihan di beberapa wilayah. Satu di antaranya kawasan aliran sungai di Kota Medan, sehingga menjadikan daerah ini lebih asri,” katanya.Selain menyusuri sungai, Gubernur Bobby Nasution juga berhenti di kawasan Kelurahan Aur untuk menyapa serta berdialog dengan warga setempat terkait kondisi permukiman di bantaran Sungai Deli.Menurutnya, upaya pembersihan sungai ini setidaknya dapat memberikan semangat bagi seluruh pihak untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Termasuk pula rencana mengatasi sedimentasi atau pendangkalan yang menyebabkan dasar sungai semakin tinggi.Usai berdialog dengan warga, Bobby Nasution turut serta dalam prosesi pemotongan tumpeng sebagai tanda perayaan HUT ke-18 Partai Gerindra. Tumpeng tersebut diserahkan kepada petugas kebersihan yang hadir di lokasi, disertai penyerahan bantuan berupa tong sampah serta bibit tanaman.Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD Partai Gerindra Sumut Ade Jona Prasetya, Anggota DPR RI Sugiat Santoso, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, serta sejumlah politisi dan puluhan kader Partai Gerindra.

08 Februari 2026