icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: cuaca


Eksekusi Jalan Rusak di Marelan, Rico Waas Langsung Instruksikan Pembetonan

LensaDaily - Tiga titik jalan rusak di Kecamatan Medan Marelan langsung dieksekusi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang meninjau langsung untuk membenahi infrastruktur tersebut pada Jumat 8 Mei 2026. Langkah taktis ini menyasar tiga titik krusial yang selama ini menjadi momok bagi mobilitas warga.Kerusakan jalan tersebut di Jalan Jala 20 (Kelurahan Rengas Pulau), serta Jalan Pasar Nipon Gg. Musala dan Jalan Takenaka (Kelurahan Paya Pasir). Rico Waas tidak datang sekadar untuk meninjau dan mengumbar janji, namun ia membawa solusi konkret yang berbeda untuk tiap skala kerusakan.Di Jalan Jala 20, langsung dijawab Rico Waas dengan melakukan patching (penambalan) dan pembenahan intensif sepanjang 1 kilometer, guna memastikan kelancaran arus lalu lintas dalam waktu singkat.Lalu untuk Jalan Nipon Gang Musala dan Jalan Takenaka, Rico Waas menginstruksikan untuk dilakukan pembetonan total yang dijadwalkan mulai dieksekusi bulan Mei ini juga, mengingat kerusakan yang sudah masuk kategori "ekstrem"."Kondisinya sudah sangat parah. Ini bukan sekadar urusan aspal, ini akses masa depan anak-anak kita. Saya tidak mau mereka bertaruh nyawa hanya untuk berangkat sekolah. Bulan ini juga, Gang Musala dan Jalan Takenaka harus dibeton!," tegas Rico di hadapan warga.Keputusan untuk melakukan pembetonan permanen diambil bukan tanpa alasan. Rico Waas menekankan bahwa infrastruktur di gang-gang sempit dan akses sekolah harus memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca dan beban kendaraan agar APBD yang digunakan benar-benar dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.​Bagi masyarakat sendiri, gerak cepat (gercep) sang Wali Kota adalah jawaban atas doa mereka selama bertahun-tahun. Kepemimpinan Rico Waas kali ini membuktikan bahwa birokrasi di bawah arahannya tidak lagi sekadar mencatat laporan, tapi langsung mengeksekusi solusi di lapangan.

09 Mei 2026

Optimalkan Pemulihan, Rico Waas Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Medan

LensaDaily - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas memperpanjang masa status Tanggap Darurat Bencana di Kota Medan, selama 14 hari kedepan, terhitung sejak 12 hingga 25 Desember 2025. Diperpanjangnya status Tanggap Darurat Bencana di Kota Medan ini untuk mengoptimalkan proses pemulihan pasca banjir yang melanda 27 November 2025 lalu."Masa Tanggap Darurat Bencana di Kota Medan diperpanjang. Kita melihat Kota Medan saat ini, dalam proses pemulihan. Sehingga perlu penanganan yang lebih maksimal di masa perpanjangan Tanggap Darurat Bencana ini," ungkap Wali Kota Medan, Rico Waas, Kamis 11 Desember 2025.Sebagai informasi, sebelumnya Pemko Medan menetapkan status Tanggap Darurat Bencana sejak 27 November - 11 Desember 2025. Penetapan status Tanggap Darurat Bencana itu dilakukan akibat banjir yang menerjang 19 kecamatan di Kota Medan pada 27 November 2025 lalu.Rico Waas mengungkapkan perpanjangan status Tanggap Darurat Bencana di Kota Medan ini, untuk antisipasi dan penanggulangan bencana terkait hujan ekstrem di Kota Medan. Berdasarkan data dari BMKG terjadi pada 8 hingga 15 Desember 2025 ini."Belum lagi, BMKG juga sudah menginformasikan adanya prediksi cuaca buruk di Kota Medan pada 8 - 15 Desember 2025. Ini perlu kita antisipasi juga, meskipun kita berharap semuanya baik-baik saja," jelas Wali Kota Medan. Rico menjelaskan selama masa tanggap bencana ini, menginstruksikan seluruh jajarannya di lingkungan Pemko Medan, untuk melakukan tindak lanjut, dalam pelayanan pasca banjir besar di Kota Medan ini."Saya minta semua jajaran untuk bekerja lebih maksimal dalam proses pemulihan ini, khususnya terhadap masyarakat dan daerah-daerah terdampak bencana di Kota Medan," ungkap Rico Waas. Rico Waas mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan langkah penanganan pasca banjir di Medan. Termasuk melakukan perbaiki segala fasilitas umum terkena dampak bencana tersebut. "Semua butuh penanganan lebih lanjut, kondisi ini harus segera dibenahi. Termasuk masalah sampah, memang sekarang sudah mulai teratasi, tetapi saya mau lebih pulih lagi supaya sampah-sampah kita tidak ada lagi yang menumpuk," sebut Rico Waas. Terakhir, Rico Waas juga memastikan untuk tetap mengaktifkan Posko Bencana di gedung Serba Guna PKK Kota Medan hingga 25 Desember 2025 nanti. Posko Bencana tersebut diharapkan tetap dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana di masa pemulihan ini."Dengan diperpanjangnya masa Tanggap Darurat Bencana ini, keberadaan Posko Bencana di gedung PKK juga turut kita perpanjang," ungkap politisi muda Partai NasDem itu.

11 Desember 2025

Hadapi Cuaca Buruk 1-9 Desember Medan Siaga Penuh, Rico Waas Pimpin Rapat Evaluasi Banjir Terbesar

LensaDaily - Pemko Medan bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh pasca banjir besar yang melanda Kota Medan pada 27 November 2025 lalu, sekaligus mematangkan strategi preventif dalam menghadapi prediksi cuaca buruk yang kemungkinan bakal terjadi pada 1-9 Desember 2025 di daerah pesisir (Medan Utara).Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas di Posko Penanganan Banjir Kota Medan (Gedung PKK Kota Medan)  jalan Rotan, Kec. Medan Petisah, minggu (30/11/2025) malam.Turut hadir dalam rapat itu, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, para Asisten beserta pimpinan Perangkat Daerah serta para Camat.Dalam rapat yang berlangsung hingga tengah malam, Rico Waas menegaskan bahwa banjir yang terjadi pada 27 November 2025 lalu merupakan yang terbesar yang pernah terjadi di Kota Medan. Maka dari itu harus dijadikan pelajaran guna menumbuhkan sikap preventif dalam menghadapi kebencanaan."Situasi yang telah kita hadapi kemarin harus kita evaluasi kembali apa yang masih kurang,"kata Rico Waas.Sedikitnya ada dua hal yang menjadi sorotan Rico Waas pada saat terjadinya banjir besar kemarin, yaitu masalah komunikasi dan pemadaman listrik."Ini harus bisa kita sikapi, agar dapat dilakukan pencegahan jangan sampai terulang kembali,"ujar Rico Waas.Banjir yang terjadi beberapa waktu kemarin, bilang Rico Waas, juga menyisahkan permasalahan baru yakni tumpukan sampah, dan permasalahan kesehatan masyarakat. Secara tegas, Rico Waas menginstruksikan kepada jajarannya untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut."Persoalan sampah yang menumpuk ini harus segera diselesaikan, dan saya juga minta jajaran Puskesmas dan Rumah Sakit harus bertindak aktif melakukan jemput bola untuk memberikan pertolongan kepada warga yang mungkin kesehatannya mulai menurun pasca banjir kemarin," tegas Rico Waas.Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga menekankan pentingnya data yang akurat mengenai jumlah warga yang terdampak dan kerugian yang timbul dari kejadian kemarin."Saya minta harus ada rekap data. Setiap pekerjaan yang telah dilakukan harus ada dokumentasinya sebagai bahan evaluasi kita,"sebutnya.Selain itu, menyikapi prediksi BMKG mengenai cuaca buruk yang akan terjadi pada 1-9 Desember 2025 nanti, orang nomor satu di Pemko Medan itu memerintahkan Camat yang ada di Medan Utara untuk melakukan langkah mitigasi, seperti menyiapkan tempat pengungsian yang besar, menyiapkan dapur umum secepatnya dan pembagian bantuan harus dilakukan dengan teliti agar tepat sasaran.Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menambahkan, Pemko Medan harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada 1-9 Desember mendatang."Kejadian alam tidak bisa diprediksi, jadi harus kita siapkan semaksimal mungkin untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi,"pungkas Zakiyuddin Harahap seraya menambahkan pentingnya ketersediaan perahu karet bermesin besar untuk memudahkan evakuasi warga.Dalam rapat itu, para Camat khususnya yang berada di wilayah Medan Utara juga diminta untuk melaporkan update situasi terkini di wilayahnya masing-masing serta langkah antisipasi yang akan dilakukan.

01 Desember 2025

Musim Pancaroba Flu dan Demam Mendominasi di Medan, Ini Imbauan Dinkes

LensaDaily - Memasuki musim pancaroba dengan cuaca panas dan hujan yang terjadi belakangan ini di Kota Medan, akan terdampak pada penyakit panas badan dan flu yang rentan dan didominasi menyerang anak-anak di usia dini. Masyarakat pun diimbau selalu menjaga kesehatan."Betul. Paling banyak demam, flu, pada anak-anak. Terkait flu ini ada kaitan dengan daya tahan tubuh. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan nutrisi makanan yang nutrisinya cukup, istirahat yang cukup, kebersihan diri, dan jaga kehangatan badan," jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Medan, dr Irliyan Saputra, Sp.OG, Senin 13 Oktober 2025.Irliyan Saputra menyarankan dengan kondisi dingin dan turun hujan, bisa menggunakan pakaian yang lebih tebal untuk menghangatkan badan. Termasuk, penuhi cakupan konsumsi makanan untuk meningkatkan ketahanan tubuh."Paling penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh, istirahat cukup dan nutrisi. Termasuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Terkait yang terkena sakit, kita imbau jaga jarak sama yang sehat. Karena, flu ini kan virus," kata Irliyan Saputra.Selain itu, Irliyan Saputra juga mengimbau masyarakat, bila mengalami sakit untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat, agar segera sembuh dan tidak terjadi penularan ke orang sekitarnya. "Jangan pernah menunda-nunda untuk berobat kalau memang ada keluhan bisa langsung ke Faskes. Untuk gejala ringan bisa langsung ke Puskesmas atau klinik terdekat," ucap Plt Kadinkes Kota Medan itu.Disinggung soal hunian rawat inap rumah sakit hampir full karena banyak anak-anak dan lanjut usia (Lansia) sakit dengan keluhan diderita flu dan demam. Irliyan Saputra tidak membantah itu, tapi untuk data belum diterima dari masing-masing rumah sakit di Kota Medan. "Memang full. Iya, banyak yang demam tinggi, flu. Jadi, makin cepat pengobatan, makin cepat kesembuhannya. Itu imbauan kita untuk menjaga kesehatan," jelas Irliyan Saputra. Irliyan Saputra mengatakan untuk menjaga kesehatan, tidak lepas diiringin, untuk jaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri. Karena, dikhawatirkan kalau ada botol-botol, kaleng yang tidak dibuang dan menampung air bisa rawan menjadi demam berdarah."Intinya, tetap jaga kesehatan dan lingkungan. Termasuk jangan lupa menyempatkan diri untuk berolahraga untuk menjaga tubuh fit dan bugar selalu," sebut Irliyan Saputra. Disisi lain, Irliyan Saputra mengatakan pihaknya juga menurunkan tim kesehatan di posko pengungsian banjir seperti di Kecamatan Medan Johor dan Kecamatan Medan Labuhan, yang dilanda banjir. "Ada. Di posko-posko pengungsian kita turunkan tim kesehatan dari puskesmas. Di daerah Kwala Bekala ada di dua masjid. Di daerah Labuhan kita ada di Masjid Al-Ikhlas, dan ke kawasan yang di tinjau pak Wali kemaren. Iya, untuk mengecek kesehatan para pengungsi yang terdampak banjir," kata Irliyan Saputra.

13 Oktober 2025

Ada Ancaman Serius dari Eksternal, Waspadai Laju Tekanan Inflasi di Tahun Depan

LensaDaily - Laju tekanan inflasi di Sumatra Utara (Sumut) selama tahun berjalan (Januari – November) terpantau hanya sebesar 1,13%. Sehingga laju tekanan inflasi di Sumut di tahun 2024 ini menurut Pemerhati Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, berpeluang untuk  merealisasikan angka yang lebih rendah dari target paling bawah Bank Indonesia 1,5%. Dengan kondisi ini, ada peluang laju tekanan inflasi di Sumut akan finish dalam rentang 1,2% hingga 1,4%."Kita tidak bisa pungkiri bahwa ini sebuah keberhasilan bagi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), walaupun disisipi oleh kekuatiran melemahnya daya beli masyarakat," ujar Gunawan di Medan, Kamis (12/12/2024). Di tahun depan, kata Gunawan, ada beberapa ancaman inflasi yang tidak bisa di anggap remeh. Bahkan sebagian pemicu laju tekanan inflasi kedepan justru datang dari sisi eksternal. Dan ancaman inflasi yang datang dari eksternal, tentunya diluar kemampuan TPID untuk mengendalikannya.Inflasi eksternal berpeluang datang dari beberapa kemungkinan. Pertama dari kebijakan Presiden terpilih AS Donald Trump yang berpeluang membuka kembali perang dagang yang sempat dilakukannya dahulu. Termasuk juga kebijakan defisit fiskal yang digemborkan saat kampanye. Kebijakan Trump berpeluang menaikkan harga barang, yang berpeluang mendorong terjadinya laju tekanan inflasi. Baik langsung maupun tidak langsung Sumut akan terkena dampak dari kebijakan tersebut.Kedua, tensi geopolitik yang memburuk juga sangat berpeluang mendongkrak kenaikan harga minyak mentah maupun harga komoditas lainnya. Hal ini juga sangat berpeluang memicu terjadinya inflasi. "Ketiga, tren suku bunga acuan global yang bertahan tinggi. Dimana Bank Sentral di dunia akan lebih bernada hawkish, yang dipimpin oleh Bank Sentral AS," kata Gunawan.Dari tanah air, lanjut Gunawan, inflasi berpeluang terjadi dikarenakan oleh gangguan keuangan petani dan faktor cuaca, dimana deflasi yang sempat melanda Sumut telah mengurangi kemampuan keuangan petani untuk kembali bercocok tanam. Ada potensi gangguan produksi yang bisa memicu inflasi. Dan cuaca yang ekstrim juga berpeluang menjadi beban pengendalian inflasi di tahun yang akan datang. Jika beranggapan bahwa daya beli masih akan berada pada posisi yang sama di tahun depan, maka sebenarnya demand atau permintaan tidak akan mengalami lompatan yang signifikan. Ini bisa menahan laju tekanan inflasi itu sendiri. "Namun, jika inflasi terjadi disaat daya beli di tahun depan mengalami stagnasi, maka ini akan menjadi cerita pilu masyarakat Sumut," terangnya.Ia menilai inflasi di tahun 2025 masih akan sesuai dengan target Bank Indonesia sebesar 2,5% plus minus 1%. Dan berpeluang akan berakhir di batas tengah cenderung keatas. Pemerintah harus bersiap untuk merespon kemungkinan tersebut. "Dan gambaran bagaimana inflasi Sumut nantinya akan terbentuk, sangat terlihat di kuartal pertama tahun depan, khususnya saat Trump resmi menjabat sebagai Presiden AS," pungkasnya. (*)(Medan)

12 Desember 2024