LensaDaily - Aksi demonstrasi ratusan pengemudi ojek online (ojol) di depan Polda Sumut diwarnai tiga orang tak dikenal diamankan petugas saat berusaha membakar ban yang berlangsung Senin 1 September 2025 siang. Aksi yang dijadwalkan pukul 15.00 WIB ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Aksi massa yang yang tergabung dalam Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams) ini menuntut pertanggungjawaban atas tewasnya pengemudi ojol Affan Kurniawan, dilindas Rantis Baraccuda Brimob di Jakarta.Di tengah unjuk rasa, suasana sempat memanas ketika tiga orang tak dikenal tiba-tiba membakar ban bekas di dekat massa. Beruntung, petugas dan massa yang melihat insiden tersebut dengan sigap mengamankan ketiga pemuda tersebut.Sempat terjadi adu mulut, namun aksi pembakaran ban berhasil dipadamkan dengan cepat. Ketiga orang itu langsung dibawa ke Mapolda Sumut untuk diproses lebih lanjut.Ketua Umum Godams, Agam Zubir, menyampaikan bahwa aksi ini diikuti oleh sekitar 300 ojol yang merupakan perwakilan dari berbagai komunitas. "Tuntutan utama kami adalah permohonan maaf dari Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto atas insiden yang menimpa rekan kami di Jakarta," katanya.Selain itu, massa ojol juga meminta Kapolda untuk mengingatkan anggotanya agar tidak menggunakan kekerasan terhadap demonstran. Tuntutan lain juga diarahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang dinilai sebagai biang kerok kerusuhan yang terjadi."Kami meminta tanggung jawab total DPR sebagai biang kerok kerusuhan saat ini. Kami juga meminta semua pejabat publik dari unsur pemimpin bangsa di pemerintahan dan legislatif serta tokoh lintas agama bertanggung jawab dan hadir bersama menenangkan masyarakat," pungkas Agam.
01 September 2025Tag: demonstrasi
LensaDaily - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas lakukan langkah konkrit atas aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini, dengan menggelar pertemuan dengan Forkopimda, Tokoh Lintas Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda di Balai Kota, Minggu 31 Agustus 2025 malam. Hal ini sebagai langkah konkrit Pemko Medan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban pasca-demonstrasi yang berujung anarkis di sejumlah daerah termasuk Kota Jakarta. Langkah proaktif ini dilakukan Rico Waas untuk saling berkoordinasi dengan seluruh elemen masyarakat dan pejabat terkait guna menjaga maupun menciptakan suasana aman dan kondusif di Kota Medan. Selain itu, pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Mendagri menginstruksikan setiap kepala daerah, yang juga merupakan kepala Forkopimda, untuk aktif membangun keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.Dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap, Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, para Wakil Ketua DPRD Medan, Sekda Wiriya Alrahman dan unsur Forkopimda, Ketua MUI, Kakankemenag serta Tokoh Lintas agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda ini dilakukan penandatanganan Surat Pernyataan Bersama yang menyatakan sikap untuk mengajak seluruh masyarakat kota Medan menjaga suasana aman, damai dan kondusif serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah.Dikatakan Rico Waas, diketahui bersama saat ini rekan-rekan dari TNI-POLRI sedang berjibaku dari beberapa waktu terakhir sampai beberapa waktu kedepan. Tentunya hal ini patut saling membantu, dimana apa yang bisa dibantu saat ini adalah bagaimana elemen masyarakat dapat memberikan anjuran kepada kelompoknya maupun masyarakat lainnya dengan keadaan hati yang dingin."Mari kita semua berikan anjuran yang baik dengan hati yang dingin kepada kelompok maupun masyarakat. Mungkin di hati masyarakat masih ada yang belum cukup dengan perkembangan kota dan negara ini. Mari kita sama-sama dinginkan tensi kita semuanya", kata Rico Waas.Menurut Rico Waas,kita semua pasti memahami tentang aspirasi. Karenanya aspirasi masyarakat adalah layak untuk didengarkan. "Namun aspirasi tersebut pasti dapat dirasakan tidak sempurna apabila malah terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan terutama malah menjurus kearah yang bersifat anarkis", jelas Rico Waas.Melalui pertemuan ini, Rico Waas berharap kepada seluruh Tokoh Publik dan elemen masyarakat khususnya yang memiliki kelompok-kelompok dan organisasi masyarakat termasuk di lingkungannya masing-masing, marilah kita membuat situasi yang damai dengan berdoa bersama."Kami berharap besok kepada seluruh masyarakat terutama para pemuka agama setelah waktu Dzuhur, mari kita membuat doa bersama di tempat masing-masing. Pemko Medan melalui Kecamatan maupun Kelurahan hingga tingkat Lingkungan akan memberikan dorongan di tempat-tempat keagamaan terutama di mesjid dan mushola maupun tempat ibadah agama lainnya untuk melakukan berdoa bersama pada pukul 13:30 siang", ujar Rico Waas.Ditambahkan Rico Waas, pertemuan ini sejatinya bukan karena keadaan khawatir, tetapi berkumpul dalam kesadaran kolektif bersama. Sebab kita memiliki kekuatan yakni keyakinan bagaimana bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang baik dan yang ingin membangun, bukan bangsa yang anarkis tetapi bangsa yang saling tolong menolong serta saling menyayangi."Terlepas dari latar belakang masing-masing, kita adalah satu negara Indonesia. Kami berharap ini tidak tercoreng, sama-sama kita rawat agar bisa menuju Indonesia yang lebih baik. Beberapa waktu terakhir adalah cobaan kepada bangsa kita, tapi kami meyakini dengan semangat bersama kita bisa merawat bangsa termasuk menjaga Kota Medan", ucap Rico Waas.Dalam pertemuan ini Rico Waas juga membuka sesi diskusi guna mendengarkan saran dan masukan dari elemen masyarakat. Setelah menyampaikan saran, para tokoh lintas agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda menyatakan kesediaannya untuk membantu Pemko Medan dalam menyosialisasikan pentingnya menjaga kedamaian. Peran mereka dinilai sangat krusial dalam menenangkan masyarakat dan mencegah provokasi yang dapat memicu tindakan anarkis.Selanjutnya selain di Balai Kota, pertemuan ini juga dilakukan di tingkat Kecamatan. Seluruh Camat di Kota Medan juga menggelar pertemuan dengan unsur Forkopimcam dan tokoh lintas agama, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda.
01 September 2025


