LensaDaily - Pemko Medan memberikan perhatian khusus kepada kaum perempuan dan penyandang disabilitas agar mampu menjadi tenaga kerja yang tangguh dan mandiri. Kekurangan fisik bukan penghalang, semua warga Medan punya hak dan talenta yang sama untuk sukses.Hal tersebut dikatakan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat membuka Pelatihan Kerja di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Jalan Amal, Sunggal, pada Senin 6 Juli 2026.Sebanyak 20 penyandang disabilitas dilatih secara khusus untuk menjadi barista profesional yang siap kerja dan sebanyak 40 perempuan tangguh pencari nafkah di jalanan dibekali pelatihan safety riding.Dijelaskan Rico Waas, dirinya berkomitmen menciptakan ruang kerja yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, Pemko Medan memberikan perhatian khusus kepada kaum perempuan dan penyandang disabilitas agar mampu menjadi tenaga kerja yang tangguh dan mandiri."Kita ingin memberikan keadilan untuk semuanya. Kami percaya bahwasanya setiap orang memiliki kapasitas dan talenta," kata Rico Waas.Menurut Rico Waas, ini adalah ruang-ruang kesempatan yang adil untuk semuanya. Ada hal yang mungkin menjadi kekurangan secara fisik, tapi mereka diberikan talenta yang lebih. Kita harus mendorong agar masyarakat Kota Medan diberikan ruang tersebut.Rico Waas juga mengingatkan bahwa tantangan dunia kerja saat ini sudah tidak normatif lagi. Perusahaan saat ini menuntut spesifikasi pekerja yang tinggi, adaptif terhadap teknologi digital, serta memiliki komunikasi yang baik.Dirinya mencontohkan bagaimana sektor humas kini wajib menguasai aplikasi kreatif seperti CapCut dan Canva, serta dunia barista yang harus terus memperbarui menu-menu modern. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan seperti ini menjadi kunci agar tenaga kerja lokal tidak tersisih.Namun, selain keahlian teknis (hard skill), Rico Waas menekankan pentingnya faktor integritas agar para pekerja bisa bertahan lama (sustain) di tempat kerja."Saya berharap jangan begitu sudah masuk kerja, integritasnya hilang. Bawa pelatihan hari ini jadi bekal, buat integritas di dalam diri, dan seriuslah dalam bekerja. Jika kita punya skill, komunikasi baik, dan integritas tinggi, perusahaan yang akan mencari kita," tambah Rico WaasDalam kesempatan itu, Rico Waas juga melihat besarnya potensi di sektor informal dan wirausaha mandiri (UMKM), seperti penata rias (makeup artist) dan penata busana. Ia menceritakan pengalamannya saat acara Apeksi lalu, di mana permintaan jasa makeup artist di Kota Medan sempat habis karena tingginya kebutuhan dari luar kota. Melalui media sosial, ruang promosi bisnis mandiri kini jauh lebih mudah diakses.Sebagai solusi mengatasi kepadatan lapangan kerja di dalam kota, Pemko Medan juga melirik peluang kerja ke luar negeri. Rico Waas mengapresiasi program pembiayaan dari Bank BJB yang siap memfasilitasi calon pekerja melalui skema semacam KUR untuk mengikuti pelatihan di LPK sebelum diberangkatkan ke negara tujuan, salah satunya Jepang sebagai tenaga okupasi atau caregiver."Kita perlu bekerja maksimal, tidak hanya di Kota Medan saja yang ruangnya bisa jadi sudah penuh. Wirausaha kita dorong, lapangan kerja di luar juga kita buka, agar seluruh masyarakat Kota Medan mendapatkan penghasilan untuk memberikan dampak baik bagi keluarganya," pungkas Rico.Sebelumnya Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan, Ramadan menyampaikan pihaknya terus bergerak agresif untuk menekan angka pengangguran melalui program pelatihan kerja dan peningkatan produktivitas. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, program tahun ini berfokus penuh pada kepastian penyerapan lulusan di dunia industri serta perluasan inklusivitas sosial.Program pelatihan ini diikuti oleh total 100 orang peserta yang terbagi ke dalam 5 (lima) paket pelatihan dengan rincian pelaksanaan sebagai berikut yakniPelatihan Barista (Khusus Penyandang Disabilitas)yang diikuti oleh 20 orang peserta dengan masa pelaksanaan selama 7 hari, terhitung mulai 6 Juli 2026. Kemudian Pelatihan Alat Berat (Forklift) yang Diikuti oleh 20 orang peserta dengan masa pelaksanaan selama 18 hari, terhitung mulai 6 Juli 2026"Selanjutnya pelatihan Safety Riding (2 Paket): Diikuti oleh 40 orang peserta dengan masa pelaksanaan selama 7 hari, terhitung mulai 6 Juli 2026 dan Pelatihan Tata Kecantikan: Diikuti oleh 20 orang peserta dengan masa pelaksanaan selama 18 hari, terhitung mulai 6 Juli 2026", ucap Ramadan.Dijelaskan Ramadan seluruh peserta yang lulus dipastikan mengantongi legalitas profesional, mulai dari sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Surat Izin Operasional (SIO), hingga Surat Izin Mengemudi (SIM) yang relevan dengan keahliannya.Ramadan menambahkan, Disnaker telah turun langsung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Lewat pertemuan dengan PT KINRA dan puluhan tenant, Disnaker berhasil memetakan kebutuhan riil tenaga kerja spesifik untuk diisi oleh pencari kerja asal Kota Medan." Pemko Medan memperluas jangkauan ke pasar internasional dengan menggandeng Bank BJB untuk memfasilitasi dana talangan bagi calon tenaga kerja ke Jepang. Program ini didukung oleh dua Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) berstatus Sending Organization (SO) yang akan segera disahkan sebagai mitra resmi demi pengiriman tenaga kerja luar negeri secara masif", pungkasnya.Pembukaan Pelatihan ini ditandai dengan pemakaian tanda peserta dan kelengkapan pelatihan oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Selain itu Rico Waas juga menyaksikan penandatanganan MoU antara Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dengan PT Grab dan PT Kamiitra Mita Jaya UtamaPembukaan pelatihan ini tutur dihadiri, Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Amran S, Kasat Lantas Polrestabes Medan, Wakil Direktur PT Kamitra Mitra Jaya Utama, Arif Faida Wasta. Head of Public Affairs Territorial PT Grab Teknologi Indonesia Wilayah Medan Edi Guru Gunawan Isma, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota Jefri Suwanto dan Manager Bisnis Bank Jabar serta Segenap Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan.***
06 Juli 2026Tag: disabilitas
LensaDaily - Sebanyak 10 ribu orang akan menerima bantuan sosial dari Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Makmur dari Pemerintah Kota Medan. Program bantuan sosial yang didanai melalui APBD tersebut diprioritaskan bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah pusat.Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan, program ini merupakan langkah konkret Pemko Medan dalam memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan di tengah masih adanya masyarakat dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan.“Masih ada masyarakat kita yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, lansia terlantar, hingga penyandang disabilitas yang belum mendapatkan perhatian. Ini yang harus kita hadirkan solusinya,” ujarnya saat Sosialisasi PKH Medan Makmur dan Digitalisasi Bantuan Sosial di Kantor Wali Kota Medan, Rabu 1 April 2026.Program PKH Medan Makmur memiliki landasan hukum Peraturan Wali Kota Medan Nomor 10 Tahun 2026 dan dirancang sebagai bantuan sosial bersyarat untuk memperkuat sistem perlindungan sosial daerah.Setiap penerima akan memperoleh bantuan sebesar Rp200.000 per bulan atau Rp2,4 juta per tahun yang disalurkan secara non tunai melalui rekening masing-masing penerima.Adapun sasaran utama program ini adalah warga Kota Medan kategori penyandang disabilitas dengan tingkat ketergantungan tinggi serta lanjut usia berusia 60 tahun ke atas yang berada dalam kondisi terlantar atau tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar.Selain itu, calon penerima harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya berdomisili di Kota Medan dengan dokumen kependudukan yang sah, tidak sedang menerima bantuan sosial lain seperti PKH nasional atau BPNT, serta terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional pada desil 1 hingga 5. Bagi yang belum terdata, pengusulan dapat dilakukan melalui musyawarah di tingkat kelurahan.Proses pengajuan dilakukan secara berjenjang mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga ditetapkan melalui keputusan Wali Kota berdasarkan verifikasi Dinas Sosial.Rico Waas menegaskan, pendataan penerima harus dilakukan secara objektif dan akurat. Ia mengingatkan camat dan lurah agar tidak menyalahgunakan kewenangan, termasuk memasukkan data berdasarkan kedekatan pribadi.“Bantuan ini untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Jangan sampai disalahgunakan. Kalau tidak sesuai, akan diproses,” tegasnya.Dari sekitar 313.000 keluarga dalam kelompok desil 1 hingga 5 di Kota Medan, menurutnya diperlukan penyaringan ketat agar bantuan tepat sasaran. Distribusi bantuan juga akan dilakukan secara proporsional di 21 kecamatan dengan perhatian lebih pada wilayah Medan bagian utara.Selain pelaksanaan PKH Medan Makmur, Pemko Medan juga mendorong pembenahan sistem pendataan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Wali Kota meminta Dinas Sosial segera melakukan pelatihan ulang bagi operator serta mendata kendala perangkat di tingkat kelurahan untuk ditindaklanjuti bersama Dinas Kominfo.Di sisi lain, Medan juga ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam digitalisasi bantuan sosial. Melalui integrasi data berbasis Identitas Kependudukan Digital (IKD), pemerintah menargetkan validasi data penerima bansos agar lebih akurat dan transparan.Seluruh camat dan lurah diwajibkan memiliki IKD serta menjadi agen sosialisasi di tengah masyarakat, termasuk membantu warga yang belum memahami teknologi.Rico Waas menargetkan seluruh proses pendataan PKH Medan Makmur, pembenahan SIKS-NG, serta langkah awal digitalisasi bansos dapat diselesaikan dalam bulan ini, dengan perbaikan perangkat dituntaskan dalam waktu satu minggu.“Ini kerja bersama. Kami minta komitmen seluruh jajaran agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
01 April 2026LensaDaily - Yayasan Rumah Ceria Medan (YRCM), sebuah sekolah berbasis inklusif di Kota Medan dengan segudang dampak positifnya bagi masyarakat. Didirikan oleh Yuli Yanika selaku founder, serta Risa Riskayanti yang merupakan lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU).Sekolah ini berlokasi di Jalan Bunga Cempaka VII No.41 Y, Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara. Pada sekolah ini, bahasa isyarat adalah salah satu bahasa yang diwajibkan untuk berkomunikasi. Tidak hanya diperuntukan bagi disabilitas, tetapi non-disabilitas hingga seluruh pengajar wajibmengetahui bagaimana berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Hal inilah yang menjadi pembeda Rumah Ceria Medan dengan sekolah lainnya.Untuk pendanaan sekolah, Rumah Ceria Medan menerapkan sistem Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) silang. Adapun SPP silang ini diterapkan untuk membantu anak-anak yang memiliki kesulitan secara ekonomi. Sehingga, bagi anak-anak yang tidak memiliki masalah ekonomi akan membayar biaya sekolah secara penuh, tetapi bagi anak-anak yang memiliki masalah ekonomi akan dikenakan biaya yang semampunya. Yayasan Rumah Ceria Medan sangat tegas untuk tidak menerapkan sistem biaya pendidikan gratis bagi anak-anak karena memberikan dampak negatif.Yuli selaku salah satu guru di YRCM mengatakan alasan pihak sekolah untuk tidak menerapkan sistem gratis di sekolah bagi anak-anak adalah agar mereka berusaha dalam meraih masa depannya.“Kalau dari kita memang menghindari yang namanya biaya pendidikan gratis bagi anak-anak. Alasannya agar mereka bisa berusaha dalam meraih masa depannya, jika ada masalah ekonomi daripada gratis kita lebih memilih yang namanya SPP silang aja. Jadi seberapa mereka sanggup itulah yang bisa mereka bayarkan ke sekolah,” tutur Yuli.Adanya SPP silang ini membantu anak-anak untuk bisa hidup mandiri demi dan tidak selalu bergantung kepada orang lain. Selain itu, anak-anak dan orang tua juga diharapkan bisa berusaha dalam melaksanakan kewajiban mereka yakni dalam hal biaya pendidikan sekolah. Dengan begitu, anak-anak akan tumbuh dengan memiliki pola pikir bahwa dalam mencapai tujuan dan masa depan harus berupaya dengan keras sehingga bisa bertahan di dunia pekerjaan.Yuli juga mengungkapkan harapannya dengan menerapkan adanya SPP silang bagi anak-anak di YRCM yaitu agar terbiasa hidup dengan berupaya terlebih dahulu dan dapat hidup mandiri.“Harapannya sih bagi anak-anak dan orang tua melalui SPP silang ini yakni mereka bisa terbiasa untuk hidup dengan berupaya terlebih dahulu dan bisa hidup mandiri. Mereka juga harapannya bisa hidup tanpa selalu mengandalkan bantuan gratis dari orang lain, biar lebih terbiasa saja,” jelas Yuli. Tidak hanya melalui SPP, YRCM juga mendapatkan pendanaan melalui orang tua asuh yang hadir untuk membantu anak-anak di sekolah. Para orang tua asuh ini akan memberikan bantuan dana kepada satu anak atau lebih tergantung dari kesanggupan setiap orang tua. Dalam mencari orang tua asuh, biasanya pihak sekolah akan memanfaatkan media sosial dalam menyebarkan informasi.
19 November 2025LensaDaily - Bursa kerja atau job fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan yang dikuti 21 perusahaan menarik minat 1.075 tenaga kerja. Job fair ini, Disnaker Kota Medan, memberikan peluang yang sama bagi pekerja disabiltas, dengan mendapatkan lowongan pekerjaan yang layak pada umumnya.Job Fair ini berlangsung di Kantor Disnaker Kota Medan, di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan, Kamis 6 November 2025. Ada pun lowongan pekerjaan dengan 69 jabatan dan jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 705 orang, terdiri laki-laki 502 orang dan perempuan 185 orang.Lowongan pekerjaan bagi pelamar disabiltas, untuk bekerja di Alfamidi dengan posisi kru store tuna rungu, tuna wicara dan tuna daksa sebanyak 3 orang, terdiri 2 laki-laki dan 1 prempuan. Kemudian, Alfamart dengan posisi crew store untuk tuna rungu, tuna wicara dan tuna daksa, sebanyak 6 orang, terdiri 3 laki-laki dan 3 perempuan dan RS Mitra Medika Premier, dengan posisi hause keeping untuk tuna wicara sebanyak 17 orang terdiri, 10 laki-laki dan 7 prempuan. Total lowongan pekerjaan untuk disabiltas berjumlah 26 orang. Ke-21 perusahaan menjadi peserta Job Fair 2025, yakni Alfamidi, Alfamart, RS Mitra Medika Premier, Bank Mandiri, Pesona Optima Jasa, Karibia Boutique Hotel, PT Sedia Argo Ternak, PT Fastrata Buana, Bintang Mitra Daya Sembada, PT Dexton Indo.Lalu, PT Dara Indonesia, PT Bistronomix, Nusanet, PKSS, Bank Mega, Bisa Group, Grand City Hall, RSU Bunda Thamrin, Panca Buana, Indo Mobil-Hino, Mutual.Job Fair 2025, langsung dihadiri oleh Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dan Kadisnaker Kota Medan, Ilyan Chandra Simbolon serta tampak hadir ratusan pelamar kerja mendatangi satu both perusahaan untuk mengantar surat lamaran dan langsung interview di lokasi ini.Wali Kota Medan, Rico Waas mengapresiasi kegiatan Job Fair yang digagas oleh Disnaker Kota Medan. Ia mengatakan untuk penyerapan tenaga kerja di Kota Medan mencapai 8.023 orang. Namun, target hingga akhir tahun 2025, diharapkan bisa menembus 11 ribu penempatan tenaga kerja.“Jadi ini kita, meninjau bagaimana kemajuan penyerapan energi kerja, tadi saya cek dari data Disnaker dari bulan Januari sampai Oktober 2025 sudah ada sekitar 8.023 penempatan tenaga kerja, dan pada akhir tahun ditargetkan 11.000 penempatan tenaga kerja,” sebut Rico Waas kepada wartawan. Rico Waas telah menargetkan akan tercipta 50.000 lapangan pekerjaan selama periode kepemimpinannya selama lima tahun. Termasuk meningkatkan keterampilan dalam pelatihan tenaga kerja.“Di periode yang akan saya jalani selama lima tahun ini, maka kami juga meninjau bagaimana kemajuan penyerapan lapangan kerja yang ada di Kota Medan,” ucap Rico Waas.Rico Waas mengatakan Pemko Medan memberikan peluang yang sama mendapat pekerjaan bagi kaum disabiltas di Kota Medan untuk mendapatkan pekerjaan. "Soal lowongan bagi kaum disabilitas, kami sekarang mendorong, sesuai dengan waktu dari kampanye dan diperjalanan kami memimpin ini, kami membuka ruang seluas-luasnya bagaimana ruang disabilitas itu bisa berkembang secara potensinya, dan bisa ditempatkan juga," kata Rico Waas.Rico Waas mengaku senang ada sejumlah perusahaan yang ikut job fair ini, memberikan kesempatan kaum disabiltas bekerja di perusahaan mereka nantinya."Kita melihat ini baik sekali, ada beberapa perusahaan yang membuka lowongan khusus untuk rekan-rekan difabel. Ini tentunya kami apresiasi," jelas Rico Waas. Rico Waas berharap dan mendorong seluruh perusahaan yang di Kota Medan memberikan peluang lowongan pekerjaan bagi kaum disabiltas sesuai dengan kebutuhan atau jabatan yang direkrut."Harapan saya, ini bisa dibuka lebih luas lagi kepada rekan-rekan difabel. Karena itu lah bagaimana menciptakan Medan Untuk Semua itu, salah satunya adalah tentang pembukaan untuk ruang difabel," ucap Rico Waas. Rico Waas mengatakan pihaknya melalui Disnaker Kota Medan, juga melakukan pembinaan dan pelatihan bagi kaum disabiltas sesuai dengan peluang pekerjaan hingga mendorong menjadi pelaku UMKM."Baru saja kita lakukan untuk peningkatan skill-nya. Ada kita berikan tambahan juga. Nantinya secara berkala akan kita buka ruang-ruang tersebut untuk pelatihan kepada rekan-rekan difabel," kata Rico Waas.
07 November 2025LensaDaily - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan menggelar Job Fair tahun 2025, yang diikuti 21 perusahaan mencari 705 tenaga kerja, digelar Kantor Disnaker Kota Medan, di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan, Kamis 6 November 2025. Job fair ini, ada 26 lowongan pekerjaan untuk disabilitas.Job Fair ini, membuka lowongan pekerjaan dengan 69 jabatan dan jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 705 orang, terdiri laki-laki 502 orang dan perempuan 185 orang. Perusahaan yang menjadi peserta Job Fair 2025, yakni Alfamidi, Alfamart, RS Mitra Medika Premier, Bank Mandiri, Pesona Optima Jasa, Karibia Boutique Hotel, PT Sedia Argo Ternak.Lalu, PT Fastrata Buana, Bintang Mitra Daya Sembada, PT Dexton Indo, PT Dara Indonesia, PT Bistronomix, Nusanet, PKSS, Bank Mega, Bisa Group, Grand City Hall, RSU Bunda Thamrin, Panca Buana, Indo Mobil-Hino, Mutual.Dalam kegiatan job fair ini, Pemko Medan melalui Disnaker Kota Medan memberikan peluang yang sama bagi pekerja disabiltas, dengan mendapatkan lowongan pekerjaan yang layak pada umumnya. Lowongan pekerjaan bagi pelamar disabilitas, untuk bekerja di Alfamidi dengan posisi crew store tuna rungu, tuna wicara dan tuna daksa sebanyak 3 orang, terdiri 2 laki-laki dan 1 perempuan. Kemudian, Alfamart dengan posisi crew store untuk tuna rungu, tuna wicara dan tuna daksa, sebanyak 6 orang, terdiri 3 laki-laki dan 3 perempuan dan RS Mitra Medika Premier, dengan posisi house keeping untuk tuna wicara sebanyak 17 orang terdiri, 10 laki-laki dan 7 perempuan. Total lowongan pekerjaan untuk disabiltas berjumlah 26 orang. Job Fair 2025, langsung dihadiri oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dan Kadisnaker Kota Medan, Illyan Chandra Simbolon serta tampak hadir ratusan pelamar kerja mendatangi satu both perusahaan untuk mengantar surat lamaran dan langsung interview di lokasi ini.Walikota Medan, Rico Waas mengapresiasi kegiatan Job Fair yang digagas oleh Disnaker Kota Medan. Apa lagi, memberikan peluang yang sama mendapat pekerjaan bagi kaum disabiltas di Kota Medan untuk mendapatkan pekerjaan. "Soal lowongan bagi kaum disabilitas, kami sekarang mendorong, sesuai dengan waktu dari kampanye dan diperjalanan kami memimpin ini, kami membuka ruang seluas-luasnya bagaimana ruang disabilitas itu bisa berkembang secara potensinya, dan bisa ditempatkan juga," kata Rico Waas kepada wartawan di lokasi Job Fair 2025.Rico Waas mengaku senang ada sejumlah perusahaan yang ikut job fair ini, memberikan kesempatan kaum disabiltas bekerja di perusahaan mereka nantinya."Kita melihat ini baik sekali, ada beberapa perusahaan yang membuka lowongan khusus untuk rekan-rekan difabel. Ini tentunya kami apresiasi," jelas Rico Waas. Rico Waas berharap dan mendorong seluruh perusahaan yang di Kota Medan memberikan peluang lowongan pekerjaan bagi kaum disabiltas sesuai dengan kebutuhan atau jabatan yang direkrut."Harapan saya, ini bisa dibuka lebih luas lagi kepada rekan-rekan difabel. Karena itu lah bagaimana menciptakan Medan Untuk Semua itu, salah satunya adalah tentang pembukaan untuk ruang difabel," ucap Rico Waas. Rico Waas mengatakan pihaknya melalui Disnaker Kota Medan, juga melakukan pembinaan dan pelatihan bagi kaum disabiltas sesuai dengan peluang pekerjaan hingga mendorong menjadi pelaku UMKM."Baru saja kita lakukan untuk peningkatan skill-nya. Ada kita berikan tambahan juga. Nantinya secara berkala akan kita buka ruang-ruang tersebut untuk pelatihan kepada rekan-rekan difabel," kata Rico Waas.
06 November 2025


