icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: energi


Gejolak Geopolitik Sebabkan Krisis Energi, dr Sofyan Tan Dorong Masyarakat Manfaatkan Sampah Plastik

LensaDaily - Gejolak geopolitik di Timur Tengah khususnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat - Israel sangat terdampak pada sektor energi dan lonjakan harga bahan bakar minyak, hingga akhirnya sejumlah negara terdampak bahkan hingga menetapkan kritis energi. Di tengah gejolak yang masih berlangsung, warga pun diimbau untuk menghemat konsumsi energi, BBM dan LPG.Hal ini dikatakan Anggota Komisi X DPR RI, dr. Sofyan Tan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan riset dan inovasi masyarakat di Hotel Le Polonia, Jalan Jendral Sudirman, Medan,  Sabtu, 11 April 2026. Sofyan Tan menekankan solusi menghadapi krisis energi global melalui pengelolaan sampah plastik dan pemanfaatan teknologi riset untuk mengubah limbah plastik menjadi energi alternatif.Sofyan Tan menjelaskan bahwa sampah plastik bukan sekadar masalah estetika lingkungan, melainkan ancaman kesehatan yang nyata. Plastik yang tidak terurai sempurna akan berubah menjadi mikroplastik partikel yang lebih kecil dari virus."Jika plastik masuk ke ekosistem air dan dimakan ikan, lalu ikan tersebut kita konsumsi, racunnya akan berpindah ke tubuh manusia. Mikroplastik ini dapat menembus aliran darah dan memicu berbagai penyakit kronis," tegas Sofyan Tan politisi PDI Perjuangan itu di hadapan para peserta Bimtek.Melalui kolaborasi dengan BRIN, Sofyan Tan mendorong masyarakat dan untuk melihat sampah sebagai potensi ekonomi dan energi yang luar biasa. Sofyan Tan memaparkan bahwa dengan menggunakan teknologi yang tepat, proses pengolahan limbah ini memiliki efisiensi yang sangat tinggi, di mana setiap satu kilogram sampah plastik mampu dikonversi menjadi sekitar 0,85 liter bahan bakar.Jika teknologi ini diterapkan pada skala nasional, potensi kemandirian energi Indonesia akan meningkat drastis mengingat volume sampah plastik nasional saat ini mencapai angka 10,5 hingga 11,5 juta ton per tahun. Dengan optimalisasi riset, tumpukan limbah tersebut berpeluang besar menghasilkan hingga 10 juta liter energi alternatif yang dapat menyokong kebutuhan dalam negeri."Kita menghabiskan triliunan rupiah untuk impor energi. Padahal, jika riset dan teknologi kita optimalkan, sampah yang selama ini dibuang bisa menutup sebagian besar kebutuhan energi nasional," jelas anggota DPR RI dari Dapil 1 Sumut itu.Sebagai mitra kerja BRIN di Komisi X, dr. Sofyan Tan menekankan bahwa kegiatan Bimtek ini bertujuan untuk membumikan hasil riset agar dapat diaplikasikan langsung oleh masyarakat. Ia mendorong generasi muda dan akademisi untuk terus berinovasi guna menemukan teknologi pengolahan yang lebih efisien dan terjangkau."Pengolahan sampah menjadi energi bukan lagi sekadar pilihan lingkungan, melainkan strategi bertahan hidup negara di masa depan. Jangan lihat plastik sebagai limbah, lihatlah sebagai energi," pungkasnya.Sedangkan Perekayasa Ahli Pertama BRIN, Fahruddin Joko Ermada yang hadir sebagai pemateri menuturkan bila produksi sampah di Indonesia mencapai 35 juta ton per tahun, dengan 19 persen merupakan sampah plastik dan terus mengalami peningkatan dengan kisaran 5 juta ton. Sedangkan daerah penghasil sampah terbanyak adalah Jakarta dan Tangerang Selatan.Di Medan sendiri, katanya, sampah mencapai 1.700 ton per hari, dengan 400 ton antaranya adalah sampah plastik. "Pengelolaan dan penanganan sampah di Medan belum terkelola atau open dumping yang berakhir di TPA. Sedangkan rencana penanganan sampah di Medan akan dijadikan sebagai energi listrik ini akan sangat baik," jelas Fahruddin.

12 April 2026

Terima Reses DRPD Sumut, Rico Waas Bahas Drainase, Infrastruktur Jalan hingga Banjir

LensaDaily - Drainase, infrastruktur jalan, hingga penanganan banjir menjadi pembahasan dari reses Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara di Kota Medan. Kunjungan reses Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara daerah pemilihan Sumut I dan Sumut II tersebut disambut Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Balai Kota, Rabu 11 Februari 2026.Rico Waas mengatakan, selama hampir satu tahun memimpin, Pemerintah Kota Medan menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan dukungan banyak pihak, termasuk DPRD Sumut. Menurutnya, masukan dari para legislator penting karena mereka menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihan.“Kami membutuhkan masukan dari para anggota dewan yang menerima kritik dan saran masyarakat terkait jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kota Medan,” ujarnya dalam pertemuan di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan itu.Ia juga  menjelaskan, pada 2026 Pemko Medan menjalankan sejumlah program pembangunan, antara lain proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di TPA Terjun, pembangunan sekolah rakyat di Tuntungan, koridor BRT, program SPPG, koperasi Merah Putih, serta revitalisasi aset layanan publik seperti rumah sakit dan puskesmas.Selain itu, Pemko Medan juga memprioritaskan peningkatan sektor kesehatan, pendidikan, pengurangan kemacetan, serta penguatan mitigasi bencana banjir melalui pembenahan drainase, sungai, jalan, dan peningkatan kapasitas BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.Dalam pertemuan itu, Rico Waas yang didampingi perangkat daerah terkait juga menanggapi berbagai aspirasi warga yang disampaikan para anggota DPRD Sumut saat masa reses, di antaranya terkait kondisi infrastruktur jalan dan penanganan banjir.Ia menyatakan pemerintah kota akan menindaklanjuti masukan tersebut sesuai kewenangan dan prioritas program.Wakil Ketua DPRD Sumut H. Salman Alfarisi bersama anggota DPRD Sumut Meryl Rouli Boru Saragih, Dameria Pangaribuan, Benny Harianto Sihotang, Defry Noval Pasaribu, dan M. Faisal menyampaikan kesiapan mendukung Pemko Medan, khususnya dalam penanganan banjir yang memerlukan koordinasi lintas wilayah dan instansi, termasuk pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, serta Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS).Para legislator juga mengapresiasi langkah Pemko Medan mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling). Mereka menyarankan agar pemerintah kota mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung operasional Poskamling guna memperkuat keamanan lingkungan berbasis masyarakat. Rico Waas menyambut baik usul ini dan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

12 Februari 2026

Per Hari 1.800 Ton Sampah, Rico Waas Tegaskan Pemko Siap Laksanakan Prgram PSEL

LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memastikan bila Pemko Medan siap menindaklanjuti instruski Presiden RI Prabowo Subianto dalam persoalan pengelolaan sampah menjadi energi terbarukan.Hal ini dikatakan Rico Waas usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste To Energy bersama sejumlah Gubernur, Bupati dan Wali Kota, yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Selasa 30 September 2025.Arahan diberikan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, rapat juga dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot. Rapat ini digelar sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto terhadap penanganan kedaruratan sampah melalui upaya pengelolaan sampah menjadi energi berbasis teknologi ramah lingkungan. Agenda rapat menitikberatkan pada penguatan komitmen Pemerintah Daerah dalam mengelola sampah menjadi energi terbarukan. Didampingi Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan Melvi Marlabayana dan Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Jhon Ester Lase, Rico Waas mengatakan, permasalahan sampah saat ini sudah berada pada titik krisis dan harus segera ditangani dengan solusi konkret. Pemko Medan, tegas Rico Waas, siap melaksanakan program Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah yang kian menggunung. “Di Kota Medan, volume sampah mencapai 1.700–1.800 ton per hari. Tentunya ini menjadi skala prioritas kami untuk segera melaksanakan PSEL secara mandiri. Investasi akan dilakukan melalui Danantara Indonesia dan kami berupaya agar implementasinya bisa dimulai sesegera mungkin,” kata Rico Waas. Dengan dukungan Pemerintah Pusat, Rico Waas optimis PSEL akan menjadi solusi berkelanjutan, tidak hanya untuk mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menyediakan energi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

01 Oktober 2025