LensaDaily - Penonton Film Nobody Loves Kay di Cinepolis Plaza Medan Fair, Sabtu 30 Mei 2026 larut dalam perasaan dan suasana haru bahkan tersentuh oleh konflik keluarga dan persahabatan yang diangkat dalam cerita tersebut.Film tersebut menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari para remaja masa kini, terutama mengenai perjuangan mengejar cita-cita di tengah tuntutan pendidikan dan harapan orang tua. Tema yang relevan membuat alur cerita mudah diterima dan dipahami oleh berbagai kalangan penonton.“Ceritanya sederhana tetapi sangat menyentuh. Saya tidak menyangka film ini akan seemosional itu. Banyak adegan yang membuat saya teringat dengan pengalaman pribadi dan hubungan dengan keluarga,” ujar Bima, salah seorang penonton usai menyaksikan film tersebut.Nobody Loves Kay mengisahkan perjalanan Kay, seorang remaja yang bercita-cita menjadi pemain profesional esports bersama dua sahabatnya, Ido dan Aurelio. Namun, mimpinya mulai terancam ketika prestasi akademiknya terus menurun hingga sang ibu mengancam akan memindahkannya ke Arab untuk tinggal bersama keluarganya.Tak ingin meninggalkan dunia gaming yang dicintainya, Kay berusaha membagi fokus antara pendidikan dan kompetisi esports. Di tengah perjuangannya, ambisi yang semakin besar justru membuat hubungan dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya perlahan merenggang.Konflik tersebut membawa Kay pada titik terendah dalam hidupnya. Di masa sulit itu, ia mulai memahami arti penting keluarga dan persahabatan yang selama ini selalu mendukungnya.Kesempatan besar kemudian datang saat Kay mendapat tawaran menjadi pemain profesional. Namun kali ini, ia tidak lagi membiarkan ambisi menguasai dirinya. Kay hanya bersedia bergabung dengan tim profesional jika kedua orang tuanya memberikan restu.Film yang disutradarai oleh Bernardus Raka ini dibintangi oleh sejumlah aktor muda hingga senior Tanah Air, antara lain Bima Azriel sebagai Kay, Rey Bong sebagai Ido, Joshia Frederico sebagai Aurelio, Aurora Ribero sebagai Amanda, Mian Tiara sebagai Ingrid atau ibu Kay, serta Ariyo Wahab.Selain itu, film ini juga menghadirkan penampilan Elly D. Luthan, Melati Sesilia, dan Dewa Dayana.Dengan mengangkat tema keluarga, persahabatan, pendidikan, dan perjuangan mengejar mimpi, Nobody Loves Kay diharapkan dapat menjadi tontonan yang relevan bagi generasi muda Indonesia.Film Nobody Loves Kay dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 4 Juni 2026.
4 hari yang laluTag: film
LensaDaily - Film horor-action Badut Gendong membuat teriakan penonton yang larut menyaksikan di Cinepolis Plaza Medan Fair, Kamis 21 Mei 2026 malam. Terasa penonton larut yang terdengar teriakan beberapa kali pecah ketika adegan jumpscare dan aksi menegangkan muncul di layar.Tidak sedikit penonton yang menutup wajah, namun tetap penasaran mengikuti jalan cerita hingga akhir film. Suasana studio pun dipenuhi campuran rasa tegang, takut, sekaligus kagum terhadap adegan aksi yang disajikan.Badut Gendong merupakan film terbaru dari MAGMA Entertainment yang sengaja dihadirkan lebih awal bagi 6 kota besar pertama pada 20 sampai 21 Mei 2026. Mereka yang menanti film horor-action terbaru dari sutradara Charles Gozali ini berkesempatan untuk menonton duluan di Jakarta, Makassar, Jogja, Samarinda, Medan, dan Semarang.Digadang-gadang akan menjadi lawan baru Ustaz Qodrat di film-film selanjutnya, Darso dan Darsi, sang sosok Badut Gendong, ternyata malah menjadi karakter yang dicintai para penonton setelah menyaksikan perjalanan tragis karakter ini.Antara cinta, duka, dan amarah yang tak kunjung mati, Badut Gendong hadir membawakan perjalanan emosional yang sangat berkesan bagi para penonton penayangan spesial ini.Didukung oleh jajaran pemain yang solid dan akting yang menyentuh jiwa, Badut Gendong menjanjikan pengalaman menonton yang tidak hanya memacu adrenalin lewat aksi, tetapi juga menguras emosi. Kesuksesan acara eksklusif ini menjadi awal dari kengerian yang akan segera menyebar ke seluruh penjuru negeri.Persiapkan nyali Anda, Badut Gendong akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026.Jadilah saksi lahirnya ikon teror baru ini di layar lebar. Ikuti perkembangan terbaru mengenai film dan ketersediaan komik melalui media sosial resmi di @magmaent dan @badutgendong.
22 Mei 2026LensaDaily - Konvoi “Bus Setan” yang sebelumnya viral di media sosial dan kini benar-benar turun ke jalanan di Kota Medan, yang menandai bagian dari euforia besar film Tiba-Tiba Setan, yang sejak awal memang membawa semangat fun, absurd, dan dekat dengan kultur digital anak muda. Para pemain dan sutradara pun menemui masyarakat dalam meet and great di Plaza Medan Fair, Medan, Sabtu 11 April 2026.Mengusung komedi yang liar, ringan, dan penuh kejutan, Tiba-Tiba Setan hadir memberi warna segar di tengah genre komedi Indonesia. Film ini meramu elemen viral, humor tongkrongan, dan situasi-situasi yang terasa random, aneh, tapi justru relate dengan kehidupan sehari-hari. Hasilnya adalah tontonan yang menghibur, dekat dengan penonton, dan siap memantik tawa dari awal sampai akhir.Salah satu momen paling mencuri perhatian dalam rangkaian gala premiere ini adalah konvoi “Bus Setan” keliling Medan. Konvoi akan melintasi sejumlah titik ikonik kota dan dirancang untuk menciptakan momen spontan di tengah publik. Bukan cuma jadi atraksi unik di jalanan, kehadiran “Bus Setan” juga berpotensi melahirkan gelombang konten viral baru dari warga Medan dan netizen yang ikut meramaikan suasana.Atmosfer gala premiere Tiba-Tiba Setan juga dibuat berbeda dari film bertema seram pada umumnya. Alih-alih mencekam, film ini justru datang dengan nuansa komedi yang hidup, seru, santai, dan penuh tawa. Medan akan jadi saksi bagaimana film dengan judul nyeleneh ini menghadirkan pengalaman premiere yang lebih cair, lebih dekat, dan lebih seru.Kekuatan lain film ini ada pada jajaran pemain yang punya persona kuat dan sangat relatable. Tiba-Tiba Setan dibintangi oleh Oki Rengga, Lolox, Poppy Sovia, Tanta Ginting, Shahabi Shakri, Amara Angelica, Ratu Felicia, Reza Nangin.Dua nama Oki Rengga dan Lolox yang sudah dikenal lewat gaya komedi khas yang dekat dengan keseharian anak muda. Chemistry, cara delivery, dan karakter yang mereka bawa menjadi kekuatan besar yang membuat humor dalam film ini terasa natural, spontan, dan mengena."Sutradara kasih kebebasan di karakter kami. Karakter film ini karakter keseharian kami sehari-hari. Peran aku sama Lolox ini seperti keseharian kami yang dibuatkan dalam film," kata Oki diamini Lolox yang hadir di Medan bersama Shahabi Shakri dan Sutradara, Etienne Caesar.Tidak berhenti di situ, film ini juga diperkuat oleh deretan cast lain dengan warna komedi yang beragam, mulai dari deadpan, slapstick, hingga humor situasional yang mudah dinikmati banyak kalangan."Ini bukan hanya film horor saja, tanpa dengan rasanya yang kurang lengkap. Makanya kita kasih ada rasa takut, tapi di endingnya itu ada rasa ketawanya. Jadi penonton itu jadinya terhibur," kata sang sutradara, Etienne Caesar.Yang membuat Tiba-Tiba Setan terasa makin dekat dengan penonton adalah sumber komedinya yang lahir dari hal-hal viral dan akrab dengan netizen. Film ini menangkap fenomena media sosial yang random, absurd, dan serba tiba-tiba, lalu mengolahnya menjadi cerita yang segar, ringan, dan relevan dengan kebiasaan audiens hari ini. Ini bukan sekadar komedi biasa, tapi komedi yang paham cara kerja internet dan tahu apa yang bikin orang tertawa."Peran saya dalam film ini sebagai anak bungsu dan sebagai youtuber horor. Keseharian aku juga content creator horor. Happy main film ini dan ini film komedi pertama aku," aku Shahabi.Kehadiran “Bus Setan” di Medan juga bukan cuma jadi tontonan, tetapi menjadi ajakan terbuka bagi publik untuk ikut terlibat. Warga bisa menyaksikan langsung, mengabadikan momen, lalu menyebarkannya di media sosial. Dari jalanan ke timeline, dari Medan ke jagat maya, seluruh kota diajak masuk dalam euforia yang sama.Setelah rangkaian gala premiere di Medan, film Tiba-Tiba Setan akan resmi tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Film ini siap jadi pilihan hiburan komedi yang segar, ringan, dan penuh kejutan untuk penonton Indonesia.Melalui konsep yang unik dan pendekatan yang dekat dengan budaya digital, Tiba-Tiba Setan tidak cuma menawarkan tontonan, tetapi juga pengalaman kolektif yang seru, ramai, dan berpotensi jadi perbincangan di mana-mana.Karena kadang, yang paling absurd justru paling bikin ketawa.Dan kalau datangnya tiba-tiba, itu pasti Tiba-Tiba Setan.
11 April 2026


