LensaDaily - Sebanyak 255 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan berdiri di Kota Medan yang diharapkan membawa multiplier effect (efek berganda), mulai dari pemenuhan gizi anak, pengentasan kemiskinan hingga peningkatan ekonomi pelaku UMKM lokal.Penegasan itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat membuka acara High Level Meeting (HLM), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Mengenai Kemitraan SPPG dan Pelaku Usaha Potensial di Kota Medan, di Gedung PKK Kota Medan, Jumat 29 Mei 2026.Rico Waas menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar tentang memberikan makanan sehat kepada anak sekolah. Program nasional ini juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang masif melalui ekosistem SPPG."Kita ingin anak-anak kita sehat dan mendapatkan gizi yang standar serta merata. Namun jangan lupa, pembangunan gizi ini ada dapurnya. Dapur ini belinya ke para pelaku yang ada disekitar dapur. Di sinilah ekosistem ekonomi lokal kita bangun," kata Rico Waas.Program ini bilang Rico Waas, membantu anak-anak untuk dapat mengakses makanan yang layak dan bergizi. Untuk kota Medan sendiri, target menyasar 700.000 anak di 21 kecamatan, Pemko Medan juga telah berkomitmen memastikan generasi masa depan Medan tumbuh cerdas dan sehat. "Di Kota Medan ditargetkan berdiri 255 SPPG untuk melayani sekitar 700.000 anak. Alhamdulillah saat ini sudah aktif 235 SPPG," bilang Rico Waas.Selain itu, Rico Waas juga berharap setiap SPPG diproyeksikan menyerap 47 hingga 50 tenaga kerja lokal yang diprioritaskan bagi masyarakat rentan dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 (masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah).​"Harapan kami, mohon ini menjadi perhatian bersama agar yang dipekerjakan adalah masyarakat di sekitar dapur SPPG tersebut. Dari yang tadinya tidak punya pekerjaan, sekarang punya penghasilan tetap," tegas Rico Waas dihadapan ratusan pengelolah SPPG dan pelaku usaha yang hadir.Lebih lanjut, Rico Waas juga ingin agar dapur SPPG diwajibkan membeli bahan baku dari warung, peternak, petani urban farming dan pengrajin di sekitarnya. Ia mencontohkan, jika ada warga sekitar yang beternak lele atau nila, pasokannya bisa langsung diserap oleh SPPG."Angka kebutuhan pangan untuk program ini per minggunya sangat fantastis. Untuk beras saja kebutuhan perminggu itu mencapai 183 ton, daging ayam 21 ton. Yang cukup tinggi itu tempe dan tahu. Saya ingin berikan mereka akses untuk menyuplai SPPG. Kita ingin mendengar para pedagang kecil di pasar tersenyum dan berkata, "Setiap hari ada yang membeli," terang Rico Waas.Meski berpotensi meningkatkan perputaran uang di masyarakat, Wali Kota Medan mengingatkan jajarannya beserta Bank Indonesia (BI) dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tetap waspada terhadap risiko inflasi. Lonjakan permintaan bahan pangan yang masif berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak distrategikan dengan matang.Untuk itu, Rico Waas menginstruksikan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat mulai dari hulu hingga hilir guna memastikan jalur jual-beli berjalan lancar tanpa merusak stabilitas harga pasar.​"Mau melihat masa depan Indonesia, lihat anak-anak kita sekarang. Berikan gizi, pendidikan, dan fasilitas terbaik, maka Indonesia masa depan akan maju luar biasa. Jika pengusaha kecil dapat income yang baik dan anak-anak sehat, maka ekonomi kita akan sangat stabil," tutup Rico Waas.Turut hadir dalam acara tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Didit Widiana, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarkat Badan Gizi Nasional Tengku Syahdana, serta pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan
6 hari yang laluTag: gizi
LensaDaily - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara menyalurkan bantuan nutrisi tambahan kepada anak-anak di Panti Anak Pembangunan Didikan Islam, yang berlokasi di Jalan Letnan Jamin Ginting No. 217, Medan Baru.Bantuan diserahkan langsung Kepala Dinas Sosial Ilyan Chandra Simbolon kepada pengelola panti dan para penerima manfaat di Panti Anak Pembangunan Didikan Islam, yang berlokasi di Jalan Letnan Jamin Ginting, Selasa, 28 April 2026.Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pemenuhan kebutuhan dasar serta peningkatan gizi anak-anak yang berada dalam pengasuhan lembaga kesejahteraan sosial. Adapun bantuan yang disalurkan terdiri dari 30 karung beras ukuran 10 kilogram, 30 bungkus minyak goreng, 30 bungkus gula pasir, dan 30 pack susu.Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Ilyan Chandra Simbolon, mengatakan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari semangat kebersamaan dan gotong royong yang terus dibangun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan.“Peringatan HUT Provinsi Sumatera Utara bukan hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak serta memberikan semangat dan kebahagiaan bagi mereka,” ujar Ilyan Chandra Simbolon.Ia juga menegaskan bahwa perhatian terhadap anak-anak yang berada dalam pengasuhan lembaga sosial merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.Sementara itu, pengurus panti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sosial.Peringatan HUT ke-78 Provinsi Sumatera Utara tahun 2026 mengusung tema “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi”, yang mencerminkan semangat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Rangkaian peringatan HUT ke-78 Provinsi Sumatera Utara tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain dialog interaktif pembangunan, ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan, rapat paripurna istimewa DPRD Sumatera Utara, serta berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Melalui kegiatan berbagi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap semangat kolaborasi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai energi bersama dalam mewujudkan Sumatera Utara yang maju, unggul, dan berkelanjutan.
28 April 2026LensaDaily - Terwujudnya Indonesia Emas 2045 terletak ditangan pendidik saat ini, yakni guru yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi unggul di masa depan.Penegasan tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri acara penyerahan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Launching Kelas Digital serta Puncak Karya Budayawan Masuk Sekolah yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, di SMP N 11 Medan, Jalan Budi Kemenangan, Kec. Medan Barat, Rabu 10 Desember 2025."Bagaimana kita melihat Indonesia Emas 2045? Caranya yaitu lihat anak-anak yang dididik hari ini. Bapak dan ibu guru yang mendidik sekarang yang akan menciptakan indonesia emas 2045 nantinya," kata Rico Waas dihadapan ratusan siswa dan tenaga pengajar yang hadir.Maka dari itu, Rico Waas menekankan pentingnya menyiapkan anak-anak didik dari sekarang agar nantinya bisa menjadi pemimpin di masa mendatang."Bapak Presiden telah memberikan perhatian khusus untuk anak-anak kita di Sekolah, baik dari segi gizi maupun pendidikannya, agar mereka memiliki intelektual, fisik dan mental yang kuat untuk bisa menjadi pemimpin kedepannya," ujar Rico Waas.Dalam acara yang juga turut dihadiri Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, unsur Forkopimda Kota Medan beserta Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan itu, Rico Waas juga turut meresmikan kelas digital. Peresmian kelas digital ini menjadi langkah awal dalam modernisasi dunia pendidikan di Kota Medan."Kelas digital menjadi jalan bagi para siswa agar dapat berpikir lebih cepat ditengah kemajuan era teknologi," bilang Rico Waas.Maka dari itu, orang nomor satu di Pemko Medan tersebut berpesan kepada para guru agar cepat beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi dalam mengajar. Meski demikian, Rico Waas juga menyadari ada yang tidak bisa digantikan oleh teknologi, yaitu hati dan mentalitas."Hati dan mentalitas yang kuat dari anak-anak kita hanya dapat diciptakan melalui pendidikan yang baik yang diberikan oleh guru," tambahnya.Selain mengingatkan pentingnya teknologi dalam memajukan dunia pendidikan, pria lulusan Universitas Bina Nusantara (Binus) itu juga menggaris bawahi pentingnya budaya lokal masuk ke Sekolah. Rico Waas tidak ingin budaya asli Indonesia ini tergerus oleh perkembangan zaman dengan masuknya budaya-budaya asing ke dalam negeri."Jangan sampai budaya kita tergerus oleh perkembangan zaman, kita harus bisa menanamkan budaya di hati anak-anak, salah satu caranya dengan memasukkan budaya ke sekolah-sekolah," pesannya.Acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukkan kesenian budaya yang ditampilkan oleh para siswa. Selain itu Wali Kota Medan, Rico Waas juga turut menyerahkan bantuan kepada siswa kurang mampu dan pemberian sertifikat kepada guru-guru berprestasi.Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar dalam laporannya menjelaskan bantuan yang diberikan terdiri dari bantuan uang tunai yang diberikan kepada siswa tingkat SD sebesar Rp. 450.000 per siswa per tahunnya. Bantuan tersebut diberikan kepada 20.000 siswa. Sedangkan untuk tingkat SMP diberikan bantuan uang tunai sebesar Rp.750.000 per siswa per tahun. Bantuan tersebut juga diberikan kepada 20.000 siswa.Yang kedua, lanjut Benny lagi, bantuan perlengkapan sekolah yang terdiri atas seragam sekolah, atribut, sepatu, tas serta alat tulis, dengan jumlah penerima sebanyak 20.000 untuk siswa SD dan 20.000 untuk siswa SMP. Dengan demikian total penerima bantuan sebanyak 80.000 siswa untuk tahun 2025."Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata dan mendorong bagi para siswa-siswi untuk giat terus belajar, meraih prestasi, dan menggapai masa depan yang lebih baik agar mencapai program Indonesia Emas tahun 2045,"jelas Benny.Selain itu, bilang Benny, juga dilakukan launching kelas digital di SMP N 11 Medan. Dimana sebanyak 25 SD dan 25 SMP Negeri di Kota Medan akan dijadikan Pilot Project dalam pengembangan kelas digital."Untuk kelas digital ini penggunaannya berbasis Learning Management System yang mana program ini sejalan dengan visi misi Wali Kota Medan untuk mewujudkan Medan yang unggul melalui program prioritas digital pendidikan berbasis smart class dan metaverse," pungkasnya.
10 Desember 2025


