icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: hanyut


Banjir di Medan Telan 7 Korban Meninggal, 3 Keracunan Asap Genset

LensaDaily - Tujuh orang dilaporkan meninggal dunia korban banjir yang melanda Kota Medan dan 85.591 jiwa terkena dampak. Sedangkan paska banjir, Pemko Medan melakukan pembersihan dan perbaikan fasilitas umum."Kalau untuk korban jiwa sampai saat ini kami data, laporan rekan-rekan sekitar 7 orang korban jiwa. Kebanyakan lansia," sebut Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas kepada wartawan di Gedung PPK Kota Medan, Senin sore, 1 Desember 2025.Rico Waas merinci, berdasarkan data diperoleh, bahwa dari 7 orang meninggal dunia dalam bencana banjir ini, tiga orang meninggal karena keracunan asap genset. Seorang lagi, hanyut saat berenang di sungai saat terjadi banjir."Tiga orang meninggal dunia itu, karena asap genset di Marelan. Seorang hanyut di Sungai Deli saat banjir. Sisanya, karena kondisi sudah tua atau lansia," jelasnya.Selain korban jiwa, Rico mengungkapkan banjir menyebabkan kerusakan fasilitas umum di Kota Medan, seperti jembatan rusak di Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli. Lalu, Puskesmas, sekolah banyak komputer terendam air."Lalu ada jalan rusak juga, yang tergerus jalannya. Itu satu ada di Amplas, daerah bibir sungai juga dan juga Kelurahan Hamdan. Itu ada yang pecah karena tergerus air," jelas Rico Waas. Rico Waas memastikan kondisi banjir di Kota Medan diseluruh Kota Medan sudah berangsur surut. "Saat ini masih ada genangan itu mungkin antara semata kaki maupun hingga betis. Hanya beberapa tidak banyak," ungkap Wali Kota Medan.

01 Desember 2025

Gagal Menyeberang, Remaja 16 Tahun Meninggal Dunia Hanyut di Sungai Belawan

LensaDaily - Seorang remaja ditemukan dalam keadaan meninggal dunia akibat hanyut dua hari di Sungai Belawan, pada Rabu 30 Juli 2025 sekitar pukul 17.30 WIB. Korban hanyut saat berenang bersama teman-temannya dan gagal menyeberang hingga akhirnya terbawa arus sungai.Korban bernama Fadil (16), warga Desa Kelambir Lima, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang. Peristiwa bermula pada Selasa sore 29 Juli 2025, Fadil bersama enam rekannya mencoba menyeberangi Sungai Belawan untuk mengambil pelepah pisang.Sungai yang saat itu tengah berarus deras membuat situasi menjadi berbahaya. Ketika temannya berhasil mencapai seberang, Fadil justru terseret arus dan tenggelam karena diduga tidak mahir berenang. Usaha teman-temannya untuk menolong tidak berhasil, dan kejadian itu segera dilaporkan ke warga sekitar.Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan langsung mengerahkan tim SAR untuk melakukan operasi pencarian. Proses pencarian dimulai hari itu juga, dengan melibatkan sejumlah personel dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD Deli Serdang, relawan SAR, serta masyarakat setempat.Hari kedua pencarian dilanjutkan Rabu pagi. Tim menyisir permukaan air dengan perahu karet jenis LCR, menggunakan alat deteksi bawah air (sonar aqua eyes), dan melakukan penyisiran darat di sepanjang bantaran sungai. Sekitar 20 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini.Akhirnya, pada Rabu petang, jasad Fadil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ia tersangkut di antara semak dan batang kayu di pinggir sungai, sekitar 200 meter dari lokasi awal korban hanyut. Proses evakuasi berjalan lancar, dan jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga.Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.“Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap bahaya bermain atau beraktivitas di sekitar sungai, terlebih saat debit air sedang tinggi,” ujar Hery dalam keterangannya.Ia juga mengimbau kepada orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama di lingkungan yang rawan seperti sungai atau perairan terbuka lainnya dan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup Rabu sore.

30 Juli 2025

Pemuda di Medan Tewas Hanyut di Sungai Bederah

LensaDaily - Kisah tragis menimpa seorang pemuda bernama Arif Pranata (21), warga Jalan Monel Anwar Gang Hidayah, Lingkungan 09, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Setelah dilaporkan hanyut di Sungai Bederah sejak Senin sore (6/1), jasad Arif akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Selasa (7/1) petang.Korban ditemukan oleh tim pencarian sejauh satu kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan hanyut. Proses evakuasi berlangsung pada pukul 17.55 WIB. Tim SAR yang dipimpin Basarnas Medan langsung membawa jasad korban menggunakan kendaraan double cabin menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga yang telah menunggu dengan penuh duka."Sejak Senin sore, kami telah melakukan pencarian intensif dengan menyisir sungai menggunakan perahu LCR, mulai dari titik awal korban dilaporkan hanyut hingga ke hilir sungai. Syukurlah korban akhirnya ditemukan, meskipun dalam keadaan meninggal dunia," ujar Mustari, Kepala Kantor Basarnas Medan.Dijelaskan Mustari. Insiden nahas ini bermula pada Senin sore sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, Arif bersama sejumlah teman-temannya bermain di Sungai Bederah. Mereka melompat ke sungai dari atas sebuah jembatan, sebuah aktivitas yang kerap dilakukan oleh warga setempat untuk bersenang-senang. Namun, tragedi terjadi ketika Arif, yang baru saja melompat ke sungai, tiba-tiba meminta pertolongan.Menurut keterangan saksi mata, salah seorang teman korban berusaha menjangkau tangan Arif. Namun, derasnya arus sungai membuat usaha tersebut sia-sia. Dalam hitungan detik, Arif terseret arus dan hilang dari pandangan. Kepanikan segera melanda teman-temannya, yang langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga setempat."Setelah menerima laporan, tim Basarnas Medan segera bergerak cepat. Pada Senin sore, personel penyelamat mulai menyisir aliran sungai dengan menggunakan perahu karet. Upaya pencarian berlangsung hingga malam, namun kondisi minimnya pencahayaan dan derasnya arus sungai menjadi kendala besar. Operasi pencarian kemudian dilanjutkan keesokan harinya," sebut Mustari.Tambahnya. Pada Selasa pagi, pencarian kembali dilanjutkan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk warga sekitar. "Tim SAR menyisir area sungai secara lebih luas, hingga akhirnya menemukan jasad korban sekitar satu kilometer dari lokasi awal ia hanyut," ujarnya.Dikatakan Mustari Usai ditemukan, jasad Arif langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Jalan Monel Anwar. Tangis haru keluarga dan kerabat pecah saat jasad korban tiba di rumah. Suasana duka menyelimuti keluarga besar korban yang tak menyangka kepergian Arif terjadi dengan cara yang begitu tragis.Kepala Kantor Basarnas Medan, Mustari, juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat musim hujan seperti sekarang ini. "Arus sungai yang deras dan tidak terduga dapat membahayakan nyawa. Kami mengimbau agar masyarakat, khususnya anak-anak muda, tidak melakukan aktivitas yang berisiko di area sungai," tutupnya Mustari.(Jk)

08 Januari 2025