LensaDaily - Periode Januari hingga Maret atau Triwulan I tahun 2026, Pemko Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai wilayah tercatat telah melakukan normalisasi drainase dan pemeliharaan jalan secara masif sepanjang 21,46 kilometer.Kadis SDABMBK Kota Medan Khairul Azmi saat dikonfirmasi, menyatakan data terbaru menunjukkan bahwa sepanjang 21,46 kilometer saluran drainase di seluruh penjuru kota telah dinormalisasi. Langkah ini diambil sebagai strategi utama untuk meminimalisir titik genangan air dan memastikan aliran air berfungsi optimal saat intensitas hujan tinggi."Dari total 21.469 meter drainase yang dibenahi, wilayah Medan Utara mendominasi dengan pengerjaan terpanjang. Hal ini menunjukkan fokus kami dalam mengatasi tantangan geografis dan masalah luapan air di wilayah pesisir," jelasnya, Minggu 3 Mei 2026.Dijelaskannya sesuai data rincian capaian normalisasi drainase per wilayah yakni UPT Medan Utara:7.377,37 Meter, UPT Medan Selatan: 6.191 Meter, UPT Medan Barat: 5.003,9 Meter."Sedangkan UPT Medan Timur rincian normalisasi drainase yang telah diperbaiki adalah 2.238 Meter dan UPT Medan Kota sepanjang 659 Meter", ujarnya.Tak hanya fokus pada urusan drainase, Lanjut Khairul Azmi, aspek konektivitas juga menjadi perhatian serius. Selama periode yang sama, Pemko Medan telah merampungkan pemeliharaan jalan sepanjang 4.182 meter (4,18 KM).Wilayah Medan Barat merupakan wilayah yang tertinggi dalam capaian perbaikan jalan demi memastikan kenyamanan warga dalam berkendara di pusat aktivitas bisnis dan pemukiman. Dimana melalui UPT Medan Barat, panjang perbaikan jalan yang telah selesai yakni 1.522,66 meter, UPT Medan Selatan sepanjang 1.204,65 meter, UPT Medan Timur 530,59 meter, UPT Medan Utara 513,35 meter dan UPT Medan Kota sepanjang 411,55 meter.Menurutnya angka-angka di atas bukan sekadar statistik, melainkan bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Dengan normalisasi yang mencapai puluhan kilometer dan perbaikan jalan yang terus berlanjut, wajah Kota Medan diharapkan semakin tertata dan bebas dari masalah klasik infrastruktur.Warga diimbau untuk terus mendukung program ini, terutama dengan tidak membuang sampah ke selokan yang telah dibersihkan agar hasil normalisasi drainase ini dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.
04 Mei 2026Tag: hujan
LensaDaily - Langkah-langkah strategis dan evaluasi secara mendalam persoalan banjir dan infrastruktur masih menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi Pemko Medan. Memastikan kondisi cuaca di area pegunungan untuk memprediksi debit air yang akan turun ke kota menjadi salah satu hal yang harus diketahui.Hak ini dikatakan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dalam sebuah sesi podcast bersama dengan kantor berita Antara dengan mengangkat tema "Mitigasi Bencana" di Studio Kantor Antara Sumut, jalan Raden Saleh, Kamis 19 Februari 2026.Rico Waas mengungkapkan saat terjadinya cuaca ekstrem yang melanda seperti hujan, dirinya akan langsung melakukan koordinasi cepat dengan Perangkat Daerah terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pemantauan secara spesifik.Salah satu langkah yang dilakukan yaitu dengan memastikan kondisi cuaca di area pegunungan untuk memprediksi debit air yang akan turun ke kota. Lalu melihat perubahan warna air sungai menjadi alarm awal untuk mendeteksi potensi banjir kiriman, serta laporan real-time dari setiap kecamatan dikumpulkan untuk memastikan titik kenaikan air dan keamanan proses evakuasi warga."Kami wajib menyiapkan sistemnya, kita memantau kondisi cuaca yang terjadi, lalu bagaimana evakuasi yang perlu dilakukan bila terjadi banjir dan kemana warga harus dievakuasi, itu semua sudah ada sistemnya," kata Rico Waas mengingat pentingnya penajaman sistem berdasarkan pengalaman lapangan yang terjadi beberapa waktu lalu.Rico Waas juga mengungkapkan penanganan masalah banjir ini sudah masuk dalam perencanaan Musrenbang dan program di Dinas SDABMBK, namun pengerjaannya dilakukan secara bertahap. Selain itu, orang nomor satu di Pemko Medan itu juga menyoroti ​beberapa wilayah yang menjadi fokus perbaikan meliputi Medan bagian Utara seperti Kecamatan Medan Belawan, Kecamatan Medan Labuhan, Kecamatan Medan Marelan dan Kecamatan Medan Deli."Tentunya pengerjaan dilakukan secara bertahap merujuk pada integrasi penanganan perbaikan parit tersumbat yang sering menjadi pemicu terjadinya banjir lokal," ujar Rico Waas.Saat di singgung mengenai penyebab dominan terjadinya banjir, Rico Waas menjawab bahwa ini adalah akumulasi dari berbagai faktor yang saling berkaitan seperti pendangkalan sungai yang membutuhkan normalisasi, persoalan tumpukan sampah yang menghambat aliran air serta dibutuhkan pelebaran kapasitas sungai sehingga mampu menampung debit air yang terus meningkat."Walaupun penanganan sungai secara regulasi berada di bawah wewenang pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), namun kami menekankan bahwa Pemerintah Kota juga terus mendorong koordinasi dan komitmen bersama demi mencari solusi permanen mengatasi persoalan banjir ini," ungkap Rico Waas.Dibagian akhir sesi Podcast itu, Rico Waas mengatakan seluruh Perangkat Daerah yang ada di lingkungan Pemko Medan ikut dilibatkan dalam proses mitigasi bencana."Jadi bila terjadi lagi bencana kita sudah siap, termasuk yang ada di kewilayahan harus memiliki standar SOP guna meningkatkan kewaspadaan," pungkasnya
20 Februari 2026LensaDaily - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menunjukkan baikap solidaritas kepada Kota Medan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi dengan memberikan sejumlah bantuan logistik bagi warga korban banjir.Penyerahan bantuan ini langsung diterima Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas yang diserahkan Wakil Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA), Shaima Al Hebsi di Posko Bantuan Bencana Kota Medan, Gedung PKK, Medan Petisah, Sabtu 13 Desember 2025.Pada pertemuan singkat tersebut, Rico Waas mengungkapkan bantuan yang diberikan merupakan solidaritas mendalam dari Pemerintah dan masyarakat UEA, dimana duka yang dirasakan warga Kota Medan atas musibah banjir turut dirasakan oleh mereka."Kami tentunya apresiasi dan sangat berterima kasih atas solidaritas yang diberikan Uni Emirat Arab dengan memberikan bantuan ke Posko Bantuan Bencana Kota Medan", kata Rico Waas didampingi Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, Kadis Sosial, Khoiruddin Rangkuti dan Kabag Kerjasama, Seri Inderahayu.Dijelaskan Rico Waas, bantuan yang diberikan Pemerintah Uni Emirat Arab diantaranya beras 30 Ton, dan 300 paket masing - masing berupa; Sembako, perlengkapan Bayi dan perlengkapan Ibadah solat. Nantinya bantuan ini akan dibagikan kepada warga Kota Medan yang terdampak banjir."Kota Medan sendiri belum pulih secara keseluruhannya, masyarakat masih banyak yang terdampak," jelas Rico Waas.Menurut Rico Waas, bencana hidrometeorologi masih bisa terjadi, karena seperti yang disampaikan oleh Info BMKG, cuaca ekstrem masih terus melanda Kota Medan. Seperti hari kemarin saja masih ada hujan disertai angin kencang."Tentu hal ini perlu menjadi kewaspadaan kita juga dan menyiapkan penanganan apabila masyarakat masih terdampak, pastinya membutuhkan juga bantuan dan peralatan maupun logistik yang bisa membantu kehidupan masyarakat Kota Medan yang sedang terdampak," jelas Rico Waas.Ditambahkan Rico Waas, disela-sela pertemuan dengan Wakil Duta Besar UEA juga ingin bertemu lebih lanjut guna membahas terkait apa yang bisa dikerjasamakan antara UEA dan Pemko Medan. Dengan potensi yang dimiliki Kota Medan tentunya ada peluang kerjasama apakah melalui pendidikan, kuliner maupun kebudayaan."Mudah-mudahan ke depannya akan ada pembicaraan-pembicaraan baik tersebut. Namun yang terpenting adalah Pemko Medan mengapresiasi solidaritas yang diberikan oleh UEA dan juga Bulan Sabit Merah (Red Crescent) UEA dengan memberikan bantuan dan support kepada Kota Medan dalam menghadapi banjir," sebut Rico Waas.
14 Desember 2025LensaDaily - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas memperpanjang masa status Tanggap Darurat Bencana di Kota Medan, selama 14 hari kedepan, terhitung sejak 12 hingga 25 Desember 2025. Diperpanjangnya status Tanggap Darurat Bencana di Kota Medan ini untuk mengoptimalkan proses pemulihan pasca banjir yang melanda 27 November 2025 lalu."Masa Tanggap Darurat Bencana di Kota Medan diperpanjang. Kita melihat Kota Medan saat ini, dalam proses pemulihan. Sehingga perlu penanganan yang lebih maksimal di masa perpanjangan Tanggap Darurat Bencana ini," ungkap Wali Kota Medan, Rico Waas, Kamis 11 Desember 2025.Sebagai informasi, sebelumnya Pemko Medan menetapkan status Tanggap Darurat Bencana sejak 27 November - 11 Desember 2025. Penetapan status Tanggap Darurat Bencana itu dilakukan akibat banjir yang menerjang 19 kecamatan di Kota Medan pada 27 November 2025 lalu.Rico Waas mengungkapkan perpanjangan status Tanggap Darurat Bencana di Kota Medan ini, untuk antisipasi dan penanggulangan bencana terkait hujan ekstrem di Kota Medan. Berdasarkan data dari BMKG terjadi pada 8 hingga 15 Desember 2025 ini."Belum lagi, BMKG juga sudah menginformasikan adanya prediksi cuaca buruk di Kota Medan pada 8 - 15 Desember 2025. Ini perlu kita antisipasi juga, meskipun kita berharap semuanya baik-baik saja," jelas Wali Kota Medan. Rico menjelaskan selama masa tanggap bencana ini, menginstruksikan seluruh jajarannya di lingkungan Pemko Medan, untuk melakukan tindak lanjut, dalam pelayanan pasca banjir besar di Kota Medan ini."Saya minta semua jajaran untuk bekerja lebih maksimal dalam proses pemulihan ini, khususnya terhadap masyarakat dan daerah-daerah terdampak bencana di Kota Medan," ungkap Rico Waas. Rico Waas mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan langkah penanganan pasca banjir di Medan. Termasuk melakukan perbaiki segala fasilitas umum terkena dampak bencana tersebut. "Semua butuh penanganan lebih lanjut, kondisi ini harus segera dibenahi. Termasuk masalah sampah, memang sekarang sudah mulai teratasi, tetapi saya mau lebih pulih lagi supaya sampah-sampah kita tidak ada lagi yang menumpuk," sebut Rico Waas. Terakhir, Rico Waas juga memastikan untuk tetap mengaktifkan Posko Bencana di gedung Serba Guna PKK Kota Medan hingga 25 Desember 2025 nanti. Posko Bencana tersebut diharapkan tetap dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana di masa pemulihan ini."Dengan diperpanjangnya masa Tanggap Darurat Bencana ini, keberadaan Posko Bencana di gedung PKK juga turut kita perpanjang," ungkap politisi muda Partai NasDem itu.
11 Desember 2025LensaDaily - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas memastikan kebutuhan logistik warga Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, yang terdampak banjir terpenuhi. Warga terdampak ini mengungsi di Musala Baiturrahman, Jalan Sumber Amal, Rabu 3 Desember 2025.Rico Waas menyapa dan berdialog langsung dengan para pengungsi untuk mendengar kondisi dan kebutuhan mereka. Berdasarkan data Kelurahan Harjosari II, terdapat sekitar 81 KK yang mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir. Sebagai bentuk perhatian, Wali Kota menyerahkan bantuan logistik berupa nasi bungkus, air mineral, teh, mi instan, dan minyak kayu putih.Banjir terjadi dini hari sekitar pukul 01.00 WIB setelah Sungai Sei Batuan meluap akibat hujan deras yang mengguyur Kota Medan sejak malam. Di sejumlah gang antara lain Gang Sawah, Siman, Lestari, Solin, dan Yamin air masuk ke rumah warga hingga setinggi sekitar 1,3 meter. Gang yang sempit dan saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air membuat genangan tak kunjung surut. Warga terpaksa mengungsi ke musholla untuk menyelamatkan diri dan barang-barang penting.Beberapa warga mengeluhkan aktivitas yang terhenti, termasuk anak-anak yang tidak dapat bersekolah. Mereka berharap ada penanganan jangka panjang karena kawasan tersebut kerap menjadi langganan banjir, termasuk banjir besar yang terjadi pada Kamis (27/11/2025).Mendengar keluhan itu, Rico Waas menyampaikan bahwa Pemko Medan akan terus memantau kondisi warga. “Kami hadir untuk memastikan kondisi warga baik-baik saja. Semoga air cepat surut dan warga bisa kembali ke rumah masing-masing,” ujar Wali Kota.
03 Desember 2025


