icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: imlek


Kemeriahan Harmoni Imlek Medan, Rico Waas: Hidup dalam Keberagaman - Inilah Kekuatan Kita

LensaDaily - Ratusan lampion menggantung indah di sepanjang Jalan Jenderal Ahmad Yani atau dikenal Kesawan menjadi saksi semaraknya perayaan imlek 2577 Kongzili bertajuk Harmoni Imlek Dalam Keberagaman Kota Medan 2026 yang berlangsung pada Sabtu 21 Februari 2026 malam. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas didampingi Ketua TP PKK Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas turut hadir dalam perayaan tersebut bersama ribuan warga.Momen Harmoni Imlek malam itu terasa kian spesial karena perayaan imlek dimulai tepat setelah pelaksanaan salat tarawih selesai, mencerminkan tingginya toleransi antarumat beragama di kota Medan. Dengan mengenakan pakaian khas Tionghoa, Rico Waas menyampaikan pesan mendalam tentang persatuan dan kekayaan yang dimiliki kota Medan.Dirinya menegaskan bahwa kekuatan utama Medan bukanlah pada gedungnya, melainkan pada kemajemukan warganya. Dimana setiap warga saling mendukung, saling menghormati, dan saling mencintai satu dengan yang lainnya."Kita hidup dalam keberagaman, namun kita berdiri berdampingan, saling merangkul, bersahabat meski berbeda suku, budaya, dan agama. Kita bisa hidup dalam harmoni dan kebahagiaan. Inilah kekuatan kita," kata Rico Waas yang kemudian disambut riuh tepuk tangan ribuan pengunjung dari berbagai suku dan agama.Rico Waas juga mengungkapkan tidak banyak kota di Indonesia yang memiliki begitu banyak warna budaya dan agama dalam satu ruang yang sama seperti Kota Medan."Kota Medan adalah miniatur Indonesia. Hari ini saya memakai baju khas Tionghoa, besok mungkin saya pakai baju Melayu, Batak, Karo, atau Nias. Kita semua merasa bangga dan nyaman dalam perbedaan ini," ujarnya lagi mengagumi kekayaan asli yang dimiliki Kota Medan.Maka dari itu, bilang Rico Waas, keharmonisan ini harus terus dijaga. Apalagi menurutnya Kota Medan hanya akan menjadi kuat jika seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh agama, budaya, pengusaha, hingga masyarakat biasa bersatu padu."Perbedaan ini wajib kita jaga, karena inilah kekuatan masa depan kita. Kita akan kuat jika bersatu dalam keberagaman. Kita akan lemah jika berjalan sendiri-sendiri. Kuatlah Kota Medan, kuatlah Indonesia," sebut Rico Waas.Sesuai dengan shio tahun ini, yaitu Kuda Api, Wali Kota Rico Waas juga berharap semangat tersebut menular pada percepatan pembangunan kota.​"Tahun Kuda Api melambangkan semangat, kecepatan, dan keberanian untuk melesat maju. Begitu pula Kota Medan juga membutuhkan semangat dan kecepatan dalam pembangunan di tahun ini. Mari kita bersama-sama mendoakan seluruh program Pemko Medan berjalan dengan baik. Kita ingin Medan melesat maju dan itu membutuhkan dukungan semua pihak," tambahnya.Diakhir sambutannya, orang nomor satu di jajaran Pemko Medan itu mendoakan seluruh masyarakat mendapatkan rezeki, kesehatan, dan kesuksesan."Atas nama Pemerintah Kota Medan dan secara pribadi, saya mengucapkan selamat tahun baru Imlek 2577, tahun 2026, tahun kuda api. Semoga kita semua yang hadir di sini memperoleh kebahagiaan, rezeki yang melimpah, kesehatan, dan kesuksesan di masa yang akan datang," harapnya.Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Benny Sinomba Siregar dalam laporannya menjelaskan acara ini merupakan bagian dari pengembangan kebudayaan.Perayaan imlek tahun ini dimeriahkan dengan berbagai hiburan seperti tarian oriental, atraksi barongsai, pertunjukan kecapi, tarian naga, bazar kuliner dan kriya, pembagian kue bakul dan hiburan musik.Dalam acara ini turut juga hadir Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, unsur Forkopimda Kota Medan, konjen negara-negara sahabat, anggota DPRD Provinsi Sumut Hasyim, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Ketua Walubi Kota Medan Arman Chandra, Staf Ahli TP PKK Kota Medan Ny. Martinijal Zakiyuddin Harahap, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Medan Ny. Ismiralda Wiriya Alrahman, Pimpinan Perangkat Daerah beserta para Camat sekota Medan.

22 Februari 2026

Pemko Medan Gelar Ramadhan Fair dan Harmoni Imlek, Zakiyuddin: Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

LensaDaily - Pemko Medan tengah menyiapkan Ramadhan Fair ke-XX dan Harmoni Imlek 2026 yang digelar berdekatan Februari 2026 ini. Ramadhan Fair ke-XX ini akan berlangsung 25 Februari 2026, sedangkan Harmoni Imlek pada 21 Februari 2026.Rapat persiapan Ramadhan Fair ke- XX yang dipimpin Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap di ruang Rapat III, Balai Kota, Kamis (19/2/26). Selain membahas mekanisme pelaksanan Ramadhan Fair, pertemuan tersebut juga membahas pelaksanaan Harmoni Imlek 2026 yang akan digelar pada 21 Februari 2026 di Jalan Kesawan Medan Barat.Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menegaskan agar pelaksanaan Ramadan Fair ke-XX dan Harmoni Imlek 2026 tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.Menurut Zakiyuddin Harahap, Ramadan Fair ke-XX harus dikemas lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, baik dari sisi konsep, kenyamanan, hingga kualitas tenant. Ia mengingatkan agar panitia memperhatikan tarif parkir dan harga makanan, sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat.“Jangan sampai minat masyarakat menurun karena tarif parkir yang mahal serta harga makanan tenant yang tidak terjangkau. Ini harus diatur dengan baik agar masyarakat nyaman berkunjung,” tegas Zakiyuddin Harahap didampingi Aspemsos Muhammad Sofyan, dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Andi Yudistira serta Unsur Forkopimda yang berhadir dan perwakilan Perangkat Daerah dan Camat se-Kota Medan.Selain itu, Zakiyuddin Harahap juga meminta proses seleksi tenant dilakukan secara ketat dengan mengutamakan kualitas rasa dan kelayakan produk. Makanan yang enak dan layak, menurutnya, akan menjadi daya tarik utama yang mampu meningkatkan kunjungan masyarakat.Tak hanya dari sisi kuliner, Zakiyuddin Harahap juga menekankan pentingnya memperkuat nuansa religi. Ia meminta agar qori-qori terbaik Kota Medan dilibatkan sehingga gaung Ramadan Fair tahun ini terasa lebih kuat dan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.Sementara itu, untuk Harmoni Imlek 2026 yang dijadwalkan dibuka pada 21 Februari, terdapat penyesuaian waktu pelaksanaan karena tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan. Kegiatan akan dimulai setelah salat tarawih, yakni pukul 21.00 WIB hingga selesai.Zakiyuddin berharap Harmoni Imlek 2026 juga dikemas secara inklusif dan harmonis, serta tidak berhenti pada seremoni semata. Ia ingin kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat toleransi dan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Medan.Sebelumnya Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Andi Yudistira menjelaskan Ramadhan Fair ke XX ini digelar mulai tanggal 25 Februari sampai 16 Maret 2026 di Taman Sri Deli. Dalam perhelatan tersebut disediakan stand bazar kuliner UMKM dan stand bazar Kriya. Untuk stand bazar Kriya yang terdiri dari 21 Kecamatan dengan menampilkan hasil Kriya dari masing-masing kecamatan ini nantinya akan memperebutkan piala Ketua Dekranasda Kota Medan, Ny Airin Rico Waas."Selain bazar kuliner dan Kriya, Ramadhan Fair ke- XX juga akan diisi dan dimeriahkan oleh berbagai kegiatan seperti peringatan Nuzulul Qur'an yang menghadirkan penceramah kondang, tausiah Ramadhan,  buka puasa bersama anak yatim-piatu dan dhuafa, Kompetisi Pildacil, Kompetisi Tahfidz Surat Pendek Al-Qur'an, dan kompetisi adzan serta hiburan religi", jelasnya.Sedangkan untuk kegiatan Harmoni Imlek, Andi Yudistira menyampaikan akan digelar pada tanggal 21 Februari 2026 di Jalan Kesawan, Kecamatan Medan Barat tepatnya di depan kantor Lonsum. Harmoni Imlek ini akan digelar bersamaan dengan Car Free Night (CFN) yang merupakan program rutin Pemko Medan setiap akhir pekan."Dalam Harmoni Imlek akan diisi dengan penampilan Oriental Dance, Barongsai Performance, Kecapi Performance, dan juga dimeriahkan oleh bazar kuliner dan Kriya  serta pembagian kue bakul", ujarnya.

20 Februari 2026

Rico Waas Resmikan Pasar Murah Imlek: Medan Simbol Keberagaman Indonesia

LensaDaily - Pemko Medan menggelar Pasar Murah menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026 di dua titik strategis, yakni di Kecamatan Medan Area (Kelurahan Sei Rengas II) dan Kecamatan Medan Deli (Kelurahan Kota Bangun). Pasar murah yang berlangsung selama lima hari itu secara resmi dibuka Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas di lapangan Barasokai, jalan Rahmadsyah, Kec. Medan Area, Senin 9 Februari 2026.Melalui pasar murah ini juga, Rico Waas berharap dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari khususnya dalam menyambut tahun baru Imlek. "Semoga langkah ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, sehingga masyarakat dapat merayakan Imlek dengan berbahagia bersama keluarga yang dicintai," kata Rico Waas. Di momen itu, Rico Waas, tidak hanya bicara soal ekonomi, tetapi juga memberikan pesan menyentuh tentang pentingnya menjaga "kehangatan" ditengah perbedaan.Orang nomor satu di Pemko Medan itu menegaskan bahwa Kota Medan adalah simbol keberagaman yang nyata. Dengan populasi masyarakat Tionghoa mencapai 10-11%, Medan menjadi kota di bagian barat Indonesia yang sangat majemuk. â€‹"Kalau mau melihat kota yang begitu beragam sebagai simbolnya Indonesia, lihatlah Kota Medan. Kita hidup dengan toleransi, saling menyayangi, dan melindungi. Itulah sejatinya Indonesia," ujar Rico Waas. â€‹Rico Waas juga mengatakan jargon "Medan Untuk Semua, Semua Untuk Medan" merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap umat beragama merasa aman dan memiliki kota ini seutuhnya. "Kami memastikan keamanan dan perlindungan bagi seluruh umat beragama yang ada di Kota Medan, karena itulah makna sejati dari Medan Untuk Semua, dan Semua Untuk Medan,"Bilang Rico Waas. â€‹Menariknya, Rico Waas juga menyoroti fenomena sosial di tahun 2026, dimana teknologi seringkali membuat jarak meski raga berdekatan. Menurutnya, momen Imlek harus menjadi ajang untuk kembali berkumpul secara fisik, bukan sekadar melalui layar ponsel. â€‹"Sekarang berkumpul itu jadi barang mewah. Kadang kita malas, cukup video call saja. Padahal, bangsa kita kuat karena gotong royong dan kebersamaan, bukan individualis," tutur Rico Waas.  Maka dari itu, pria berkacamata yang terkenal humble dengan semua orang ini pun mengimbau para Camat untuk mendata orang tua yang tinggal sendirian agar tetangga dan lingkungan sekitar memberikan perhatian lebih saat perayaan Imlek nanti. "Saya juga menitipkan pesan kepada Pak Camat untuk mendata orang tua yang merayakan Imlek sendirian. Berikanlah perhatian, ajak tetangga untuk mengunjungi mereka. Itulah bagian dari pelayanan Kota Medan," pesan Rico Waas. â€‹Menutup sambutannya, Rico Waas memberikan harapan optimis terkait shio Kuda Api ditahun 2026 ini. "Kuda itu larinya kencang, gagah, dan penuh semangat. Apalagi ada unsur apinya. Kita berharap semangat ini membawa Kota Medan lari semakin kencang lagi dalam pembangunan," pungkasnya. Sebelumnya, Plt Kadis Koperasi UKM Perindag Kota Medan, Citra Effendi Capah dalam laporannya menjelaskan pasar murah menyambut Tahun Baru Imlek ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat Kota Medan, khususnya etnis Tionghoa dalam memenuhi ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional, serta sebagai upaya dalam pengendalian inflasi di Kota Medan. Dikatakan Citra, pasar murah ini digelar di 2 titik berbeda yaitu di Kelurahan Sei Rengas II Kecamatan Medan Area dan Kelurahan Kota Bangun Kecamatan Medan Deli dan berlangsung selama lima hari dari tanggal 9 hingga 13 Februari 2026. â€śUntuk masyarakat yang berada di Kecamatan Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Belawan dapat berbelanja di Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli. Sedangkan untuk yang berada di Kecamatan Medan Kota, Medan Tembung dan sekitarnya dapat berbelanja di Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area,” paparnya. Pasar murah ini menjual sedikitnya 8 jenis kebutuhan pokok seperti beras dengan kualitas medium, gula pasir, telur, tepung terigu, kacang kupas, mentega, minyak goreng, dan sirup. Adapun harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah setelah disubsidi oleh Pemko Medan diantaranya beras medium Rp 12.100/ kg (harga pasar Rp 15.500/ kg), Gula Pasir Rp 15.000/ kg (harga pasar Rp 17.500/ kg), Tepung Terigu Rp 8.740/ kg (harga pasar Rp 10.500/ kg), Telur Rp 1.350/ butir (harga pasar Rp 1.900/ butir) dan Kacang Tanah Kupas Rp 30.400/ kg (harga pasar Rp 34.000/ kg). Kemudian, Minyak Sania 1 Ltr Rp 17.700/ liter (harga pasar Rp 20.500/ liter), Margarine "Palmia" 200 gram Rp 6.400/ pcs (harga pasar Rp 9.500/ pcs), Sirup ST Standard Quality 430 ml Rp 17.000/ botol (harga pasar Rp 18.300/ botol), Sirup ST Raspberry 630 ml Rp 18.667/ botol (harga pasar Rp 22.000/ botol) dan Sirup PP Standard Quality 520 ml Rp 19.500/ botol (harga pasar Rp 21.000/ botol).

09 Februari 2026

Sebut Medan Keterbukaan Budaya dan Toleransi, Rico Waas: Imlek Bagian Kehidupan Multikultural

LensaDaily - Kehidupan masyarakat Kota Medan kuat akan eberagaman suku, etnis, dan budaya tidak hanya hidup berdampingan, tetapi juga terjalin dalam berbagai aktivitas sosial dan perayaan adat yang diikuti lintas komunitas. Keterbukaan budaya dan toleransi telah menjadi fondasi kehidupan masyarakat Kota Medan.Hal ini dikatakan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat menghadiri Lucky Prosperity Expo 2026 di Mall Centre Point, Sabtu 24 Januari 2026. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Biksu Virya Dharma Mahastrawira, Anggota DPRD Sumatera Utara, Hasyim, Anggota DPRD Kota Medan, Lily, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, serta Ketua TP PKK Medan Airin Rico Waas.Dalam rangkaian kegiatan itu, Rico Waas juga membuka dan menyaksikan Fa Hua Exhibition 2026. Pameran ini menghadirkan beragam karya dan ornamen budaya, antara lain Chinese Painting & Calligraphy, pameran kerajinan keramik oriental, galeri Chinese Art & Heritage Display, Lampion & Mei Hu Garden, Kolam Teratai Kwan Im, pameran oil painting, Borobudur Heritage, Feng Shui art, serta berbagai aksesori oriental.Rico Waas mengatakan perayaan Tahun Baru Imlek telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Medan. “Imlek bukan sekadar perayaan etnis tertentu, melainkan telah tumbuh sebagai kebudayaan yang melekat dan dirasakan lintas generasi," ucapnya.Menurutnya, Medan merupakan kota multikultural yang dapat disebut sebagai miniatur Indonesia karena dihuni beragam suku dan etnis yang hidup harmonis tanpa sekat.Rico Waas menjelaskan bahwa Kota Medan menjadi rumah bagi berbagai suku dan etnis, mulai dari Batak, Jawa, Karo, Pakpak, Nias, Minangkabau, Aceh, hingga masyarakat Tionghoa dan India. Keberagaman tersebut membentuk karakter masyarakat Medan yang terbuka dan saling menghargai.Interaksi lintas budaya telah menjadi keseharian warga, baik dalam kegiatan sosial, perayaan adat, maupun acara keluarga. "Kondisi ini memperkuat rasa persaudaraan dan memperkokoh persatuan di tengah perbedaan," nilainya.Dalam sambutannya, Rico Waas juga menyinggung perayaan Imlek 2026 yang bertepatan dengan Tahun Kuda Api yang melambangkan semangat, energi, dan gerak maju. Ia menilai makna tersebut sejalan dengan karakter masyarakat Medan yang dinamis dan adaptif.Ia menekankan bahwa kekompakan dan persatuan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, baik di bidang ekonomi maupun sosial. Ia mencontohkan solidaritas masyarakat saat terjadi bencana, di mana perbedaan latar belakang tidak lagi menjadi persoalan.“Kita adalah bangsa Indonesia. Meski berbeda latar belakang, kita memiliki kesamaan prinsip, yakni menjunjung tinggi persatuan dan Merah Putih. Tanpa kekompakan, bangsa ini akan mudah dipecah belah,” ujarnya.Lebih lanjut, Rico Waas berharap perayaan Imlek di Kota Medan dapat terus dikembangkan sebagai daya tarik budaya sekaligus menjadi magnet bagi masyarakat dari luar daerah maupun mancanegara untuk melihat langsung harmoni multikultural di Medan.Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus menunjukkan kepedulian sosial, khususnya dalam membantu warga terdampak bencana. “Saya bangga melihat semangat solidaritas masyarakat Medan yang terus terjaga,” ungkapnya.

25 Januari 2026

Harmoni Imlek 2025, Bobby Nasution Ajak Masyarakat Hidup Bergandengan dalam Keberagaman

LensaDaily - Ribuan masyarakat Kota Medan memadati kawasan Kota Lama Kesawan guna menghadiri dan menyaksikan perayaan Harmoni Imlek  2025 yang digelar Pemko Medan di jalan Ahmad Yani, Kesawan City Walk, Sabtu (8/2/25) malam. Perayaan Harmoni Imlek yang berlangsung semarak ini diisi dengan beragam kegiatan menarik diantaranya atraksi barongsai dan tarian oriental Tionghoa.Semarak perayaan Harmoni Imlek 2025 semakin bertambah dengan hadirnya Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu Bobby Nasution. Kehadiran Gubernur Sumatera Utara terpilih yang ditemani ketiga anaknya ini disambut antusias masyarakat.Penampilan atraksi barongsai dan atraksi tambur menjadi tanda dimulainya Perayaan Harmoni Imlek 2025. Tidak hanya Bobby Nasution, tamu undangan yang hadir diantaranya Wakil Ketua DPRD Medan, Zulkarnaen, Kesultanan Deli, Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam, Wali Kota Medan terpilih, Rico Waas, Wakil Wali Kota Medan terpilih Zakiyuddin dan Ketua Walubi Arman Chandra, unsur Forkopimda Kota Medan dan Pimpinan Perangkat Daerah diantaranya Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba serta seluruh masyarakat merasa kagum dan terhibur dengan atraksi tersebut.Dalam sambutannya Bobby Nasution mengatakan kita bersama-sama hari ini memperingati  dan merayakan Harmoni Imlek kota Medan 2025. Untuk itu atas nama Pemko Medan dirinya menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek. "Gong Xi Fa Cai untuk seluruh masyarakat Tionghoa di Kota Medan", kata Bobby Nasution.Menurut Bobby Nasution, perayaan Harmoni Imlek 2025 bukan saja dirayakan dan dirasakan masyarakat etnis Tionghoa, tetapi seluruh masyarakat kota Medan. Hal ini dilakukan Pemko Medan sejalan dengan apa yang diajarkan tokoh besar Tionghoa yang ada di Sumatera Utara khususnya kota Medan yakni Tjong A Fie."Sosok Tjong A Fie dimasa hidupnya mengajarkan kita bahwa kalau hidup bukan hanya untuk golongan, etnis maupun kelompok  saja. Namun kita hidup bermasyarakat untuk semua golongan, etnis dan seluruh agama", ujar Bobby Nasution.Ditambahkan Bobby Nasution, dari ajaran tersebut dapat dilihat hari ini kota Medan yang merupakan kota yang kita cintai dan banggakan ada kawasan Kesawan, kota lama bahkan Mesjid gang bengkok. Tentunya ini semua tidak terlepas dari sosok Tjong A Fie yang menjadi sosok yang begitu luar biasa bukan hanya untuk masyarakat Tionghoa tetapi untuk seluruh masyarakat Kota Medan. "Kami mengajak masyarakat mari kita pelajari dan pahami apa yang selama ini Tjong A Fie ajarkan kepada kita agar bisa terus  hidup bergandengan, hidup rukun dan hidup kebersamaan serta saling mendukung  ataupun membantu sesama", ucap Bobby Nasution.Menurut Bobby Nasution perayaan Harmoni Imlek 2025 adalah perayaan Imlek terakhir dirinya sebagai Wali Kota Medan. Bobby Nasution pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat kota Medan yang selama ini telah mendukung dan mensupport. Mohon maaf apabila dimasa kepemimpinan kami ada khilaf dan kurangnya."Selanjutnya tugas Wali Kota Medan akan dilanjutkan kepada Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota Medan  terpilih Rico Waas dan Zakiyudin . Kita doakan dan  dukung terus kepemimpinan beliau agar bisa membangun Kota Medan yang lebih masif dan maju dengan tetap kebersamaan dan harmoni serta kolaborasi antara umat agama dan etnis yang ada di Kota Medan" jelas Bobby Nasution.Sebelumnya Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba dalamaa laporannya mengatakan Harmoni Imlek kota Medan 2025 yang mengusung tema Persatuan dalam keberagaman, Harmoni dalam Kebersamaan ini telah berlangsung dari pagi hari yang dimeriahkan dengan pameran dan kuliner."Harmoni Imlek 2025 ini disini beragam pertunjukan diantaranya atraksi barongsai, atraksi tambur, tarian oriental Tionghoa, Kecapi perfomance, tarian naga dan fashion show cheongsam serta hiburan lainnya. Kegiatan ini merupakan komitmen Pemko Medan dalam merayakan kebersamaan dan menghormati keberagaman", jelasnya.Dalam kegiatan ini, Wali Kota Medan diberikan cendramata oleh Walubi kota Medan sebagai tanda terima kasih atas perhatian yang cukup besar diberikan kepada masyarakat etnis Tionghoa di kota Medan.(Medan)

09 Februari 2025