icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: jurnalis


Forum Jurnalis Medan Sembelih 4 Hewan Kurban, Momentum Pererat Kebersamaan

LensaDaily - Forum Jurnalis Medan kembali melakukan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447/2026 yang digelar Warkop Jurnalis Jalan Agus Salim, Kamis 28 Mei 2026. Adapun hewan kurban yang disembelih 3 ekor lembu dan satu ekor kambing yang merupakan sumbangan dari donatur.Menurut Koordinator Resi Erlangga didampingi Amrizal dan Budi Hermansyah menyampaikan bahwa tahun ini Forum Jurnalis Medan kembali mengelar penyembelihan hewan kurban yang sampai saat ini masih menjadi kegiatan rutin tiap Hari Raya Iduladha."Alhamdulillah. Forum Jurnalis Medan masih melakukan penyembelihan yang merupakan agenda rutin tiap tahunnya. Hewan kurban ini sumbangan dari para donatur. Harapan kita, momen peringatan Iduladha 1447 H dapat merawat kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin selama ini," kata Resi Erlangga.Profesi jurnalis yang sehari-hari bertugas di lapangan, lanjut Resi Erlangga bisa bersama-sama dan bekerjasama dalam melaksanakan pemotongan hewan kurban. Teman-teman jurnalis bisa bersatu dalam satu gelombang dan aliran yang sama tanpa memandang latar belakang."Daging kurban ini disalurkan kepada seluruh watrtawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Medan yang juga tergabung dalam Koperasi Faedah Jiwa Maju," papar Resi Erlangga.Lebih lanjut Amrizal menyampaikan bahwa daging kurban juga disalurkan kepada 'pasukan melati' yang sehar-hari bertugas di seputaran Jalan Sudirman Medan, pekerja Warkop Jurnalis dan rekan jurnalis lainnya yang sering mangkal di warkop."Pemotongan hewan kurban yang digelar jurnalis Medan ini menjadi refleksi nilai yang terus dijaga melalui kerja sama profesional, tetapi juga melalui kedekatan emosional, kebersamaan, dan kontribusi sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi sesama," tandas Amrizal.

28 Mei 2026

Silaturahmi Bersama KoJAM, Ketua DPD Hanura Sumut Ajak Bangun Sinergitas untuk Masyarakat

LensaDaily - Sinergitas bersama media menjadi sangat krusial bagi partai politik dalam menjalankan dan mengembangkan visi misi serta potensinya di masyarakat. Sebagai sosial kontrol, media massa merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan di pusat maupun daerah.Hal ini dikatakan Ketua DPD Partai Hanura Sumut, El Adrian Shah SE., M.IP ketika bersilaturahmi dengan Komunitas Jurnalis Anak Medan (KoJAM) di salah satu cafe di Kota Medan, Senin, 11 Mei 2026 kemarin."Informasi tentang permasalahan sosial, lingkungan, keamanan dan banyak lagi bisa kita dapatkan melalui rekan-rekan jurnalis. Jadi kolaborasi dengan media menjadi hal yang sangat penting bagi kita untuk bisa terus bersama-sama membangun daerah kita ini untuk lebih baik kedepannya," ujarnya.Dalam silaturahmi ini, El Adrian Shah didampingi, Wakil Ketua DPD Partai Hanura Sumut, Syaiful Amri. S. Sos., M.IP, Wakil Ketua Maulandrayu Rahmaddianshah, Wakil Sekretaris Mahmudin Hamzah Sinaga S.Sos., M.Ip, Sekrtaris Bapillu, Bobby Darmawan dan Komandan Brigade Hanura Sumut, Gunawan.Pria yang akrab disapa El itu mengatakan pentingnya peran media juga menjadi salah satu faktor krusial bagi masyarakat untuk bisa terus mendapat informasi penting dan menjadi tolak ukur akan perkembangan kemajuan suatu daerah."Untuk itu, harmonisasi dengan jurnalis akan terus kita jaga dan kita lanjutkan dengan lebih baik lagi kedepannya. Kita di Partai Hanura sendiri terus menjaga sinergitas dan harmonisasi dengan semua pihak khususnya media, agar bisa sejalan dengan visi dan misi kita mengedepankan insiprasi masyarakat," urainya.Untuk itu, tokoh pemuda yang dikenal santun ini berharap agar sinergitas dan silaturahmi dengan KoJAM bisa terus terjalin dengan lebih baik lagi kedepannya.Sementara itu, Ketua KoJAM, Joko Irawan menegaskan, pihaknya siap bersinergi dengan semua pihak dalam hal mengedepankan kepentingan masyarakat di Sumut khususnya di Kota Medan."Mungkin namanya Komunitas Jurnalis Anak Medan, namun ruang lingkup kita semua ini mencakup seluruh wilayah. Kata Medan itu sendiri kita pilih dikarenakan kita yang tergabung di KoJAM ini berdomisili di Kota Medan," jelasnya.Untuk itu, Joko Irawan yang juga salah seorang jurnalis senior di Sumatera Utara ini menyambut baik niatan El Adrian Shah selaku Ketua DPD Partai Hanura Sumut untuk terus bersinergi dan bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pemberitaan-pemberitaan yang bersifat positif dan membangun."Ya mungkin ada juga yang berbentuk kritik, karena fungsi kita jurnalis sebagai sosial kontrol tetap harus mengedepankan kebenaran yang bermanfaat bagi orang masyarakat banyak," tegasnya.Dalam kegiatan ini, selain pengurus DPD Partai Hanura dan KoJAM, turut hadir, jurnalis senior Idrus Djunaidi dan pemerhati sosial Benny HD Pane.

13 Mei 2026

Jamin Simpanan di Perbankan, Direktur Penanganan Klaim Polis Ajak Pers Edukasi Masyarakat Tugas dan Fungsi LPS

LensaDaily - Direktur Group Penanganan Klaim Polis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Muhamad Yusron mengajak pers memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tugas dan fungsi LPS dalam menjamin simpanan masyarakat di perbankan. Hal ini sangat penting agar masyarakat percaya akan tanggungjawab LPS menjaga stabilitas perbankan.Hal ini dikatakan Muhamad Yusron saat Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan I (KPW LPS I) Temu Media dan Buka Puasa bersama Media/Jurnalis se-Sumatera Utara pada Selasa 10 Maret 2026 di Kota Medan. Acara ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan koordinasi dalam penyebaran informasi terkait tugas dan fungsi LPS kepada masyarakat."Media massa adalah mitra strategis LPS dalam mengedukasi masyarakat. Melalui kolaborasi yang erat, kami berharap awareness publik mengenai Tugas dan Fungsi LPS dalam menjamin simpanan masyarakat di perbankan, menjaga stabilitas sistem perbankan, dan nantinya akan menjamin polis asuransi semakin meningkat," ujar Muhamad Yusron.Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sekitar 35 jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, dan online di wilayah Sumatera Utara. Selain sebagai ajang ramah tamah, pertemuan ini menjadi momentum penting bagi LPS untuk memastikan komunikasi publik berjalan efektif secara berkelanjutan.Senada dengan hal tersebut, Irsan Mulyadi selaku Perwakilan Jurnalis, menyambut baik inisiatif LPS dalam merangkul awak media. Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi dari lembaga seperti LPS sangat membantu jurnalis dalam menghasilkan berita yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat luas.Menjelang waktu berbuka puasa, acara diisi dengan tausiyah singkat yang disampaikan oleh Ustadz Abidin Azhar Nasution, dalam ceramahnya beliau menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antarmanusia (hablum minannas) dan integritas dalam bekerja, yang ditutup dengan doa bersama.Melalui kegiatan ini, KPW LPS I berharap silaturahmi dengan media massa di Sumatera Utara semakin solid. Dengan sinergi yang kuat, publikasi mengenai fungsi penjaminan dan resolusi bank yang dijalankan LPS diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara lebih luas dan tepat sasaran.

12 Maret 2026

Bedah Buku “Reset Indonesia”: Soroti Isu Ketidakadilan Sosial dan Kegagalan Demokrasi

LensaDaily - Buku berjudul Reset Indonesia lahir dari kegelisahan atas berbagai persoalan struktural yang kerap luput dari perhatian publik, yang bertujuan mendokumentasikan fakta, tetapi juga mengajak pembaca berpikir kritis terhadap realitas sosial dan politik yang terjadi di sekitar mereka.Penulis buku Reset Indonesia sekaligus jurnalis investigatif, Dhandy Dwi Laksono menegaskan bahwa buku ini lahir dari kegelisahan atas berbagai persoalan struktural yang kerap luput dari perhatian publik. “Buku ini mencoba merekam suara-suara yang sering dibungkam dan mengajak pembaca untuk tidak sekadar menjadi penonton,” ujar Dhandy dalam bedah buku berjudul Reset Indonesia di Medan, Kamis 5 Februari 2026.Kegiatan ini menjadi ruang diskusi publik untuk membahas isu-isu sosial, demokrasi, dan keberpihakan pada kelompok rentan yang diangkat dalam buku tersebut. Dhandy yang hadir bersama penulis lainnya, Benaya Harobu menegaskan, Reset Indonesia juga memberikan referensi sekaligus pencerahan bagi generasi muda.“Melalui bedah buku ini, saya berharap masyarakat semakin berani bersikap kritis dan peduli terhadap isu keadilan sosial,” harapnya.Benaya Harobu, menjelaskan bahwa proses penulisan buku dilakukan melalui riset panjang dan pendekatan naratif agar isu-isu berat dapat dipahami secara lebih luas oleh masyarakat.“Literasi kritis menjadi kunci untuk memperkuat partisipasi publik dalam demokrasi,” ucapnya.Direktur Green Justice Indonesia (GJI), Panut Hadisiswoyo juga tidak kalah seru. Ia mengedepankan isu kerusakan lingkungan yang terus terjadi di sejumlah kawasan di Indonesia, termasuk di Sumatera Utara, khususnya di kawasan Mandailing Natal (Madina).“Tanpa keterlibatan masyarakat, kerusakan lingkungan tidak dapat kita hindari. Ekolagi hutan akan terus terancam, alih fungsi lahan terus terjadi dan masyarakat hanya akan menjadi korban bencana alam,” paparnya.Sementara Direktur Utama Indata Komunika Cemerlang selaku penyelenggara kegiatan, Fika Rahma, menyebutkan bahwa diskusi bedah buku berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga aktivis.“Sejumlah pertanyaan mengemuka terkait peran media, keberanian bersuara, serta tantangan dalam menyampaikan kebenaran di tengah tekanan kekuasaan,” sebut Fika.Fika berharap ccara tersebut dapat mendorong ruang-ruang diskusi serupa di berbagai daerah.Hadir sebagai pembanding dan diskusi buku tersebut, akademisi Ibnu Avena Matondang. Turut hadir dua pegiat literasi Sumatera Utara, Eka Delanta Rehulina dan Ranggini Triono.Fika juga menyebutkan, panitia penyelenggara merangkai kegiatan bedah buku dengan pameran foto bencana alam dan diskusi publik dengan merangkul Green Justice Indonesia.Dalam diskusi publik, GJI menghadirkan pembicara dari Voice of Forest, Prayugo Utama dan jurnalis Fahriza Batubara, serta Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Utara, Wahyu, dan Direktur GJI, Panut Hadisiswoyo.“Terima kasih buat Green Justice Indonesia atas dukungannya, hingga acara dapat terselenggara dengan baik,” tutup Fika.

06 Februari 2026

Bencana Sumatera di Mata Fotografer Jurnalis, Bukan Sekedar Peristiwa Alam Tanpa Sebab

LensaDaily - Pendokumentasi bencana yang melanda Sumatera pada November 2025 lalu, Ferdy Siregar dan Mirza Baihaqie berbagi pengalaman dalam talk show fotografi jurnalistik bertema “Pesan di Balik Lensa: Jurnalisme Empati Bencana Sumatera” di Aula Hj. Ani Idrus, Kampus STIK-P, Selasa 3 Februari 2026.Fotografer jurnalistik Ferdy Siregar mengatakan, bencana tidak bisa dilihat semata-mata sebagai peristiwa alam, yang pastinya ada sebab akibatnya. Sebagai peliput sekaligus pendokumentasi terjadinya bencana wajib tahu dan mencari sumber-sumbernya dengan terjun langsung ke lapangan.“Dalam situasi tanggap darurat dalam peliputan bencana, kita wajib memiliki fisik dan mental yang kuat juga. Selain perlengkapan peliputan, seperti kamera, lensa, flash, laptop, dan lainnya yang cukup memadai. Karena kita wajib mengabarkan setiap harinya kondisi terkini bencana yang terjadi,” ujar Ferdy berbagi tips kesiapan tim liputan secara teknis dalam kondisi tanggap darurat kebencanaan.Sedangkan Mirza Baihaqie menambahkan, dalam peliputan bencana bukan hanya soal teknik fotografi, tetapi juga membuka kesadaran untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitar, terutama di wilayah rawan bencana."Sebagai pendokumentasi bencana, berbagi pengalaman lapangan yang menggambarkan betapa beratnya dampak bencana bagi masyarakat," katanya.Mirza Baihaqie mengapresiasi penyelenggaraan seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk membangkitkan semangat mahasiswa, khususnya dalam bidang fotografi jurnalistik yang memiliki peran besar dalam isu-isu kemanusiaan. "Acara ini istimewa karena menjadi salah satu yang pertama menggabungkan talkshow dan pameran foto bertema kebencanaan. Saya sangat mengapresiasi sebesar-besarnya STIKP Medan karena sudah peka terhadap isu kebencanaan. Ini sangat penting agar kita peka terhadap isu bencana dan kami sangat senang serta bangga bisa terlibat di dalamnya,” ungkap Mirza.Sebelumnya Ketua Panitia M. Abdilla menuturkan, talk show fotografi jurnalistik bertema “Pesan di Balik Lensa: Jurnalisme Empati Bencana Sumatera” ini yang menghadirkan dua pemateri profesional di bidang jurnalistik, Ferdy Siregar dan Mirza Baihaqie, karena dua fotografer dari ratusan lainnya yang melihat langsung bencana banjir dan longsor pada November 2025 yang memluluhlantakan Aceh, Sumut dan Sumbar."Kami sengaja menghadirkan kedua pembicara, yaitu Ferdy Siregar dan Mirza Baihaqie, karena mereka berdua melakukan peliputan dan reportasi kejadian banjir bandang di Tapanuli Tengah, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Jadi memang layak kita hadirkan, sekedar berbagi pengalaman peliputan di kawasan bencana", ujar selaku Kegiatan ini dihadiri sejumlah mahasiswa dari beberapa universitas dan pelajar di Medan. Dengan tujuan agar peserta juga nantinya peka terhadap isu-isu lingkungan dan kebencanaan.Acara ini juga diisi dengan pameran foto serta lelang/jual foto hasil karya dari kedua pemateri serta para mahasiswa STIK-P. Dimana nantinya hasil penjualan foto akan didonasikan kepada para penyintas bencana di Sumut dan Aceh.

05 Februari 2026