LensaDaily - Kelurahan Sekip dibawah kepemimpinan Plt Lurah Kelurahan Sekip Muhammad Andika SH menorehkan prestasi membanggakan, peringkat pertama capaian realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2025 se-Kecamatan Medan Petisah. Raihan ini, Kelurahan Sekip nyaris sempurna dari total penerimaan PBB tahun 2025.Prestasi tertinggi tingkat Kecamatan Medan Petisah ini, Kelurahan Sekip juga mampu bersaing di level yang lebih luas dengan menempati peringkat ke-9 tingkat Kota Medan. Prestasi ini menjadi bukti nyata kesadaran pajak masyarakat Sekip yang sangat tinggi serta kerja keras jajaran aparatur kelurahan.Berdasarkan data yang diperoleh, total penerimaan PBB Kelurahan Sekip tahun 2025 menyentuh angka 86.84%. Angka ini mendekati target sempurna di akhir tahun anggaran.Plt Lurah Kelurahan Sekip, Muhammad Andika SH menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh warga yang telah berkontribusi dalam pembangunan kota melalui pembayaran pajak tepat waktu."Prestasi ini tidak terlepas dari kinerja seluruh jajaran di Kelurahan Sekip dan juga para Kepling, serta tentunya kesadaran masyarakat Kelurahan Sekip sendiri. Kami terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pajak yang mereka bayar akan kembali lagi dalam bentuk pembangunan infrastruktur di lingkungan kita," ujar Andika.
21 Januari 2026Tag: kelurahan
LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas tak bisa menyembunyikan kekecewaan dan terkejut melihat kondisi Kantor Kelurahan Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) Kamis 25 September 2025 siang.Kondisi kantor yang berlokasi di Jalan Pariama ini terlihat sangat memprihatinkan dan tidak terawat. Selain dindingnya jorok dan terkelupas serta dipenuhi lawa-lawa, sampah juga berserakan dimana-mana.Tidak itu saja, saat berada di lantai dua, kondisinya juga tidak kalah jorok dan semrawutnya. Serpihan bekas runtuhan asbes yg jebol dibiarkan begitu lama. Begitu juga dengan meubeler yang ada maupun peralatan kantor lainnya, terlihat tidak tertata dengan rapi sehingga tampak kumuh.Dengan penuh kecewa, Rico Waas menegaskan kepada Lurah Ladang Bambu yang terus mendampinginya dengan wajah penuh bersalah. Apabila ada sampah berserakan, hari itu juga langsung dibersihkan. “Kalau Minggu lalu sampah jatuh dan dibiarkan hingga kini, berarti itu sudah salah,” kata Rico Waas.Melihat dinding terkelupas, Rico Waas minta dibersihkan, jangan dibiarkan seperti itu dan sampai berayap. Lakukan inovasi bagaimana caranya melakukan pembersihan. Bahkan, pria kelahiran Medan 5 Juli 1986 ini menemukan ada tumpukan sampah di sudut ruangan.“Ini pun sampahnya nggak ibu buang, yakan. Ibu tahu (kantor) ini aset. Ibu lurah, kantor inikan berarti rumah kedua ibu. Bagaimana rumah kedua ibu nggak bisa diperhatikan,” keluhnya.Rico Waas selanjutnya mengajak lurah untuk melihat kondisi di lantai bawah. Namun saat menuruni tangga, ia kembali disajikan pemandangan yang sangat mengecewakan. Dindingnya menghitam karena dipenuhi debu dan lawa-lawa.“Bagaimana Bu kalau rumahnya tidak dibersihkan, bagaimana kita mau membersihkan yang di luar,” keluhnya seraya menggeleng-gelengkan kepala sebagai simbol kekecewaan yang luar biasa.Kekecewaan Rico Waas bertambah lagi saat mengecek sejumlah ruangan, ia mendapati kesannya seperti gudang karena menjadi tempat penyimpanan barang-barang tidak terpakai. Bahkan, kondisi di lantai bawah jorok dan semrawutnya sama seperti di lantai dua.“Bu, ini parah tempat kalian. Nggak dirawat sama sekali ini. Jangan karena letak kantor ini di ujung, tidak dirawat tempat kalian ini. Bayangkan saja untuk menata ini saja, kalian tidak bisa,” ujarnya sambil menarik tumpukan sampah kertas dalam kotak di bawah meja kerja.Rico Waas kembali menegaskan, jika kertas-kertas itu tidak terpakai, dikumpulkan dan dibuang, jangan dibiarkan begitu di bawah meja. “Mau jadi apa ini? Sepanjang saya ke kelurahan, baru ini kelurahan yang paling parah,” ungkapnya. Lurah Ladang Bambu tampak hanya bisa pasrah dengan temuan Rico Waas dalam kunjungan yang tidak diduganya sama sekali itu. Ia hanya mengucapkan, “Siap salah, Pak” sambil menundukkan kepala. Sebelum meninggalkan kantor tersebut, pria yang dilantik menjadi Wali kota Medan sejak 20 Februari 2025 ini, minta segera dilakukan pembersihan, menata dan merawat kantor dengan baik sehingga menjadi tempat yang nyaman dan ramah bagi masyarakat.
26 September 2025LensaDaily - Kelurahan Teladan Barat, Kota Medan, telah meluncurkan inovasi layanan administrasi digital bernama Tebar Sidig (Teladan Barat Siap Digital). Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus berbagai keperluan administrasi, sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.Lurah Teladan Barat, Juni Hardian, menjelaskan bahwa Tebar Sidig dirancang untuk menghemat waktu warga dalam mengurus administrasi. "Dengan Tebar Sidig, kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengurus administrasi, sehingga mereka bisa menghemat waktu," ucap Juni Hardian pada Selasa (27/5).Program ini sangat bermanfaat bagi warga Teladan Barat, yang mayoritas adalah ibu rumah tangga atau memiliki usaha di rumah. Dengan Tebar Sidig, mereka tidak perlu lagi datang ke kantor kelurahan. Cukup dengan mengunduh aplikasi dan melakukan pemindaian barcode yang disediakan di setiap lingkungan, proses pengurusan administrasi bisa dilakukan dengan lebih praktis."Di Kelurahan Teladan Barat, banyak warga yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga dan memiliki usaha di rumah. Kami memberikan kemudahan sehingga mereka bisa mengurus administrasi dari rumah tanpa harus datang ke kantor kelurahan," jelas Juni Hardian.Bagi warga yang tidak memiliki handphone Android, petugas Tebar Sidig siap datang langsung ke rumah untuk membantu pengurusan administrasi. Seluruh layanan ini tanpa biaya, sesuai dengan imbauan dari Wali Kota Medan.Kelurahan Teladan Barat juga menyiapkan sarana dan prasarana berupa sepeda motor 'keliling aja' untuk proses antar jemput dokumen administrasi. "Tebar Sidig melayani berbagai keperluan administrasi yang biasanya diurus secara prosedur, seperti pengurusan domisili tempat tinggal, akta kelahiran, ahli waris, dan domisili tempat usaha. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan layanan perpustakaan online gratis dengan fitur-fitur lengkap," ujar Lurah.Melalui Tebar Sidig, Kelurahan Teladan Barat berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih efisien, transparan, dan mudah diakses bagi seluruh masyarakatnya.(Medan)
27 Mei 2025


