LensaDaily - Sebanyak 7.000 pelari ikuti ajang lari bergengsi Milo Activ Indonesia Race (MAIR) 2026 Medan Series, Minggu 10 Mei 2026. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas pun menyatakan dukungan penuh atas penyelenggaraan ajang lari yang akan diikuti peserta luar negeri.Dukungan ini disampaikan Rico Waas menerima audiensi panitia penyelenggara Milo Activ Indonesia Race (MAIR) 2026 – Medan Series di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat 8 Mei 2026. Di samping mendukung, Rico Waas juga mengapresiasi konsistensi Milo dalam mengajak masyarakat Medan hidup sehat dengan cara yang menyenangkan (fun). Ia menilai kategori Family Run sangat positif untuk mempererat kedekatan emosional antara orang tua dan anak."Kegiatan ini sangat baik karena melibatkan keluarga. Kita terus mendorong masyarakat untuk hidup sehat. Namun ke depannya, saya tantang Milo untuk buat yang lebih besar lagi," ujar Rico Waas didampingi Aspemsos Muhammad Sofyan, Kadispora Tengku Chairuniza dan Kadis Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana. Rico Waas pun berharap ajang ini tidak hanya berskala nasional, tetapi mampu menarik minat pelari mancanegara. Seperti mengundang peserta dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.Selain itu ditegaskan Rico Waas bahwa Medan siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga, baik skala nasional maupun internasional."Medan punya infrastruktur dan antusiasme warga yang luar biasa. Kita ingin event seperti ini menjadi pemantik sport tourism yang menggerakkan ekonomi kota," pungkas Rico Waas.Sementara itu Public Affairs and Government Relations Lead PT Nestlé Indonesia Ekki Saputra melaporkan bahwa ajang yang akan digelar pada Minggu, 10 Mei 2026 di Lapangan Benteng ini disambut dengan antusiasme luar biasa.Tercatat sebanyak 7.000 peserta telah mendaftar, yang terbagi dalam dua kategori utama yakni Kategori 5K yang diikuti oleh 6.400 pelari umum. Sedangkan kategori 2,5K (Family Run) akan diikuti 900 peserta yang terdiri dari kolaborasi anak dan orang tua."Kami sangat bangga selalu mendapat dukungan dari Pemko Medan. Medan adalah kota prioritas kami. Selain olahraga, kami ingin berkolaborasi di sektor pendidikan dan ekonomi melalui pelibatan UMKM lokal di area venue," ujarnyaDijelaskannya, kegiatan akan dimulai tepat pukul 06.00 WIB. Mengingat jumlah massa yang besar, pihak panitia telah berkoordinasi terkait izin penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar rute lari demi kenyamanan pengguna jalan dan keamanan peserta.Ekki menambahkan, setelah mencapai garis finish di Lapangan Benteng, para peserta akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas, mulai dari asupan nutrisi Milo gratis hingga booth kuliner yang diisi oleh UMKM binaan Kota Medan.
08 Mei 2026Tag: kuliner
LensaDaily - Ramadan Fair Kota Medan yang telah berlangsung selama 20 tahun berakhir dicap sebagai identitas ibu kota provinsi Sumatera Utara ini. Kegiatan tahunan ini juga telah dianggarkan dalam APBD Kota Medan karena tingginya antusiasme masyarakat.Hal ini dikatakan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas yang menyebutkan Ramadan Fair ke- XX tahun ini, sebanyak 150 tenan UMKM turut berpartisipasi. Para pelaku UMKM tersebut telah melalui proses kurasi oleh Pemko Medan guna memastikan kualitas produk yang ditawarkan kepada pengunjung.“Ramadan Fair ini sudah menjadi bagian dari identitas Kota Medan. Setiap tahun selalu dipadati pengunjung karena menjadi tempat berkumpul keluarga dan masyarakat, baik menjelang berbuka puasa maupun setelah salat tarawih,” kata Rico Waas saat wawancara live televisi nasional di Rumah Dinas Wali Kota, Senin 2 Maret 2026.Dijelaskan Rico Waas, kehadiran UMKM dalam Ramadan Fair menjadi bagian dari stimulus ekonomi daerah. Pemerintah ingin mendorong UMKM Kota Medan yang kreatif dan terus berkembang agar semakin dikenal luas.“Potensi ekonomi UMKM sangat besar, terutama dalam momentum seperti Ramadan Fair. Ini menjadi ruang promosi sekaligus penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Rico Waas didampingi Asisten Ekbang, Citra Effendi Capah, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Benny Sinomba Siregar, Kadis Kominfo, Arrahmaan Pane dan Plt Kadis Perhubungan, Suriono.Menurut Rico Waas Ramadan Fair kembali digelar di lokasi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni di kawasan sekitar Masjid Raya Al Mashun. Karena kegiatan ini menggunakan sebagian badan jalan di samping Masjid Raya, Dinas Perhubungan telah menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas. Selain itu Rico Waas juga menyebutkan masyarakat umumnya sudah memahami adanya penutupan jalan setiap Ramadan Fair berlangsung.Untuk tahun ini, lanjut Rico Waas anggaran pelaksanaan Ramadan Fair ke-XX sebesar Rp2,9 miliar dan berlangsung selama 20 hari, mulai 25 Februari hingga 16 Maret. Anggaran tersebut lebih kecil dibanding tahun sebelumnya.“Anggaran ini kembali untuk masyarakat. Manfaatnya untuk ruang berkumpul, penguatan UMKM, dan menjaga kekhasan Ramadan Fair di Kota Medan,” jelas Rico Waas. Selain menghadirkan bazar kuliner dan produk UMKM, Rico Waas menyampaikan Ramadan Fair juga dimeriahkan berbagai kegiatan religi seperti peringatan Nuzulul Quran, tausiyah, serta lomba tahfiz." Sejumlah artis ibukota turut memeriahkan acara, di antaranya Haddad Alwi pada pembukaan dan Alfin Habib pada penutupan", ungkap Rico Waas.Selanjutnya Rico Waas mengajak masyarakat untuk hadir meramaikan Ramadan Fair bersama keluarga dan tetap menjaga ketertiban.“Silakan datang bersama keluarga dan teman-teman. Tetap jaga kebersihan, tertib berlalu lintas, dan yang paling penting tetap menjaga kekhusyukan ibadah selama bulan Ramadan,” pesan Rico Waas.Rico Waas berharap Ramadan Fair tahun ini dapat kembali menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Medan.
02 Maret 2026LensaDaily - Ramadhan Fair XX resmi dibuka di Taman Sri Deli Medan, yang ditandai dengan tabuhan bedug oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, Rabu 25 Februari 2026 malam. Perhelatan yang kini telah genap berusia 20 tahun itu terasa lebih istimewa karena menjadi simbol dua dekade konsistensi Pemko Medan dalam mensyiarkan agama sekaligus menggerakkan roda ekonomi rakyat di bulan suci Ramadan.Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan rasa syukurnya dapat kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan dan merayakan dua dekade perjalanan Ramadhan Fair."Tidak terasa sudah satu tahun yang lalu saya membuka Ramadhan Fair ke XIX. Tahun ini alhamdulillah kita bertemu kembali dengan bulan suci ramadan sekaligus membuka Ramadhan Fair XX," kata Rico Waas.Dirinya mencatat adanya nuansa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dari segi tata letak stand yang kini lebih terbuka dan ramah bagi pengunjung."Tahun lalu tendanya di tengah, jadi kurang terlihat. Hari ini alhamdulillah, kita bisa lihat begitu banyak masyarakat yang hadir. Ini adalah acara yang wajib kita nantikan setiap tahunnya sebagai ikon Kota Medan," ujar Rico Waas disambut riuh antusias warga.Tidak sekadar seremoni, Ramadhan Fair XX juga menjadi panggung besar bagi para pelaku UMKM lokal. Rico Waas menyebutkan ada sebanyak 150 gerai kuliner dan 21 stand kriya dari berbagai Kecamatan yang ikut memeriahkan acara."Masyarakat yang hadir dapat mencoba berbagai kuliner yang tersedia setiap harinya selama satu bulan. Buka puasa di sini, sehabis tarawih juga masih bisa berkumpul bersama keluarga sambil mencicipi kuliner yang ada. Mudah-mudahan semua makanan disini enak rasanya," tambahnya.Lebih lanjut, Rico Waas mengungkapkan Ramadhan Fair ini adalah ikhtiar dalam mensyiarkan agama dan kebudayaan, sekaligus memajukan para pelaku UMKM agar ekonomi masyarakat terus berkembang."Insya allah Ramadhan Fair tahun ini bisa membawa keberkahan untuk kita semua,"harap Rico Waas.Kemeriahan pembukaan Ramadhan Fair XX semakin berkesan dengan kehadiran sosok artis dari ibu kota pelantun selawat Haddad Alwi. Dengan lagu-lagu religinya yang sudah sangat akrab di telinga masyarakat, seolah menghipnotis ribuan pengunjung untuk ikut bernyanyi bersama.Usai membuka acara, Wali Kota Medan Rico Waas yang hadir bersama Ketua TP PKK Kota Medan, Ny Airin Rico Waas juga menyempatkan diri untuk meninjau langsung stand-stand UMKM.Selain itu, turut juga hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap bersama Staf Ahli TP PKK Kota Medan, Ny. Martinijal Zakiyuddin Harahap, unsur Forkopimda Kota Medan, Sultan Deli XIV Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam Shah, Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Medan Ny. Ismiralda Wiriya Alrahman, Kakan Kemenag Kota Medan, Impun Siregar, Ketua MUI Kota Medan, Hasan Matsum, Ketua Baznas Kota Medan Muhammad Nursyam, Ketua FKUB Kota Medan, Muhammad Yasir Tanjung, Pimpinan Perangkat Daerah beserta para Camat sekota Medan.Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Ramadhan Fair XX tahun 2026 akan berlangsung dari tanggal 25 Februari sampai dengan tanggal 16 Maret 2026.Selama itu akan ada berbagai kegiatan menarik seperti tausiah dan kultum yang akan diisi oleh ustadz-ustadz Kota Medan, ustadz nasional, serta artis-artis ibu kota bersifat religi."Lalu ada juga berbagai perlombaan seperti pemilihan Da'i Cilik, lomba azan, pembacaan surah pendek dan lomba stand terbaik," jelasnya.
26 Februari 2026Pemko Medan Gelar Ramadhan Fair dan Harmoni Imlek, Zakiyuddin: Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
LensaDaily - Pemko Medan tengah menyiapkan Ramadhan Fair ke-XX dan Harmoni Imlek 2026 yang digelar berdekatan Februari 2026 ini. Ramadhan Fair ke-XX ini akan berlangsung 25 Februari 2026, sedangkan Harmoni Imlek pada 21 Februari 2026.Rapat persiapan Ramadhan Fair ke- XX yang dipimpin Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap di ruang Rapat III, Balai Kota, Kamis (19/2/26). Selain membahas mekanisme pelaksanan Ramadhan Fair, pertemuan tersebut juga membahas pelaksanaan Harmoni Imlek 2026 yang akan digelar pada 21 Februari 2026 di Jalan Kesawan Medan Barat.Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menegaskan agar pelaksanaan Ramadan Fair ke-XX dan Harmoni Imlek 2026 tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.Menurut Zakiyuddin Harahap, Ramadan Fair ke-XX harus dikemas lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, baik dari sisi konsep, kenyamanan, hingga kualitas tenant. Ia mengingatkan agar panitia memperhatikan tarif parkir dan harga makanan, sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat.“Jangan sampai minat masyarakat menurun karena tarif parkir yang mahal serta harga makanan tenant yang tidak terjangkau. Ini harus diatur dengan baik agar masyarakat nyaman berkunjung,” tegas Zakiyuddin Harahap didampingi Aspemsos Muhammad Sofyan, dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Andi Yudistira serta Unsur Forkopimda yang berhadir dan perwakilan Perangkat Daerah dan Camat se-Kota Medan.Selain itu, Zakiyuddin Harahap juga meminta proses seleksi tenant dilakukan secara ketat dengan mengutamakan kualitas rasa dan kelayakan produk. Makanan yang enak dan layak, menurutnya, akan menjadi daya tarik utama yang mampu meningkatkan kunjungan masyarakat.Tak hanya dari sisi kuliner, Zakiyuddin Harahap juga menekankan pentingnya memperkuat nuansa religi. Ia meminta agar qori-qori terbaik Kota Medan dilibatkan sehingga gaung Ramadan Fair tahun ini terasa lebih kuat dan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.Sementara itu, untuk Harmoni Imlek 2026 yang dijadwalkan dibuka pada 21 Februari, terdapat penyesuaian waktu pelaksanaan karena tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan. Kegiatan akan dimulai setelah salat tarawih, yakni pukul 21.00 WIB hingga selesai.Zakiyuddin berharap Harmoni Imlek 2026 juga dikemas secara inklusif dan harmonis, serta tidak berhenti pada seremoni semata. Ia ingin kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat toleransi dan semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Medan.Sebelumnya Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Andi Yudistira menjelaskan Ramadhan Fair ke XX ini digelar mulai tanggal 25 Februari sampai 16 Maret 2026 di Taman Sri Deli. Dalam perhelatan tersebut disediakan stand bazar kuliner UMKM dan stand bazar Kriya. Untuk stand bazar Kriya yang terdiri dari 21 Kecamatan dengan menampilkan hasil Kriya dari masing-masing kecamatan ini nantinya akan memperebutkan piala Ketua Dekranasda Kota Medan, Ny Airin Rico Waas."Selain bazar kuliner dan Kriya, Ramadhan Fair ke- XX juga akan diisi dan dimeriahkan oleh berbagai kegiatan seperti peringatan Nuzulul Qur'an yang menghadirkan penceramah kondang, tausiah Ramadhan, buka puasa bersama anak yatim-piatu dan dhuafa, Kompetisi Pildacil, Kompetisi Tahfidz Surat Pendek Al-Qur'an, dan kompetisi adzan serta hiburan religi", jelasnya.Sedangkan untuk kegiatan Harmoni Imlek, Andi Yudistira menyampaikan akan digelar pada tanggal 21 Februari 2026 di Jalan Kesawan, Kecamatan Medan Barat tepatnya di depan kantor Lonsum. Harmoni Imlek ini akan digelar bersamaan dengan Car Free Night (CFN) yang merupakan program rutin Pemko Medan setiap akhir pekan."Dalam Harmoni Imlek akan diisi dengan penampilan Oriental Dance, Barongsai Performance, Kecapi Performance, dan juga dimeriahkan oleh bazar kuliner dan Kriya serta pembagian kue bakul", ujarnya.
20 Februari 2026LensaDaily - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas mempromosikan Kota Medan sebagai Kota Kuliner kepada President (Rektor) Hyejeon University, Prof. Dr. Lee Hye Sook beserta rombongan di Rumah Dinas Wali Kota Medan. Kunjungan ini selain bersilaturahmi, juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Local & K-Culinary Competition sebagai bagian dari menyemarakkan ulang tahun kota Medan."Selamat datang di Kota Medan, kota yang tidak hanya multikultur, namun juga kota dengan kelezatan kuliner terbaik di Indonesia" ucap Rico Waas dengan penuh keakraban, Selasa 13 Januari 2026.Kepada Mrs. Lee, Rico Waas menjamin bahwa kunjungan ke Kota Medan adalah keputusan yang tepat, terutama bagi para pecinta kuliner. Bahkan Rico Waas sempat berkelakar tentang standar rasa kuliner yang ada di kota terbesar ketiga di Indonesia."Di sini hanya ada dua jenis rasa makanan, pertama enak dan yang kedua enak sekali. Hal ini karena Medan dibentuk oleh beragam budaya seperti Melayu, Jawa, Batak, Karo, Minang, Arab dan budaya lainnya yang masing-masing membawa cita rasa makanan yang unik,"ujar Rico Waas.Salah satu yang menjadi point menarik dalam pertemuan itu, bagaimana Rico Waas menyampaikan gagasannya mengenai akulturasi kuliner antara Korea dan Medan. Hal ini tidak terlepas dari antusiasme warga Medan terhadap tren Korean Style, mulai dari K-Pop hingga makanan."Orang Medan sangat suka pedas, sama seperti orang Korea. Mungkin kita bisa berkolaborasi, misalnya membuat Kimchi dengan menggunakan cabai merah lokal atau bahkan menggunakan bubuk cabai caplak yang terkenal pedasnya. Ini akan jadi perpaduan yang luar biasa," bilang Rico Waas.Selain urusan kuliner, Rico Waas juga berharap rombongan dari Hyejeon University dapat menyempatkan diri mengeksplorasi sisi historis dari Kota Medan. Menikmati setiap sudut bangunan-bangunan tua yang ikonik, serta membawa pulang Bika Ambon sebagai oleh-oleh wajib dari Kota Medan."Medan adalah kota yang hidup dalam harmoni di tengah keberagaman agama dan budaya. Kami berharap Mrs. Lee menikmati setiap sudut kota ini, keramahan orang-orangnya, dan tentu saja, kelezatan makanannya yang tak tertandingi," harap Rico Waas.Sebelumnya President (Rektor) Hyejeon University, Prof. Dr. Lee Hye Sook menjelaskan, bahwa kunjungan ini dalam rangka silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan kerjasama diberbagai sektor. Salah satunya dalam mendukung perayaan ulang tahun kota Medan, Hyejeon University berniat mengadakan Festival Food Korea."festival ini bukan sekadar ajang mencicipi makanan, tetapi juga menjadi pintu gerbang bagi masa depan generasi muda. Karena pemenang dalam kompetisi kuliner di festival ini akan mendapatkan beasiswa pendidikan untuk belajar ke Korea,"jelasnya.Selain itu, kedepannya tidak menutup kemungkinan untuk menjalin kerjasama di bidang perhotelan hingga perawat kesehatan.Dalam pertemuan itu turut hadir pula Director of the Office of International Affairs, Hyejeon University Dr.Jeon Yao Song, Chief Executive Officer K-Edutech Ms. Noh Hye-Mi dan Ketua Dewan Pembina Medan Korean Center Dr. Parlindungan Purba.Selain itu hadir juga Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Benny Sinomba Siregar, Plt. Kadis Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Citra Effendi Capah serta Kabag Hakda, Seri Inderahayu.
13 Januari 2026


