LensaDaily - Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kota Medan kembali akan menggelar Medan Career Expo 2026. Job fair ini akan diselenggarakan di Hall Universitas Prima Indonesia ini bakal diikuti ratusan perusahaan dari berbagai sektor dengan ribuan lowongan kerja, yang bisa langsung akses oleh masyarakat.Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Medan, Ramaddan mengatakan Medan Career Expo 2026, yang digagas oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas ini digelar 10 Februari 2026. Sampai saat ini tercatat ada sekitar 150 perusahaan bakal ikut di event Medan Career Expo 2026 dan jumlah ini akan terus bertambah."Mengikuti secara online dan offline, ada 120 perusahaan dan sisanya nanti, akan mengikuti secara online," ucap Ramaddan kepada wartawan, di Kota Medan, Rabu 4 Februari 2026.Ramaddan menjelaskan penyelenggaraan job fair yang menjadi agenda tahunan ini, memberikan dampak positif dalam penyerapan lapangan pekerjaan, terkhusus di Kota Medan ini."Diharapkan juga melalui job fair ini, dapat mengurangi angka jumlah pengangguran di Kota Medan ini. Ini menjadi momentum bagi para pekerja dan pemberi kerja atau perusahaan yang ada di Kota Medan ini," jelas Ramaddan. Ramaddan juga mengimbau kepada masyarakat, untuk segera memanfaatkan kegiatan job fair ini. Bertujuan untuk mendapatkan perusahaan. "Dalam kegiatan ini, ada juga perusahaan langsung melakukan interview kepada pelamar kerja nantinya," kata Ramaddan. Medan Career Expo 2026, Ramaddan mengungkapkan pihaknya juga mengajak dan menyediakan perusahaan untuk memberikan kesempatan bagi pelamar kerja dari penyandang disabilitas."Jadi, Dinasker Kota Medan juga menyediakan lowongan pekerjaan untuk bagi rekan-rekan kita disabilitas," ucap Ramaddan. Ramaddan mengungkapkan Medan Career Expo 2026 merupakan event pertama dan job fair terbesar di Sumut, yang dilakukan Dinasker Kota Medan bersama ratusan perusahaan yang ikut serta dalam kegiatan ini."Medan Career Expo 2026, merupakan upaya Pemko Medan, dalam akses informasi pasar kerja bagi para pencari kerja," tutur Ramaddan.
04 Februari 2026Tag: lapanganpekerjaan
LensaDaily - Bursa kerja atau job fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan yang dikuti 21 perusahaan menarik minat 1.075 tenaga kerja. Job fair ini, Disnaker Kota Medan, memberikan peluang yang sama bagi pekerja disabiltas, dengan mendapatkan lowongan pekerjaan yang layak pada umumnya.Job Fair ini berlangsung di Kantor Disnaker Kota Medan, di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan, Kamis 6 November 2025. Ada pun lowongan pekerjaan dengan 69 jabatan dan jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 705 orang, terdiri laki-laki 502 orang dan perempuan 185 orang.Lowongan pekerjaan bagi pelamar disabiltas, untuk bekerja di Alfamidi dengan posisi kru store tuna rungu, tuna wicara dan tuna daksa sebanyak 3 orang, terdiri 2 laki-laki dan 1 prempuan. Kemudian, Alfamart dengan posisi crew store untuk tuna rungu, tuna wicara dan tuna daksa, sebanyak 6 orang, terdiri 3 laki-laki dan 3 perempuan dan RS Mitra Medika Premier, dengan posisi hause keeping untuk tuna wicara sebanyak 17 orang terdiri, 10 laki-laki dan 7 prempuan. Total lowongan pekerjaan untuk disabiltas berjumlah 26 orang. Ke-21 perusahaan menjadi peserta Job Fair 2025, yakni Alfamidi, Alfamart, RS Mitra Medika Premier, Bank Mandiri, Pesona Optima Jasa, Karibia Boutique Hotel, PT Sedia Argo Ternak, PT Fastrata Buana, Bintang Mitra Daya Sembada, PT Dexton Indo.Lalu, PT Dara Indonesia, PT Bistronomix, Nusanet, PKSS, Bank Mega, Bisa Group, Grand City Hall, RSU Bunda Thamrin, Panca Buana, Indo Mobil-Hino, Mutual.Job Fair 2025, langsung dihadiri oleh Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dan Kadisnaker Kota Medan, Ilyan Chandra Simbolon serta tampak hadir ratusan pelamar kerja mendatangi satu both perusahaan untuk mengantar surat lamaran dan langsung interview di lokasi ini.Wali Kota Medan, Rico Waas mengapresiasi kegiatan Job Fair yang digagas oleh Disnaker Kota Medan. Ia mengatakan untuk penyerapan tenaga kerja di Kota Medan mencapai 8.023 orang. Namun, target hingga akhir tahun 2025, diharapkan bisa menembus 11 ribu penempatan tenaga kerja.“Jadi ini kita, meninjau bagaimana kemajuan penyerapan energi kerja, tadi saya cek dari data Disnaker dari bulan Januari sampai Oktober 2025 sudah ada sekitar 8.023 penempatan tenaga kerja, dan pada akhir tahun ditargetkan 11.000 penempatan tenaga kerja,” sebut Rico Waas kepada wartawan. Rico Waas telah menargetkan akan tercipta 50.000 lapangan pekerjaan selama periode kepemimpinannya selama lima tahun. Termasuk meningkatkan keterampilan dalam pelatihan tenaga kerja.“Di periode yang akan saya jalani selama lima tahun ini, maka kami juga meninjau bagaimana kemajuan penyerapan lapangan kerja yang ada di Kota Medan,” ucap Rico Waas.Rico Waas mengatakan Pemko Medan memberikan peluang yang sama mendapat pekerjaan bagi kaum disabiltas di Kota Medan untuk mendapatkan pekerjaan. "Soal lowongan bagi kaum disabilitas, kami sekarang mendorong, sesuai dengan waktu dari kampanye dan diperjalanan kami memimpin ini, kami membuka ruang seluas-luasnya bagaimana ruang disabilitas itu bisa berkembang secara potensinya, dan bisa ditempatkan juga," kata Rico Waas.Rico Waas mengaku senang ada sejumlah perusahaan yang ikut job fair ini, memberikan kesempatan kaum disabiltas bekerja di perusahaan mereka nantinya."Kita melihat ini baik sekali, ada beberapa perusahaan yang membuka lowongan khusus untuk rekan-rekan difabel. Ini tentunya kami apresiasi," jelas Rico Waas. Rico Waas berharap dan mendorong seluruh perusahaan yang di Kota Medan memberikan peluang lowongan pekerjaan bagi kaum disabiltas sesuai dengan kebutuhan atau jabatan yang direkrut."Harapan saya, ini bisa dibuka lebih luas lagi kepada rekan-rekan difabel. Karena itu lah bagaimana menciptakan Medan Untuk Semua itu, salah satunya adalah tentang pembukaan untuk ruang difabel," ucap Rico Waas. Rico Waas mengatakan pihaknya melalui Disnaker Kota Medan, juga melakukan pembinaan dan pelatihan bagi kaum disabiltas sesuai dengan peluang pekerjaan hingga mendorong menjadi pelaku UMKM."Baru saja kita lakukan untuk peningkatan skill-nya. Ada kita berikan tambahan juga. Nantinya secara berkala akan kita buka ruang-ruang tersebut untuk pelatihan kepada rekan-rekan difabel," kata Rico Waas.
07 November 2025LensaDaily - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas memaparkan berbagai kondisi dan isu strategis Kota Medan pada acara NasDem Eksekutif Forum yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, Jakarta, Selasa 14 Oktober 2025. Selain Rico Waas, forum ini juga dihadiri para kepala daerah lain dari berbagai provinsi di Indonesia.Forum yang berjalan dengan suasana akrab dan penuh diskusi ini, dihadiri langsung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Sekjen Hermawi F. Taslim. Ketika diberikan kesempatan memberikan pemaparan, Rico Waas menyampaikan beberapa isu utama Kota Medan, mulai dari pengendalian banjir, penyediaan lapangan pekerjaan, hingga peningkatan pelayanan kesehatan. Di forum ini juga, orang nomor satu di Pemko Medan ini, mendengarkan paparan dari kepala daerah lain tentang tantangan di daerah masing-masing. Karenanya, forum ini dinilainya menjadi momentum penting untuk bertukar pikiran dan memperkuat kolaborasi lintas daerah demi kemajuan Indonesia, khususnya Kota Medan.Menurut Rico Waas, pembangunan Kota Medan bukan hanya tentang infrastruktur, tapi juga menyangkut kesejahteraan, kesehatan, keamanan, dan kualitas hidup masyarakat. “Kita perlu sinergi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat agar pembangunan berjalan berkelanjutan,” kata Rico Waas. Ada sembilan isu strategis dikupas oleh Rico Waas, yang saat ini menjadi fokus pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap. Isu pertama, ungkap Rico Waas, masalah banjir rob di Belawan, yang hingga kini masih menjadi prioritas besar. Pemerintah mendorong sinergi dengan BBW Sumatera II untuk membangun tanggul di kawasan pesisir seperti Nelayan Indah, Belawan Sicanang, Labuhan Deli, dan Bagan Deli. Kedua, kata Rico Waas, krisis air bersih di Medan Utara. Sebanyak 20 persen warga belum mendapatkan akses air minum layak. Dikatakannya, Pemerintah mempercepat proyek SPAM Regional Mebidang yang akan menyalurkan air curah 750 liter per detik ke sepuluh kecamatan. Yang ketiga, lanjut Rico Waas, pengembangan transportasi publik ramah lingkungan. Saat ini Medan sudah memiliki 60 bus listrik dan menargetkan 515 unit pada 2028. Namun, biaya operasional tinggi menjadi tantangan besar. Dia mendorong adanya subsidi operasional dari Pemerintah Pusat serta kolaborasi sektor swasta.Selanjutnya yang keempat, Rico Waas menyampaikan, penyediaan lapangan kerja dan investasi. Menurutnya, Medan membutuhkan kewenangan lebih besar untuk mengawasi investasi agar benar-benar menyerap tenaga kerja lokal.Lalu Kelima, Rico Waas mengungkapkan, masalah narkoba yang masih menjadi ancaman serius. Ia menekankan pentingnya pembentukan BNN Kota Medan dan program edukasi berbasis komunitas.Isu sosial lain seperti tawuran remaja juga mendapat perhatian. “Kami ingin memperkuat peran Satlinmas di seluruh kelurahan dan membangun program pembinaan yang kami sebut Operasi Kasih Sayang,” paparnya. Selain itu, Rico Waas juga menyampaikan, peningkatan pelayanan kesehatan menjadi prioritas dengan penambahan tenaga dokter, penanganan TBC dan HIV/AIDS, serta kerja sama BPJS melalui skema UHC.Isu kedelapan, bilang Rico Waas, soal perlindungan jaminan sosial, yang menekankan pentingnya pemadanan data bantuan agar tepat sasaran. Terakhir yang kesembilan, imbuhnya, penguatan BUMD agar mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.“Setiap isu membutuhkan tindakan nyata dan keberanian untuk berbenah. Dengan semangat Medan untuk Semua, kita yakin setiap masalah bisa diubah menjadi kesempatan untuk membangun,” jelasnya. Suami Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas juga mengingatkan pentingnya menjauhi hal-hal negatif yang dapat merusak generasi muda.“Kita harus senantiasa awas terhadap narkoba, judi, dan tawuran. Mari fokus melakukan hal-hal positif sesuai kapasitas kita masing-masing demi kemajuan Kota Medan,” pungkasnya.
15 Oktober 2025LensaDaily - Pembangunan yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat Belawan yang masih merasakan ketimpangan sosial terus digalakkan Wali Kota Medan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang mendorong dari berbagai sektor. Salah satunya mendorong program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Belawan New Container Terminal (BNCT) benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan mengarah pada pembangunan.Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota saat menerima jajaran manajemen PT BNCT di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan, Senin 6 Oktober 2025. Dalam pertemuan itu, Wali Kota didampingi Kepala Bappeda Ferry Ichsan dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba Siregar. Sementara dari pihak PT BNCT hadir Presiden Direktur Mohamed Suffian, Executive Director I Jonedi Ramli, dan Strategy Director Bunyamin Sukur.Wali Kota menyambut baik rencana PT BNCT untuk melaksanakan sejumlah program CSR di kawasan utara Kota Medan, terutama Belawan. Ia menilai, langkah ini sangat penting mengingat wilayah tersebut merupakan pusat aktivitas industri dan logistik, namun masyarakatnya masih banyak yang hidup dalam kondisi prasejahtera, menghadapi keterbatasan pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan.Dalam arahannya, Rico Waas menyampaikan beberapa fokus penting yang perlu mendapat perhatian serius. Di bidang pendidikan, ia menekankan bahwa pembangunan SMP baru harus dipersiapkan secara matang karena jenjang ini merupakan masa transisi krusial bagi anak-anak sebelum melanjutkan ke SMA. "Sekolah yang akan dibangun diharapkan menjadi sekolah percontohan dengan standar tinggi," ucapnya. Di sisi lingkungan, ia mengingatkan agar program rehabilitasi mangrove seluas 22 hektar tidak berhenti pada penanaman simbolik, tetapi benar-benar dipersiapkan secara teknis agar dapat memberi manfaat ekologis jangka panjang.
06 Oktober 2025LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan Pemko Medan dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan memiliki komitmen yang sama dalam menciptakan tenaga kerja yang berkualitas sehingga dapat diserap oleh perusahaan.Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat melakukan pertemuan dengan Komisi IX DPR RI dalam rangka kunjungan kerja spesifik bidang ketenagakerjaan di BBPVP Medan, Jalan Amal, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis 25 September 2025."Kami telah berkomitmen antara Pemko Medan, BBPVP, dan juga para pengusaha bagaimana menciptakan penerimaan yang baik dan juga menghasilkan kualitas-kualitas pekerja yang maksimal juga," kata Rico Waas.Maka dari itu, dalam pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah anggota DPR RI dari Komisi IX yang dipimpin oleh Ketua Tim M. Yahya Zaini, Wali Kota Medan Rico Waas mengharapkan dukungan dari Komisi IX DPR RI agar Pemko Medan dan juga BBPVP dapat mewujudkan kualitas tenaga kerja yang baik yang dapat sepenuhnya diserap oleh perusahaan-perusahaan yang ada."Tapi tadi kami juga dengar bahwasanya Komisi IX DPR RI juga men-support dengan kegiatan yang ada di BBPVP ini. Mudah-mudahan tadi ada sedikit dorongan dari Komisi IX DPR RI, Karena ini untuk pekerja-pekerja kita di Kota Medan juga," sebut Rico Waas didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Illyan Chandra Simbolon, dan Camat Medan Sunggal Irfan Abdilla.Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala BBPVP Kota Medan Faried Abdurrahman Nur Yuliono, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut I Nyoman Suarjaya, dan sejumlah pimpinan perusahaan, Wali Kota Medan Rico Waas menekankan bahwa masalah ketenagakerjaan adalah salah satu perhatian utama bagi Pemko Medan.Sebagai ibu kota provinsi dengan populasi 2,5 juta jiwa yang tersebar di 21 Kecamatan, 151 Kelurahan, dan 2.001 lingkungan, Kota Medan menghadapi kompleksitas tinggi, terutama dalam hal lapangan pekerjaan.Apalagi bilang Rico Waas, ekonomi Kota Medan sebagian besar bergantung pada sektor industri, barang, jasa, transportasi dan juga pariwisata, tentunya masalah ketenagakerjaan menjadi isu penting yang harus diselesaikan. Sebab banyak lulusan SMA maupun sarjana yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kualifikasi yang diminta perusahaan semakin tinggi."Oleh sebab itu kami melihat BBPVP Medan sebagai mitra strategis untuk mengatasi permasalahan ketenagakerjaan ini. Apalagi fasilitas yang dimilikinya sangat luar biasa lengkap seperti pelatihan barista, pelatihan untuk dunia perhotelan, restoran, bahkan ada pelatihan smart analysis hingga artificial intelligence," bilang Rico Waas.Dengan berbagai pelatihan yang dapat di ikuti oleh lulusan SMA hingga Sarjana itu, Rico Waas berharap dapat meningkatkan keahlian (soft skill) dari para calon pekerja."Soft skill ini penting, karena perusahaan saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kemampuan tambahan seperti bahasa, pelayanan, dan keahlian teknis lainnya," pungkas Rico Waas.Sementara itu M.Yahya Zaini selaku Ketua Tim memuji keseriusan Wali Kota Medan Rico Waas dalam menyelesaikan masalah ketenagakerjaan yang ada di wilayahnya. "Jarang ada Kepala Daerah yang begitu peduli terhadap Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, ini menunjukkan Wali Medan sangat serius dalam mengatasi permasalahan tenaga kerja ini," ujarnya.Selain itu, Yahya juga mengungkapkan kunjungan yang dilakukan Komisi IX DPR RI ini guna memastikan pelatihan vokasi di Kota Medan berjalan dengan lancar."Kami datang kemari untuk memastikan BBPVP Medan berjalan dengan baik dalam memberikan pelatihan dan membuka peluang bekerja bagi masyarakat," ungkapnya.Dalam kunjungan kerja itu juga dilakukan peninjauan untuk melihat sejumlah fasilitas yang dimiliki BBPVP Medan.
25 September 2025


