LensaDaily - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memimpin Upacara Peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tingkat Kota Medan yang berlangsung khidmat di halaman kantor Wali Kota Medan, Rabu (20/5/26). Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas membacakan sambutan tertulis dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.Mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara", momentum Harkitnas tahun ini merefleksikan kembali semangat berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai "fajar menyingsing" bagi kesadaran berbangsa. Namun, di era modern ini, tantangan bangsa diakui telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.Upacara Harkitnas ke- 118 ini dihadiri Dandenpom I/5 Medan, Letkol Cpm Atep Priatna, Dansathanlan Kodamar I Belawan, Kolonel Laut (P) Alamsyah Putra Tanjung, Kakankemenag Kota Medan, Impun Siregar, Sekda Wiriya Alrahman, perwakilan Kapolrestabes Medan, perwakilan Dandim 0201 Medan, perwakilan Kajari Medan dan perwakilan Kajari Belawan serta segenap Pimpinan Perangkat Daerah dan Camat se- Kota Medan.Dalam pidato yang dibacakan Rico Waas, disoroti langkah masif pemerintah pusat dalam melindungi generasi muda di dunia maya melalui pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS)."Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan tunas bangsa kita mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya," ujar Rico Waas menyampaikan amanat Menkomdigi.Disamping kedaulatan digital, Rico Waas juga menegaskan kembali komitmen pembangunan manusia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Berbagai program strategis nasional kini tengah berjalan masif untuk membangun satu ekosistem kesejahteraan yang utuh, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah untuk memperkuat fondasi fisik generasi masa depan, pemerataan akses Pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, termasuk perbaikan mutu guru."Program strategis lainnya adalah Layanan Cek Kesehatan Gratis untuk perlindungan medis yang adil dan merata dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai kekuatan ekonomi baru agar masyarakat lebih mandiri," jelas Rico Waas.Di akhir sambutan, Rico Waas mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Medan—mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda—untuk menjadikan Asta Cita sebagai kompas utama dalam mewujudkan perubahan nyata. "Mari kita nyalakan kembali api 'Boedi Oetomo' dalam setiap lini kehidupan, memperkuat solidaritas sosial, dan meningkatkan literasi digital demi kemajuan bersama," pungkasnya.Selain itu Rico Waas juga mengajak untuk menjadikan momentum ini memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama."Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua, bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia. Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118! Jaga tunas bangsa demi kedaulatan negara", tutup Rico Waas.
20 Mei 2026Tag: makanbergizigratis
LensaDaily - Pedagang pasar tradisional dan pelaku usaha di Kota Medan didorong terlibat dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan sistem koordinasi data yang real-time dinilai menjadi kunci agar distribusi kebutuhan pangan berjalan tepat sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal, termasuk pedagang di 52 pasar tradisional di bawah BUMD Medan.Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan MBG dan Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa 14 April 2026.Dalam rapat yang dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut Imam Gunadi, Sekda Wiriya Alrahman, Kasubag TU Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan Erdianta, Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, dan sejumlah pimpinan perangkat daerah, dan pihak Korwil SPPG itu, Rico Waas menekankan pentingnya menjadikan program MBG tidak hanya sebagai upaya pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.Menurutnya, keterlibatan tenaga kerja lokal di setiap titik layanan perlu terus diperkuat agar manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di tingkat kecamatan, sekaligus mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar.Rico Waas juga menyampaikan apresiasi terhadap skema penyerapan tenaga kerja dalam program SPPG yang memprioritaskan masyarakat dari kategori Desil 1 dan Desil 2."Ini adalah program yang sangat baik di tengah tantangan lapangan pekerjaan saat ini. Kami sangat mengapresiasi kebijakan penyerapan tenaga kerja yang menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan," ujarnya.Seiring meningkatnya kebutuhan pangan dalam program tersebut, Rico Waas menilai sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan penyedia bahan pangan menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran distribusi. Ia mencontohkan kebutuhan telur yang diproyeksikan mencapai jutaan butir per bulan, sehingga memerlukan kesiapan pasokan yang terencana."Kita ingin kebutuhan SPPG berjalan selaras dengan kesiapan peternak dan UMKM. Dengan sinergi yang kuat, target pemenuhan gizi masyarakat dapat tercapai seiring dengan terjaganya stabilitas ekonomi daerah," tambahnya.Dalam kesempatan itu, pihak Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG memaparkan capaian program hingga pertengahan April 2026. Secara kumulatif, MBG telah menjangkau 449.694 penerima manfaat. Distribusi program didukung oleh 201 satuan SPPG, dengan 181 di antaranya telah aktif melayani 3.134 kelompok masyarakat (Kelompok PM).Partisipasi masyarakat turut menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program ini, dengan tercatat 9.149 relawan yang terlibat.Mayoritas penerima manfaat berasal dari kalangan peserta didik, yakni sebanyak 374.567 orang. Selain itu, 75.136 penerima lainnya berasal dari kelompok non-peserta didik, terutama kelompok rentan kesehatan yang juga menjadi prioritas perhatian program.
14 April 2026LensaDaily - Bangunan liar yang berdiri di atas lahan aset milik Pemko Medan dengan alas Hak Pengelolaan (HPL) nomor 1 Tanjung Selamat tahun 1990 di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, ditertibkan Tim Terpadu, Senin 24 November 2025.Penertiban ini dilakukan terkait rencana Pemerintah Pusat yang akan menggunakan lahan tersebut untuk pembangunan Program Prioritas Nasional yakni Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tingkat SD, SMP dan SMA serta pembangunan SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).Sebelum penertiban dilakukan, Tim Terpadu yang terdiri dari Satpol PP, TNI-POLRI, BKAD, Dinas SDABMBK, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Dinas Ketapang ini melakukan Apel bersama yang dipimpin Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Muhammad Sofyan. Selanjutnya sekitar pukul 08:30 WIB, Tim Terpadu bergerak dengan berjalan kaki menuju lokasi yang lahannya akan ditertibkan. Selain puluhan personil penertiban lahan ini juga menurunkan sejumlah truk dan alat berat excavator untuk merubuhkan bangunan semi permanen yang berdiri diatas aset Pemko Medan tersebut.Begitu tiba dilokasi Tim Terpadu yang dipimpin Muhammad Sofyan dengan humanis melakukan dialog dan negoisasi kepada warga yang mendiami lahan tersebut untuk segera mengosongkan bangunan semi permanen yang dibangun diatas lahan milik Pemko Medan. Sebelumnya pihak Kecamatan Medan Tuntungan juga telah mensosialisasikan terkait hal ini.Setelah berdiskusi, sebagian warga tetap tidak mau mengosongkan bangunan tersebut. Kemudian dengan tegas Muhammad Sofyan memerintahkan personil untuk membantu warga mengosongkan bangunan termasuk mengevakuasi dan mengangkat barang-barang.Usai dipastikan kosong, dengan alat berat excavator, personil merubuhkan bangunan semi permanen yang terdiri dari rumah dan warung. Selain itu personil juga memasang patok tanda batas tanah milik Pemko Medan diatas lahan HPL seluas 265.135 M2. Disela- sela penertiban,Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Muhammad Sofyan mengatakan di lahan seluas 26 hektar ini sekitar 6,8 hektar akan digunakan untuk pembangunan sekolah rakyat oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR. Selain itu juga akan dibangun SPPG untuk program MBG."Ada dua program prioritas nasional yang akan dilakukan pembangunan di aset Pemko Medan. Direncanakan awal bulan Desember akan dimulai pembangunannya," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan.Menurut Sofyan, dari luas HPL 26 hektar lebih ini, nantinya dipakai untuk sekolah rakyat tingkat SD, SMP dan SMA sekitar 6 hektar dan untuk SPPG lahan yang digunakan kurang dari 1 hektar atau sekitar 800 meter."Pengerjaan Proyek segera dilakukan. Saat ini proses pematangan lahan makanya harus dikosongkan. Setelah pematangan lahan proses selanjutnya bangunan fisik. Tahun ajaran 2026 sudah harus difungsikan. Sebab SR untuk tingkat SD SMP SMA kota Medan masih menggunakan fasilitas milik Kementerian Sosial dan Kementerian Ketenagakerjaan," ujar Muhammad Sofyan.Dijelaskan Sofyan, diatas lahan milik Pemko Medan ini beberapa warga mengakui telah lama mendiami lahan tersebut kurang lebih sudah 25 tahun. "Namun karena lahan ini memang milik Pemko Medan, jadi lahan kita kosongkan. Bagi warga yang digusur akan direlokasi ke Rusunawa di Kayu Putih, Medan Deli," jelas Muhammad Sofyan. Selanjutnya meskipun diawal penertiban sempat ada penolakan dari warga, namun penertiban yang dilakukan Tim Terpadu Pemko Medan berlangsung lancar. Setelah itu Satpol PP Kota Medan akan melakukan penjagaan di lahan tersebut agar tidak ada lagi warga yang mendirikan bangunan diatasnya.Turut hadir dalam penertiban sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah diantaranya Kasat Pol PP Muhammad Yunus, Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti, Plt Kadis Ketapang Pertanian Perikanan, Ahmad Untung Lubis dan Plt Kadis SDABMBK Gibson Panjaitan serta Camat Medan Tuntungan.
24 November 2025LensaDaily - Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara membenarkan temuan cacing dalam menu makan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 6 Medan. BGN Sumut sudah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan dan mengamankan temuan pada omprengan MBG di SMA Negeri 6 Medan Jalan Ansari, Sei Rengas I, Kecamatan Medan Area, Kota Medan itu."Itu cacing tanah dan hanya ditemukan di satu ompreng saja," ungkap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara, Agung Kurniawan, Jumat 13 November 2025.Agung mengatakan pihaknya pihaknya sudah melakukan mengambil sempel makan hingga data-data terkait ditemukan cacing ditemukan disalah satu omprengan MBG di SMAN 6 Medan itu. "Kronologinya akan disampaikan nanti," katanya. Diberitakan sebelumnya, Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi heboh usai sebuah video viral yang merekam hewan yang diyakini cacing menggeliat. Diketahui, cacing hidup di menu MBG tersebut di SMA Negeri 6 Medan Jalan Ansari, Sei Rengas I, Kecamatan Medan Area, Kota Medan itu terjadi Jumat 13 November 2025.Terlihat dalam rekaman video tersebut, terlihat sejumlah menu pada nampan atau omprengan MBG. Terlihat sejumlah menu atau makanan yang tersaji, ada jeruk, kentang goreng, telur orak arik dan sayuran tomat dan daun salad.Dalam video berdurasi 9 detik tersebut, terlihat sesuatu yang bergerak menyerupai cacing pada menu telur orak arik. Terekam pula tangan seseorang yang menyingkirkan telur melihat cacing yang bergerak ke bawah."Cacing itu we, cacing itu we. Ini cacingnya," terdengar jeritan seseorang dalam video viral tersebut.
15 November 2025LensaDaily - Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi heboh usai sebuah video viral yang merekam hewan yang diyakini cacing menggeliat. Diketahui, cacing hidup di menu MBG tersebut di SMA Negeri 6 Medan Jalan Ansari, Sei Rengas I, Kecamatan Medan Area, Kota Medan itu terjadi Jumat 13 November 2025.Terlihat dalam rekaman video tersebut, terlihat sejumlah menu pada nampan atau omprengan MBG. Terlihat sejumlah menu atau makanan yang tersaji, ada jeruk, kentang goreng, telur orak arik dan sayuran tomat dan daun salad.Dalam video berdurasi 9 detik tersebut, terlihat sesuatu yang bergerak menyerupai cacing pada menu telur orak arik. Terekam pula tangan seseorang yang menyingkirkan telur melihat cacing yang bergerak ke bawah."Cacing itu we, cacing itu we. Ini cacingnya," terdengar jeritan seseorang dalam video viral tersebut. Sedangkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut, Agung Kurniawan yang dikonfirmasi cacing dalam menu MBG untuk pelajar tersebut mengaku terkejut. Atas kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Sumatera Utara (Sumut) turun langsung melakukan pengecekan MBG bercacing itu."MasyaAllah, bentar ya," ungkap saat dikonfirmasi Jumat 13 Oktober 2025.Agung mengungkapkan pihaknya akan turunkan tim untuk melakukan pengecekan terhadap MBG di SMAN 6 Medan diduga ada cacingnya. "Ini aku hubungi korwil ku, untuk ke lokasi ke TKP (Pengecekan). Izin nanti aku konfirmasi lebih lanjut," tutur Agung.Insiden ini sontak menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas dan standar kebersihan (higiene) dalam proses pengadaan dan pengolahan makanan program MBG di sekolah tersebut.Kejadian ini menambah rentetan kasus MBG di Sumut. Sebelumnnya, pelajar di Toba keracunan usai menyantap MBG di SMP Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba.
14 November 2025


