LensaDaily - Program Medan Rabu Walk-In Interview yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan yang pertama di Indonesia patut menjadi pionir dan contoh daerah lain. Inovasi Disnaker Medan ini sebagai sebuah terobosan kebijakan yang cerdas, solutif, dan sangat manusiawi dalam mengatasi persoalan pengangguran.Dosen FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Fernanda Putra Adela, menilai program yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu di Mal Pelayanan Publik ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan jawaban nyata atas ketimpangan informasi (information asymmetry) yang selama ini terjadi di pasar tenaga kerja.Dr. Fernanda menyoroti dua aspek krusial yang membuat program ini menjadi gebrakan penting di tahun 2026. Pertama, Demokratisasi Akses Lapangan Kerja, selama ini lowongan kerja seringkali terbatas pada platform digital tertentu atau jejaring internal. Dengan adanya walk-in interview rutin, akses informasi menjadi lebih terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.Kedua, Pergeseran Paradigma Pelayanan Publik. Pemko Medan dinilai telah mengubah pola pelayanan dari pasif menjadi proaktif. Masyarakat tidak lagi harus menunggu bursa kerja tahunan (job fair), melainkan memiliki kepastian jadwal setiap minggu untuk menjemput peluang karier."Ini adalah bentuk nyata pemerintahan yang hadir di tengah warganya. Program ini menciptakan kepastian dan harapan bagi para pencari kerja," ujar Dr. Fernanda, Kamis 12 Maret 2026.Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sepanjang pengetahuannya, inisiatif ini merupakan inovasi pertama di Indonesia yang dilakukan secara konsisten oleh pemerintah daerah. "Hal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk berani berinovasi dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat," terang Dr. Fernanda.Menyongsong target penempatan 10.000 tenaga kerja di tahun 2026, Dr. Fernanda memberikan beberapa catatan untuk pengembangan ke depan yakni Variasi Sektor Industri: Meningkatkan jumlah dan keberagaman perusahaan yang terlibat agar mencakup berbagai latar belakang pendidikan dan keahlian.Pemerataan Wilayah: Mendukung rencana perluasan program hingga ke kawasan utara dan pinggiran Kota Medan agar manfaatnya dirasakan merata oleh warga yang jauh dari pusat kota."Dengan kepemimpinan yang visioner dan sinergisitas yang baik, birokrasi dapat bergerak cepat. Semoga target 10.000 penempatan tenaga kerja tahun ini dapat tercapai, bahkan terlampaui," pungkasnya.
12 Maret 2026Tag: malpelayananpublik
LensaDaily - Program unggulan Pemko Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan yakni Rabu Walk In Interview mendapat respon luar biasa dari masyarakat yang memadati Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Medan Baru, Rabu 11 Maret 2026.Sebanyak 384 pelamar terpantau memadati lokasi sejak pagi, bersaing ketat untuk memperebutkan lowongan yang tersedia. Program ini merupakan langkah nyata Pemko Medan dalam menekan angka pengangguran dengan mempertemukan langsung perusahaan dan calon tenaga kerja.Sedikitnya ada lima perusahaan yang membuka lowongan pada hari itu dengan jumlah jabatan sebanyak 21 dan jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 185 orang.Adapun ke lima perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan diantaranya;1. PT. Sukses Gemilang IndolubricantPosisi yang dibutuhkan Technical Engineering, dan Marketing Engineer.2. Sinar Sosro Gunung Slamat Posisi yang dibutuhkanManagement Trainee, danSales and Supervisor Sales.3. PT. Stella Mandiri HusadaPosisi yang dibutuhkan Senior Marketing,Perawat,Fotografer/videografer,IT Programmer,Juru Masak,FAT Manager,Digital Marketing, Konten kreator, danSekretaris Mutu.4.PT. Pelindo Data SejahteraPosisi yang dibutuhkan Operator Head Truck, danCleaning Service.5.PT. Lombok Putra PratamaPosisi yang dibutuhkanJaga Anak,Jaga Jompo,PRT,Housekeeping,Waiters,Admin office, danPekerja Ladang.Kegiatan ini tidak hanya sekadar proses rekrutmen, tetapi juga menjadi bukti komitmen Pemko Medan dalam memberikan akses pekerjaan yang transparan dan mudah dijangkau. Dengan hadirnya posisi mulai dari tenaga teknis, kreatif, hingga operasional lapangan, warga memiliki pilihan luas sesuai dengan keahlian masing-masing.Dalam berita sebelumnya, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat membuka program tersebut pada, Rabu (4/3) lalu, menyebutkan Pemko Medan berkomitmen tidak hanya memperbanyak lapangan pekerjaan, tetapi juga mempermudah akses informasi lowongan. Dirinya menilai selama ini banyak peluang kerja yang tersedia, namun sulit dijangkau masyarakat."Komitmen kita adalah bagaimana akses lapangan pekerjaan itu dipermudah, tidak hanya diperbanyak, tetapi dipermudah. Jangan sampai lowongan ada, tapi masyarakat tidak tahu dimana mencarinya," kata Rico Waas.Ia juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan program ini akan diperluas ke wilayah lain di kota Medan agar menjangkau masyarakat hingga kawasan utara dan pinggiran kota.
12 Maret 2026LensaDaily - Inovasi pertama di Indonesia diluncurkan Pemko Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan meluncurkan program Medan Rabu Walk-In Interview (RW). Program ini mempertemukan perusahaan dan pencari kerja melalui wawancara langsung setiap Rabu di Mal Pelayanan Publik (MPP) Medan, Jalan Iskandar Muda.Program tersebut diluncurkan langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di MPP Medan, Rabu 4 Maret 2026. “Alhamdulillah, hari ini kita hadir dalam launching Medan Rabu Walk-In Interview. Insyaallah berjalan lancar, membawa manfaat, dan dampak baik untuk masyarakat di Kota Medan,” ujar Rico Waas.Ia menilai langkah Dinas Ketenagakerjaan sebagai terobosan yang inklusif dan mendekatkan layanan kepada masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya menghadirkan bursa kerja secara insidental seperti expo, tetapi harus menyediakan akses yang rutin dan pasti.“Jadi tidak hanya dalam acara-acara tertentu seperti Expo atau Career Expo, tapi ini menjadi kegiatan rutin. Masyarakat lama-lama bisa paham, kalau mau cari kerja hari Rabu pasti ada. Datang ke MPP,” katanya.Pada pelaksanaan perdana, sebanyak 222 lowongan kerja dengan 27 jabatan dari enam perusahaan ditawarkan kepada para pencari kerja. Keenam perusahaan tersebut yakni PT PP London Sumatera Indonesia Tbk, RS Hermina Medan, Koki Sunda Abadi, PT Union Confectinary, PT Beran Solusindo Pratama, dan PT Pesonna Optima Jasa.Rico Waas menyebut peluang tersebut harus dimanfaatkan masyarakat secara optimal.“Ini menjadi kesempatan baik bagi masyarakat Kota Medan untuk hadir dan langsung walk-in interview. Isu pencarian kerja ini menjadi hal yang tidak bisa tidak kita perhatikan karena memang menjadi isu sakral masyarakat,” ungkapnya.Pemko Medan, sebutnya, berkomitmen tidak hanya memperbanyak lapangan kerja, tetapi juga mempermudah akses informasi lowongan pekerjaan. Ia menilai selama ini banyak peluang kerja yang tersedia, namun sulit dijangkau masyarakat.“Komitmen kita adalah bagaimana akses lapangan pekerjaan itu dipermudah, tidak hanya diperbanyak, tetapi dipermudah. Jangan sampai lowongan ada, tapi masyarakat tidak tahu di mana mencarinya,” tegasnya.Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kepercayaan diri pencari kerja. Pemko Medan, tambahnya, akan terus mendorong kolaborasi dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Medan guna meningkatkan keterampilan pencari kerja, mulai dari kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa asing, hingga keterampilan teknis seperti penguasaan perangkat lunak.“Yang terpenting adalah kualitas. Siapkan juga diri. Kalau kita yakin punya skill dan kapasitas, insyaallah bisa diterima dengan baik,” pesannya.Ia mengatakan, tidak tertutup kemungkinan program ini diperluas ke wilayah lain di Kota Medan agar menjangkau masyarakat hingga kawasan utara dan pinggiran kota.Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, melaporkan program Medan Rabu Walk-In Interview dilaksanakan untuk mendukung visi dan misi Pemko Medan dalam menurunkan tingkat pengangguran dengan target 10.000 penempatan tenaga kerja setiap tahun.Ia menjelaskan, program ini memberikan kemudahan akses informasi pasar kerja secara langsung. Jika selama ini masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan panggilan kerja meski telah melamar, melalui skema walk-in interview pencari kerja dapat langsung bertemu dan diwawancarai pihak perusahaan.Ramaddan juga melaporkan capaian kegiatan sebelumnya, yakni Medan Career Expo, yang hingga kini telah menghasilkan 828 orang diterima bekerja. Pihaknya menargetkan angka tersebut dapat menembus lebih dari 1.000 orang karena tren penerimaan biasanya meningkat setelah Lebaran.Selain itu, hingga Februari 2026 sebanyak 460 tenaga kerja telah difasilitasi untuk bekerja ke luar negeri dengan tujuan utama Malaysia dan negara lainnya melalui jalur prosedural sebagai upaya mencegah praktik perdagangan orang.Dengan capaian tersebut, pihaknya optimistis target 10.000 penempatan tenaga kerja pada 2026 dapat tercapai, bahkan berpotensi melampaui target. Ramaddan menegaskan program Medan Rabu Walk-In Interview merupakan inovasi yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia.“Belum ada program seperti ini. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.Salah seorang pelamar, Cantika Lola, lulusan Universitas Sumatera Utara, mengaku program tersebut sangat membantu para pencari kerja.“Acara ini sangat bermanfaat bagi para pencari kerja seperti saya dan teman-teman. Kegiatannya juga sangat informatif karena dibagikan melalui media sosial,” katanya.Ia berharap melalui program tersebut peluangnya untuk mendapatkan pekerjaan semakin terbuka.“Semoga ke depannya saya bisa diterima dan semakin banyak informasi yang memudahkan kami para pencari kerja,” harapnya.
04 Maret 2026


