LensaDaily - Keluarga pekerja pembangunan proyek Medan Islamic Centre yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja menerima santunan sebesar Rp208 juta yang diserahkan kepada ahli waris. Santunan ini tindaklanjut instruksi Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas agar mengawal ketat dan memastikan seluruh hak-hak dari pekerja almarhum Wahyu Suprio yang mengalami kecelakaan kerja tersebut terpenuhi.Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan, John Ester Lase, Rabu 22 April 2026. John Ester Lase mengungkapkan, awal mula mendapatkan laporan adanya pekerja yang meninggal dunia di proyek milik Pemko Medan itu, langsung melakukan mediasi tegas terhadap pihak pelaksana proyek yaitu PT JSE agar segera melaksanakan tanggung jawabnya terhadap pekerja."Kami mendapat arahan langsung dari Bapak Wali Kota Medan, Rico Waas yang memerintahkan agar masalah ini segera diselesaikan dengan adil. Kami mendesak pihak pelaksana untuk bertanggung jawab penuh. Karena korban belum memiliki BPJS Ketenagakerjaan, jadi kami menuntut pihak pelaksana membayar santunan sesuai dengan ketentuan yang setara dengan peraturan BPJS Ketenagakerjaan,"kata John Ester Lase.John Ester Lase menambahkan, setelah melalui serangkaian mediasi yang juga melibatkan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), akhirnya disepakati besaran santunan berdasarkan formula resmi yaitu sebesar Rp208 juta β"Kami tetap meminta agar santunan dikalikan dengan UMK Kota Medan sesuai ketentuan, yakni 48 kali bulan gaji. Dengan perhitungan UMK Kota Medan sekitar Rp4,3 juta, maka total yang diserahkan mencapai kurang lebih Rp. 208 juta," tambah John Ester Lase.Meski penyerahan dilakukan oleh pihak pelaksana, namun John Ester Lase mengatakan pihaknya tetap hadir sebagai saksi kunci untuk menjamin bahwa nominal tersebut diterima utuh oleh ahli waris.Dari kejadian tersebut, John Ester Lase menegaskan akan semakin memperketat pengawasan proyek di masa mendatang. Dirinya tidak akan memberikan toleransi terhadap kelalaian administratif maupun keselamatan kerja."Kejadian ini adalah pelajaran berharga, kami memastikan kedepannya seluruh pekerja konstruksi di bawah proyek Pemko Medan wajib terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Begitu pula dengan pengawasan terhadap standar operasional prosedur (SOP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan akan diperketat. Artinya K3 ini bukan sekadar formalitas, tapi harga mati. Kami akan turun lebih tegas lagi agar hak dan keselamatan pekerja di Kota Medan benar-benar terjamin," pungkasnya.Langkah tegas yang dilakukan ini menunjukkan komitmen nyata Pemko Medan dalam melindungi hak-hak pekerja di lingkungan proyek Pemko Medan.
23 April 2026Tag: medanislamiccentre
LensaDaily - Masjid di kawasan Medan Islamic Centre (MIC) Jalan Rawe IV, Kecamatan Medan Labuhan ditargetkan rampung dan dapat digunakan masyarakat Desember 2025 mendatang. Saat ini bangunan fisik masjid kini terlihat sudah hampir rampung.Sedangkan menara di sisi kanan tengah dikerjakan, sementara itu akses jalan menuju masjid mulai tampak mulus. Progres ini bukan hanya sekadar menyelesaikan pembangunan. Tapi lebih dari itu, bagaimana masjid yang megah ini kelak bisa dimakmurkan. Dikelola dengan baik dan benar-benar menjadi pusat aktivitas umat.Hal ini dikatakan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap saat meninjau progres pembangunan masjid Medan Islamic Centre, Kamis 25 September 2025. Zakiyuddin menuturkan masjid ini bukan sekadar berdiri, tapi harus hidup. Artinya, harus ada pengelolaan yang rapi, perawatan yang baik dan tentu jamaah yang memakmurkannya. Hal inilah yang menjadi tantangan ke depan jika pembangunan masjid rampung.Terkait itu, Zakiyuddin Harahap meminta camat, lurah, hingga kepala lingkungan untuk rutin melaksanakan Salat Jumat di masjid ini, sebagai langkah awal agar jamaah tak pernah sepi.Dikatakan Zakiyuddin Harahap, masjid di MIC adalah rumah Allah sekaligus aset berharga milik Pemko Medan. Karenanya, tugas bersama seluruh pihak yang akan menentukan seberapa besar masjid akan memberi manfaat bagi masyarakat.Lokasinya yang berdekatan dengan Kolam Retensi Martubung diyakini akan menambah daya tarik. Masjid MIC bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi. βKalau ini dikelola bersama, akan menjadi kebanggaan sekaligus pusat peradaban Islam di Kota Medan,β ungkapnya.Progres pembangunan saat ini sudah menunjukkan perkembangan positif. Sarana prasarana gedung baru mencapai 30 persen, sementara akses jalan sudah 76 persen. Lift, eskalator, dan pendingin udara pun sudah tiba di Belawan dan siap dipasang. Ditargetkan, Desember 2025, masjid ini sudah bisa dipakai masyarakat.
26 September 2025


