LensaDaily - Inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok dan barang penting (bapokting) dilakukan Satgas Pangan Polda Sumatera Utara bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Tim Saber Kota Medan Kamis 5 Februari 2026.Sidak dilakukan dengan menyasar langsung sejumlah toko sembako dan pedagang di Pusat Pasar Medan untuk memastikan harga dan ketersediaan komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, cabai, dan bawang tetap stabil serta sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).Sidak ini dipimpin oleh Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Budi Prasetyo, didampingi Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas RI Indra Wijayanto, Wapimwil Bulog Sumut Erwin Budiana, serta pimpinan Bulog Cabang Medan dan jajaran dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan.Dari hasil pengecekan di lapangan, harga beras SPHP terpantau berada di kisaran Rp15.400 per kilogram, sementara Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter. Untuk ketersediaan beras SPHP dan Minyakita, stok dinyatakan mencukupi dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Komoditas lain seperti gula, telur, cabai, dan bawang juga masih dijual sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah.Selain pengawasan harga, Tim Keamanan Pangan turut melakukan pengujian kualitas bahan pangan menggunakan mobil laboratorium keliling milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Sumatera Utara. Pengujian dilakukan terhadap daging sapi, daging ayam, tomat, dan cabai merah dengan parameter kandungan formalin dan residu pestisida. Hasilnya, tidak ditemukan kandungan berbahaya pada seluruh komoditas yang diuji, sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi masyarakat.AKBP Budi Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin stabilitas harga, ketersediaan pangan, serta keamanan bahan pangan di pasaran. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Sumatera Utara.“Dari hasil pengecekan hari ini, tidak ditemukan pelanggaran harga maupun keamanan pangan. Namun, pemantauan akan terus dilakukan secara berkala agar masyarakat merasa aman dan terlindungi,” ujarnya.Ke depan, Satgas Pangan Polda Sumut bersama Dinas Ketahanan Pangan dan instansi terkait diharapkan terus melakukan pengawasan intensif guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bapokting, terutama menjelang momen-momen tertentu yang berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat.
06 Februari 2026Tag: minyakgoreng
LensaDaily - Pemko Medan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 21 kecamatan di Kota Medan. Gerakan ini agar masyarakat tidak khawatir menyusul naiknya harga beras belakangan ini.“Di GPM menjual beras dengan harga Rp.58.000/5kg atau sekitar Rp.11.600/kg. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kenaikan harga beras,“ kata Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman usai mengikuti Zoom Meeting GPM yang dilaksanakan di Kantor Camat Medan Tuntungan, Sabtu 30 Agustus 2025.Selain Sekda, zoom meeting yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI ini, juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Citra Effendi Capah, Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan Gelora Kurnia Putra Ginting, Camat Medan Tuntungan Berani PA, perwakilan Bulog, beserta unsur Muspika Kecamatan Medan Tuntungan.Tidak hanya kecamatan di Kota Medan, GPM juga dilaksanakan di seluruh kecamatan di Indonesia yang berjumlah 7.285 kecamatan. GPM digelar pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bahan pangan beras dengan harga terjangkau, sekaligus menekan harga beras di pasaran.Di Kota Medan, GPM dipusatkan di Kecamatan Medan Tuntungan. “Kita berharap dengan harga yang relatif murah ini dapat menekan harga beras di pasar, yang saat ini sudah mencapai hampir Rp.18.000/kg," kata Sekda Medan.Dalam pelaksanaan GPM ini, jelas Sekda, setiap kecamatan mendapatkan distribusi beras sebanyak 7 ton dari Perum Bulog. Khusus Kecamatan Medan Tuntungan sebagai pusat pelaksanaan GPM, beras yang didistribusikan sebanyak 10 ton. Selain beras, Medan Tuntungan juga menjual minyak goreng dan gula pasir dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran.Sekda selanjutnya memantau pelaksanaan GPM yang digelar di halaman kantor camat. Masyarakat terlihat sangat antusias membeli beras, minyak goreng dan gula pasir yang disediakan. “Kembali saya mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dengan kenaikan harga beras. Stok beras di Bulog masih banyak. Kalau nanti habis, kita drop lagi dari Bulog,” pesannya seraya menambahkan GPM akan dilaksanakan hingga Desember 2025,” pesannya.
30 Agustus 2025LensaDaily - Kebakaran hebat yang membakar PT Agro Raya Mas berlangsung hingga 15 jam. Api berkobar sejak Rabu sore, 23 Juli 2025 pukul 16.17 WIB dan akhir berhasil dipadamkan keseluruhan pada Kamis pagi, 23 Juli 2025, pukul 07.45 WIB upaya Dinas Pemadam Kebakaran selesai.Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Medan, harus berjibaku untuk memadamkan api sekitar 15 jam pabrik di Jalan Jermal, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan itu. Hingga Kamis 24 Juli 2025, seluruh api berhasil dipadamkan di area pabrik olahan minyak kelapa sawit CPO tersebut."Pagi ini, api sudah dipadamkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan pada Pukul 07.45 WIB," kata Manager Pusdalops-PB BPBD Kota Medan, Ahmad Untung Lubis, Kamis pagi, 24 Juli 2025.Dalam pemantauan, tampak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan mengerahkan belasan armada pemadam untuk menjinakkan si jago merah tersebut."Korban Jiwa saat ini belum bisa dipastikan. Api masih dalam proses pemadaman oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan," tutur Ahmad.Untuk penyebab kebakaran, Ahmad mengungkapkan belum diketahui. Begitu juga saat ini, petugas Disdamkarmat Kota Medan, masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran, untuk mencegah kebakaran susulan."Penyebab kebakaran dalam penyelidikan pihak kepolisian," katanya.Sebagai informasi, PT. Agro Raya Mas merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi minyak goreng, margarine dan sabun.
24 Juli 2025LensaDaily - Kebakaran hebat menghanguskan pabrik milik PT. Agro Raya Mas beralamat di Jalan Jermal, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Rabu sore, 23 Juli 2025. Kobaran api terlihat membara dan menyebar di areal pabrik yang memproduksi minyak goreng itu."Objek terbakar merupakan bangunan (pabrik) milik PT. Agro Raya Mas," sebut Manager Pusdalops-PB BPBD Kota Medan, Ahmad Untung Lubis, Rabu petang, 23 Juli 2025.Hingga berita ini dimuat, proses pemadaman api sedang dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan. Karena, banyak cairan membuat api sulit dipadamkan dengan cepat. Dalam pemantauan, tampak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan mengerahkan belasan armada pemadam untuk menjinakkan si jago merah tersebut. "Korban jiwa saat ini belum bisa dipastikan. Api masih dalam proses pemadaman oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan," tutur Ahmad. Untuk penyebab kebakaran, Ahmad mengungkapkan belum diketahui. "Penyebab kebakaran dalam penyelidikan pihak kepolisian," katanya. Sebagai informasi, PT. Agro Raya Mas merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi minyak goreng, margarine dan sabun.
23 Juli 2025


