icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: musik


Suara Nuh dari Medan yang Menyentuh Jutaan Hati Lewat 'Teruntuk Mia'

LensaDaily - Muhammad Rizki Nugroho, musisi asal kota Medan yang akrab disapa dengan nama panggung Nuh, kini tengah menapaki perjalanan baru dalam dunia musik Indonesia. Nama Nuh mencuat setelah lagu “Teruntuk Mia” viral di berbagai platform digital. Dirilis pada 13 Juni 2024, lagu bernuansa pop melayu ini kini telah diputar lebih dari 48 juta kali di Spotify dan menjadi latar dari ribuan video di TikTok bertema romansa. Bagi Nuh, lagu ini bukan hanya karya yang mengangkat namanya, tetapi juga sebagai titik balik dalam kehidupannya sebagai musisi.“Iya, alhamdulillah dengan lagu Teruntuk Mia, Nuh mulai dikenal, walaupun masih banyak juga yang belum tahu siapa Nuh, hanya tahu lagunya saja. Kalau untuk pencapaian sejauh ini, mungkin sudah dinikmati jutaan orang,” tuturnya membuka pembicaraan, Selasa 11 November 2025.Lagu berjudul “Teruntuk Mia” hadir dengan aransemen sederhana khas pop melayu, dipadu petikan gitar lembut yang mengiringi vokal hangat milik Nuh. Kesederhanaan inilah yang justru menjadi kekuatan utama lagu tersebut. Tidak ada produksi megah, tidak ada gimik berlebihan, hanya perasaan jujur yang mengalir dari seorang pria yang ingin mengungkapkan rasa syukur kepada orang yang dicintainya. Lagu berdurasi tiga menit lebih itu terasa intim, seolah Nuh sedang berbicara langsung kepada pendengarnya.Sosok “Mia” dalam lagu ini bukanlah karakter rekaan, melainkan istri Nuh sendiri. Ia menjelaskan bahwa lagu ini adalah bentuk ungkapan syukur dan cinta yang tulus untuk sang pendamping hidup. Dari perasaan itulah, “Teruntuk Mia” tumbuh menjadi lagu yang mampu menyentuh banyak hati tanpa perlu banyak kata.Menariknya, lagu yang kini menjadi fenomena ini pada awalnya justru direncanakan sebagai karya terakhir dari Nuh. Saat itu, ia sempat terpikir untuk berhenti berkarya di bidang musik dan kembali menjalani kehidupan seperti orang kebanyakan. Namun, takdir justru membalikkan keadaan. â€śTeruntuk Mia awalnya saya rencanakan jadi lagu terakhir sebelum berhenti bermusik. Tapi ternyata justru lagu inilah yang membuka jalan baru dan menumbuhkan kembali semangat saya untuk berkarya,” ungkapnya.Nuh mengaku, proses viralnya lagu tersebut benar-benar di luar dugaannya. Ia tidak membuat kampanye dan strategi promosi apa pun, bahkan Ia tidak menyangka lagu yang ditulis dari hati bisa diterima seluas itu oleh jutaan pendengar. â€śSaya juga sebenarnya tidak menyangka dan sama sekali tidak merencanakan untuk viral. Tapi kalau ditanya kenapa banyak yang suka, mungkin karena lagunya cukup easy listening dan gampang dicerna,” ujarnya.Kini, dengan pencapaian yang tak terduga itu, Nuh semakin mantap melanjutkan langkahnya di dunia musik. Ia berkomitmen untuk tetap menulis lagu dengan kejujuran yang sama seperti pada karya sebelumnya dan menjadikan setiap karya sebagai refleksi dari perasaan yang ia alami. Nuh ingin setiap lagunya tetap lahir dari perasaan yang benar-benar ia alami, bukan sekadar lirik saja.Lagu “Teruntuk Mia” bukan sekadar lagu cinta. Lagu ini adalah kisah tentang ketulusan, pertemuan, dan bukti perjalanan seorang musisi yang justru menemukan dirinya kembali melalui musik yang lahir dari hati. Dari Medan, nama Nuh kini bergema di seluruh Indonesia, membawa warna pop melayu yang hangat dan dekat di telinga banyak insan.

11 November 2025

Konser Honne di Medan Batal Usai Reaksi Penolakan karena Diduga Terafiliasi LGBT

LensaDaily - Grup musisi elektrik asal Inggris, Honne mengumumkan konser di Kota Medan batal. Seharusnya konser Honne berlangsung di Hotel Santika, Kota Medan, Kamis 31 Juli 2025 mendatang.Batalnya konser Honne di Medan ini diumumkan pada akun Instagram @hellohonne. "Hai Medan, Tidak yakin bagaimana kami berakhir di sini tetapi kami sangat sedih mengumumkan bahwa pertunjukan kami di Medan telah dibatalkan," tulis dalam pengumuman disampaikan melalui instagram @hellohonne dikutip Minggu 27 Juli 2025.Dalam postingan tersebut, menyebutkan pembatalan konser Honne di Kota Medan, merupakan keputusan yang diambil oleh Pemerintah Daerah (Pemda). "Kami benar-benar menantikan apa yang akan menjadi pertunjukan khusus tetapi sayangnya keputusan itu di luar tangan kami dan diambil oleh pemerintah daerah," tulis dalam pengumuman itu.Honne mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki tempat khusus di hati Honne. Mereka berharap dikemudian hari dapat bisa menggelar konser di tanah air ini."Indonesia benar-benar memiliki tempat khusus di hati kami dan kami sangat bersemangat untuk kembali dan menjelajahi tempat-tempat baru, jadi dengan sangat sedih bahwa hasil ini telah terjadi," tulis dalam narasi pengumuman tersebut."Mohon maaf kepada semua fans kami yang membeli tiket untuk melihat kami untuk pertama kalinya di Medan yang indah. Mungkin suatu hari nanti kita akan mendapatkan kesempatan untuk kembali XX," tulis kembali dalam pengumuman itu.Dimana konser James Hatcher dan Andy Clutterbuck, yang merupakan personel Honne, mendapatkan penolakan dari kalangan masyarakat, dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan hingga organisasi kemasyarakatan di Kota Medan.Sebelumnya, Ketua MUI Kota Medan, H. Hasan Matsum, MAg, mengatakan bahwa pihaknya, menolak segala bentukan promosi dukungan terhadap LGBT, dilakukan oleh Honne.Hasan menjelaskan MUI Medan tidak melarang pertunjukan musik atau konser digelar di ibu kota Provinsi Sumut ini. Tapi, ia menyoroti pesan disampaikan dalam konser tersebut, diduga kuat menjadi ajang promosi LGBT.Atas hal itu, Hasan mengatakan MUI berkewajiban menolak segala kegiatan yang bertentangan, dengan ajaran agama dan nilai-nilai masyarakat.

27 Juli 2025