LensaDaily - Kecamatan Medan Petisah gelar Jumat Berkah dengan berbagai makanan kepada pengendara di Jalan Jenderal Gatot Subroto, tepatnya di bundaran, Jumat 13 Februari 2026. Aksi ini dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), yakni Polsek Medan Baru dan Koramil 0201-01/Medan Petisah.Camat Medan Petisah, Arafat Syam mengatakan, hal ini bentuk kepedulian Forkopimcam terhadap masyarakat dalam Jumat Berkah. Ada pun berbagi makanan kepada pengendara dan penguna jalan yang melintas di bundaran Jalan Jenderal Gatot Subroto."Kegiatan hari ini adalah berbagi untuk masyarakat dalam rangka Jumat Berkah. Hari ini kami berbagi dengan pengendara di Jalan Jenderal Gatot Subroto tepatnya yang melintas di bundaran, khususnya pengendara ojek online, tukang becak, juga angkot dan sopir truk dan lainnya," tutur Arafat.Kesempatan tersebut, Arafat juga mengimbau masyarakat dan juga penguna jalan untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Pihaknya kini meningkatkan pengawasan lingkungan sebagai bentuk menindaklanjuti instruksi Wali Kota Medan Rico Waas.Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat turut hadir dan juga personel Koramil, serta Sekretaris Camat dan lurah dan staf Kecamatan Medan Petisah. Jumat Berkah ini menjadi agenda rutin Forkopimcam Medan Petisah sebagai bentuk kehadiran di tengah masyarakat."Ada sebanyak 300 makanan yang kami di Jumat Berkah hari ini. Kegiatan ini merupakan solidaritas kita bersama, sebagai bentuk kepedulian kita dengan saling berbagi kepada masyarakat," tuturnya.Sedangkan Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat menambahkan berbagai Jumat Berkah ini sebagai bentuk wujud nyata unsur Forkopimcam. Ia pun berharap kegiatan ini berdampak positif bagi masyarakat dan semoga terus berlanjut."Berbagi Jumat Berkah ini wujud nyata kami Forkopimcam, baik dari Camat Medan Petisah, Koramil dan juga dari Polsek bahwa kami hadir di tengah masyarakat dalam situasi dan kondisi apa pun. Semoga kegiatan ini akan terus berlanjut kami lakukan untuk masyarakat. Dan harapan kami semoga aksi ini mendapat ridha dan keberkahan bagi kita semua," pungkasnya.
13 Februari 2026Tag: ojekonline
LensaDaily - Penganiayaan yang dialami seorang pengemudi ojek online (ojol) oleh juru parkir (jukir) liar, membuat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas bergegas menemui korban di rumahnya Jalan Amaliun Gang Bandung, Kecamatan Medan Area, Minggu 7 September 2025. Korban dianiaya karena menolak memberi uang parkir di depan supermarket.Saat ditemui Rico Waas, pengemudi ojol korban penganiayaan bernama Khairul Arifin dengan wajah masih berbalut perban menceritakan kejadian yang terjadi Sabtu 6 September 2025 kemarin di seputaran Jalan Irian Barat simpang Jalan Veteran, tepatnya dekat rumah sakit Murni Teguh atau Mall Centre Point. Kejadian ini pun viral di tengah masyarakat melalui media sosial.Dijelaskan Khairul, awal kejadian, dirinya yang mendapatkan orderan di lokasi tersebut memarkirkan sepeda motornya di swalayan Indomaret. Bukan hanya parkir, namun dirinya membeli minuman. Saat hendak keluar, Khairul diminta uang parkir oleh orang yang diduga jukir liar, dikarenakan tidak ada bed tanda pengenal. Padahal dirinya mengetahui parkir di swalayan tersebut tidak dikenakan uang parkir."Saya jelaskan kepada jukir liar bahwa baru membeli minuman di swalayan, dan disini pun semestinya tidak dikutip parkir. Kami pun sempat beradu argumen, namun Jukir liar tersebut tiba-tiba memukul wajah dan membuat kaca mata saya pecah, bahkan bibir juga pecah dan terluka", jelas Khairul Arifin sembari menambahkan tidak hanya wajah Jukir liar tersebut juga memukul kepala belakang hingga pundak. Dengan kondisi bibir berdarah dan kacamata pecah, Khairul meminta bantuan sesama rekan ojol untuk dibantu dan dipandu ke kantor Polsek Medan Timur yang berdekatan dengan lokasi kejadian. Karena matanya minus tidak dapat melihat dengan jelas."Karena kacamata saya pecah setelah dipukul, saya yang matanya minus sehingga membuat kesulitan untuk melihat meminta tolong kepada rekan-rekan Ojol. Saya bilang tolong bang, mata saya minus, tidak jelas melihat bawakan saya untuk melapor ke Polsek. Mereka lalu membawa saya ke Polsek Medan Timur," jelas Khairul.Kemudian lanjut Khairul, polisi merespon cepat laporannya dan mengamankan pelaku penganiayaan. "Alhamdulillah polisi respon cepat dan pelaku langsung diamankan di kantor polisi," ucapnya Diakui Khairul, orang tuanya tidak mengetahui pasti kejadian tersebut karena tidak ingin membuat mereka kepikiran. Kejadian sebenarnya pun baru diketahui orang tuanya dihadapan Rico Waas."Kami berharap pak kejadian ini tidak terulang kembali, ini juga menjadi harapan rekan-rekan ojol yang lain. Untuk pelaku saya ingin dihukum sesuai aturan yang berlaku," harapnya.Mendengar cerita Ojol, Rico Waas merasa prihatin atas kejadian yang dialami Khairul Arifin. Oleh karenanya selain menemui korban Rico Waas, juga dengan tegas meminta kepada Dishub Medan untuk menindak Jukir liar agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Kejadian yang dialami ojol ini tentunya menjadi warning dan keprihatinan kita semua."Kami merasa prihatin atas kejadian ini. Saya atensi khusus Dishub, tindak jukir liar, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," kata Rico Waas didampingi Kadishub Erwin Saleh dan Camat Medan Area.Rico Waas juga meminta kedepannya Jukir resmi harus dapat dikenali oleh masyarakat. Sehingga dapat diketahui mana jukir yang resmi mana yang liar."Saya mau kedepannya kita mengenali Jukir resmi, baik itu dari rompi dan bed pengenalnya. Untuk itu kita sedang menyiapkan Satgas Khusus untuk pungli di perparkiran," jelas Rico Waas.Kepada Kadishub, Rico Waas meminta untuk mengawal terus proses laporan penganiayaan yang dialami Ojol dikantor polisi. "Ini atensi saya. Kawal terus, Pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Rico Waas.Secara terpisah, Kadishub Erwin Saleh mengungkapkan sebagaimana arahan bapak Wali Kota Medan Rico Waas, Dishub Medan akan menertibkan dan menindak jukir liar."Kami akan lakukan penindakan terhadap jukir liar. Malam ini Dishub bekerjasama dengan Kepolisian akan menertibkan jukir liar di kota Medan," jelasnya.
07 September 2025LensaDaily - Seorang ojek online (ojol) di Kota Medan viral karena mendapat orderan pengantaran makanan berupa lontong. Namun, lontong tersebut lain dari yang lain karena ada ada pil ekstasi dalam bungkusan makanan tersebut."Diduga Ojol Mendapat Orderan Pengiriman Lontong Berisi Narkoba," tulis narasi dalam video viral di akun instagram @tkpmedan, dikutip Selasa 2 September 2025.Berdasarkan data himpun, bahwa driver ojol berinisial A mendapatkan orderan dari Jalan S Parman, Kota Medan dengan pengirim atas nama Zaky dengan tujuan pengiriman atas nama Wijaya ke Jalan Brigjen Zein Hamid, Kota Medan, Minggu 31 Agustus 2025.Driver Ojol, berinisial A itu, mengungkapkan awalnya tidak mencurigai orderan yang diterima tersebut adalah narkoba dengan ongkos kirim Rp 28 ribu. Lalu, dia curiga dengan pria mengaku Zaky sebagai pengirim."Yang diantar lontong, jarak pengantaran 8 Km, ongkos Rp 28.000. Terus gelagat pengirim juga mencurigakan," ucap A kepada wartawan melalui sambugan telpon seluler.Dengan kecurigaan tersebut, A berkonsultasi dengan rekannya sesama Ojol untuk memastikan isi dari lontong yang dia kirim tersebut. "Karena curiga, aku ya konsultasi sama kawan-kawan, yang kemudian ku buka bungkus lontongnya. Tenyata isinya ada satu plastik berisi diduga pil ekstasi berlogo mahkota dan ada botol kecilnya berisi cairan," ungkap A.Selanjutnya, A tidak mengantar lontong tersebut sesuai tujuan dari aplikasi. Tapi, dia temani rekannya sesama ojol melaporkan isi lontong tersebut, ke Polsek Medan Kota lalu diamankan petugas kepolisian. Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Fandi Setiawan membenarkan pihaknya, mengamankan lontong berisikan narkoba tersebut. "Iya benar, isinya diduga narkoba jenis pil ekstasi. Namun, untuk kebenaran obat itu (narkoba) sudah dikirim ke laboratorium," ucap Fandi, Selasa 2 September 2025.
02 September 2025LensaDaily - Aksi demonstrasi ratusan pengemudi ojek online (ojol) di depan Polda Sumut diwarnai tiga orang tak dikenal diamankan petugas saat berusaha membakar ban yang berlangsung Senin 1 September 2025 siang. Aksi yang dijadwalkan pukul 15.00 WIB ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Aksi massa yang yang tergabung dalam Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams) ini menuntut pertanggungjawaban atas tewasnya pengemudi ojol Affan Kurniawan, dilindas Rantis Baraccuda Brimob di Jakarta.Di tengah unjuk rasa, suasana sempat memanas ketika tiga orang tak dikenal tiba-tiba membakar ban bekas di dekat massa. Beruntung, petugas dan massa yang melihat insiden tersebut dengan sigap mengamankan ketiga pemuda tersebut.Sempat terjadi adu mulut, namun aksi pembakaran ban berhasil dipadamkan dengan cepat. Ketiga orang itu langsung dibawa ke Mapolda Sumut untuk diproses lebih lanjut.Ketua Umum Godams, Agam Zubir, menyampaikan bahwa aksi ini diikuti oleh sekitar 300 ojol yang merupakan perwakilan dari berbagai komunitas. "Tuntutan utama kami adalah permohonan maaf dari Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto atas insiden yang menimpa rekan kami di Jakarta," katanya.Selain itu, massa ojol juga meminta Kapolda untuk mengingatkan anggotanya agar tidak menggunakan kekerasan terhadap demonstran. Tuntutan lain juga diarahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang dinilai sebagai biang kerok kerusuhan yang terjadi."Kami meminta tanggung jawab total DPR sebagai biang kerok kerusuhan saat ini. Kami juga meminta semua pejabat publik dari unsur pemimpin bangsa di pemerintahan dan legislatif serta tokoh lintas agama bertanggung jawab dan hadir bersama menenangkan masyarakat," pungkas Agam.
01 September 2025LensaDaily - Pemerintah Kota (Pemko) Medan menggelar aksi solidaritas serentak di 151 kelurahan di 21 Kecamatan terhadap pengemudi ojek online (ojol) pada Senin 1 September 2025. Aksi solidaritas tersebut, pembagian sarapan yang diperuntukan bagi pengemudi ojol.Pembagian ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral dan apresiasi kepada para ojol yang berlangsung sejak pagi pukul 08.30 WIB. Salah satu pembagian sarapan ini dilakukan Kelurahan Teladan Barat di Jalan Sisingamangaraja yang dipimpin langsung Lurah Juni Hardian."Kami memberikan dengan rasa cinta, rasa kasih sayang," ujar Juni.Dalam kegiatan ini, Pemko Medan membagikan 300 paket sarapan berupa ayam penyet, teh manis, dan kopi. Aksi ini merupakan inisiatif Pemko Medan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian pemerintah terhadap para pekerja digital di jalanan."Ini ide dari Pemko Medan dalam memberikan dukungan, bahwa pemerintah peduli terhadap ojol," tambah Juni Hardian.Selain pembagian sarapan, acara tersebut juga diisi dengan doa bersama saat Salat Zuhur. Doa ini dipanjatkan agar Indonesia, khususnya Kota Medan, menjadi lebih baik, aman, dan kondusif. "Aksi solidaritas ini diharapkan dapat memperkuat ikatan antara pemerintah dan masyarakat, serta menunjukkan bahwa di balik padatnya aktivitas kota, ada perhatian dan dukungan yang tulus," pungkas Juni.
01 September 2025


