LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmen Pemko Medan dalam menciptakan iklim investasi dan dunia usaha yang sehat, profesional, serta berpihak pada kesejahteraan pekerja.Hal itu disampaikan Rico Waas saat menghadiri jamuan makan siang dalam rangka penguatan sinergi antara Pemko Medan, BPJS Ketenagakerjaan, serta perusahaan-perusahaan strategis di Kota Medan untuk mewujudkan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di D'Heritage Balai Kota Medan, Rabu 8 Juli 2026.Rico Waas mengatakan, bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari bertambahnya gedung, jalan, maupun investasi. Menurutnya, pembangunan baru benar-benar bermakna apabila mampu menghadirkan perlindungan bagi seluruh pekerja, termasuk mereka yang selama ini berada di sektor informal dan belum menikmati jaminan sosial ketenagakerjaan.Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota Jefri Iswanto, Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan Ramaddan, serta para pimpinan perusahaan, BUMN, dan BUMD.Wali Kota menjelaskan, pekerja di sektor formal umumnya telah terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Namun, masih banyak pekerja sektor informal seperti pengemudi becak, pengemudi ojek online, nelayan, asisten rumah tangga, sopir, hingga pelaku UMKM yang belum memperoleh perlindungan serupa. Padahal, kelompok pekerja tersebut memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian dan mendukung aktivitas dunia usaha Medan."Setiap perusahaan yang kita bangun harus memberikan dampak bagi masyarakat, tidak hanya kepada pekerja di perusahaan itu sendiri. Kita semua saling terhubung. Ada pegawai yang berangkat kerja menggunakan ojek online, ada masyarakat yang mengonsumsi hasil tangkapan nelayan. Karena itu, pekerja formal dan informal harus berjalan beriringan," ujar Rico Waas.Untuk memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Rico Waas mengajak perusahaan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu mendaftarkan pekerja sektor informal sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar membantu pemerintah, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang rentan menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kematian tanpa perlindungan.βManfaat BPJS Ketenagakerjaan telah dirasakan langsung oleh Pemerintah Kota Medan. Misalnya santunan bagi peserta yang meninggal dunia maupun mengalami kecelakaan kerja, termasuk jaminan pendidikan bagi anak peserta. Karena itu, saya berharap manfaat tersebut juga dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang selama ini belum terlindungi,β ungkapnya.Rico Waas menambahkan, Pemko Medan saat ini telah mengalokasikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 17.851 pekerja rentan melalui APBD. Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh dari keseluruhan pekerja yang membutuhkan perlindungan, sehingga kolaborasi antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, dan dunia usaha menjadi kunci untuk mempercepat terwujudnya Universal Coverage Jamsostek di Kota Medan."Mari kita bangun Kota Medan dengan profesionalisme. Pemerintah akan terus mendorong iklim usaha yang baik, sementara perusahaan juga diharapkan ikut mengambil peran dalam menciptakan keadilan sosial bagi seluruh pekerja," tutupnya.Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, mengatakan Pemko Medan tengah menindaklanjuti program pemerintah pusat terkait Universal Coverage Jamsostek dengan memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di Kota Medan.Ia menyebutkan, pada 2026 Kota Medan menargetkan sekitar 60.000 hingga 70.000 pekerja, baik penerima upah maupun bukan penerima upah, masuk dalam cakupan UCJ. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.851 pekerja rentan telah dibiayai melalui APBD."Selebihnya kami mendorong kolaborasi dengan dunia usaha. Hari ini kami mengumpulkan perusahaan-perusahaan kategori Platinum agar dapat berpartisipasi melalui program CSR untuk melindungi pekerja di ekosistem usahanya maupun masyarakat di sekitar perusahaan," ujar Ramaddan.Selain melibatkan perusahaan, Disnaker Medan juga mendorong partisipasi masyarakat untuk membantu pekerja informal di lingkungan masing-masing memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.Menurut Ramaddan, pekerja yang didaftarkan akan memperoleh manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Sasaran program ini meliputi pengemudi ojek online, nelayan, asisten rumah tangga, sopir, serta berbagai pekerja informal lainnya yang belum memiliki penghasilan tetap dan belum terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan.***
08 Juli 2026Tag: ojekonline
LensaDaily - Kecamatan Medan Petisah gelar Jumat Berkah dengan berbagai makanan kepada pengendara di Jalan Jenderal Gatot Subroto, tepatnya di bundaran, Jumat 13 Februari 2026. Aksi ini dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), yakni Polsek Medan Baru dan Koramil 0201-01/Medan Petisah.Camat Medan Petisah, Arafat Syam mengatakan, hal ini bentuk kepedulian Forkopimcam terhadap masyarakat dalam Jumat Berkah. Ada pun berbagi makanan kepada pengendara dan penguna jalan yang melintas di bundaran Jalan Jenderal Gatot Subroto."Kegiatan hari ini adalah berbagi untuk masyarakat dalam rangka Jumat Berkah. Hari ini kami berbagi dengan pengendara di Jalan Jenderal Gatot Subroto tepatnya yang melintas di bundaran, khususnya pengendara ojek online, tukang becak, juga angkot dan sopir truk dan lainnya," tutur Arafat.Kesempatan tersebut, Arafat juga mengimbau masyarakat dan juga penguna jalan untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Pihaknya kini meningkatkan pengawasan lingkungan sebagai bentuk menindaklanjuti instruksi Wali Kota Medan Rico Waas.Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat turut hadir dan juga personel Koramil, serta Sekretaris Camat dan lurah dan staf Kecamatan Medan Petisah. Jumat Berkah ini menjadi agenda rutin Forkopimcam Medan Petisah sebagai bentuk kehadiran di tengah masyarakat."Ada sebanyak 300 makanan yang kami di Jumat Berkah hari ini. Kegiatan ini merupakan solidaritas kita bersama, sebagai bentuk kepedulian kita dengan saling berbagi kepada masyarakat," tuturnya.Sedangkan Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat menambahkan berbagai Jumat Berkah ini sebagai bentuk wujud nyata unsur Forkopimcam. Ia pun berharap kegiatan ini berdampak positif bagi masyarakat dan semoga terus berlanjut."Berbagi Jumat Berkah ini wujud nyata kami Forkopimcam, baik dari Camat Medan Petisah, Koramil dan juga dari Polsek bahwa kami hadir di tengah masyarakat dalam situasi dan kondisi apa pun. Semoga kegiatan ini akan terus berlanjut kami lakukan untuk masyarakat. Dan harapan kami semoga aksi ini mendapat ridha dan keberkahan bagi kita semua," pungkasnya.
13 Februari 2026LensaDaily - Penganiayaan yang dialami seorang pengemudi ojek online (ojol) oleh juru parkir (jukir) liar, membuat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas bergegas menemui korban di rumahnya Jalan Amaliun Gang Bandung, Kecamatan Medan Area, Minggu 7 September 2025. Korban dianiaya karena menolak memberi uang parkir di depan supermarket.Saat ditemui Rico Waas, pengemudi ojol korban penganiayaan bernama Khairul Arifin dengan wajah masih berbalut perban menceritakan kejadian yang terjadi Sabtu 6 September 2025 kemarin di seputaran Jalan Irian Barat simpang Jalan Veteran, tepatnya dekat rumah sakit Murni Teguh atau Mall Centre Point. Kejadian ini pun viral di tengah masyarakat melalui media sosial.Dijelaskan Khairul, awal kejadian, dirinya yang mendapatkan orderan di lokasi tersebut memarkirkan sepeda motornya di swalayan Indomaret. Bukan hanya parkir, namun dirinya membeli minuman. Saat hendak keluar, Khairul diminta uang parkir oleh orang yang diduga jukir liar, dikarenakan tidak ada bed tanda pengenal. Padahal dirinya mengetahui parkir di swalayan tersebut tidak dikenakan uang parkir."Saya jelaskan kepada jukir liar bahwa baru membeli minuman di swalayan, dan disini pun semestinya tidak dikutip parkir. Kami pun sempat beradu argumen, namun Jukir liar tersebut tiba-tiba memukul wajah dan membuat kaca mata saya pecah, bahkan bibir juga pecah dan terluka", jelas Khairul Arifin sembari menambahkan tidak hanya wajah Jukir liar tersebut juga memukul kepala belakang hingga pundak. Dengan kondisi bibir berdarah dan kacamata pecah, Khairul meminta bantuan sesama rekan ojol untuk dibantu dan dipandu ke kantor Polsek Medan Timur yang berdekatan dengan lokasi kejadian. Karena matanya minus tidak dapat melihat dengan jelas."Karena kacamata saya pecah setelah dipukul, saya yang matanya minus sehingga membuat kesulitan untuk melihat meminta tolong kepada rekan-rekan Ojol. Saya bilang tolong bang, mata saya minus, tidak jelas melihat bawakan saya untuk melapor ke Polsek. Mereka lalu membawa saya ke Polsek Medan Timur," jelas Khairul.Kemudian lanjut Khairul, polisi merespon cepat laporannya dan mengamankan pelaku penganiayaan. "Alhamdulillah polisi respon cepat dan pelaku langsung diamankan di kantor polisi," ucapnya Diakui Khairul, orang tuanya tidak mengetahui pasti kejadian tersebut karena tidak ingin membuat mereka kepikiran. Kejadian sebenarnya pun baru diketahui orang tuanya dihadapan Rico Waas."Kami berharap pak kejadian ini tidak terulang kembali, ini juga menjadi harapan rekan-rekan ojol yang lain. Untuk pelaku saya ingin dihukum sesuai aturan yang berlaku," harapnya.Mendengar cerita Ojol, Rico Waas merasa prihatin atas kejadian yang dialami Khairul Arifin. Oleh karenanya selain menemui korban Rico Waas, juga dengan tegas meminta kepada Dishub Medan untuk menindak Jukir liar agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Kejadian yang dialami ojol ini tentunya menjadi warning dan keprihatinan kita semua."Kami merasa prihatin atas kejadian ini. Saya atensi khusus Dishub, tindak jukir liar, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," kata Rico Waas didampingi Kadishub Erwin Saleh dan Camat Medan Area.Rico Waas juga meminta kedepannya Jukir resmi harus dapat dikenali oleh masyarakat. Sehingga dapat diketahui mana jukir yang resmi mana yang liar."Saya mau kedepannya kita mengenali Jukir resmi, baik itu dari rompi dan bed pengenalnya. Untuk itu kita sedang menyiapkan Satgas Khusus untuk pungli di perparkiran," jelas Rico Waas.Kepada Kadishub, Rico Waas meminta untuk mengawal terus proses laporan penganiayaan yang dialami Ojol dikantor polisi. "Ini atensi saya. Kawal terus, Pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Rico Waas.Secara terpisah, Kadishub Erwin Saleh mengungkapkan sebagaimana arahan bapak Wali Kota Medan Rico Waas, Dishub Medan akan menertibkan dan menindak jukir liar."Kami akan lakukan penindakan terhadap jukir liar. Malam ini Dishub bekerjasama dengan Kepolisian akan menertibkan jukir liar di kota Medan," jelasnya.
07 September 2025LensaDaily - Seorang ojek online (ojol) di Kota Medan viral karena mendapat orderan pengantaran makanan berupa lontong. Namun, lontong tersebut lain dari yang lain karena ada ada pil ekstasi dalam bungkusan makanan tersebut."Diduga Ojol Mendapat Orderan Pengiriman Lontong Berisi Narkoba," tulis narasi dalam video viral di akun instagram @tkpmedan, dikutip Selasa 2 September 2025.Berdasarkan data himpun, bahwa driver ojol berinisial A mendapatkan orderan dari Jalan S Parman, Kota Medan dengan pengirim atas nama Zaky dengan tujuan pengiriman atas nama Wijaya ke Jalan Brigjen Zein Hamid, Kota Medan, Minggu 31 Agustus 2025.Driver Ojol, berinisial A itu, mengungkapkan awalnya tidak mencurigai orderan yang diterima tersebut adalah narkoba dengan ongkos kirim Rp 28 ribu. Lalu, dia curiga dengan pria mengaku Zaky sebagai pengirim."Yang diantar lontong, jarak pengantaran 8 Km, ongkos Rp 28.000. Terus gelagat pengirim juga mencurigakan," ucap A kepada wartawan melalui sambugan telpon seluler.Dengan kecurigaan tersebut, A berkonsultasi dengan rekannya sesama Ojol untuk memastikan isi dari lontong yang dia kirim tersebut. "Karena curiga, aku ya konsultasi sama kawan-kawan, yang kemudian ku buka bungkus lontongnya. Tenyata isinya ada satu plastik berisi diduga pil ekstasi berlogo mahkota dan ada botol kecilnya berisi cairan," ungkap A.Selanjutnya, A tidak mengantar lontong tersebut sesuai tujuan dari aplikasi. Tapi, dia temani rekannya sesama ojol melaporkan isi lontong tersebut, ke Polsek Medan Kota lalu diamankan petugas kepolisian. Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Fandi Setiawan membenarkan pihaknya, mengamankan lontong berisikan narkoba tersebut. "Iya benar, isinya diduga narkoba jenis pil ekstasi. Namun, untuk kebenaran obat itu (narkoba) sudah dikirim ke laboratorium," ucap Fandi, Selasa 2 September 2025.
02 September 2025LensaDaily - Aksi demonstrasi ratusan pengemudi ojek online (ojol) di depan Polda Sumut diwarnai tiga orang tak dikenal diamankan petugas saat berusaha membakar ban yang berlangsung Senin 1 September 2025 siang. Aksi yang dijadwalkan pukul 15.00 WIB ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Aksi massa yang yang tergabung dalam Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams) ini menuntut pertanggungjawaban atas tewasnya pengemudi ojol Affan Kurniawan, dilindas Rantis Baraccuda Brimob di Jakarta.Di tengah unjuk rasa, suasana sempat memanas ketika tiga orang tak dikenal tiba-tiba membakar ban bekas di dekat massa. Beruntung, petugas dan massa yang melihat insiden tersebut dengan sigap mengamankan ketiga pemuda tersebut.Sempat terjadi adu mulut, namun aksi pembakaran ban berhasil dipadamkan dengan cepat. Ketiga orang itu langsung dibawa ke Mapolda Sumut untuk diproses lebih lanjut.Ketua Umum Godams, Agam Zubir, menyampaikan bahwa aksi ini diikuti oleh sekitar 300 ojol yang merupakan perwakilan dari berbagai komunitas. "Tuntutan utama kami adalah permohonan maaf dari Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto atas insiden yang menimpa rekan kami di Jakarta," katanya.Selain itu, massa ojol juga meminta Kapolda untuk mengingatkan anggotanya agar tidak menggunakan kekerasan terhadap demonstran. Tuntutan lain juga diarahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang dinilai sebagai biang kerok kerusuhan yang terjadi."Kami meminta tanggung jawab total DPR sebagai biang kerok kerusuhan saat ini. Kami juga meminta semua pejabat publik dari unsur pemimpin bangsa di pemerintahan dan legislatif serta tokoh lintas agama bertanggung jawab dan hadir bersama menenangkan masyarakat," pungkas Agam.
01 September 2025


