LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution membagikan uang dan bingkisan bahan makanan kepada masyarakat pada malam Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M, di depan Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat 20 Maret 2026.Antusiasme para pengendara ojek online (ojol) dalam menyambut pembagian bingkisan tersebut membuat suasana di lokasi tampak meriah. Pada momentum malam Idulfitri ini, ribuan paket dibagikan kepada masyarakat yang melintas, termasuk warga yang didominasi ibu rumah tangga serta pekerja informal lainnya. Kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilakukan oleh Gubernur.Senyum ceria terlihat dari para penerima bingkisan, terlebih karena paket diserahkan langsung oleh Gubernur. Meski ribuan warga bersemangat untuk mendapatkannya, kesigapan petugas di lapangan membuat pembagian berlangsung tertib dan bergantian.“Jadi kita bagikan tadi paket bingkisan dari Pak Presiden di malam Hari Raya Idulfitri kepada masyarakat, di depan Kantor Gubernur. Saya bersama Menseskab (Teddy Indra Wijaya), ada 2.500 paket bingkisan yang kita bagikan,” ujar Bobby Nasution.Sebelumnya, ratusan paket berisi bahan makanan dan makanan ringan juga telah dibagikan kepada masyarakat pada sore hari. Menjelang magrib, pembagian kembali dilanjutkan pada malam hari dengan antusiasme yang tinggi.Ketua Gabungan Ojek Roda Dua Medan dan Sekitarnya (Godams), Agam Zubir, menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI atas bingkisan yang diberikan kepada para pengendara ojol. Ia juga mengapresiasi perhatian Gubernur Sumut Bobby Nasution yang hadir langsung membersamai masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, pada malam Idulfitri.“Tentunya kami berterimakasih kepada Pak Presiden Prabowo Subianto, dan juga kepada Pak Gubernur Sumatera Utara beserta jajaran yang telah mengatur jalannya aksi ini sehingga tingginya antusias dari masyarakat, membuat suasana menjadi tertib,” ungkap Agam.Sebagaimana dijadwalkan, kehadiran Presiden RI, Prabowo Subianto ke Sumatera Utara dalam rangka merayakan malam Hari Raya Idulfitri.
21 Maret 2026Tag: ojol
LensaDaily - Petualangan duo kawanan pencuri barang berharga di mobil dengan modus pecah kaca berakhir sudah usai dibekuk Unit Reskrim Polsek Sunggal, dalam keadaan tembakan di kaki. Polisi mencatat, keduanya kerap beraksi di Jalan Setia Budi dan sekitarnya, dengan memecahkan kaca mobil menggunakan busi dan mengambil barang berharga.Kedua pelaku yakni, Willy Sihombing (35), sebagai pengendara sepeda motor dengan modus menggenakan jaket ojol, dan Dison Pakpahan (30) sebagai eksekutor. Yakni di Jalan Setia Budi tikungan Titi Bobrok Kelurahan Tanjung Rejo Kec Medan Sunggal, dan Jalan Setia Budi depan supermarket Unika, dari 2 lokasi ini masing-masing mengambil 2 unit HP dari dalam mobil."Modus pecah kaca mobil ini sudah kerap terjadi. Aksi pelaku, setelah pecah kaca pelaku mengambil barang barang apa yang ada didalam mobil. Diantaranya tas yang berisi HP dan Uang," jelas Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang G Hutabarat dalam paparannya Selasa 30 September 2025.Aksi terakhir, keduanya mengambil uang tunai milik seorang karyawan BUMN di Jalan Sei Batu Gingging Komplek Medan Baru Garden Blok 4-5 Kel Selayang I Kec Medan Selayang. Korban Rusana Rotua (55) kehilangan uang senilai Rp.2.500.000 yang diletakkan pada tas di mobil miliknya saat parkir."Kedua pelaku melakukan pencurian dengan cara mengikuti mobil korban dan melihat dari kaca ada tas kecil warna hitam dibangku sebelah sopir. Pelaku Dison dan Willy yang mengikuti korban dan langsung beraksi saat melihat pintu mobil terbuka," jelasnya.Setelah di amankan dan introgasi, pelaku mengakui perbuatan nya yakni pencurian modus pecah kaca dan telah beraksi di 4 lokasi. Selanjutnya unit reskrim melakukan pengembangan untuk mencari TKP dan barang bukti."Dua pelaku berusaha melakukan perlawanan saat pengembangan dilapangan, sehingga petugas memberikan tindakan terukur dengan menembak kedua kaki pelaku," terangnya.Dari keduanya, petugas menyita barang bukti sepeda motor Yamaha Jupiter hitam BK 6116 AKP, jaket ojol, 2 busi alat untuk pemecah kaca, dan lainnya.
30 September 2025LensaDaily - Penganiayaan yang dialami seorang pengemudi ojek online (ojol) oleh juru parkir (jukir) liar, membuat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas bergegas menemui korban di rumahnya Jalan Amaliun Gang Bandung, Kecamatan Medan Area, Minggu 7 September 2025. Korban dianiaya karena menolak memberi uang parkir di depan supermarket.Saat ditemui Rico Waas, pengemudi ojol korban penganiayaan bernama Khairul Arifin dengan wajah masih berbalut perban menceritakan kejadian yang terjadi Sabtu 6 September 2025 kemarin di seputaran Jalan Irian Barat simpang Jalan Veteran, tepatnya dekat rumah sakit Murni Teguh atau Mall Centre Point. Kejadian ini pun viral di tengah masyarakat melalui media sosial.Dijelaskan Khairul, awal kejadian, dirinya yang mendapatkan orderan di lokasi tersebut memarkirkan sepeda motornya di swalayan Indomaret. Bukan hanya parkir, namun dirinya membeli minuman. Saat hendak keluar, Khairul diminta uang parkir oleh orang yang diduga jukir liar, dikarenakan tidak ada bed tanda pengenal. Padahal dirinya mengetahui parkir di swalayan tersebut tidak dikenakan uang parkir."Saya jelaskan kepada jukir liar bahwa baru membeli minuman di swalayan, dan disini pun semestinya tidak dikutip parkir. Kami pun sempat beradu argumen, namun Jukir liar tersebut tiba-tiba memukul wajah dan membuat kaca mata saya pecah, bahkan bibir juga pecah dan terluka", jelas Khairul Arifin sembari menambahkan tidak hanya wajah Jukir liar tersebut juga memukul kepala belakang hingga pundak. Dengan kondisi bibir berdarah dan kacamata pecah, Khairul meminta bantuan sesama rekan ojol untuk dibantu dan dipandu ke kantor Polsek Medan Timur yang berdekatan dengan lokasi kejadian. Karena matanya minus tidak dapat melihat dengan jelas."Karena kacamata saya pecah setelah dipukul, saya yang matanya minus sehingga membuat kesulitan untuk melihat meminta tolong kepada rekan-rekan Ojol. Saya bilang tolong bang, mata saya minus, tidak jelas melihat bawakan saya untuk melapor ke Polsek. Mereka lalu membawa saya ke Polsek Medan Timur," jelas Khairul.Kemudian lanjut Khairul, polisi merespon cepat laporannya dan mengamankan pelaku penganiayaan. "Alhamdulillah polisi respon cepat dan pelaku langsung diamankan di kantor polisi," ucapnya Diakui Khairul, orang tuanya tidak mengetahui pasti kejadian tersebut karena tidak ingin membuat mereka kepikiran. Kejadian sebenarnya pun baru diketahui orang tuanya dihadapan Rico Waas."Kami berharap pak kejadian ini tidak terulang kembali, ini juga menjadi harapan rekan-rekan ojol yang lain. Untuk pelaku saya ingin dihukum sesuai aturan yang berlaku," harapnya.Mendengar cerita Ojol, Rico Waas merasa prihatin atas kejadian yang dialami Khairul Arifin. Oleh karenanya selain menemui korban Rico Waas, juga dengan tegas meminta kepada Dishub Medan untuk menindak Jukir liar agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Kejadian yang dialami ojol ini tentunya menjadi warning dan keprihatinan kita semua."Kami merasa prihatin atas kejadian ini. Saya atensi khusus Dishub, tindak jukir liar, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," kata Rico Waas didampingi Kadishub Erwin Saleh dan Camat Medan Area.Rico Waas juga meminta kedepannya Jukir resmi harus dapat dikenali oleh masyarakat. Sehingga dapat diketahui mana jukir yang resmi mana yang liar."Saya mau kedepannya kita mengenali Jukir resmi, baik itu dari rompi dan bed pengenalnya. Untuk itu kita sedang menyiapkan Satgas Khusus untuk pungli di perparkiran," jelas Rico Waas.Kepada Kadishub, Rico Waas meminta untuk mengawal terus proses laporan penganiayaan yang dialami Ojol dikantor polisi. "Ini atensi saya. Kawal terus, Pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Rico Waas.Secara terpisah, Kadishub Erwin Saleh mengungkapkan sebagaimana arahan bapak Wali Kota Medan Rico Waas, Dishub Medan akan menertibkan dan menindak jukir liar."Kami akan lakukan penindakan terhadap jukir liar. Malam ini Dishub bekerjasama dengan Kepolisian akan menertibkan jukir liar di kota Medan," jelasnya.
07 September 2025LensaDaily - Seorang ojek online (ojol) di Kota Medan viral karena mendapat orderan pengantaran makanan berupa lontong. Namun, lontong tersebut lain dari yang lain karena ada ada pil ekstasi dalam bungkusan makanan tersebut."Diduga Ojol Mendapat Orderan Pengiriman Lontong Berisi Narkoba," tulis narasi dalam video viral di akun instagram @tkpmedan, dikutip Selasa 2 September 2025.Berdasarkan data himpun, bahwa driver ojol berinisial A mendapatkan orderan dari Jalan S Parman, Kota Medan dengan pengirim atas nama Zaky dengan tujuan pengiriman atas nama Wijaya ke Jalan Brigjen Zein Hamid, Kota Medan, Minggu 31 Agustus 2025.Driver Ojol, berinisial A itu, mengungkapkan awalnya tidak mencurigai orderan yang diterima tersebut adalah narkoba dengan ongkos kirim Rp 28 ribu. Lalu, dia curiga dengan pria mengaku Zaky sebagai pengirim."Yang diantar lontong, jarak pengantaran 8 Km, ongkos Rp 28.000. Terus gelagat pengirim juga mencurigakan," ucap A kepada wartawan melalui sambugan telpon seluler.Dengan kecurigaan tersebut, A berkonsultasi dengan rekannya sesama Ojol untuk memastikan isi dari lontong yang dia kirim tersebut. "Karena curiga, aku ya konsultasi sama kawan-kawan, yang kemudian ku buka bungkus lontongnya. Tenyata isinya ada satu plastik berisi diduga pil ekstasi berlogo mahkota dan ada botol kecilnya berisi cairan," ungkap A.Selanjutnya, A tidak mengantar lontong tersebut sesuai tujuan dari aplikasi. Tapi, dia temani rekannya sesama ojol melaporkan isi lontong tersebut, ke Polsek Medan Kota lalu diamankan petugas kepolisian. Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Fandi Setiawan membenarkan pihaknya, mengamankan lontong berisikan narkoba tersebut. "Iya benar, isinya diduga narkoba jenis pil ekstasi. Namun, untuk kebenaran obat itu (narkoba) sudah dikirim ke laboratorium," ucap Fandi, Selasa 2 September 2025.
02 September 2025LensaDaily - Aksi demonstrasi ratusan pengemudi ojek online (ojol) di depan Polda Sumut diwarnai tiga orang tak dikenal diamankan petugas saat berusaha membakar ban yang berlangsung Senin 1 September 2025 siang. Aksi yang dijadwalkan pukul 15.00 WIB ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Aksi massa yang yang tergabung dalam Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams) ini menuntut pertanggungjawaban atas tewasnya pengemudi ojol Affan Kurniawan, dilindas Rantis Baraccuda Brimob di Jakarta.Di tengah unjuk rasa, suasana sempat memanas ketika tiga orang tak dikenal tiba-tiba membakar ban bekas di dekat massa. Beruntung, petugas dan massa yang melihat insiden tersebut dengan sigap mengamankan ketiga pemuda tersebut.Sempat terjadi adu mulut, namun aksi pembakaran ban berhasil dipadamkan dengan cepat. Ketiga orang itu langsung dibawa ke Mapolda Sumut untuk diproses lebih lanjut.Ketua Umum Godams, Agam Zubir, menyampaikan bahwa aksi ini diikuti oleh sekitar 300 ojol yang merupakan perwakilan dari berbagai komunitas. "Tuntutan utama kami adalah permohonan maaf dari Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto atas insiden yang menimpa rekan kami di Jakarta," katanya.Selain itu, massa ojol juga meminta Kapolda untuk mengingatkan anggotanya agar tidak menggunakan kekerasan terhadap demonstran. Tuntutan lain juga diarahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang dinilai sebagai biang kerok kerusuhan yang terjadi."Kami meminta tanggung jawab total DPR sebagai biang kerok kerusuhan saat ini. Kami juga meminta semua pejabat publik dari unsur pemimpin bangsa di pemerintahan dan legislatif serta tokoh lintas agama bertanggung jawab dan hadir bersama menenangkan masyarakat," pungkas Agam.
01 September 2025


