LensaDaily - Pasar Titi Kuning yang dikelola PUD Pasar Medan menjadi salah satu dari lima terbaik di Regional Barat lolos ke tahapan seleksi wawancara pada di Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) Nasional Tahun 2026. Kepastian ini tertuang dalam Nota Dinas Badan POM RI tertanggal 30 April 2026, yang menempatkan Pasar Titi Kuning memenuhi kriteria penilaian dokumen ketat dari pusat.Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan didampingi Dirops Agus Syah Putra, Dirkeu/Adm Bobby O. Zulkarnain dan Dirbang/SDM Rudiansyah menyebutkan, keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen PUD Pasar Medan dalam menghadirkan ekosistem pasar yang sehat dan pangan yang aman bagi seluruh warga Kota Medan.Anggia melanjutkan keberhasilan Pasar Titi Kuning menembus jajaran elit nasional bukan sekadar mengejar piala, melainkan bentuk pertanggungjawaban publik dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui pangan yang bebas dari bahan berbahaya."Prestasi ini adalah hasil kolaborasi nyata antara pengelola, pedagang, dan pembeli serta instansi pemangku kepentingan lainnya, satu diantaranya BPOM," beber Anggia, Selasa 5 Mei 2026.Dalam perebutan predikat pasar pangan aman terbaik di Regional Barat, Pasar Titi Kuning akan bersaing ketat dengan empat pasar unggulan lainnya yang juga dinyatakan lolos ke tahap final. Adapun daftar pasar yang menjadi pesaing utama Pasar Titi Kuning adalah ​Pasar Sleman Unit II Kabupaten Sleman – BBPOM di Yogyakarta. ​Pasar Inpres Muaro Kabupaten Sijunjung – BPOM di Sijunjung. ​Pasar Induk Among Tani Kota Batu – BBPOM di Surabaya dan ​Pasar Blok F Kota Cilegon – BBPOM di Serang.Berdasarkan jadwal resmi dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan Badan POM, Pasar Titi Kuning akan menjalani tahapan wawancara daring pada Selasa, 12 Mei 2026. Dalam sesi ini, tim pengelola pasar akan diuji oleh juri lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kemendagri, Kemenkes, hingga Badan Pangan Nasional (Bapanas).
06 Mei 2026Tag: pangan
LensaDaily - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan harga bahan pokok tidak bergejolak menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Bobby memastikan sejumlah harga bahan pokok tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).Hal ini usai Bobby Nasution meninjau di Pasar Sukaramai, Medan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Idulfitri 2026. “Alhamdulillah, harga tidak bergejolak begitu tinggi. Harga-harga Alhamdulillah stabil,” kata Bobby usai peninjauan di Pasar Sukaramai, Medan, Selasa 17 Maret 2026.Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai merah berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram, cabai rawit Rp24 ribu per kilogram, bawang merah Rp32 ribu per kilogram, daging sapi Rp135 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, serta Minyakita Rp16 ribu per liter.“Telur harganya tadi Rp1.800, HET (Harga Eceran Tertinggi), ayam di bawah HET, daging juga Rp135 ribu, Rp140 ribu,” ungkapnya.Menurut Bobby, perkembangan harga saat ini bukan disebabkan oleh ketersediaan stok, melainkan distribusi. Ia memastikan stok bahan pokok dalam kondisi aman, sehingga fokus pemerintah saat ini adalah memastikan kelancaran distribusi.“Nah ini kita indikasikan bukan stoknya. Tiba-tiba kemarin tidak ada barangnya, hari ini tiba-tiba ada barangnya, ini bukan masalah stok, hanya masalah distribusi. Makanya tadi saya titik beratkan pantau distribusinya, yang lain aman,” kata Bobby.Selain meninjau harga, Bobby juga melihat langsung pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah di pasar tersebut. Dalam program ini, ayam ras beku dijual seharga Rp40 ribu per kilogram, beras SPHP Rp58 ribu per 5 kilogram, serta Minyakita Rp31 ribu untuk kemasan 2 liter. Pembayaran dalam program ini dilakukan menggunakan QRIS.“Bersama kita dengan BI (Bank Indonesia), dengan seluruh TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah), dengan Polda, semuanya, kita meluncurkan program dan kita melihat efektivitas program tersebut, memang khusus untuk hari raya ini, Alhamdulillah berdampak,” ujar Bobby.Sementara itu, Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, mengatakan program Gerakan Pangan Murah berbasis QRIS bertujuan untuk meningkatkan penggunaan QRIS sekaligus menjaga stabilitas harga di masyarakat.
17 Maret 2026LensaDaily - Pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan selama Ramadan hingga menjelang Lebaran 2026 diintensifkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepolisian Daerah Sumatera Utara.Kasatgas Pangan daerah Sumatera Utara Dir Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rahmat Budi Handoko, melalui Kasubdit 1 Indag AKBP Budi Prasetyo yang diwakilkan oleh Kanit 2 Subdit 1 Indag AKP Indah Handayani, mengatakan pemantauan dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil serta stok tersedia bagi masyarakat."Hari ini kami melakukan inspeksi mendadak untuk memantau harga bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Lebaran," ujar Indah di Pasar Simpang Limun Medan usai melaksanakan sidak, Jumat 6 Maret 2026.Ia menjelaskan pemantauan dilakukan di beberapa pasar di Kota Medan, seperti di Pasar Sukaramai yang dipimpin oleh Iptu Jose B. Manik, dan sejumlah pasar lainnya.Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga sejumlah bahan pokok masih relatif stabil dan belum ditemukan kenaikan signifikan. Minyak goreng merek MinyaKita masih dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter, ayam potong berkisar Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram, beras sesuai HET Rp15.400 per kilogram, serta daging sapi sekitar Rp140.000 per kilogram."Untuk harga masih stabil dan dari hasil pemantauan stok bahan pokok di sejumlah pasar juga masih aman," kata Indah.Ia menambahkan, Satgas Pangan Polda Sumut akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat hingga perayaan Lebaran.Selain itu, pihaknya juga menegaskan akan menindaklanjuti apabila ditemukan harga bahan pokok yang berada di atas rata-rata pasar dengan melakukan inspeksi ke distributor bahan pangan terkait.Sementara itu, seorang pedagang ayam di Pasar Sukaramai, Adam, mengatakan harga ayam potong saat ini relatif stabil pada pertengahan Ramadan. Sebelumnya, menjelang awal bulan puasa, harga sempat mencapai Rp45.000 per kilogram."Sudah satu pekan harga stabil karena stok dari distributor cukup. Untuk pembeli masih normal," ujarnya.
06 Maret 2026LensaDaily - Pengecekan langsung harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) dilakukan Tim Satgas Pangan Polri bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Perum Bulog guna memastikan stok dan harga stabil menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Pemeriksaan ini dilakukan di Pasar Simpang Limun, Kota Medan, Jumat 13 Februari 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kombes Pol Nasrun Pasaribu selaku Tim Satgas Pangan Polri, didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara Kombes Pol Rahmat Budi Handoko, Kepala Biro Perekonomian Setda Provsu Popy Marulita Hutagalung, serta Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto.Dalam keterangannya, Kombes Pol Nasrun Pasaribu menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas masih dalam kondisi stabil dan sesuai ketentuan pemerintah.“Untuk minyak goreng masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700. Daging ayam, daging sapi, dan cabai merah juga masih dalam kondisi normal. Tidak ada kenaikan signifikan yang melebihi ketentuan,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa pengecekan dilakukan sebagai langkah antisipatif menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yakni bulan suci Ramadan dan Idulfitri, guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga maupun praktik penimbunan.Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setda Provsu, Popy Marulita Hutagalung, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.“Kami dari Pemerintah Provinsi akan terus menjaga stok untuk kebutuhan masyarakat, termasuk stabilitas harganya. Kenaikan yang terjadi masih dalam batas wajar,” jelasnya.Ia mengakui terdapat sedikit kenaikan pada beberapa komoditas, termasuk beras, namun masih dalam ambang yang dapat dikendalikan.“Secara umum memang ada peningkatan sedikit, tetapi masih dalam batas yang wajar. Yang terpenting, stok barang mencukupi,” tegasnya.Terkait beras, ia memastikan ketersediaan dalam kondisi aman. “Stok beras mencukupi. Distribusi terus kami pantau agar tetap lancar,” tambahnya.Sinergi antara Satgas Pangan Polri, Polda Sumut, Pemerintah Provinsi, dan Bulog diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta menjamin masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pokok.Pengawasan intensif dipastikan akan terus dilakukan hingga mendekati Idul Fitri guna memastikan kondisi pasar tetap stabil dan terkendali.
13 Februari 2026LensaDaily - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar guna memantau stabilitas harga pangan dan keamanan untuk dikonsumsi masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kamis 18 Desember 2025.Dalam sidak tersebut, Rico Waas mengunjungi dua lokasi pasar yang berbeda, yakni pertama di pasar tradisional Pusat Pasar di Jalan MT. Haryono dan lokasi kedua Irian Supermarket di Jalan Karya.Dari hasil pemantauan dilapangan, Rico Waas menyatakan bahwa harga komoditas pokok secara umum masih relatif stabil, artinya tidak ada terjadi lonjakan harga menjelang perayaan natal dan tahun baru (Nataru)."Setelah kita cek di dua pasar untuk harga normatif masih standart. Seperti beras premium di pasar modern harganya masih sama, sekitar Rp14.000 hingga Rp.15.000," kata Rico Waas.Sedangkan untuk ketersediaan barang, orang nomor satu di Pemko Medan itu menyebutkan sampai saat ini ketersediaan barang masih mencukupi."Untuk ketersediaan barang, terutama beras dan gula dipastikan dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," bilang Rico Waas.Meskipun harga dan ketersediaan stabil, namun Rico Waas memberikan catatan serius terhadap pasar modern. Sebab, dirinya menemukan adanya produk yang telah kadaluwarsa serta produk yang masa berlakunya mendekati kadaluwarsa namun masih dipajang di rak penjualan."Kami temukan ada barang yang kadaluwarsa dan yang satunya lagi sudah mau mencapai kadaluwarsa. Ini harus jadi concern sekali," tegas Rico Waas.Untuk itu, Rico Waas mengingatkan para pemilik usaha untuk mengontrol barang yang dijual jangan sampai membahayakan bagi masyarakat."Tolong jangan ada barang kadaluwarsa beredar di masyarakat. Ini penting sekali untuk menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat," pesan Rico Waas.Rico Waas juga menginstruksikan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan dibantu Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Sebab dirinya tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali."Yang pasti kita berikan teguran kepada pemilik usaha, jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi,"tegasnya.Dalam peninjauan itu, Rico Waas turut didampingi Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Kepala Dinas Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane, Plt Kepala Dinas KP3 Kota Medan Ahmad Untung Lubis, dan Plt Dirut PUD Pasar Medan Agus Syahputra.
18 Desember 2025


