LensaDaily - Pengembangan lini bisnis strategis dilakukan KAI Wisata dengan memperkuat eksistensinya di Medan yaitu pengelolaan Rail Transit Hotel Medan yang mulai beroperasi pada Agustus 2025 serta penyediaan tenaga frontliner untuk layanan kereta bandara. Rail Transit Hotel Medan hadir sebagai solusi akomodasi praktis dengan konsep transit hotel yang menawarkan fleksibilitas durasi menginap serta fasilitas lengkap.Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan hospitality dan transportasi terintegrasi yang modern, efisien, dan berorientasi pada kenyamanan pelanggan, khususnya bagi pelaku perjalanan bisnis maupun wisata. Saat ini, KAI Wisata mencatat total 86 frontliner yang beroperasi di wilayah Medan, terdiri dari 49 personel Divre, 8 personel Faspen Divre 1, dan 29 personel Railink Medan.Kehadiran frontliner ini menjadi ujung tombak pelayanan, khususnya dalam mendukung operasional kereta api bandara yang menghubungkan pusat kota dengan bandara secara cepat dan nyaman. Selain itu, Rail Transit Hotel Medan hadir sebagai solusi akomodasi praktis dengan konsep transit hotel yang menawarkan fleksibilitas durasi menginap serta fasilitas lengkap. untuk menunjang kebutuhan pelanggan, termasuk pelaku perjalanan bisnis yang membutuhkan efisiensi waktu.KAI Wisata juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, BUMN, swasta, hingga travel agent dan korporasi, guna meningkatkan okupansi hotel serta optimalisasi layanan frontliner. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem perjalanan yang lebih terintegrasi dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. "Penguatan lini bisnis kami di Medan merupakan bagian dari strategi KAI Wisata untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan kebutuhan pelanggan, Kehadiran Rail Transit Hotel Medan dan dukungan frontliner untuk layanan kereta bandara menjadi bukti komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh," ucap Direktur Operasi KAI Wisata, Bambang Suliastowo.Rail Transit Hotel Medan menawarkan 5 tipe kamar dengan total pilihan durasi menginap mulai dari 4 hingga 24 jam, memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelanggan. Tarif kamar dimulai dari Rp395.000 hingga Rp690.000 tergantung tipe dan durasi, menjadikannya solusi akomodasi yang efisien dan kompetitif di pusat kota Medan.KAI Wisata juga melihat peluang kolaborasi yang sangat besar di Medan, baik dengan pelaku industri pariwisata maupun korporasi. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan okupansi hotel sekaligus memperluas jangkauan layanan kami kepada masyarakat."KAI Wisata akan terus berinovasi dan membuka ruang kerja sama strategis agar dapat memberikan pengalaman perjalanan yang seamless, nyaman, dan berkelas bagi seluruh pelanggan" tambah Bambang.Rail Transit Hotel Medan merupakan hotel transit yang berlokasi di dalam Stasiun Medan lantai 3 dengan konsep fleksibel (4-24 jam), cocok untuk traveler bisnis, penumpang KA bandara, maupun transit singkat.Fasilitas utama yang dimiliki meliputi:AC & Wi-Fi berkecepatan tinggiSmart TV & Internet TV (YouTube, Netflix, dll)Shower air panas & dinginCoffee & tea amenitiesResepsionis 24 jamAkses langsung ke kereta bandara (Railink)Tipe Kamar yang diberikan cukup beragam yaitu terdapat 5 tipe kamar utama:Superior QueenSuperior TwinDeluxe QueenDeluxe TwinExecutiveDengan Harga Kamar (Flexible Stay) dan struktur harga berdasarkan durasi menginap:1. Superior Queen / Deluxe Queen4 jam: Rp395.0008 jam: Rp435.00012 jam: Rp475.00024 jam: Rp540.0002. Superior Twin/Deluxe Twin4 jam: Rp475.0008 jam: Rp515.00012 jam: Rp555.00024 jam: Rp620.0003. Executive Room4 jam: Rp495.0008 jam: Rp535.00012 jam: Rp570.00024 jam: Rp690.000"Ke depan, kami berharap Rail Transit Hotel Medan tidak hanya menjadi pilihan akomodasi, tetapi juga bagian dari ekosistem perjalanan yang terintegrasi, dengan kolaborasi yang kuat bersama berbagai mitra, kami optimistis dapat meningkatkan okupansi sekaligus menghadirkan layanan yang lebih bernilai bagi pelanggan" pungkas Bambang.Masyarakat bisa mendapatkan informasi terbaru tentang KAI Wisata pada Website PT Kereta Api Pariwisata, yaitu: https://kaiwisata.id/ atau di media sosial KAI Wisata IG, FB, Tiktok, & Youtube,: @kawisata, Twitter: @kaiwisata, dan untuk informasi lebih lanjut dapat melalui Kontak Chat Bisnis: +62 811-1220-7227 & email: [email protected].
09 April 2026Tag: pariwisata
LensaDaily - Manajemen tempat hiburan malam De' Tong diminta untuk menyelesaikan proses perizinan yang diwajibkan oleh regulasi terbaru. Belum lengkapnya izin ini, Dinas Pariwisata Kota Medan pun memberikan peringatan keras untuk melengkapi izin.​Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M. Odi Anggia Batubara, menyatakan bahwa pihaknya telah melayangkan himbauan terakhir kepada pihak pengelola. Meski pihak De' Tonga mengaku sedang dalam proses pengurusan izin, namun hingga saat ini dokumen tersebut belum kunjung tuntas.​"Ini adalah himbauan terakhir, mengingat perizinan yang dimiliki De' Tonga memang belum selesai. Mereka sudah melakukan proses, namun kami akan meneruskan ini kepada instansi terkait di tingkat provinsi, seperti Dinas Pariwisata Provinsi dan PTSP Provinsi," ujar Odi saat mendatangi langsung tempat hiburan malam yang terletak di Jalan Sei Belutu, Kec. Medan Selayang, Sabtu 10 Januari 2026 dini hari.​Odi menjelaskan bahwa permasalahan utama terletak pada belum adanya migrasi perizinan ke sistem terbaru, yaitu Online Single Submission (OSS). Selain itu, kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk kategori Bar atau tempat hiburan malam belum dikantongi oleh pihak pengelola.​"Dulu memang ada (izin), tapi belum migrasi ke peraturan terbaru untuk OSS. KBLI-nya belum ada untuk bar ataupun tempat hiburan malam," tambahnya.​Karena jenis usaha De' Tonga masuk dalam kategori perizinan menengah tinggi, maka ada kewenangan oleh Pemerintah Provinsi. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata Pemko Medan akan terus berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk menentukan langkah selanjutnya.​Pihak Dinas Pariwisata memberikan tenggat waktu hingga esok hari bagi pengelola untuk menunjukkan itikad baik dalam pemenuhan regulasi tersebut. Jika hingga batas waktu yang ditentukan perizinan tetap tidak terpenuhi, maka sanksi tegas akan dijatuhkan sesuai dengan regulasi yang berlaku.​"Jika perizinannya tidak selesai, kita akan melakukan tahapan selanjutnya. Kami akan menindak bersama-sama dengan pihak provinsi," tegas Odi.
10 Januari 2026LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung dan menyambut baik digelarnya Astindo Sumut Travel Exchange (ASTEX) 2025. Melalui event ini diharapkan dapat memperkenalkan Kota Medan melalui Gastronomy Experience.Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Rico Waas saat menerima audiensi Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sumut di Balai Kota, Senin 20 Oktober 2025. Didampingi Kadis Pariwisata Odi Batubara, Wali Kota Medan Rico Waas meminta agar event ASTEX 2025 ini dikemas menarik agar dapat menggugah wisatawan baik lokal ataupun mancanegara yang datang ke Kota Medan."Bikin ASTEX 2025 menarik, kenalkan Medan melalui Gastronomy Experience. Buat paket wisata untuk menggaet wisatawan seperti Paket Wisata Kuliner dengan memperkenalkan makanan Medan yang enak-enak dan paket wisata olahraga dimana sarana olahraga di Kota Medan sudah sangat menarik, seperti Kebun Bunga dan Cadika," kata Rico Waas.Dijelaskan Rico Waas, melalui Gastronomy Experience dengan paket kulinernya, wisatawan dapat diajak mencicipi makanan khas Medan mulai dari pagi hingga malam hari. "Kita perkenalkan makanan di Medan, Saya ingin kota Medan ini menjadi kota kuliner nomor satu di Indonesia," ucap Rico Waas.Menurut Rico Waas, Kota Medan memang tidak memiliki wisata alamnya, dimana banyak wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba atau sekitarnya. Namun yang perlu diketahui jika untuk mengetahui life style sudah pasti Kota Medan."Kita harus berani mempromosikan potensi pariwisata di Kota Medan. Untuk event ASTEX 2025 nantinya kita dapat menawarkan souvenir yang memiliki nilai historisnya seperti Cerutu Tembakau Deli dan minyak Karo," pungkas Rico Waas.Sebelumnya Ketua Astindo Sumut, Tengku Feria Aznita menyampaikan Astindo Sumut Travel Exchange (ASTEX) adalah acara business-to-business (B2B) yang diadakan oleh Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) di Medan, yang bertujuan mempertemukan agen perjalanan lokal dengan mitra nasional dan internasional."Forum business-to-business (B2B) yang menghubungkan travel agent lokal dengan mitra nasional dan internasional untuk mempromosikan pariwisata, khususnya Sumatera Utara termasuk Kota Medan," katanya.Dijelaskannya, event ini akan digelar pada 3 November 2025 di Selecta Convention Hall Medan dan akan dihadiri 120 buyers dari berbagai negara."Pelaku Pariwisata Mancanegara berupa Tour Operator sebanyak 120 Perusahaan datang ke Kota Medan dan akan mempromosikan kota Medan. harapannya akan meningkatkan kunjungan wisata dari negara lain ke kota Medan," jelasnya.
21 Oktober 2025LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak PT Garuda Indonesia untuk bekerja sama mempromosikan kuliner khas Kota Medan, termasuk beragam produk UMKM. Promosi ini berupa kuliner maupun produk UMKM Kota Medan dapat dipromosikan PT Garuda Indonesia baik dalam pesawat maupun di Lounge Garuda yang ada di Bandara. Hal ini terungkap saat Rico Waas menerima Vice Presiden (Medan Branch Manager) PT Garuda Indonesia Agny Galus Pratama di Balai Kota Medan, Jumat 22 Agustus 2025 sore. "Kami mengajak PT Garuda Indonesia bekerjasama untuk mempromosikan makanan Kota Medan," kata Rico Waas didampingi Kadis Pariwisata Kota Medan Odi Anggia Batubara dan Kadispora Tengku Chairuniza.Orang nomor satu di Pemko Medan ini berharap, jika ini dapat dilakukan, ungkapnya, maka dapat meningkatkan perekonomian pelaku usaha di Kota Medan."Seperti yang kita ketahui, jika di dalam maskapai Garuda Indonesia ada beberapa makanan khas dari daerah di Indonesia. Oleh karena itu kami ingin makanan atau produk UMKM Kota Medan ada juga di pesawat Garuda Indonesia, agar dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat," harapnya.Di samping itu, Rico Waas juga berharap, maskapai Garuda Indonesia dapat memberikan sale tiket untuk penerbangan dari maupun ke Kota Medan, baik itu penerbangan domestik ataupun internasional."Kami berharap akan adanya sale yang dihadirkan oleh Garuda Indonesia. Tentu, tujuan dan harapan kami adalah mendorong kehadiran wisatawan untuk meningkatkan sektor pariwisata Kota Medan," harapnya. Sementara itu, Vice Presiden (Medan Branch Manager) PT Garuda Indonesia Agny Galus Pratama menuturkan, kerja sama mempromosikan kuliner ataupun produk UMKM dari kota Medan ini dapat dilakukan ke depannya. "Kehadiran kami juga ingin mengundang Pak Wali Kota untuk hadir dalam Fun Run Garuda On the Move yang akan digelar di seputaran Lapangan Merdeka Medan, Minggu (24/8/2025),“ ujar Agny Galus Pratama.
23 Agustus 2025LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengungkapkan bila Pemko Medan tengah mempersiapkan segala hal guna menetapkan beberapa titik sebagai lokasi Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) di Kota Medan. Tujuan penetapan ini agar lokasi-lokasi tersebut nantinya dapat menjadi motor untuk menggerakkan perekonomian di ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Hal ini disampaikan Rico Waas saat mengunjungi Kantor Wali Kota Bandung di Jalan Wastukencana, Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Kamis 7 Agustus 2025. Kedatangan Rico Waas disambut langsung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. “Kita tengah mempersiapkan agar bagaimana nantinya pariwisata Kota Medan bisa meningkat. Maka, kami merasa perlu untuk belajar ke kota-kota lain, termasuk Kota Bandung sehingga nantinya informasi yang kami peroleh kiranya dapat diterapkan di Kota Medan,” kata Rico Waas. Didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah dan camat di lingkungan Pemko Medan, Rico Waas menuturkan, sebagai kota terbesar di Pulau Sumatera, Kota Medan memiliki potensi yang besar pula, terutama sektor UMKM. Sebab, ungkapnya, Kota Medan memiliki ragam kultur dan budaya yang menghiasinya. “Kalau kita ngomongin soal makanan, kita bisa jumpai ragam kuliner dari berbagai etnis, suku dan budaya di Kota Medan. Belum lagi dari produk kriya seperti baju dari beragam etnis, souvenir yang berbeda-beda,” ungkapnya penuh bangga. Melihat Kota Bandung yang dapat membangun ekonomi kreatif, Rico Waas mengaku sangat tertarik dan ingin menjadikan Kota Medan seperti itu. Apalagi, imbuhnya, Kota Medan juga memiliki potensi seperti yang dimiliki Kota Bandung.“Kota Bandung bisa membuat keunikan dari kebudayaannya, kami (Medan) pun yakin bisa. Maka, alangkah baiknya untuk saling menguatkan, sharing informasi sehingga kita bisa menjadi kota-kota yang hebat dan membanggakan Indonesia,” harapnya.Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut baik kedatangan Rico Waas beserta rombongan. Diungkapkannya, guna meningkatkan pariwisata, banyak yang dapat dilakukan, salah satunya dengan rutin menggelar event. Farhan juga selanjutnya menyampaikan ketertarikannya dengan Kota Medan. “Kami berharap bisa berkunjung ke Kota Medan untuk belajar, terutama kuliner. “Saya ingat salah satu tempat yang khas dengan kulinernya seperti Kampung Madras,” ujar Farhan.
07 Agustus 2025


