icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: parkir


Rico Waas Dorong Dishub Medan Perkuat Teknologi dan Komunikasi kepada Masyarakat

LensaDaily - Dinas Perhubungan didorong untuk memperkuat kinerja melalui keterbukaan, pemanfaatan teknologi, dan komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Banyak tantangan pekerjaan Dishub di lapangan yang tidak terlihat sehingga menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.Hal tersebut dikatakan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat memimpin rapat bersama jajaran Dishub di ruang Intelligent Transport System (ITS) Kota Medan, Rabu 20 Mei 2026.Dalam suasana dialog terbuka yang diikuti Kadishub Irsan I. Nasution, para Kabid, dan Tim Cakrawala itu, Wali Kota meminta seluruh jajaran menyampaikan langsung persoalan di lapangan sekaligus kebutuhan penguatan agar pola kerja semakin efektif dan responsif terhadap dinamika kota.Dalam arahannya, Rico menegaskan bahwa kunci agar Dinas Perhubungan tidak terus menjadi sasaran kritik publik adalah dengan menunjukkan kinerja nyata. Ia menilai, selama ini banyak pekerjaan di lapangan yang tidak terlihat sehingga menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Karena itu, ia mendorong pemanfaatan dokumentasi seperti body cam serta publikasi aktivitas di lapangan melalui media sosial. Menurutnya, langkah ini bukan untuk pencitraan, melainkan sebagai bentuk transparansi agar masyarakat mengetahui apa yang telah dikerjakan sekaligus memberikan masukan. â€śSekarang respon masyarakat mulai terlihat. Mereka ikut memberi informasi titik-titik yang perlu ditertibkan. Ini artinya komunikasi kita mulai terbangun,” ujarnya. Rico menekankan, keterbukaan tersebut harus diiringi dengan konsistensi dan keseriusan dalam bekerja. Ia meminta adanya data konkret terkait jumlah dan sebaran juru parkir liar di Kota Medan, lengkap dengan pemetaan lokasi sebagai dasar pengambilan kebijakan. Selain itu, ia juga mendorong penguatan pengawasan melalui pemanfaatan teknologi seperti drone dan CCTV untuk memantau kondisi di lapangan secara lebih efektif. Dengan dukungan teknologi, ia berharap pengawasan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Ia turut menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam pengelolaan parkir, termasuk memastikan tidak terjadi lagi kasus kehilangan kendaraan tanpa kejelasan. Menurutnya, sanksi tegas harus diterapkan kepada pengelola maupun juru parkir yang melanggar. Namun demikian, Rico mengingatkan bahwa penertiban tidak boleh hanya bersifat represif. Pemerintah harus menghadirkan solusi, termasuk membuka peluang pemberdayaan bagi para jukir liar melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait. â€śKita tidak hanya menindak, tapi juga harus menyiapkan solusi. Itu yang membedakan pelayanan yang baik,” katanya. Dari sisi regulasi, ia meminta seluruh jajaran untuk membedah kembali aturan yang ada, mulai dari peraturan daerah hingga peraturan wali kota, guna memastikan kejelasan kewenangan penindakan di lapangan. Ia bahkan mendorong pembentukan tim khusus untuk menyusun aturan turunan yang lebih rinci dan operasional. Menurutnya, kejelasan struktur, mekanisme kerja, serta alur koordinasi sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan antarbidang. Rico juga menyoroti perlunya efek jera dalam penanganan pelanggaran parkir liar. Ia menilai, pendekatan yang selama ini hanya berupa surat pernyataan belum cukup efektif, sehingga perlu ditegakkan aturan yang memungkinkan pencabutan izin bagi pengelola yang tidak patuh. Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya soliditas internal. Seluruh jajaran diminta untuk memiliki pola pikir yang sama dan tidak berjalan sendiri-sendiri, meskipun berasal dari bidang yang berbeda. Selain itu, pendekatan komunikasi publik juga menjadi perhatian. Rico mendorong aparatur Dishub untuk lebih aktif membangun kedekatan dengan masyarakat, termasuk melalui media sosial dan penguatan personal branding, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik. Menutup arahannya, Rico menegaskan bahwa seluruh langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik harus dijawab dengan kinerja yang profesional dan berintegritas. â€śMasyarakat membayar pajak, dan kita harus menunjukkan bahwa kita layak untuk melayani mereka,” tegasnya.

21 Mei 2026

Trotoar di Medan akan Ditata, Rico Waas Tekankan Tingkatkan Kualitas: Jangan Lagi Biasa

LensaDaily - Sejumlah trotoar di beberapa ruas jalan Kota Medan akan dilakukan penataan. Penataan trotoar harus dilakukan dengan perencanaan yang matang humanis, serta pertimbangan estetika juga harus mengalami peningkatan kualitas."Pembangunan Medan harus mempunyai konsep yang benar. Sekali dibangun harus bertahan lama," tekan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat memimpin rapat penataan trotoar di sejumlah lokasi, Kamis 2 April 2026 di rumah dinasnya. Dalam arahannya, Rico Waas menegaskan desain trotoar tidak boleh dibuat seragam, melainkan harus menyesuaikan kondisi di lapangan dan kebutuhan tiap kawasan. â€śPerencanaan itu harus menyesuaikan kondisi di lapangan. Jangan dipaksakan sama semua, tetapi lihat per blok dan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” ujarnya di hadapan Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Plt Kepala Dinas SDABMBK Ferri Ichsan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana, serta Plt Kepala Dinas Perhubungan Suriono. Rico Waas juga menekankan pentingnya peran perencana dalam menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan desain infrastruktur yang akan dibangun. Menurutnya, pembangunan trotoar ke depan harus mengalami peningkatan kualitas. â€śJangan lagi kita bangun trotoar biasa. Skala Kota Medan harus naik, kualitasnya juga harus naik,” tegas Rico Waas. Selain itu, Wali Kota meminta agar pembangunan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari material, sistem drainase, pencahayaan, hingga akses bagi penyandang disabilitas. Ia juga menekankan pentingnya integrasi antara jalur pejalan kaki, ruang hijau, dan fasilitas umum lainnya. â€śTrotoar itu bukan sekadar jalan kaki, tetapi harus ada ruang hijau, penerangan, dan akses yang baik untuk semua, termasuk penyandang disabilitas,” kata Rico Waas.Rico Waas juga mengingatkan agar pekerjaan tidak dilakukan terburu-buru tanpa perencanaan yang matang karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. â€śJangan sampai kita hanya menutup jalan tanpa perencanaan yang baik. Masyarakat jadi tidak nyaman,” ujarnya. Rico Waas meminta seluruh pihak terkait merancang setiap titik pekerjaan secara detail, termasuk menyesuaikan dengan kondisi jalan yang sempit maupun kebutuhan parkir. â€śSemua harus direncanakan secara detail dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Intinya, kita ingin hasil yang terbaik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. Adapun ruas jalan yang direncanakan akan dilakukan penataan trotoar, antara lain Jalan HM Yamin, Jalan Zainul Arifin, Jalan Juanda, Jalan Monginsidi, Jalan Setia Budi, Jalan Masjid Raya hingga Jalan Mahkamah, serta Jalan Brigjen Katamso di kawasan Masjid Raya Al Mashun dan Istana Maimun.

03 April 2026

Tarif Parkir di Medan Resmi Diturunkan, Ini Karcis untuk Motor dan Mobil

LensaDaily - Tarif parkir di Kota Medan resmi diturunkan atau penyesuaian retribusi untuk kendaraan roda dua dan roda empat yang ditetapkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) terbaru nomor 9 Tahun 2026 tentang peninjauan Besaran Tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk peningkatan pelayanan sekaligus stimulus ekonomi bagi masyarakat.Hal ini disampaikan langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat doorstop dengan Wartawan di Balai Kota, Rabu 25 Februari 2026. Dijelaskan Rico Waas, dalam kebijakan baru tersebut, tarif parkir sepeda motor yang sebelumnya Rp3.000 diturunkan menjadi Rp2.000. Sementara tarif parkir mobil yang sebelumnya Rp5.000 kini menjadi Rp4.000.Menurut Rico Waas Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat serta kebutuhan akan layanan parkir yang lebih tertib dan terstandarisasi. "Pemko Medan menilai kebijakan ini dapat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus menciptakan sistem perparkiran yang lebih baik", jelas Rico Waas didampingi Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Asisten Umum Laksamana Putra Siregar, Aspemsos Muhammad Sofyan dan Plt Kadis Perhubungan, Suriono serta Kadis Kominfo Arrahmaan Pane.Selain penyesuaian tarif, lanjut Rico Waas, Pemko Medan juga menerapkan sistem pembayaran parkir secara manual (tunai) dan digital melalui QRIS atau metode non-tunai. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi dan mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran."Untuk memastikan sistem berjalan optimal, akan dibentuk satuan tugas (Satgas) khusus yang bertugas mengawasi penyelenggaraan parkir di tepi jalan umum. Penindakan terhadap juru parkir (jukir) liar juga akan terus dilakukan secara tegas seperti yang telah dilakukan Tim Cakrawala," ujar Rico Waas.Menurut Rico Waas, nantinya ke depan, setiap jukir resmi wajib menggunakan atribut standar berupa rompi khusus serta jukir akan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Dinas Perhubungan. Pelatihan tersebut mencakup etika pelayanan, pemahaman marka parkir, serta tata cara berinteraksi yang sopan dengan masyarakat."Pelatihan ini nantinya akan menjadi salah satu syarat untuk menjadi jukir. Pelatihan tersebut mencakup etika pelayanan, pemahaman marka parkir, serta tata cara berinteraksi yang sopan. Hal ini agar tidak ada lagi jukir yang kurang melayani dan dianggap kasar", kata Rico Waas.Selain itu, Rico Waas menyampaikan jukir juga diwajibkan bebas narkoba yang dibuktikan dengan surat pernyataan resmi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan parkir di Kota Medan."Jukir harus bebas narkoba, yang dibuktikan dengan surat pernyataan bebas narkoba resmi", papar Rico Waas.Selanjutnya Rico Waas berharap kebijakan baru ini dapat membawa dampak positif, baik dari sisi pelayanan publik maupun dukungan terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Meski membutuhkan masa penyesuaian, pemerintah optimistis pembenahan sistem perparkiran ini akan berjalan baik dengan dukungan masyarakat dan media."Melalui Perwal baru ini, Pemko Medan berkomitmen menghadirkan sistem parkir yang lebih tertib, transparan, dan berpihak kepada masyarakat", sebut Rico Waas sembari Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan akan melakukan sosialisasi terkait Perwal tersebut.

25 Februari 2026

Tertibkan Parkir Sembarangan, Dishub Medan Edukasi Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

LensaDaily - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan melakukan penertiban parkir sembarangan ruas Jalan Sei Batang Hari dan Jalan Adam Malik, Kota Medan. Penertiban tersebut, sebagai wujud lalu lintas yang tertib dan nyaman di Kota Medan juga mendorong masyarakat untuk mentaati rambu-rambu lalu lintas.Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Erwin Saleh mengatakan bahwa penertiban parkiran sembarang ini, digelar pada Senin 3 November 2025. Pelaksanaan dilakukan secara persuasif dan humanis kepada pengguna kendaraan bermotor yang melanggar tersebut. "Kita melakukan penertiban ini, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, agar tidak sembarangan parkir. Karena, bisa mengganggu pengguna jalan yang lain," sebut Erwin Saleh kepada wartawan, di Kota Medan, Selasa 4 November 2025.Erwin Saleh mengatakan penertiban parkir sembarangan ini, pihaknya memberikan teguran secara lisan kepada pemilik kendaraan hingga petugas parkir di lokasi tersebut. "Melalui penertiban ini, kita berharap masyarakat parkir kendaraannya di lokasi parkir sudah sediakan dan ditetapkan sesuai dengan peraturan," kata Kadishub Kota Medan itu.Erwin Saleh mengatakan penertiban parkir ini, juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tidak parkir sembarangan tempat, mencegah kemacetan hingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan yang lain.Erwin Saleh mengatakan kegiatan ini, akan terus dilakukan Dishub Kota Medan, secara berkelanjutan, dengan melihat titik ruas jalan, ditemukan parkiran sembarangan tersebut, di Kota Medan ini."Kita dari Dishub Medan terus berkomitmen untuk menciptakan dan mewujudkan Kota Medan menjadi Kota tertib berlalu lintas, aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kota Medan," tegas Erwin Saleh.

04 November 2025

Wujudkan Komitmen Rico Waas, Dishub Medan Bentuk Tim Patroli Cakrawala-Ini Tugasnya

LensaDaily - Komitmen Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara dan tertib berlalulintas diwujudkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan dengan membentuk dan menerjunkan Tim Cegah Pelanggaran Parkir dan Wajib Lalu Lintas (Cakrawala).Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Erwin Saleh mengatakan Tim Cakrawala merupakan tim khusus patroli roda dua, melakukan patroli di ruas jalan di sekitar Kota Medan, untuk melihat situasi lalu lintas secara cepat, tepat dan efektif. "Tim Cakrawala yang bertugas melakukan pengawasan di sejumlah ruas jalan di Kota Medan," ungkap Erwin Saleh, kepada wartawan di Kota Medan, Jumat 31 Oktober 2025.Erwin Saleh mengatakan Tim ini, berfokus pada penertiban wajib berlalu lintas sesuai aturan dan juru parkir liar serta pengawasan terhadap pelaksanaan retribusi parkir agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Erwin Saleh menegaskan bahwa Tim Cakrawala ini, juga memburu dan menertibkan serta menindak tegas juru parkir (Jukir) liar, yang dinilai meresahkan masyarakat Kota Medan."Kegiatan patroli dilaksanakan secara rutin setiap malam. Apabila ditemukan pelanggaran berlalu lintas dan juru parkir yang melakukan pelanggaran atau tidak bekerja sesuai dengan aturan, petugas akan segera menindak tegas dan khusus jukir dengan membawa yang bersangkutan ke kantor untuk diberikan pembinaan," jelas Erwin. Erwin Saleh mengatakan Dishub Medan berkomitmen terus untuk menertibkan dan siap membawa pelaku jukir liar ke ramah hukum, bila melanggar hukum atas perbuatannya. "Dinas Perhubungan Kota Medan menegaskan, apabila pelanggaran tersebut kembali terulang, maka juru parkir yang bersangkutan akan dilaporkan kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata Erwin Saleh.

31 Oktober 2025