icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: partainasdem


Wali Kota Medan Berobat dengan Biaya Sendiri, Saipul Bahri: Tak Perlu Digiring Ke Mana-mana

LensaDaily - Kepergian Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas keluar negeri untuk berobat dinilai tak perlu menjadi perdebatan panjang. Sebab, keputusan itu merupakan hak setiap warga negara, sehingga tidak perlu digiring ke hal-hal yang dapat menimbulkan polemik di masyarakat.Hal tersebut ditegaskan Anggota DPRD Kota Medan, Saipul Bahri SE, yang menegaskan untuk mendapat pelayanan kesehatan adalah hak tiap warga negara, termasuk Wali Kota Medan Rico Waas"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk tidak membesar-besarkan persoalan ini. Apalagi menggiring-giring ke hal yang tidak sepatutnya," ujar Saipul Bahri, Senin 18 Mei 2026.Ketua DPW GARPU Sumut itu menegaskan, langkah Rico Waas berangkat ke luar negeri untuk berobat sudah melalui aturan yang berlaku. Dia telah melaporkan agenda tersebut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kemudian, seluruh biaya berobat dan perjalanan ditanggung secara pribadi, bukan menggunakan dana APBD."Selain itu, selama wali kota berobat, sistem pemerintahan di Pemkot Medan tetap berjalan dengan baik dan lancar. Jadi saya kira hal ini tidak perlu digiring ke mana-mana," kata Saipul.Fraksi Partai NasDem, lanjut Saipul, akan terus mendukung setiap tindakan Rico Waas selama menjalankan roda kepemimpinan di Pemkot Medan. Sebab, visi-misinya dalam memimpin adalah untuk membangun Kota Medan menjadi lebih baik ke depannya. "Sikap kami jelas, selama wali kota menjalankan fungsinya sesuai dengan aturan, kami akan mendukung penuh. Begitu juga sebaliknya, jika ada kekeliruan, kami akan kritisi. Tujuannya demi Medan lebih baik ke depan," tegas Sekretaris Fraksi Partai NasDem itu.

18 Mei 2026

Dihadapan Surya Paloh, Rico Waas Paparkan 9 Isu Strategis Kota Medan

LensaDaily - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas memaparkan berbagai kondisi dan isu strategis Kota Medan pada acara NasDem Eksekutif Forum yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, Jakarta, Selasa 14 Oktober 2025. Selain Rico Waas, forum ini juga dihadiri para kepala daerah lain dari berbagai provinsi di Indonesia.Forum yang berjalan dengan suasana akrab dan penuh diskusi ini, dihadiri langsung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Sekjen Hermawi F. Taslim. Ketika diberikan kesempatan memberikan pemaparan, Rico Waas menyampaikan beberapa isu utama Kota Medan, mulai dari pengendalian banjir, penyediaan lapangan pekerjaan, hingga peningkatan pelayanan kesehatan. Di forum ini juga, orang nomor satu di Pemko Medan ini, mendengarkan paparan dari kepala daerah lain tentang tantangan di daerah masing-masing. Karenanya, forum ini dinilainya menjadi momentum penting untuk bertukar pikiran dan memperkuat kolaborasi lintas daerah demi kemajuan Indonesia, khususnya Kota Medan.Menurut Rico Waas, pembangunan Kota Medan bukan hanya tentang infrastruktur, tapi juga menyangkut kesejahteraan, kesehatan, keamanan, dan kualitas hidup masyarakat. â€śKita perlu sinergi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat agar pembangunan berjalan berkelanjutan,”  kata Rico Waas. Ada sembilan isu strategis dikupas oleh Rico Waas, yang saat ini menjadi fokus pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap. Isu pertama, ungkap Rico Waas, masalah banjir rob di Belawan, yang hingga kini masih menjadi prioritas besar. Pemerintah mendorong sinergi dengan BBW Sumatera II untuk membangun tanggul di kawasan pesisir seperti Nelayan Indah, Belawan Sicanang, Labuhan Deli, dan Bagan Deli. Kedua, kata Rico Waas, krisis air bersih di Medan Utara. Sebanyak 20 persen warga belum mendapatkan akses air minum layak. Dikatakannya, Pemerintah mempercepat proyek SPAM Regional Mebidang yang akan menyalurkan air curah 750 liter per detik ke sepuluh kecamatan. Yang ketiga, lanjut Rico Waas, pengembangan transportasi publik ramah lingkungan. Saat ini Medan sudah memiliki 60 bus listrik dan menargetkan 515 unit pada 2028. Namun, biaya operasional tinggi menjadi tantangan besar. Dia mendorong adanya subsidi operasional dari Pemerintah Pusat serta kolaborasi sektor swasta.Selanjutnya yang keempat, Rico Waas menyampaikan, penyediaan lapangan kerja dan investasi. Menurutnya, Medan membutuhkan kewenangan lebih besar untuk mengawasi investasi agar benar-benar menyerap tenaga kerja lokal.Lalu Kelima, Rico Waas mengungkapkan, masalah narkoba yang masih menjadi ancaman serius. Ia menekankan pentingnya pembentukan BNN Kota Medan dan program edukasi berbasis komunitas.Isu sosial lain seperti tawuran remaja juga mendapat perhatian. “Kami ingin memperkuat peran Satlinmas di seluruh kelurahan dan membangun program pembinaan yang kami sebut Operasi Kasih Sayang,” paparnya. Selain itu, Rico Waas juga menyampaikan, peningkatan pelayanan kesehatan menjadi prioritas dengan penambahan tenaga dokter, penanganan TBC dan HIV/AIDS, serta kerja sama BPJS melalui skema UHC.Isu kedelapan, bilang Rico Waas, soal perlindungan jaminan sosial, yang menekankan pentingnya pemadanan data bantuan agar tepat sasaran. Terakhir yang kesembilan, imbuhnya, penguatan BUMD agar mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.“Setiap isu membutuhkan tindakan nyata dan keberanian untuk berbenah. Dengan semangat Medan untuk Semua, kita yakin setiap masalah bisa diubah menjadi kesempatan untuk membangun,” jelasnya. Suami Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas juga mengingatkan pentingnya menjauhi hal-hal negatif yang dapat merusak generasi muda.“Kita harus senantiasa awas terhadap narkoba, judi, dan tawuran. Mari fokus melakukan hal-hal positif sesuai kapasitas kita masing-masing demi kemajuan Kota Medan,” pungkasnya.

15 Oktober 2025

Diduga Terlibat Kasus Penganiayaan, Aktivis di Sumut Minta Partai Nasdem Pecat ESS

LensaDaily - Desakan agar anggota DPRD Tapsel berinisial ESS, terdakwa kasus dugaan pengeroyokan terhadap karyawan PT SAE di lokasi PLTA Batangtoru untuk dijatuhi hukuman maksimal atas dugaan pelanggaran hukum yang dilakukannya terus menyeruak di masyarakat.Setelah aksi mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara menggelar aksi di beberapa lokasi pekan kemarin, kali ini aktivis di Sumut, Ahmad Rizal dan Era Gunawan menyuarakan hal yang sama agar anggota DPRD Tapanuli Selatan dari Partai Nasdem tersebut di hukum berat dan dipecat dari keanggotaan partai."Hakim harus menjatuhkan hukuman berat kepada terdakwa yang merupakan anggota badan legislatif. Karena dia seharusnya menunjukkan citra dan adab serta akhlak yang baik di masyarakat, bukan malah bertindak arogan dengan bertindak secara brutal seperti yang dilakukannya itu," tegas Ahmad Rizal yang akrab disapa Bang Bhoy ini kepada wartawan, Senin (27/1/25).Ditambahkan Bang Bhoy, perbuatan melanggar hukum yang dilakukan ESS dengan menjadi provokator kasus kerusuhan dan mengakibatkan terjadinya pengeroyokan terhadap karyawan PT SAE, tidak bisa ditolerir karena sangat mencoreng nama lembaga maupun partai yang saat ini menaunginya."Ingat, tidak ada yang kebal hukum di negeri ini. Yang salah harus dihukum dan yang benar harus diperjuangkan. Saya meminta agar Pengadilan Negeri Padangsidimpuan menjatuhkan hukuman berat kepada terdakwa agar menjadi efek jera buat dia di kemudian hari," tegasnya.Senada dengan Bang Bhoy, aktivis senior di Sumut, Era Gunawan atau yang akrab disapa Dewa ini juga menyuarakan agar ESS dihukum dengan hukuman maksimal dari pasal yang disangkakan Jaksa Penuntut Umum kepada terdakwa.Selain itu, Dewa juga meminta agar DPP Partai Nasdem dan DPW Partai Nasdem Sumut segera mengeluarkan rekomendasi untuk memecat ESS dari keanggotaan partai."Tak pantas orang seperti ini menjadi wakil rakyat. Seharusnya dia yang dipilih rakyat itu mengayomi rakyat, bukan malah menakut-nakuti rakyat dengan aksi arogan dan premanisme yang ditunjukkannya ini," katanya.Menurut Dewa, aksi yang dilakukan ESS ini jelas mencoreng institusi parlemen dan merusak citra partai hingga bisa meruntuhkan marwah demokrasi yang selama ini sudah terbangun di Indonesia.Terakhir, Dewa dan Bang Bhoy menegaskan pihaknya bakal menggelar aksi sebagai bentuk dukungan kepada pengadilan untuk menjatuhkan hukuman maksimal bagi ESS dalam kasus pengeroyokan ini."Kita juga meminta Partai Nasdem untuk memecat ESS sebagai anggota DPRD dan keanggotaan partai, agar proses melayani masyarakat di daerah Tapanuli Selatan oleh badan legislatif khususnya Partai Nasdem bisa kembali berjalan dengan baik sesuai dengan kepentingan masyarakat," pungkas keduanya. (*)(Medan)

27 Januari 2025