LensaDaily - Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan telah memfasilitasi sebanyak 1.017 orang untuk bekerja ke luar negeri melalui mekanisme resmi. Hal ini sebagai salah satu langkah yang dilakukan adalah memfasilitasi penempatan tenaga kerja ke luar negeri secara prosedural.Disnaker Medan terus mendorong perluasan kesempatan kerja sebagai salah satu upaya mengurangi angka pengangguran di Kota Medan. Negara dan kawasan tujuan penempatan tersebut meliputi Malaysia, Jepang, Timur Tengah, negara-negara Asia lainnya, Australia, dan Eropa.Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, S.K.M., M.K.M., menyampaikan bahwa pasar kerja luar negeri merupakan salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh warga Medan. Namun, ia menegaskan bahwa proses pemberangkatan harus dilakukan sesuai prosedur melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia atau P3MI yang terdaftar.Hal tersebut disampaikan Ramaddan dalam rapat evaluasi bersama P3MI dan Lembaga Pelatihan Kerja bahasa Jepang yang melaksanakan pelatihan serta pengiriman tenaga kerja, khususnya bagi warga Kota Medan. Rapat evaluasi tersebut dilaksanakan pada 6 Mei 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan koordinasi dan pengawasan dalam penempatan tenaga kerja ke luar negeri.Menurut Ramaddan, sejumlah sektor pekerjaan yang umumnya tersedia bagi tenaga kerja luar negeri antara lain operator produksi, perawat, caregiver, perkebunan, konstruksi, serta sektor lainnya. Karena itu, calon pekerja diharapkan mempersiapkan diri dengan baik, termasuk dalam aspek keterampilan, kelengkapan dokumen, kemampuan bahasa, dan pemahaman terhadap prosedur penempatan resmi.Disnaker Kota Medan juga mengimbau masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri agar terlebih dahulu mencari informasi yang benar dari sumber resmi. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan maupun melalui BP2MI. Langkah ini penting agar masyarakat terhindar dari proses keberangkatan yang tidak sesuai prosedur.Sebagai tindak lanjut rapat evaluasi tersebut, Disnaker Kota Medan akan menginisiasi kerja sama dengan pihak perbankan terkait skema dana talangan biaya pemberangkatan, khususnya bagi calon pekerja yang akan bekerja ke Jepang. Inisiatif ini ditujukan untuk membantu warga Medan yang memiliki minat dan kesiapan bekerja ke luar negeri, tetapi menghadapi kendala pembiayaan awal.Melalui fasilitasi penempatan tenaga kerja luar negeri secara prosedural, pembinaan terhadap mitra penempatan, pelatihan keterampilan, serta rencana dukungan pembiayaan, Disnaker Kota Medan berupaya membuka akses kerja yang aman, legal, dan produktif bagi masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran di Kota Medan.
15 Mei 2026Tag: pengangguran
LensaDaily - Program Medan Rabu Walk-In Interview yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan yang pertama di Indonesia patut menjadi pionir dan contoh daerah lain. Inovasi Disnaker Medan ini sebagai sebuah terobosan kebijakan yang cerdas, solutif, dan sangat manusiawi dalam mengatasi persoalan pengangguran.Dosen FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Fernanda Putra Adela, menilai program yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu di Mal Pelayanan Publik ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan jawaban nyata atas ketimpangan informasi (information asymmetry) yang selama ini terjadi di pasar tenaga kerja.Dr. Fernanda menyoroti dua aspek krusial yang membuat program ini menjadi gebrakan penting di tahun 2026. Pertama, Demokratisasi Akses Lapangan Kerja, selama ini lowongan kerja seringkali terbatas pada platform digital tertentu atau jejaring internal. Dengan adanya walk-in interview rutin, akses informasi menjadi lebih terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.Kedua, Pergeseran Paradigma Pelayanan Publik. Pemko Medan dinilai telah mengubah pola pelayanan dari pasif menjadi proaktif. Masyarakat tidak lagi harus menunggu bursa kerja tahunan (job fair), melainkan memiliki kepastian jadwal setiap minggu untuk menjemput peluang karier."Ini adalah bentuk nyata pemerintahan yang hadir di tengah warganya. Program ini menciptakan kepastian dan harapan bagi para pencari kerja," ujar Dr. Fernanda, Kamis 12 Maret 2026.Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sepanjang pengetahuannya, inisiatif ini merupakan inovasi pertama di Indonesia yang dilakukan secara konsisten oleh pemerintah daerah. "Hal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk berani berinovasi dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat," terang Dr. Fernanda.Menyongsong target penempatan 10.000 tenaga kerja di tahun 2026, Dr. Fernanda memberikan beberapa catatan untuk pengembangan ke depan yakni Variasi Sektor Industri: Meningkatkan jumlah dan keberagaman perusahaan yang terlibat agar mencakup berbagai latar belakang pendidikan dan keahlian.Pemerataan Wilayah: Mendukung rencana perluasan program hingga ke kawasan utara dan pinggiran Kota Medan agar manfaatnya dirasakan merata oleh warga yang jauh dari pusat kota."Dengan kepemimpinan yang visioner dan sinergisitas yang baik, birokrasi dapat bergerak cepat. Semoga target 10.000 penempatan tenaga kerja tahun ini dapat tercapai, bahkan terlampaui," pungkasnya.
12 Maret 2026LensaDaily - Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kota Medan kembali akan menggelar Medan Career Expo 2026. Job fair ini akan diselenggarakan di Hall Universitas Prima Indonesia ini bakal diikuti ratusan perusahaan dari berbagai sektor dengan ribuan lowongan kerja, yang bisa langsung akses oleh masyarakat.Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Medan, Ramaddan mengatakan Medan Career Expo 2026, yang digagas oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas ini digelar 10 Februari 2026. Sampai saat ini tercatat ada sekitar 150 perusahaan bakal ikut di event Medan Career Expo 2026 dan jumlah ini akan terus bertambah."Mengikuti secara online dan offline, ada 120 perusahaan dan sisanya nanti, akan mengikuti secara online," ucap Ramaddan kepada wartawan, di Kota Medan, Rabu 4 Februari 2026.Ramaddan menjelaskan penyelenggaraan job fair yang menjadi agenda tahunan ini, memberikan dampak positif dalam penyerapan lapangan pekerjaan, terkhusus di Kota Medan ini."Diharapkan juga melalui job fair ini, dapat mengurangi angka jumlah pengangguran di Kota Medan ini. Ini menjadi momentum bagi para pekerja dan pemberi kerja atau perusahaan yang ada di Kota Medan ini," jelas Ramaddan. Ramaddan juga mengimbau kepada masyarakat, untuk segera memanfaatkan kegiatan job fair ini. Bertujuan untuk mendapatkan perusahaan. "Dalam kegiatan ini, ada juga perusahaan langsung melakukan interview kepada pelamar kerja nantinya," kata Ramaddan. Medan Career Expo 2026, Ramaddan mengungkapkan pihaknya juga mengajak dan menyediakan perusahaan untuk memberikan kesempatan bagi pelamar kerja dari penyandang disabilitas."Jadi, Dinasker Kota Medan juga menyediakan lowongan pekerjaan untuk bagi rekan-rekan kita disabilitas," ucap Ramaddan. Ramaddan mengungkapkan Medan Career Expo 2026 merupakan event pertama dan job fair terbesar di Sumut, yang dilakukan Dinasker Kota Medan bersama ratusan perusahaan yang ikut serta dalam kegiatan ini."Medan Career Expo 2026, merupakan upaya Pemko Medan, dalam akses informasi pasar kerja bagi para pencari kerja," tutur Ramaddan.
04 Februari 2026LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyebut Kota Medan menjadi milik seluruh lapisan masyarakat dan membangunnya secara bersama-sama karena memiliki kemewahan kultur yang dapat dijadikan fondasi ekonomi. Untuk itu, ia berkomitmen untuk menghadirkan Kota Medan yang lebih inklusif dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.“Kami menjamin semua masyarakat memiliki porsi yang sama. Jangan ada lagi masyarakat yang tertinggal. Semua harus memiliki rasa keadilan yang sama dalam memenuhi kebutuhan beragama, berbudaya, pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur,” kata Rico Waas saat menjadi narasumber dialog “Refleksi Usia 435 Tahun Kota Medan, Medan Hebat Untuk Semua” di Stasiun TVRI Sumut, Selasa 15 Juli 2025.Lebih lanjut, Rico Waas juga menjelaskan sejumlah program yang akan dilakukannya bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, untuk membangun Kota Medan yang lebih baik, seperti normalisasi saluran drainase untuk mengatasi permasalahan banjir, Job Fair untuk mengatasi pengangguran, dan Universal Health Coverage (UHC) Premium untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.Selain itu, Rico Waas juga akan menggandeng seluruh unsur Forkopimda untuk mengatasi permasalahan narkoba dengan mendorong terbentuknya Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Medan.Guna mengatasi kemacetan di Kota Medan, jelas Rico Waas, pihaknya akan menghadirkan transportasi umum yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk mengurangi kemacetan.Suami Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas ini juga berharap, Kota Medan dapat menjadi kota yang lebih baik lagi dan bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. “Untuk melakukan itu semua, kita harus punya data yang akurat. Sebab dengan data yang akurat, memudahkan kita untuk menghadirkan program-program yang tepat sasaran,” ungkapnya. Sementara itu, narasumber lain yakni, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala dan anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Nasdem Afif Abdillah, juga memberikan apresiasi atas kinerja yang dilakukan oleh Wali Kota Medan Rico Waas. Mereka menilai bahwa program-program yang dilakukan oleh Pemko Medan saat ini, telah memberikan dampak dan kemudahan bagi masyarakat dan mulai dirasakan hasilnya.
18 Juli 2025


