icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: pengungsian


Evaluasi Penanganan Banjir Besar, Rico Waas Dorong Tingkatkan Mitigasi Bencana

LensaDaily - Bencana banjir yang melanda Kota Medan menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk siap siaga bila hal serupa yang akan kembali terjadi di masa depan. Sehingga diperlukan penguatan kesiapsiagaan dalam penanganan bencana alam bagi warga sebagai korban terdampak.Hal itu diungkapkan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu saat bersilaturahmi dengan puluhan wartawan di Warkop Jurnalis Medan Jalan Agus Salim, Kota Medan, Senin siang, 8 Desember 2025. Didampingi Kepala Dinas Kominfo Kota Medan, Arrahmaan Pane, Rico mengatakan bahwa BPBD Kota Medan harus mampu mitigasi bencana hingga penanggulangan dan penanganan banjir.Rico menginstruksikan jajarannya, terutama BPBD Kota Medan untuk bisa melakukan pemetaan saat ini dalam penanggulangan bencana, sejak dilakukan evakuasi masyarakat. Lalu, dimana masyarakat dievakuasi hingga mendirikan posko pengungsian dan dapur umum. "Kami minta BPBD dari tingkat-tingkat Kewilayahan juga. Assembly point bisa perbaiki. Jadi, tempat mereka mengevakuasikan diri harus kita tentukan dari sekarang. Jadi, jangan sampai nanti mau evakuasi, baru nanti sibuk mau memberikan bantuan," jelas Rico.Rico mengatakan belajar dan evaluasi dari banjir melanda Kota Medan pada 27 November 2025, lalu, banyak catatan akan terus diperbaiki Pemko Medan dalam hadapi bencana hingga memberikan bantuan kepada masyarakat terkena dampak."Kalau bisa tempat evakuasi tersebut memang sudah disiapkan juga logistiknya. Ini lah bahan jadi evaluasi kita. Kami memahami masyarakat juga mengharapkan pelayanan yang lebih baik dari pemerintah kota Medan," tutur Wali Kota Medan itu.Rico mengaku bahwa ideal dalam penanggulangan bencana tersebut, disertai dengan fasilitas. Pemko Medan merencanakan penanggulangan bencana diperkuat dengan satu perahu karet untuk satu kecamatan. "Ideal sekali (satu perahu kerat, satu kecamatan). Bahkan arahnya bisa ke sana," katanya. Rico juga mendorong masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan, untuk membentuk relawan tanggap bencana. Sehingga pemahaman penanggulangan bencana bisa ditangani dan layani secara maksimal, profesional dan baik."Tapi tidak hanya perahu. Tapi saya minta setiap instansi harus punya relawan tanggap bencana. Supaya harus memahami betul apabila terjadi bencana, apa yang harus dilakukan pertama. Bagaimana membuat dapur umum, bagaimana bisa mengumpulkan warga. Ini kan butuh juga teknis-teknisnya. Dan tingkat Kewilayahan juga harus paham hal tersebut. Kami rasa, nanti BPBD harus diperkuat," jelas Rico.

09 Desember 2025

Dua Kelurahan di Helvetia Rusak Parah, Camat: Pembersihan Bisa 2 Minggu

LensaDaily - Kelurahan Tanjung Gusta dan Cinta Damai mengalami kerusakan parah di Kecamatan Medan Helvetia akibat banjir yang melanda Kota Medan 27–30 November 2025. Dampak banjir kedua wilayah kelurahan tersebut sangat tampak dibandingkan kelurahan lainnya.“Yang menjadi persoalan terbesar paska banjir ini adalah sampah. Hampir lima kelurahan dalam kondisi darurat, dan yang paling parah itu Cinta Damai dan Tanjung Gusta,” ujar Camat Medan Helvetia, Junedi LG, Senin 1 Desember 2025.Jenis sampah yang ditinggalkan banjir tergolong berat, sebutnya, mulai dari spring bed, lemari, furnitur, hingga peralatan dapur. Hal ini membuat proses pembersihan tidak bisa diprediksi secara cepat.“Tantangan terbesar kita itu sampah-sampah berat. Makanya kita tidak dapat memprediksi akurat berapa lama pembersihannya, kemungkinan bisa sampai dua minggu,” kata Junedi.Pihak kecamatan telah membentuk dua tim besar untuk fokus melakukan pembersihan di Tanjung Gusta dan Cinta Damai. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas SDABMBK dan Dinas Lingkungan Hidup untuk penambahan armada dan personel.Selain itu, Kecamatan Helvetia juga meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran untuk penyemprotan lumpur di rumah warga serta penyedotan lumpur di drainase agar tidak menjadi sedimen.Junedi menjelaskan, dua kelurahan terdampak berat berada di jalur tiga sungai yang mengalir di Helvetia: Sungai Belawan (utara), Sungai Sekambing (selatan), dan Sungai Baderah (tengah). Saat banjir, ketiga aliran air itu menyatu.Di Tanjung Gusta, ketinggian air mencapai 1,5 hingga 2 meter dengan arus sangat deras. “Sampai menghanyutkan mobil-mobil yang ada di pinggir jalan,” katanya. Sementara di Cinta Damai, ketinggian air serupa namun arus tidak sederas di Tanjung Gusta.Jumlah pengungsi di Helvetia kini tersisa sekitar 25 orang, yang berada di UPT Damkar Jalan Gaperta. Pengungsi lain di Aula Kantor Camat sudah kembali ke rumah.Pelayanan kesehatan dilakukan secara berkala oleh nakes Puskesmas, RS Hermina, dan IDAI. “Alhamdulillah semua pengungsi dalam kondisi sehat saat kembali ke rumah. Tidak ada yang sakit, hanya diberikan obat-obatan dan multivitamin saat di pengungsian,” jelasnya.Untuk penanganan vektor penyakit paska banjir, kecamatan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk fogging. Mereka juga berencana melibatkan Kementerian Pertanian di Medan Sunggal untuk vaksinasi ternak, termasuk hewan peliharaan seperti kucing.Dia menambahkan, dua kebutuhan utama warga saat ini adalah air bersih. Aliran PDAM Sunggal di dua kelurahan terdampak parah masih belum normal sehingga warga kesulitan membersihkan rumah dan pakaian.“Sudah kita koordinasikan. Kita menunggu giliran karena hampir seluruh Medan membutuhkan penyemprotan. Kita sampaikan ke warga agar bersabar,” katanya.

01 Desember 2025

Warga Marelan Kembali ke Rumah Paska Banjir Besar, Fokus Penanganan Fasum dan Pemeriksaan Kesehatan

LensaDaily - Penanganan pasca banjir di Kecamatan Medan Marelan kini memasuki fase pemulihan yang intensif. Sejak kemarin sore, masyarakat terlihat sudah kembali kerumah masing-masing untuk memulai proses pembersihan.Camat Medan Marelan, Zulkifli S Pulungan saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya bersama dengan jajaran terus memantau kondisi di lapangan, khususnya di titik-titik pengungsian dan dapur umum yang jumlahnya terus berkurang."Masyarakat sudah mulai pulang kerumah. Saat ini titik pengungsian yang tersisa sebanyak 13 titik di Kel. Terjun, dan satu titik di Kel. Paya Pasir," jelas Zulkifli, Senin (1/12/2025).Bagi masyarakat yang masih mengungsi, Zulkifli memastikan kebutuhan logistiknya tetap terpenuhi. "Kita terus kirim bantuan makanan cepat saji kepada masyarakat yang masih mengungsi,"kata Zulkifli.Zulkifli bersama unsur TNI dan Polri juga terus memantau lokasi yang masih digenangi air. Selain itu, petugas Puskesmas juga melakukan pengecekan kesehatan masyarakat yang mulai mengalami gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ispa)."Rekan kita yang dari Puskesmas juga melakukan pemeriksaan kesehatan warga, karena banyak yang mulai menderita ispa,"ujar Zulkifli.Untuk saat ini, bilang Zulkifli lagi, fokus penanganan adalah pembersihan fasilitas umum (fasum) yang vital. Dalam upaya pembersihan, Kecamatan Medan Marelan dibantu petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Medan."Dari sejak tadi malam, ada lima titik yang telah tuntas dibersihkan, diantaranya sekolah, masjid, mushola, puskesmas dan kantor camat,"bilang Zukifli.Sementara itu untuk langkah selanjutnya, Zulkifli akan mengadakan gotong royong untuk membersihkan lingkungan warga."Sedang diupayakan untuk melakukan gotong royong pembersihan lingkungan," pungkasnya.

01 Desember 2025

160 Jiwa Mengungsi Dampak Banjir di Medan, Rico Waas Pastikan Penuhi Kebutuhan

LensaDaily - Sedikitnya 160 jiwa terdampak banjir dan mengungsi di SD Negeri 060950 Jalan Kolonel Yos Sudarso dan Masjid Al-Ikhlas Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Pekan Labuhan, Minggu 12 Oktober 2025. Hujan deras yang melanda Kota Medan dan sekitarnya pada Sabtu 11 Oktober 2025 sebabkan sungai meluap hingga mengenangi pemukiman hingga 30 cm lebih.Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengunjungi para korban terdampak banjir di dua lokasi penampungan sementara itu Minggu 12 Oktober 2025. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.Antara lain Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Yunita Sari, Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Gibson Panjaitan, serta Camat Medan Labuhan Khairun Nasyir Tambusai.Posko pertama yang dikunjungi adalah SD Negeri 060950 di Jalan Kolonel Yos Sudarso, Kelurahan Pekan Labuhan, Lingkungan III. Meski cuaca telah cerah, banjir belum surut di sekitar sekolah tersebut. Dengan menggulung celana, Rico Waas berjalan menerobos genangan air untuk menemui para pengungsi yang ditempatkan di lantai dua bangunan sekolah.Di lokasi, Wali Kota menyapa warga satu per satu dan menyambangi ruang-ruang kelas yang dijadikan tempat pengungsian. Berdasarkan data BPBD Medan, terdapat 160 jiwa pengungsi di sekolah ini, terdiri dari orang tua, dewasa, dan anak-anak.Dengan penuh empati, Rico Waas berdialog dengan para pengungsi untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan mereka. Ia menegaskan kepada jajarannya agar memastikan seluruh kebutuhan dasar warga, seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan, terpenuhi dengan baik. Wali Kota juga mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan selama berada di pengungsian.Sebagai bentuk kepedulian, Rico Waas menyerahkan secara langsung bantuan logistik dari BPBD Medan kepada para pengungsi. Bantuan tersebut antara lain nasi bungkus, beras, selimut, teh, gula, handuk, air mineral, dan mi instan.

12 Oktober 2025