LensaDaily - Penyelidikan peredaran narkotika di tempat hiburan malam (THM) Phantom oleh Satresnarkoba Polrestabes Medan menemukan fakta baru dalam peredaran minuman keras (Miras) palsu yang terungkap dalam saat pra rekontruksi. Terungkap, THM Phantom tidak memiliki ijin Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).Hal ini diungkap Bea Cukai yang turut melakukan penyelidikan bersama Satresnarkoba Polrestabes Medan. Izin ini wajib dimiliki setiap pelaku usaha yang menjual minuman keras tanpa memiliki NPPBKC, dikenakan sanksi denda.Pemeriksa Bea Cukai Ahli Pertama Pencegahan dan Penyidikan Bea Cukai Medan, Nanda Prismana mengungkapkan, setiap pelaku usaha yang menjual minuman keras, wajib memiliki NPPBKC. Namun, dari hasil pemeriksaan THM Phantom yang kemarin didapati menjual minuman keras dengan pita cukai palsu, dipastikan tidak memiliki NPPBKC.“Jadi THM Phantom ini tidak memiliki nomor pokok pengusaha barang kena cukai atau NPPBKC. Ini harus dimiliki setiap pelaku usaha yang menjual minuman keras,” ungkap Nanda.Sedangkan pelanggaran penjualan minuman keras dengan menggunakan pita cukai palsu, dikenakan sanksi pidana sesuai dengan Undang - Undang Cukai.“Untuk permasalahan ijin NPPBKC, sanksinya adalah denda. Namun untuk penjualan minuman keras dengan pita cukai palsu, melanggar ketentuan pidana,” pungkasnya.Mengutip informasi yang tertera di Halodoc, minuman keras palsu memiliki beragam dampak berbahaya, bahkan dapat berujung dengan kematian.Dampak awal, umumnya terjadinya kesulitan bernapas, detak jantung berdetak kencang, dan suhu tubuh yang meningkat drastis bagi orang yang mengkonsumsi minuman keras palsu, terlebih minuman keras oplosan.Sementara itu, Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ruang sekecil apapun, bagi pelaku usaha tempat hiburan malam, yang menjadikan tempatnya sebagai tempat transaksi narkoba.“Narkoba terus mencari jalan untuk memperkaya seseorang ataupun kelompok, namun kami akan melawan hal tersebut, dimanapun dan apapun cara mereka,” ucap Rafli.
28 Mei 2026Tag: pengusaha
LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengusaha dan pekerja dalam membangun hubungan industrial yang sehat demi kemajuan Kota Medan. Diharapkan rapat koordinasi tidak hanya sebatas forum formal, tetapi juga harus terbangun melalui komunikasi yang terbuka dan saling memahami.Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat membuka Rapat Koordinasi anggota Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit dan Dewan Pengupahan Kota Medan di hotel Grand Antares, Medan Kota, Rabu 4 Maret 2026. Hadir dalam pertemuan tersebut unsur Forkopimda Kota Medan, Kacab BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan Jefri Iswanto, Segenap Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan diantaranya Kepala Bappeda, Ferry Ichsan, Plt Kadis Ketenagakerjaan, Ramaddan dan para Ketua Serikat Pekerja dan para Pengusaha.“Kota ini akan maju apabila pemerintah, pengusaha, dan pekerja memiliki pemikiran yang sama. Tantangan kita bukan di dalam, tetapi tantangan global seperti persoalan geopolitik dan ekonomi dunia. Itu yang harus kita hadapi bersama,” kata Rico Waas.Menurut Rico Waas, pekerja membutuhkan kesejahteraan, kepastian hak seperti THR, serta peningkatan keterampilan. Di sisi lain, pengusaha membutuhkan tenaga kerja yang profesional dan iklim usaha yang kondusif. Sementara pemerintah berkepentingan menciptakan stabilitas agar investasi terus tumbuh.Lanjut Rico Waas, jika investasi meningkat maka lapangan kerja akan terbuka luas dan berdampak pada penurunan angka kemiskinan serta masalah sosial lainnya.“Kalau investasi datang, otomatis lapangan pekerjaan terbuka. Ketika masyarakat bekerja, itu menjadi prestasi kita bersama,” ujar Rico Waas.Dalam pertemuan ini Rico Waas juga menekankan pentingnya profesionalisme dan komitmen kedua belah pihak agar Medan dikenal sebagai kota yang nyaman bagi pekerja maupun investor.“Kita ingin orang bangga bekerja di Medan. Hubungan industrial harus sehat dan saling mendukung,” Tegas Rico Waas.Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas mengungkapkan capaian investasi Kota Medan tahun lalu melampaui target. Dari target Rp7,5 triliun, realisasi investasi mencapai Rp14,5 triliun. Dirinya optimistis potensi tersebut akan terus meningkat jika seluruh pihak solid menjaga iklim usaha."Pemko Medan terus berkomitmen membuka ruang komunikasi seluas-luasnya serta memastikan proses investasi berjalan profesional tanpa hambatan birokrasi yang berbelit", ucap Rico Waas.Diakhir sambutannya Rico Waas menyampaikan Pertemuan formal maupun informal harus terus kita perkuat. Pembangunan tidak bisa setengah-setengah. Kita harus solid membangun Kota Medan bersama.Sebelumnya Plt Kadis Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan menyampaikan LKS Tripartit dibentuk untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis melalui dialog, diskusi, serta saling memberi masukan antara unsur pemerintah, serikat pekerja dan pengusaha.Dijelaskan Ramaddan, sebanyak 502 kasus hubungan industrial tercatat sepanjang tahun 2025 di Kota Medan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 60 persen berhasil diselesaikan melalui kesepakatan bersama.“Alhamdulillah lebih dari 60 persen kasus dapat diselesaikan secara kesepakatan bersama. Ini juga berkat peran mediator yang selama ini bekerja menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial,” ujar Ramaddan.Menurut Ramaddan, saat ini Kota Medan memiliki 17 mediator hubungan industrial dan menjadi salah satu daerah dengan jumlah mediator terbanyak di Indonesia."Ke depan, kualitas dan kuantitas mediator akan terus ditingkatkan, termasuk dengan pendekatan jemput bola ke perusahaan untuk melakukan pembinaan dan pencegahan dini terhadap potensi perselisihan", jelasnya.Dalam pertemuan ini Plt Kadis Ketenagakerjaan menghimbau seluruh perusahaan di Kota Medan untuk mematuhi kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Artinya tidak ada toleransi bagi perusahaan yang mengabaikan kewajiban tersebut.“Pembayaran THR adalah kewajiban. Jika ada laporan dari serikat pekerja terkait pelanggaran, akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan,” tegasnya.Ramaddan juga menyampaikan komitmen LKS Tripartit dalam mendukung program pembangunan Kota Medan, termasuk menjaga kondusivitas iklim ketenagakerjaan.Selanjutnya dalam pertemuan ini Wali Kota Medan Rico Waas melaunching Posko THR Kota Medan. Posko ini berfungsi untuk memfasilitasi laporan warga, sebagai pusat mediasi dan konsultasi bagi buruh atau karyawan yang mengalami kendala terkait pencairan tunjangan.
05 Maret 2026LensaDaily - Pemko Medan memastikan setiap persoalan antara perusahaan dan pekerja akan dimediasi secara profesional oleh Dinas Ketenagakerjaan dalam menjaga stabilitas dunia usaha. Hal ini menegaskan pertumbuhan sebuah kota tidak dapat dipisahkan dari peran dunia usaha dan tenaga kerja.Hal ini disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat Jamuan Makan Siang bersama “Partnership for Sustainable Development in Medan” di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis 12 Februari 2026.Selain bersilaturahmi pertemuan yang juga untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dihadiri Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap, Konsul Negara Sahabat, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Medan Kota Jefri Iswanto, Ketua Kadin sekaligus Ketua Walubi Kota Medan Arman Chandra.Dalam suasana yang penuh kekeluargaan tersebut, Rico Waas menyampaikan iklim investasi di kota ini mulai menggeliat kembali, berdasarkan laporan tercatat capaian target investasi di tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp7 triliun, realisasinya mencapai Rp14,5 triliun pada triwulan keempat. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kota Medan.“Ada trust dari para pengusaha untuk berinvestasi di Medan yang berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kita untuk terus menjaga stabilitas antara investasi, perusahaan, dan tenaga kerja,” kata Rico Waas.Perusahaan yang telah berinvestasi juga diapresiasi oleh Rico Waas, sebab tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi perusahaan juga turut menunjukkan kepedulian sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan perlindungan tenaga kerja. Dengan program CSR, lanjut Rico Waas, Pemko Medan bersama BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan berbagai santunan kepada pekerja dan keluarga yang mengalami musibah."Tercatat, santunan kematian mencapai sekitar Rp.42 juta per kasus, bahkan dalam beberapa kasus termasuk beasiswa pendidikan bagi anak hingga perguruan tinggi dengan total manfaat mencapai ratusan juta rupiah", jelas Rico Waas.Agar pertumbuhan ekonomi dapat terus meningkat Rico Waas, mengajak seluruh elemen, baik perusahaan nasional maupun penanaman modal asing (PMA), untuk terus berinvestasi dan berkontribusi dalam pembangunan Kota Medan. “Mari kita bangun Kota Medan menjadi kota yang lebih baik, lebih kuat secara ekonomi, dan lebih peduli secara sosial,” sebutnya.Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan Ramaddan menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mengajak seluruh elemen yang ada di Kota Medan untuk bersama-sama berpartisipasi membangun Kota Medan, memperkuat kemitraan berbagai pihak swasta maupun masyarakat untuk mencapai tujuan berkelanjutan di Kota Medan seiring dengan tantangan yang semakin kompleks dalam pembangunan yang dilakukan serta mewujudkan Medan untuk Semua, Semua untuk Medan.“Nantinya juga ada pemberian piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan dan mitra yang telah berkontribusi ikut membantu, khususnya dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan pada tahun lalu,” ucap Ramaddan.Dalam kesempatan tersebut, Kota Medan menerima Piagam Penghargaan Paritrana Award Tahun 2025 tingkat Provinsi Sumatera Utara sebagai juara II Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota. Piagam Penghargaan tersebut diserahkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Medan Kota Jefri Iswanto kepada Rico Waas.Selain itu, orang nomor satu di Pemko Medan ini juga memberikan penghargaan kepada 16 perusahaan sebagai bentuk terima kasih atas partisipasi perusahaan program CSR Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Tahun 2025.Adapun ke 16 perusahaan tersebut yakni Bank sumut, RS Murni Teguh Memorial, RS Siloam Dhirga Surya Medan, RS Regina Maris, RS Mitra Sejati, RS Royal Prima, RS Bunda Thamrin, ​Super Andalas Steel, RS Setia Budi, ​Industri Karet Deli, RS Advent, ​Indako Trading Coy, ​Wilmar Nabati Indonesia, RS Mata SMEC Medan, ​SAAA Inti Kreasi Teknik dan ​Berlian Eka Sakti Tangguh.
14 Februari 2026LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan pentingnya sertifikasi halal dan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas pasar produk UMKM.Hal tersebut dikatakan Rico Waas saat penyerahan sertifikat halal dan SPP-IRT kepada 100 pelaku UMKM binaan Komunitas Muslimah Sah-Rizki di Gedung Serbaguna PKK Kota Medan, Selasa 10 Februari 2026. "Label halal bukan hanya kewajiban, tetapi juga daya tarik yang membuka captive market lebih luas," ucap Rico Waas.Menurut Rico Waas, penguatan UMKM menjadi kunci ketahanan ekonomi keluarga sekaligus perekonomian daerah. Ia menegaskan UMKM saat ini bukan lagi sekadar usaha kecil, melainkan pengusaha mandiri yang berperan penting menjaga stabilitas ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.“UMKM ini pejuang. Banyak yang memulai dari rumah, dari dapur, dengan modal sendiri. Tapi dengan konsistensi, hasilnya bisa melampaui penghasilan bulanan,” ujarnya.Rico Waas menjelaskan, produk bersertifikat halal memberi rasa aman dan nyaman bagi seluruh konsumen, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan kepercayaan pasar terhadap produk UMKM lokal.Selain legalitas, Rico Waas mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas melalui digitalisasi. Ia meminta pelaku usaha memanfaatkan media sosial dan marketplace agar mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.“UMKM harus go digital. Jangan hanya jualan offline, tapi manfaatkan Instagram, TikTok, dan marketplace,” tegasnya dalam kegiatan yang turut dihadiri Plt. Kadis UKM Perindustrian dan Perdagangan Citra Effendi Capah, Plt. Kadis Kesehatan Surya Syahputra Pulungan, dan Kadispora H.T. Chairuniza itu.Ia menambahkan, penguatan UMKM tidak cukup bersifat seremonial, melainkan perlu forum diskusi dan rembuk bersama agar pelaku usaha dapat saling berbagi pengalaman, strategi, serta solusi atas tantangan usaha.Pemko Medan, lanjut Rico Waas, terus berkomitmen mendukung UMKM melalui pendampingan, pelatihan, kemudahan perizinan, serta penguatan akses pemasaran.
12 Februari 2026LensaDaily - Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan Dewan Perniagaan Usahawan Malaysia (DPUM) perkuat kerjasama antara Kota Medan dengan Malaysia, khususnya wilayah Penang.Hal ini hasil dari pertemuan DPUM dengan Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap di Balai Kota, Kamis 29 Januari 2026. Zakiyuddin Harahap menyambut langsung rombongan yang dipimpin oleh Presiden DPUM Malaysia, Datuk Seri Abu Hasan Mohd Nor.​Dalam sambutannya, Zakiyuddin Harahap memberikan apresiasi tinggi atas kepercayaan para pengusaha Malaysia yang memilih Medan sebagai tujuan investasi.​"Kami sangat bersyukur kehadiran DPUM membawa angin segar bagi iklim investasi di Medan. Pemko Medan sangat mendukung hal ini dan kami berterima kasih," kata Zakiyuddin.Sementara itu Presiden ​DPUM Malaysia, Datuk Seri Abu Hasan Mohd Nor mengatakan, DPUM yang telah berdiri sejak lama dengan ribuan anggota dari berbagai sektor memiliki visi besar untuk menjadikan Medan sebagai mitra strategis utama."Kami ingin bagaimana pengusaha dari kota Medan bisa melebarkan sayap ke Malaysia, begitu pula pengusaha Malaysia bisa melebarkan sayap ke Kota Medan," terangnya.Dirinya juga menekankan pentingnya kedekatan budaya sebagai modal utama kerja sama."Kita ini serumpun dan saling memahami. Semoga dari pertemuan ini kita dapat menjayakan program industri dan perniagaan bersama," pungkasnya.Pertemuan ini kemudian di isi dengan sesi diskusi dan diakhiri dengan saling bertukar cinderamata.
30 Januari 2026


