LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyaksikan penyembelihan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (7/6/2025). Penyembelihan ini dilakukan di halaman belakang Masjid Raya Al Osmani, Kecamatan Medan Labuhan. Menurut Ketua BKM Ahmad Fahroni menjelaskan bahwa sapi yang akan disembelih berbobot 1,3 ton. Bahkan, petugas penyembelih sempat mengalami kesulitan saat akan merebahkan sapi. Namun berkat kegigihan petugas, kegiatan penyembelihan berlangsung lancar. Di Medan terdapat dua ekor sapi kurban bantuan dari Presiden Prabowo Subianto. "Kedua ekor sapi itu disembelih di tempat yang berbeda yakni Masjid Raya Al Osmani dan yang satunya lagi di kantor Al Washliyah Sumut," kata Wali Kota Medan, Rico Waas. Daging hewan kurban itu, lanjut Rico, akan dibagikan ke masyarakat oleh panitia penyembelihan. Rico Waas berharap sapi kurban dari Presiden Prabowo tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Medan, terkhusus yang membutuhkan. Presiden Prabowo Subianto menyalurkan ratusan ekor sapi kurban untuk Idul Adha 1446 Hijriah yang disebar ke semua provinsi di seluruh Indonesia. Total 985 ekor sapi yang disebar Prabowo untuk masyarakat dengan bobot seekor sapi ada yang sampai 1 ton lebih.Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardianto mengatakan Presiden Prabowo telah menyerahkan sapi kurban melalui bantuan kemasyarakatan. Semua sapi disebar ke sejumlah kabupaten/kota.Sapi kurban ini sudah diperiksa secara antemortem dan postmortem untuk menjamin keamanannya. Semua dinyatakan sehat dan layak disembelih.(Medan)
07 Juni 2025Tag: presidenprabowo
LensaDaily – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kebijakan strategis. Salah satu langkah signifikan yang diambil adalah penghapusan utang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta para nelayan. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi mereka untuk bangkit kembali tanpa beban finansial yang berat, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kecil yang menjadi tulang punggung masyarakat.Selain itu, pemerintah telah mengalokasikan Rp38 triliun untuk program bantuan sosial guna menjaga daya beli masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekonomi nasional untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang tidak menentu.Di bidang kesehatan dan gizi, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Program ini dinilai penting untuk memastikan generasi mendatang tumbuh lebih sehat dan memiliki daya saing tinggi. Kebijakan ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju negara maju.Dari sisi kebijakan fiskal, pemerintah menyesuaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan memastikan bahwa kenaikan pajak hanya berlaku untuk barang mewah. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat serta untuk menjaga keseimbangan ekonomi tanpa membebani rakyat kecil.Sementara itu, hasil survei terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 80% masyarakat puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, terutama dalam bidang politik dan keamanan. Tingginya tingkat kepuasan publik ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan nasional dalam menjaga stabilitas negara dan memastikan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.Menanggapi pencapaian ini, Ketua Umum Poros Muda Sumatera Utara, Andi Armadani Sembiring, memberikan apresiasi atas kinerja pemerintahan dalam 100 hari pertama. Ia menilai bahwa berbagai kebijakan yang telah diambil menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.“Kami melihat bahwa dalam 100 hari kerja, pemerintahan Prabowo-Gibran telah menunjukkan langkah konkret dalam mendukung perekonomian rakyat, menjaga stabilitas nasional, serta mempercepat transisi menuju energi baru dan terbarukan. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah mendengar dan bekerja untuk kepentingan masyarakat,” ujar Andi Armadani Sembiring.Dalam sektor energi, pemerintah juga mempercepat transisi menuju energi bersih dengan mendorong pengesahan RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBET). Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil serta menciptakan masa depan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.Dengan berbagai kebijakan ini, pemerintah berharap dapat terus menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempersiapkan Indonesia untuk menghadapi tantangan global di masa depan.(Medan)
30 Januari 2025LensaDaily - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengapresiasi kinerja Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang dalam 46 hari pemerintahan Prabowo telah berhasil mendorong penyaluran hampir 30 ribu unit rumah melalui PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengaku kagum melihat kinerja BUMN spesialis pembiayaan perumahan yakni BTN, yang telah menyalurkan hampir 30.000 unit rumah sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan."Akan saya sampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo bahwa kinerja Kementerian BUMN sangat bagus, karena bisa mendorong BTN dalam programnya. Saya doakan kita semua kompak bekerja sama untuk memberikan perumahan bagi rakyat Indonesia," ujar Maruarar baru-baru ini.Maruarar juga mengapresiasi inovasi BTN sebagai BUMN, yang mampu menyalurkan KPR tidak hanya bagi masyarakat berpenghasilan tetap, tapi juga bagi kelompok pekerja informal."Saya apresiasi BTN yang bisa memberikan KPR, contoh pemilik warung bakso bisa mendapatkan KPR, meski tidak memiliki slip gaji. Ada juga pemilik warung sayur yang bisa mendapatkan KUR," kata Maruarar.Maruarar Smengapresiasi BTN untuk sejumlah pencapaian sebagai bank penyalur KPR sejak 1976 dan kontribusinya bagi sektor perumahan nasional. “Saya menyampaikan beberapa apresiasi kepada BTN karena ada beberapa data, bahwa yang pertama, BTN menguasai dan berperan untuk market share KPR, terutama bagi masyarakat kecil di Indonesia sebanyak 40%. Saya doakan, tahun depan kalau bisa 60%, setidaknya 50%, karena harus ada progress,” ujar Maruarar.Hal kedua yang patut diapresiasi dari BTN, kata Maruarar, yaitu kontribusi BTN untuk memberikan akses KPR kepada sektor informal, yang saat ini proporsinya mencapai hampir 10% dari total penyaluran KPR BTN. “Artinya ada harapan masyarakat yang seperti kami temukan 3 hari lalu saat Akad KPR Massal BTN di Serang, bahwa ada pedagang bakso, pedagang sayur, dan pegawai minimarket yang bisa mendapatkan rumah karena jasa baik BTN,” ujar Maruarar.Hal yang ketiga, kata Maruarar, adalah peran BTN menyalurkan KPR kepada kaum milenial dan Gen Z, sehingga ada harapan bagi anak-anak muda Indonesia untuk dapat memiliki rumah pada usia sekitar 30 tahun. “Saya pikir ini adalah suatu langkah baru, bahwa negara hadir bagi anak muda dan negara hadir bagi kelompok informal,” kata Maruarar.Hal terakhir yang diapresiasi oleh Maruarar yakni edukasi yang dilakukan BTN untuk para pengembang, baik dari Realestat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), dan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), karena mereka telah bekerja secara profesional. “Kami mendoakan,agar para pengembang semakin sukses dan maju usahanya,” tutur Maruarar.Tidak hanya itu, Maruarar memuji kiprah BTN melakukan pendampingan dan pembinaan kepada anak-anak muda di daerah untuk dapat menjadi pengusaha perumahan atau pengembang yang berkontribusi bagi sektor perumahan nasional. “Di Serang kemarin ada pengembang muda bernama Wawan, sangat muda sekali, namun dia bisa membangun ribuan rumah dalam satu tahun. Ini merupakan pemerataan yang bagus, kita harus mendukung agar pemerataan terjadi dan mendistribusi pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah,” pungkas Maruarar.(Jakarta)
16 Desember 2024


