icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: pssi


Rico Waas Ungkap Kronologi PSSI Minta Akomodasi Peserta Piala AFF U-19: Tidak Pernah Ada Kesepakatan

LensaDaily - Komitmen pembiayaan akomodasi peserta Piala AFF U-19 atau ASEAN Boys Championship 2026 oleh Pemko Medan untuk menanggung biaya hotel dan penginapan tim ternyata tidak ada kesepakatan. Terungkap, bila PSSI mengajukan pembiayaan akomodasi peserta Piala AFF U-19 tersebut 24 Mei 2026 atau sekitar sepekan menjelang pelaksanaan turnamen.Hak ini diungkapkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang buka suara soal isu tudingan bila Pemko Medan tidak memenuhi komitmen pembiayaan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship 2026. Menurut Rico, sejak PSSI melakukan kunjungan ke Kota Medan pada Februari hingga Mei 2026, pembahasan yang dilakukan hanya terkait pembenahan Stadion Teladan dan sejumlah fasilitas pendukung pertandingan."Baik soal itu, saya sampaikan mulai Februari sampai Maret PSSI datang ke Kota Medan hingga bulan Mei tidak pernah ada komitmen apa pun selain membenahi Stadion Teladan. Itu tanggungjawabnya," katanya menjawab wartawan di Gedung PKK Kota Medan, Rabu 3 Juni 2026.Dikatakannya, surat permintaan dukungan pembiayaan akomodasi dari PSSI baru diterima Pemko Medan pada 24 Mei 2026 atau sekitar sepekan menjelang pelaksanaan turnamen.Ia menegaskan, permintaan tersebut tidak dapat langsung dipenuhi karena penggunaan anggaran pemerintah daerah harus melalui mekanisme yang diatur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)."Hingga 24 Mei keluar surat PSSI untuk dukungan dari Pemko Medan untuk akomodasi. Dan perlu dipahami, secara aturan tidak bisa dilaksanakan," ujarnya.Rico mengatakan, Pemko Medan telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna meminta arahan terkait surat permintaan tersebut."Maka dari itu surat kami tembusan ke Kemendagri untuk menemukan arahan, masukan bagaimana bisa dilaksanakan. Dan perlu publik paham bahwa setiap uang anggaran yang keluar dari pemerintah kota melalui rancangan APBD," katanya.Ia menegaskan tidak ingin penggunaan anggaran daerah menyalahi aturan karena seluruh dana yang digunakan merupakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel."Surat masuk 24 Mei, satu minggu sebelum AFF. APBD ini kan uang rakyat, harus dipertanggungjawabkan, harus akuntabel, transparan. Saya tidak mau kalau jadi disalahgunakan," katanya. Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman sebelumnya menegaskan keterlibatan Pemko Medan dalam persiapan AFF U-19 hanya sebatas penyediaan dan pembenahan fasilitas stadion serta lapangan latihan."Sejak awal tidak pernah ada komitmen dari Pemko Medan untuk menanggung biaya akomodasi hotel maupun penginapan peserta AFF. Tidak pernah dibahas. Yang diminta kepada kami hanya pembenahan lapangan dan stadion," kata Wiriya, Selasa 2 Juni 2026.Ia menjelaskan, dalam pertemuan dengan PSSI pada Maret 2026, Pemko Medan diminta menyiapkan Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga, dan Lapangan Taman Cadika sebagai fasilitas pendukung pelaksanaan turnamen.Setelah dilakukan inspeksi oleh PSSI, sejumlah fasilitas tersebut diminta untuk dibenahi agar memenuhi standar penyelenggaraan pertandingan internasional.Menurut Wiriya, Stadion Kebun Bunga dan Lapangan Taman Cadika dipersiapkan sebagai lokasi latihan peserta, sementara Stadion Teladan direncanakan menjadi venue pertandingan meski masih dalam tahap renovasi.Meski demikian, Pemko Medan tetap melakukan berbagai pembenahan yang diperlukan, termasuk perbaikan kamar mandi, ruang ganti pemain, ruang ofisial, hingga pelaksanaan gotong royong di kawasan stadion.Terkait pembiayaan akomodasi, Wiriya menegaskan tidak ada dasar regulasi yang memungkinkan penggunaan anggaran daerah untuk membayar hotel peserta turnamen internasional tersebut.Wiriya menyebut, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pekan Keolahragaan, penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional menjadi tanggung jawab induk organisasi cabang olahraga terkait."Dalam hal ini penyelenggaranya jelas PSSI. Bahkan ada surat dari Sekretaris Jenderal Kemenpora kepada PSSI tertanggal 29 April 2026 terkait penyelenggaraan AFF," ujarnya.Karena itu, Pemko Medan menilai tidak tepat jika biaya akomodasi peserta dibebankan kepada pemerintah daerah melalui Belanja Tidak Terduga (BTT)."Jangan kemudian tiba-tiba meminta menggunakan dana BTT. Tidak bisa seperti itu. Pemda hanya membantu penyediaan fasilitas stadion dan lapangan," tegasnya.Untuk memperjelas persoalan tersebut, Pemko Medan telah mengirim surat kepada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri pada 26 Mei 2026 guna meminta pendapat terkait permintaan dukungan pembiayaan yang disampaikan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

2 hari yang lalu

Pertanyakan Tudingan ke Pemko Medan Soal Akomodasi Piala AFF U-19, Akademisi Dorong Tunjukkan Bukti Komitmen

LensaDaily - Tudingan terhadap Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang disebut tidak menepati komitmen pembiayaan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship (AFF U-19) 2026 dinilai sangat aneh. Tudingan tersebut perlu ditelusuri secara objektif dengan melihat fakta dan dasar kesepakatan yang ada.Hak ini dikatakan Akademisi FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Fernanda Putra Adela, M.A., yang menekankan pentingnya kejelasan terkait komitmen yang disebut-sebut tidak dipenuhi Pemko Medan terhadap tim yang tampil di Piala AFF U-19 tersebut.“Perlu ditelisik, pada rapat kapan Pemko Medan menyatakan komitmen terhadap pembiayaan akomodasi peserta. Selain itu, apakah ada komitmen tertulis terkait pembagian tanggung jawab sebagai tuan rumah penyelenggaraan,” ujarnya di Medan, Selasa 2 Juni 2026.Menurutnya, tanpa adanya bukti komitmen yang jelas, tudingan tersebut berpotensi menjadi asumsi yang tidak berdasar.Ia juga menegaskan pentingnya transparansi dokumen dan kejelasan pembagian tanggung jawab agar polemik tidak berkembang menjadi asumsi yang merugikan berbagai pihak, termasuk citra penyelenggaraan event internasional.Fernanda juga menyoroti aspek perencanaan anggaran daerah. Ia menyebut penunjukan Sumatera Utara sebagai salah satu tuan rumah oleh PSSI pada Maret 2026 tidak lazim jika langsung diikuti tuntutan pembiayaan akomodasi oleh pemerintah daerah.“Karena tentu belum tertampung dalam pembahasan APBD 2026 sebelumnya. Secara administratif dan fiskal, hal itu menjadi sulit untuk dipenuhi,” katanya.Pernyataan tersebut sejalan dengan klarifikasi Pemko Medan yang membantah pernah memiliki komitmen pembiayaan akomodasi peserta turnamen.Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman, menegaskan sejak awal tidak pernah ada pembahasan maupun kesepakatan terkait pembiayaan hotel bagi peserta AFF U-19.“Sejak awal tidak pernah ada komitmen dari Pemko Medan untuk menanggung biaya akomodasi hotel maupun penginapan lainnya. Yang diminta kepada kami hanya pembenahan lapangan dan stadion,” ujarnya, Senin 1 Juni 2026.Ia menjelaskan, dalam pertemuan pada Maret 2026, Pemko Medan hanya diminta menyiapkan fasilitas olahraga seperti Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga, dan Lapangan Taman Cadika untuk mendukung pelaksanaan pertandingan dan latihan.Wiriya juga mengungkapkan, permintaan dukungan pembiayaan baru disampaikan melalui surat pada 24 Mei 2026. Namun, permintaan tersebut dinilai tidak memiliki dasar regulasi serta tidak tersedia dalam struktur anggaran daerah.“Tiba-tiba datang surat meminta pembiayaan. Kami melihat tidak ada ketentuan yang mengakomodasi hal tersebut, sehingga tidak bisa dipenuhi,” tegasnya.Lebih lanjut, Pemko Medan menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional merupakan tanggung jawab induk organisasi cabang olahraga, dalam hal ini PSSI, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Karena itu, pemerintah daerah menilai tidak tepat apabila biaya akomodasi dibebankan kepada APBD, termasuk melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT).Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah sejumlah tim peserta dikabarkan mengalami kendala pembayaran hotel. Panitia pelaksana menyebut adanya komitmen pembiayaan yang tidak terealisasi, sementara Pemko Medan menegaskan hal tersebut tidak pernah disepakati sejak awal.

3 hari yang lalu

Kisruh Akomodasi Piala AFF U-19, Pemko Medan Bantah Biayai Hotel: Tanggungjawab PSSI

LensaDaily - Tudingan tidak memenuhi komitmen pembiayaan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship (AFF U-19) 2026 dibantah Pemerintah Kota Medan. Pemko Medan menegaskan tidak pernah menyatakan kesediaan menanggung biaya akomodasi hotel peserta turnamen sepak bola Asia Tenggara tersebut.Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman, mengatakan pembahasan yang melibatkan Pemko Medan sejak awal hanya terkait penyediaan dan pembenahan fasilitas lapangan serta stadion yang akan digunakan selama pelaksanaan kejuaraan."Sejak awal tidak pernah ada komitmen dari Pemko Medan untuk menanggung biaya akomodasi hotel  maupun penginapan lainnya bagi peserta AFF. Tidak pernah dibahas. Yang diminta kepada kami hanya pembenahan lapangan dan stadion," ujar Wiriya kepada wartawan, Senin 1 Juni 2026.Menurutnya, dalam pertemuan yang berlangsung pada Maret 2026, Pemko Medan hanya diminta menyiapkan beberapa fasilitas olahraga milik pemerintah daerah, yakni Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga dan Lapangan Taman Cadika. Namun setelah dilakukan inspeksi oleh PSSI, sejumlah fasilitas tersebut dinilai belum memenuhi standar sehingga diminta dilakukan perbaikan.Wiriya mengatakan, Lapangan Kebun Bunga dan Taman Cadika hanya dipersiapkan sebagai lokasi latihan peserta Piala AFF U-19. Sementara Stadion Teladan direncanakan menjadi venue pertandingan meski hingga kini masih dalam proses renovasi."Kontrak pekerjaan Stadion Teladan baru selesai September 2026. Dari awal PSSI sudah mengetahui stadion ini masih dalam tahap pengerjaan melalui proyek APBN dan APBD. Namun Pemko tetap berupaya maksimal mendukung pelaksanaan AFF dengan membenahi fasilitas yang diperlukan seperti kamar mandi, ruang ganti pemain dan ruang ofisial," katanya.Bahkan, lanjut Wiriya, Pemko Medan turut menggelar gotong royong di area stadion meski secara teknis tanggung jawab proyek masih berada di tangan kontraktor karena pekerjaan belum diserahterimakan. Ia mengungkapkan, surat permintaan dukungan pembiayaan dari PSSI baru diterima Pemko Medan pada 24 Mei 2026 atau sekitar sepekan lalu. Pemko pun menilai permintaan tersebut tidak memiliki dasar regulasi yang memungkinkan penggunaan anggaran daerah."Tiba-tiba datang surat meminta pembiayaan. Kami melihat tidak ada ketentuan atau aturan yang dapat mengakomodasi permintaan tersebut. Anggaran juga tidak tersedia untuk itu, sehingga tidak bisa dipenuhi," tegasnya.PSSI Disebut BertanggungjawabWiriya menegaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pekan Keolahragaan, penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional menjadi tanggung jawab induk organisasi cabang olahraga bersangkutan."Dalam hal ini penyelenggaranya jelas PSSI. Bahkan ada surat dari Sekretaris Jenderal Kemenpora kepada PSSI tertanggal 29 April 2026 terkait penyelenggaraan AFF. Jadi penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah merupakan kewenangan dan tanggung jawab PSSI bersama federasi sepak bola terkait," ujarnya.Karena itu, Pemko Medan menilai tidak tepat apabila biaya akomodasi peserta dibebankan kepada pemerintah daerah melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Bahwa penggunaan dana BTT sebagaimana diatur dalam PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah tidak dapat diterapkan untuk pembiayaan akomodasi peserta AFF U-19."Jangan kemudian tiba-tiba meminta menggunakan dana BTT. Tidak bisa seperti itu. Pemda hanya membantu penyediaan fasilitas stadion dan lapangan," katanya.Usaha memperjelas persoalan tersebut, Pemko Medan telah mengirim surat kepada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri pada 26 Mei 2026 guna meminta pendapat dan penjelasan terkait permintaan dukungan pembiayaan yang disampaikan Kementerian Pemuda dan Olahraga."Kami tahu secara aturan tidak boleh membiayai itu. Selain itu, dari awal memang tidak pernah ada pembicaraan atau komitmen terkait pembiayaan akomodasi. Yang diminta hanya dukungan fasilitas stadion dan lapangan," katanya.Sebelumnya, persoalan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship 2026 mencuat setelah sejumlah tim peserta dikabarkan mengalami kendala pembayaran hotel.Salah seorang panitia pelaksana ASEAN Boys Championship, Muhammad Fauzi, mengaku kecewa karena Pemko Medan dinilai tidak memenuhi komitmen terkait pembiayaan akomodasi peserta."Kami kecewa karena Pemko Medan tidak komitmen soal akomodasi negara peserta AFF ini. Kasihan para pemain muda yang datang untuk bertanding justru harus dipusingkan dengan persoalan hotel," ujar Fauzi.Ia menyebut Timor Leste telah meninggalkan Grand Mercure Medan akibat persoalan pembayaran hotel. Sementara tim Filipina juga disebut terancam mengalami kondisi serupa.Menurut Fauzi, sebelumnya terdapat komitmen bahwa biaya akomodasi peserta akan ditanggung. Karena itu, kondisi yang terjadi saat ini dinilai berpotensi mencoreng nama Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan internasional."Event ini membawa nama Indonesia di level internasional. Jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, tentu akan berdampak pada citra penyelenggaraan turnamen," katanya.

3 hari yang lalu

Jelang Laga Piala AFF U-19, Timnas Timor Leste dan Vietnam Latihan Tertutup di Lapangan Cadika

LensaDaily - Jelang bergulirnya turnamen Piala AFF U-19 2026, Tim Nasional (Timnas) Timor Leste dan Vietnam U-19 menggelar sesi latihan di Lapangan Sepakbola Taman Cadika, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Minggu sore, 31 Mei 2026. Selama digunakan timnas u tuk latihan Taman Cadika tertutup untuk umum.Dari pantau wartawan Timnas Vietnam tiba di Tanaman Cadika sekitar pukul 15.45 WIB, dengan menggunakan bus berwarna hijau. Sesuai dengan training schedule, timnas Vietnam ini, melakukan sesi latihan sekitar 90 menit, dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB.Sesi latihan yang digelar timnas Vietnam ini, tertutup. Terlihat juga pintu gerbang utama Taman Cadika Medan ditutup dan dijaga oleh tiga petugas keamanan atau sekuriti. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Medan saat ini adalah H. Tengku Chairuniza, membenarkan bahwa timnas Vietnam menggelar sesi latihan tertutup di lapangan sepakbola, Taman Cadika, Kota Medan."Kita di Cadika hanya mengikuti arahan dari panitia pelaksana dan PSSI dalam hal ini kan," sebut Tengku Chairuniza saat dikonfirmasi wartawan, Minggu sore, 31 Mei 2026.Tengku Chairuniza menjelaskan bahwa pihaknya hanya mengikuti arahan dari Panitia Pelaksana Piala AFF dan PSSI untuk memfasilitasi selama tim peserta melakukan latihan di lapangan sepakbola Cadika. "Sesuai dengan rekomendasi AFF dan PSSI ya, layak lah untuk sesi latihan," tutur Kadispora Medan.Tengku Chairuniza mengakui selama sesi latihan digelar, Taman Cadika ditutup sementara beberapa jam saja. Setelah latihan berakhir, kembali dibuka seperti biasa untuk umum. "Ya ditutup (Taman Cadika) tapi hanya beberapa jam saja. Tidak satu harian, pas mereka (timnas Vietnam) latihan saja," sebut Tengku Chairuniza.Tengku Chairuniza mengungkapkan sesi latihan tertutup, mungkin ada alasan. Karena, timnas Vietnam tidak mau dilihat umum dalam sesi latihan dalam penguatan strategi kepada pemain."Disitu lah mereka tidak mau dilihat, kalau masuk akalnya, mungkin latihan strategi kan, jangan dilihat orang," ungkap Tengku Chairuniza.Selain timnas Vietnam, Tengku Chairuniza mengatakan terlebih dahulu timnas Timor Leste, melakukan sesi latihan di lapangan sepakbola Cadika Medan, Sabtu 30 Mei 2026."Selain Vietnam ada juga Timor Leste, kemarin, Sabtu ya. Masuk sekarang Vietnam," ucap Kadispora Medan.

5 hari yang lalu

Hore! Stadion Teladan Gelar Pertandingan Piala AFF U-19, Tapi...

LensaDaily - Stadion Teladan Medan dipastikan tetap menjadi venue penyelenggaraan Piala ASEAN Football Federation (AFF) U-19 2026 yang berlangsung di Sumatera Utara. Namun, karena kondisi yang belum pembangunan yang belum selesai dan fasilitas belum mendukung sepenuhnya, pertandingan yang digelar tanpa penonton.Hal itu, diungkapkan oleh Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Piala AFF U-19 Sumatera Utara, Andi Atmoko Panggabean. Ia juga mengakui Stadion Teladan Medan, digunakan untuk pertandingan laga di ajang ASEAN U-19 Championship 2026. Namun, tanpa penonton. "Rencananya, digunakan sebagai lapangan pertandingan tanpa penonton. (kalau ada penonton) hanya untuk undangan saja," sebut Andi Atmoko Panggabean, saat dikonfirmasi wartawan, Minggu pagi, 31 Mei 2026.Sebelumnya, Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dan Plt Ketua PSSI Sumut, Arya Mahendra Sinulingga kembali meninjau Stadion Teladan Medan, Sabtu 30 Mei 2026.Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) telah menjalankan tanggung jawabnya dalam menyiapkan lapangan utama dan seluruh fasilitas inti pertandingan. "Kami dari Pemerintah Daerah ditugaskan dan diberikan tanggung jawab untuk menyiapkan lapangan dan fasilitas pertandingan. Poin utamanya adalah lapangannya," ujar Bobby Nasution kepada  usai meninjau Stadion Teladan Medan.Disisi lain, sesuai dengan training schedule ASEAN U-19 Boys Championship 2026, timnas Vietnam akan menggelar sesi latihan di Lapangan Sepakbola Tanam Cadika, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Minggu sore, 31 Mei 2026.

5 hari yang lalu