icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: puskesmas


Pemko Medan Revitalisasi 28 Puskesmas - 3 Dibangun Ulang, Rico Waas: Pelayanan Harus Maksimal

LensaDaily - Peningkatan kualitas pelayanan publik khususnya di sektor kesehatan semakin nyata, dengan Pemko Medan akan melakukan pembangunan ulang dan revitalisasi terhadap puluhan Puskesmas dan Puskesmas Pembantu yang ada di Kota Medan.Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas  usai meninjau Puskesmas Rengas Pulau di Jalan Marelan V Pasar II Barat, Kec. Medan Marelan, Kamis 26 Maret 2026.  Dalam kunjungannya itu, Rico Waas didampingi Kadis PKP2R Kota Medan, John Ester Lase, Plt Kadis Kesehatan Kota Medan Surya Syahputra, Sekretaris Dinas Kominfo Kota Medan Budi Hariono, Kabag Prokopim Arafat Syam, Camat Medan Marelan Zulkifli S Pulungan, serta Kepala UPT Puskesmas Rengas Pulau, dr. Voidance Bakara.Saat meninjau satu persatu ruangan, Rico Waas mendapati sejumlah fasilitas yang membutuhkan perbaikan. Selain ruangan yang sempit, sebagian plafon juga sudah ada yang rusak. Untuk itu, Rico Waas memastikan Puskesmas Rengas Pulau ini menjadi salah satu prioritas utama untuk dibangun ulang. Apalagi Dirinya mengungkapkan bahwa wilayah tersebut memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, sehingga membutuhkan fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni, efektif dan efisien."Kami memastikan Puskesmas Rengas Pulau ini layak untuk dibangun ulang, nanti akan kami sesuaikan dengan ukurannya. Rencananya dalam satu atau dua bulan ke depan, proses pengerjaan sudah bisa dimulai," kata Rico Waas.Tidak hanya di Medan Marelan, proyek besar yang akan merubah wajah baru dunia kesehatan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu rencananya akan dilakukan di 31 fasilitas kesehatan."Perbaikan total akan kita lakukan, tiga Puskesmas akan dibangun ulang, ada di Medan Tuntungan, Medan Marelan dan Medan Timur, sedangkan 28 lainnya akan dilakukan revitalisasi termasuk Puskesmas Pembantu,"ujar Rico Waas.Rico Waas juga menegaskan bahwa inti dari perbaikan fasilitas pelayanan kesehatan ini adalah peningkatan kualitas dari pelayanan kesehatan itu sendiri."Jangan sampai gedungnya sudah bagus, tapi pelayanannya masih minimal. Artinya pelayanan harus maksimal. Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa dunia kesehatan kita mau berubah menjadi lebih baik, karena ini adalah wajah kesehatan yang mengena langsung ke masyarakat," tegasnya seraya menambahkan jangan ada lagi masyarakat yang tertunda atau ditolak saat membutuhkan bantuan medis di Puskesmas.

26 Maret 2026

Sapa Warga di Helvetia, Rico Waas Pastikan Gratiskan Dokumen Kependudukan Korban Bencana dan Soroti Pelayanan Puskesmas

LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memastikan pengurusan ulang dokumen kependudukan warga Kota Medan terdampak bencana akan dibantu tanpa dipungut biaya. Hal ini dikatakan Roco Waas saat mendengar keluhan warga saat kegiatan Sapa Warga di Jalan Puskesmas, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu 27 Desember 2025.Dalam dialog terbuka yang dihadiri pimpinan perangkat daerah, warga menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari dokumen kependudukan yang hilang akibat banjir, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga perbaikan jalan serta drainase. Salah satu warga, Adawia, mengeluhkan akta kelahiran yang hilang akibat banjir serta pelayanan di Puskesmas Gaperta yang dinilai kurang ramah dan menyulitkan warga, khususnya terkait rujukan serta layanan berobat menggunakan KTP maupun BPJS. Menanggapi hal tersebut, Rico Waas memastikan pengurusan ulang dokumen kependudukan akan dibantu tanpa dipungut biaya dan meminta Dinas Kesehatan Kota Medan melakukan evaluasi terhadap pelayanan Puskesmas.“Pemerintah itu pelayan masyarakat. Kalau ada pelayanan yang kurang baik, harus dievaluasi dan diperbaiki,” tegas Rico Waas dalam kegiatan dimoderatori Camat Helvetia Junedi Lumbangaol itu. Keluhan serupa terkait layanan kesehatan juga disampaikan sejumlah warga lain yang berharap adanya perbaikan sikap dan sistem pelayanan di Puskesmas agar lebih humanis dan tidak mempersulit masyarakat.Selain itu, persoalan banjir menjadi aspirasi dominan. Warga Gang Satria, Gang Pribadi II, dan sepanjang Jalan Puskesmas mengeluhkan drainase yang tersumbat, parit yang terputus, serta kondisi jalan gang yang rendah sehingga mudah tergenang meski hujan tidak terlalu deras. Rico Waas langsung menginstruksikan Dinas SDABMBK untuk melakukan pendataan dan normalisasi drainase, serta menyiapkan perbaikan jalan dan parit secara bertahap.“Kita tidak mau lagi parit seperti kolam. Harus ada aliran air yang benar agar banjir bisa direduksi,” ujarnya.Terkait bantuan sosial, sejumlah warga menyampaikan keluhan belum meratanya distribusi bantuan banjir dan tidak masuknya mereka sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan lainnya, meskipun kondisi ekonomi tergolong rentan.Rico Waas menjelaskan bahwa PKH merupakan program pemerintah pusat, sementara Pemerintah Kota Medan berperan mengusulkan data melalui DTKS. Meski demikian, ia menegaskan akan memperketat pendataan dan pengawasan agar bantuan benar-benar tepat sasaran."Ke depan, Pemko Medan juga berencana menambah kuota bantuan melalui PKH Kota Medan sebagai pelengkap program pusat," sebutnya. Rico Waas mengingatkan aparatur wilayah agar tidak bermain-main dalam pendataan dan menegaskan akan menindak tegas jika ditemukan praktik tidak adil dalam penyaluran bantuan.Selain itu, warga juga mengeluhkan pengangkutan sampah yang dinilai belum rutin meskipun telah membayar iuran bulanan. Rico Waas meminta camat dan dinas terkait segera membenahi sistem pelayanan pengangkutan sampah agar menjangkau gang-gang kecil secara konsisten.Rico Waas menegaskan komitmen Pemko Medan untuk terus memperkuat pelayanan publik dan memprioritaskan penanganan banjir pada tahun 2026.“Kalau ada pelayanan yang masih kurang, laporkan. Dialog seperti ini akan terus kita lakukan agar pemerintah semakin dekat dan responsif terhadap masyarakat,” tegasnya.Usai kegiatan Sapa Warga, Rico Waas meninjau SD Negeri 066654 di Jalan Klambir V Gang Ksatria, Kelurahan Tanjung Gusta, yang sebelumnya terendam banjir. Di lokasi tersebut, Kepala SDN 066654 menyampaikan langsung kepada Wali Kota bahwa banjir merendam lingkungan sekolah hingga hampir tiga meter.Akibatnya, sejumlah inventaris sekolah rusak, seperti meja belajar dan buku-buku pelajaran siswa. Bahkan setelah air surut, lumpur tebal setinggi lutut orang dewasa masih mengendap di ruang-ruang kelas sehingga aktivitas belajar mengajar belum dapat berjalan normal.Menanggapi kondisi tersebut, Rico Waas mengatakan Pemko Medan akan melakukan pembenahan sesegera mungkin agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.

28 Desember 2025

Jadikan BLUD, Rico Waas Tegaskan Seluruh Puskemas di Medan akan Direvitalisasi

LensaDaily - Pemko Medan akan merevitalisasi seluruh puskesmas di Kota Medan agar menjadi fasilitas kesehatan yang lebih layak, bersih, dan nyaman sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Kualitas sumber saya manusia pun akan menjadi fokus perhatian agar masyarakat merasakan pelayanan kesehatan prima.Komitmen itu disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menghadiri kegiatan CKG (Cek Kesehatan Gratis) dan Aksi Donor Darah Kader Posyandu se-Kota Medan Pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025 di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu 8 November 2025.Dalam kegiatan yang diikuti seluruh Puskesmas dan Kader Posyandu se-Kota Medan serta Plt Kadis Kesehatan Irliyan Saputra itu, Wali Kota menyebut langkah revitalisasi tersebut akan dilakukan setelah seluruh Puskesmas di Kota Medan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).“Kami berkomitmen setelah seluruh Puskesmas di Kota Medan menjadi BLUD, maka akan kita lakukan revitalisasi menyeluruh agar fasilitas dan pelayanannya semakin baik,” ujar Rico Waas disambut tepuk tangan meriah.Orang nomor satu di Pemko Medan ini menegaskan, peningkatan layanan kesehatan tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.“Saya berharap Kepala Puskesmas, dokter, dan tenaga kesehatan dapat memperkuat semangat pelayanan yang cepat, tanggap, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.Selain menyampaikan komitmen tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada para kader posyandu yang disebutnya sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama dalam mencegah stunting serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak.“Kesehatan adalah pondasi penting dalam membangun kota yang maju dan sejahtera. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus terus diperkuat,” tegasnya.Usai menyampaikan sambutan, Wali Kota meninjau stand pemeriksaan kesehatan yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kota Medan. Dalam kesempatan itu, ia menyapa para tenaga medis dan peserta pemeriksaan, bahkan turut melakukan pengecekan tekanan darah dan gula darah, yang hasilnya menunjukkan kondisi kesehatannya normal.Pada kesempatan yang sama, Wali Kota juga menyerahkan penghargaan kepada Puskesmas Tegal Sari Kecamatan Medan Denai yang berhasil meraih Juara I capaian imunisasi terbanyak dalam kegiatan Pekan Mengejar Imunisasi (Penari) dalam rangka Hari Kesehatan Nasional 2025.Acara puncak HKN turut diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, senam bersama kader posyandu, serta launching BLUD Puskesmas se-Kota Medan.

09 November 2025

Kasus ISPA Meningkat, Dinkes Medan Terbitkan Surat Imbauan Protokol Kesehatan

LensaDaily - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menerbitkan surat edaran dan imbauan terkait dengan kewaspadaan peningkatan kasus ISPA di Kota Medan ini. Hal ini dilakukan karena terjadi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Medan pada bulan Agustus dan September 2025.Berdasarkan laporan dan data diperoleh dari Dinkes Kota Medan kasus ISPA, menyebutkan pada Agustus 25.715 kasus sementara September 2025 terjadi peningkatan kasus 30.952 kasus. Diperlukan kewaspadaan dari semua untuk mengantisipasi peningkatan kasus tersebut."Menghimbau Masyarakat untuk kembali meningkatkan disiplin diri dalam menjalani protokol kesehatan dengan mengingatkan kembali memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dengan orang yang sakit," tulis dalam surat edaran tersebut, dikutip wartawan, Rabu 22 Oktober 2025.Lalu, hindari menyentuh wajah dengan tangan yang tidak bersih, terutama mata dan mulut untuk menghindari bakteri atau virus masuk ke dalam tubuh."Berhenti merokok dan menghindari asap rokok terutama diruang tertutup. Gunakan sapu tangan atau tisu untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk," tulis kembali dalam surat edaran tersebut.Kemudian, masyarakat diminta untuk perbanyak konsumsi makanan bergizi, istirahat yg cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Bagi tenaga kesehatan yang sedang bertugas di fasilitas kesehatan agar menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai kebutuhan dan ketentuan."Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan sebagaimana mestinya," tulis surat edaran yang ditandatangani oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Iriyan Saputra.Surat edaran Dinkes Medan tersebut, juga disampaikan ke Direktur Rumah Sakit se-Kota Medan, Kepala UPTD Puskesmas se-Kota Medan dan Pimpinan klinik se-Kota Medan.

22 Oktober 2025

Musim Pancaroba Flu dan Demam Mendominasi di Medan, Ini Imbauan Dinkes

LensaDaily - Memasuki musim pancaroba dengan cuaca panas dan hujan yang terjadi belakangan ini di Kota Medan, akan terdampak pada penyakit panas badan dan flu yang rentan dan didominasi menyerang anak-anak di usia dini. Masyarakat pun diimbau selalu menjaga kesehatan."Betul. Paling banyak demam, flu, pada anak-anak. Terkait flu ini ada kaitan dengan daya tahan tubuh. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan nutrisi makanan yang nutrisinya cukup, istirahat yang cukup, kebersihan diri, dan jaga kehangatan badan," jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Medan, dr Irliyan Saputra, Sp.OG, Senin 13 Oktober 2025.Irliyan Saputra menyarankan dengan kondisi dingin dan turun hujan, bisa menggunakan pakaian yang lebih tebal untuk menghangatkan badan. Termasuk, penuhi cakupan konsumsi makanan untuk meningkatkan ketahanan tubuh."Paling penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh, istirahat cukup dan nutrisi. Termasuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Terkait yang terkena sakit, kita imbau jaga jarak sama yang sehat. Karena, flu ini kan virus," kata Irliyan Saputra.Selain itu, Irliyan Saputra juga mengimbau masyarakat, bila mengalami sakit untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat, agar segera sembuh dan tidak terjadi penularan ke orang sekitarnya. "Jangan pernah menunda-nunda untuk berobat kalau memang ada keluhan bisa langsung ke Faskes. Untuk gejala ringan bisa langsung ke Puskesmas atau klinik terdekat," ucap Plt Kadinkes Kota Medan itu.Disinggung soal hunian rawat inap rumah sakit hampir full karena banyak anak-anak dan lanjut usia (Lansia) sakit dengan keluhan diderita flu dan demam. Irliyan Saputra tidak membantah itu, tapi untuk data belum diterima dari masing-masing rumah sakit di Kota Medan. "Memang full. Iya, banyak yang demam tinggi, flu. Jadi, makin cepat pengobatan, makin cepat kesembuhannya. Itu imbauan kita untuk menjaga kesehatan," jelas Irliyan Saputra. Irliyan Saputra mengatakan untuk menjaga kesehatan, tidak lepas diiringin, untuk jaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri. Karena, dikhawatirkan kalau ada botol-botol, kaleng yang tidak dibuang dan menampung air bisa rawan menjadi demam berdarah."Intinya, tetap jaga kesehatan dan lingkungan. Termasuk jangan lupa menyempatkan diri untuk berolahraga untuk menjaga tubuh fit dan bugar selalu," sebut Irliyan Saputra. Disisi lain, Irliyan Saputra mengatakan pihaknya juga menurunkan tim kesehatan di posko pengungsian banjir seperti di Kecamatan Medan Johor dan Kecamatan Medan Labuhan, yang dilanda banjir. "Ada. Di posko-posko pengungsian kita turunkan tim kesehatan dari puskesmas. Di daerah Kwala Bekala ada di dua masjid. Di daerah Labuhan kita ada di Masjid Al-Ikhlas, dan ke kawasan yang di tinjau pak Wali kemaren. Iya, untuk mengecek kesehatan para pengungsi yang terdampak banjir," kata Irliyan Saputra.

13 Oktober 2025