LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menginstruksikan seluruh jajaran dinas untuk menindaklanjuti hasil reses DPRD Kota Medan. Rico Waas menegaskan komitmennya untuk menempatkan aspirasi masyarakat sebagai kompas utama dalam perencanaan pembangunan.Hal ini ditegaskan oleh Rico Waas dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan dengan agenda Laporan Pelaksanaan Reses V Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026, yang berlangsung di Gedung DPRD Medan, Senin 18 Mei 2026.Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen ini menjadi momentum penting penyampaian laporan hasil reses anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 hingga 5. Laporan yang memuat berbagai denyut nadi kebutuhan warga tersebut kemudian diserahkan secara resmi kepada Wali Kota Medan Rico Waas.Turut hadir dalam rapat paripurna tersebut Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, serta jajaran Pimpinan Perangkat Daerah dan para Camat se-Kota Medan.Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan bahwa rapat paripurna DPRD Medan ini bukan sekadar rutinitas konstitusional atau formalitas kelembagaan. Lebih dari itu, agenda ini merupakan wujud nyata hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat.​"Reses yang dilaksanakan oleh anggota DPRD merupakan jembatan aspirasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Dari kegiatan inilah berbagai persoalan, harapan, kebutuhan, serta dinamika warga dapat tersampaikan secara langsung dan nyata," kata Rico Waas.Ia menambahkan, Pemko Medan memandang hasil reses ini sebagai representasi kebutuhan riil (nyata) warga yang wajib menjadi perhatian bersama. Berdasarkan laporan yang masuk, aspirasi masyarakat masih didominasi oleh pemenuhan kebutuhan dasar, mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi dan sosial.Mengingat kompleksitas Kota Medan sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara, Rico Waas meminta seluruh jajaran dinas terkait untuk tidak santai. Pertumbuhan penduduk yang pesat dan tuntutan pelayanan publik yang responsif memerlukan penanganan yang tak biasa.​"Tadi saya sudah melihat hasil laporan reses. Begitu banyak laporan masyarakat, mulai dari pembangunan jalan, drainase, hingga pelayanan kesehatan. Saya minta seluruh Perangkat Daerah untuk menanggapi secara serius dan cepat tanggap. Ini laporan yang sangat penting," tegas Rico Waas.Rico Waas juga memerintahkan jajarannya untuk memetakan penyelesaian masalah tersebut ke dalam skala prioritas yang jelas."Selesaikan secepatnya. Petakan apa yang perlu dikerjakan dalam waktu dekat (jangka pendek), menengah, dan panjang. Kita berkomitmen menanggapi setiap laporan masyarakat," tambahnya.Tak hanya itu, orang nomor satu di Pemko Medan itu juga menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan pembangunan Kota Medan tidak boleh hanya dilihat dari angka-angka statistik atau banyaknya proyek fisik yang berdiri. ​"Keberhasilan pembangunan sesungguhnya hadir ketika masyarakat merasakan pelayanan yang lebih baik, lingkungan yang lebih nyaman, ekonomi yang semakin tumbuh, dan kesempatan yang semakin terbuka luas," bilang Rico Waas.Untuk itulah ia berjanji akan mengintegrasikan hasil reses ini dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, serta menyelaraskannya dengan kebijakan di tingkat provinsi maupun nasional, dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. "Sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif ini diharapkan mampu membawa Kota Medan menjadi kota yang semakin inklusif dan sejahtera bagi seluruh warganya," harapnya.
19 Mei 2026Tag: rapatparipurna
LensaDaily - Pimpinan DPRD Medan mengalami perubahan dengan pergantian dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan dengan agenda pengumuman pemberhentian Wakil Ketua DPRD di Gedung DPRD Medan, Senin 27 April 2026.Rapat dipimpin Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Tarigan, didampingi para wakil ketua, serta dihadiri anggota DPRD, pimpinan perangkat daerah, dan camat se-Kota Medan.Dalam rapat tersebut diumumkan H. Rajuddin Sagala diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Medan. Fraksi PKS selanjutnya mengusulkan Hj. Sri Rezeki, A.Md, sebagai calon pengganti untuk sisa masa jabatan 2024–2029.Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Tarigan menjelaskan, agenda paripurna tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat Badan Musyawarah DPRD Kota Medan.“Sesuai hasil rapat Badan Musyawarah DPRD Kota Medan tanggal 20 April 2026, telah ditetapkan jadwal rapat paripurna hari ini dengan agenda pengumuman pemberhentian Wakil Ketua DPRD dan penetapan calon pengganti dari Fraksi PKS sisa masa jabatan 2024–2029,” ujarnya.Ia menambahkan, pergantian jabatan Wakil Ketua DPRD tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan Nomor 243/K/Spa/Ab-12-sek-pks/2025 tentang pergantian pimpinan DPRD Kota Medan asal PKS.Selanjutnya, usulan pergantian tersebut akan diproses ke Gubernur Sumatera Utara untuk mendapatkan pengesahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.“Akhirnya rapat paripurna DPRD Kota Medan dalam acara pemberhentian Wakil Ketua DPRD dan penetapan calon pengganti Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PKS sisa masa jabatan 2024–2029 pada hari ini secara resmi kami nyatakan ditutup,” kata Wong.
28 April 2026LensaDaily - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Ir. Wirya Alrahman tengah menjadi sorotan karena dinilai melanggar etika birokrasi dan protokoler saat Rapat Paripurna di Gedung DPRD Medan pada Senin 29 Desember 2025. Sorotan ini karena posisi duduk Wirya Alrahman bersebelahan dengan Wali Kota Medan Rico Waas, yang seharusnya tempat Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap.Suasana rapat paripurna pun mendadak tegang seketika saat sorotan ini dilontarkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan, El Barino Shah yang melayangkan kritik keras terkait perubahan posisi duduk Sekda Kota Medan, Ir. Wirya Alrahman, yang dinilai melanggar etika birokrasi dan protokoler. Di sela-sela rapat, El Barino melakukan interupsi dan mempertanyakan legalitas serta etika penempatan posisi duduk tersebut.El Barino mengaku miris melihat petugas sekretariat yang memindahkan papan nama Wakil Walikota dan menggantinya dengan papan nama Sekretaris Daerah agar sejajar dengan pimpinan DPRD dan Wali Kota."Paripurna adalah forum tertinggi. Sangat tidak tepat dipertontonkan hal yang tidak baik. Seharusnya selaku Sekda atau birokrasi, posisi duduknya berada di belakang atau tempat yang telah tersedia, bukan sejajar dengan Walikota dan pimpinan dewan," tegas El Barino.Lebih jauh, El Barino mencurigai adanya indikasi 'penzoliman' terhadap Wakil Walikota Medan. Ia bahkan secara blak-blakan menyinggung isu ketidakharmonisan antara Walikota Rico Waas dan Wakil Walikota Zakiyuddin Harahap yang diduga dipicu oleh peran Sekda Medan."Ini harus menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang lagi. Apalagi saat ini ada isu ketidakharmonisan Walikota dengan Wakil Walikota dikarenakan 'ulah' Sekda," tudingnya.Mendapat sorotan tajam tersebut, Wirya Alrahman yang berada di kursi pimpinan tampak menunjukkan gelagat gelisah. Sementara itu, Ketua DPRD Medan, Wong Cun Sen, selaku pimpinan sidang menyambut baik kritikan tersebut sebagai masukan konstruktif. Wong Cun Sen langsung menginstruksikan Sekretariat DPRD Medan untuk meninjau kembali aturan dan regulasi protokoler yang berlaku agar penataan tempat duduk di masa mendatang tidak lagi menuai polemik."Kami perintahkan Sekretariat dewan untuk mempelajari aturan dan regulasi terkait hal ini," ujar Wong Cun Sen menutup interupsi tersebut.
30 Desember 2025LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan Pemko Medan melakukan sejumlah strategi dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain intensifikasi dan ekstensifikasi, juga melalui peningkatan mutu pelayanan dan sumber daya manusia, kemudian melaksanakan sosialisasi pajak (retribusi) daerah secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan Rico Waas menanggapi Pemandangan Umum Fraksi Partai Gerindra atas Ranperda Kota Medan tentang Rancangan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Medan, Senin 6 Oktober 2025.Selain itu, ungkap Rico Waas, Pemko Medan juga melakukan pengawasan atas pelaporan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD). Selanjutnya berkolaborasi dengan stakeholder lain seperti Polresta, Kejari dan Kodim dalam kegiatan penagihan tunggakan dan penegakan Peraturan Daerah. “Tidak itu saja, Pemko Medan juga melaksanakan validasi dan updating terhadap data objek pajak, serta melaksanakan operasi sisir terhadap objek pajak daerah,” kata Rico Waas yang hadir didampingi Sekda Wiriya Alrahman serta sejumlah pimpinan perangkat daerah dan camat. Menanggapi pertanyaan mengenai program penanggulangan kemiskinan, Rico Waas menjelaskan, Pemko Medan melakukan berbagai program strategis, di antaranya pelatihan keterampilan, penanganan stunting, penguatan UMKM, serta pembangunan infrastruktur. Disamping itu, Rico Waas menyampaikan, Pemko Medan juga menghadirkan Bapak Asuh Stunting, pemberian bantuan Pendidikan kepada siswa kurang mampu, penyaluran bantuan sosial langsung tunai, serta penyediaan pelatihan dan sertifikasi kerja secara gratis yang tujuan utamanya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kemudian, menanggapi mengenai implementasi penyusunan Rancangan APBD yang merupakan Pemandangan Umum Fraksi Partai Golkar, Rico Waas menerangkan, penyusunan anggaran melalui penetapan kebijakan anggaran yang sesuai dengan arah pembangunan daerah secara partisipatif dan berbasis data sehingga setiap program yang disusun sesuai kebutuhan masyarakat. "Dalam alokasi dan distribusi anggaran disusun secara adil dan proporsional berdasarkan prioritas pembangunan dan kemampuan fiskal daerah,” jelasnya.Sementara, imbuh Rico Waas, fungsi stabilisasi diarahkan untuk menjaga keseimbangan fiskal dan kesinambungan program jangka panjang. Dengan mengkonfigurasikan seluruh fungsi secara harmonis, maka penyusunan APBD menjadi instrumen yang tidak hanya administratif tetapi juga strategis dalam mencapai visi dan misi pembangunan daerah secara berkelanjutan. Dalam rapat paripurna yang dibuka Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Rico Waas mengucapkan terima kasih kepada Partai Nasdem atas saran agar pemerintah tetap konsisten dan fokus mengutamakan program pembangunan yang terencana dan mempunyai skala prioritas dalam membangun kota guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terkait Pemandangan Umun Fraksi PDI Perjuangan tentang metode untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan dan tenaga pendidik, Rico Waas memaparkan, peningkatan kualitas dan kuantitas dilaksanakan dengan memperluas akses pendidikan dengan memberikan layanan pendidikan dari daerah padat penduduk dan memberikan fasilitas sekolah layak. Tidak itu saja, kata Rico Waas, jumlah sekolah disesuaikan dengan rasio penduduk. Lalu, mempersiapkan tenaga pendidik, tetap memberikan bantuan kesejahteraan guru honorer baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta.Usai menjawab Pemandangan Umum Fraksi lainnya, orang nomor satu di Pemko Medan ini selanjutnya menyerahkan dokumen yang dibacakan kepada Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen disaksikan para Wakil Ketua dan anggota DPRD yang hadir.
06 Oktober 2025LensaDaily - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi reses DPRD Medan yang menjadi pekerjaan rumah Pemko Medan menjawab keluhan masyarakat tersebut. Rico pun mengajak seluruh pihak sinergi mengatasi permasalahan Kota Medan mewujudkan 'Medan Untuk Semua, Semua Untuk Medan'.Hal tersebut dikatakan Rico Waas saat Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Laporan Pelaksanaan Reses III Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024-2025 Anggota DPRD Kota Medan Tahun 2025 di Gedung DPRD Medan, Senin 25 Agustus 2025.Katanya, kerja sama dan koordinasi yang baik lintas lembaga adalah kunci utama menyukseskan pembangunan Kota Medan menjadi kota bertuah yang inklusif, maju dan berkelanjutan melalui semangat transformasi menuju Medan Satu Data.“Saya berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif, kebersamaan serta partisipasi yang luas dari seluruh pemangku kepentingan kota harus terus kita bangun dan optimalkan. Saya yakin dengan sinergi dan kemitraan yang kokoh antara eksekutif dan legislatif, kita mampu mewujudkan visi dan misi pembangunan Kota Medan,” kata Rico Waas.Orang nomor satu di Pemko Medan ini selanjutnya menyampaikan, apresiasi atas hasil reses yang telah dilakukan anggota dewan. Menurutnya, masukan yang disampaikan masyarakat melalui DPRD menjadi bahan penting dan strategis dalam penyusunan kebijakan serta program pembangunan Kota Medan.“Kami mengapresiasi hasil reses DPRD Kota Medan. Banyak saran dan masukan yang bersifat strategis, baik di bidang kebijakan maupun program pembangunan, yang menggambarkan kebutuhan pokok masyarakat. Oleh karenanya, saya meminta kepada seluruh perangkat daerah agar benar-benar memperhatikan dan menindaklanjuti hasil reses tersebut,” tegasnya.Sebagai penutup, Rico Waas mengajak semua pihak dan seluruh pemangku kepentingan kota untuk dapat bersama-sama berpartisipasi, sekaligus bersinergi dalam meningkatkan komitmen untuk pembangunan kota sehingga dapat menjadi modal sosial yang besar di tengah-tengah masyarakat. “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan lahir dan batin bagi kita semua dalam melaksanakan tugas pengabdian demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” harapnya dalam rapat paripurna yang dibuka Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen serta dihadiri Wakil Ketua dan anggota DPRD Medan, Sekda Wiriya Alrahman, pimpinan perangkat daerah dan camat tersebut.
25 Agustus 2025


