icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: sekdamedan


Pemko Medan Bebaskan Lahan 5 Hektare untuk PSEL, Anggaran 2026 Disiapkan

LensaDaily - Rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai upaya penanganan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan mulai dipersiapkan Pemko Medan. Lahan seluas 5 hektare yang lokasinya berada tepat bersebelahan dengan TPA Terjun yang selama ini dimiliki oleh Pemko Medan menjadi areal PSEL.Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Sekda Medan Wiriya Alrahman menyampaikan bahwa berbagai tahapan penting untuk pembangunan fasilitas tersebut telah mulai dilakukan.Hal ini disampaikan Wiriya Alrahman dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Pemerintah Daerah (Pemda) PSEL Batch 2 yang dipimpin Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara, Kemendagri, Drs Amran. Rakor yang berlangsung secara virtual ini diikuti Sekda Wiriya Alrahman didampingi Kepala DLH, Melvi Marlabayana di Command Center, Balai Kota, Rabu 11 Maret 2026.Dijelaskan Wiriya Alrahman, Pemko Medan telah melakukan pembebasan lahan seluas 5 hektare yang lokasinya berada tepat bersebelahan dengan TPA Terjun yang selama ini dimiliki oleh Pemko Medan. Lahan tersebut secara khusus dipersiapkan untuk pembangunan fasilitas PSEL.“Lahan seluas 5 hektare ini memang kita siapkan khusus untuk pembangunan PSEL. Lokasinya berada di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan dan bersebelahan langsung dengan TPA Terjun milik Pemko Medan,” jelas Wiriya.Selain itu, Pemko Medan juga telah menerbitkan Keputusan Wali Kota Medan mengenai penetapan lokasi pembangunan pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang akan menghasilkan energi listrik tersebut.Wiriya menambahkan, pada Tahun Anggaran 2026, Pemko Medan juga telah mengalokasikan anggaran untuk pematangan lahan seluas 5 hektare yang telah dibebaskan. Langkah ini dilakukan agar proses pembangunan fasilitas PSEL dapat segera direalisasikan.“Proses ini sudah berjalan dan pada tahun 2026 kami tetap melanjutkan pembebasan lahan agar kebutuhan lahan untuk PSEL benar-benar memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan,” ujarnya.Secara keseluruhan, luas lahan yang direncanakan untuk pengembangan kawasan tersebut mencapai 14,4 hektare. Artinya, masih terdapat sekitar 9,4 hektare lahan lagi yang akan dibebaskan oleh Pemko Medan.“Jadi total lahan yang akan dibebaskan mencapai 14,4 hektare. Saat ini sudah tersedia 5 hektare untuk pembangunan PSEL, sedangkan pembebasan lahan seluas 9,4 hektare lagi ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun 2026,” kata Wiriya.Ia menjelaskan, tambahan lahan tersebut lebih difokuskan untuk pengembangan kawasan pengelolaan sampah, sementara untuk pembangunan fasilitas PSEL sendiri lahan yang tersedia saat ini telah memenuhi syarat yang diperlukan.Lebih lanjut Wiriya menyebutkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari PSEL Medan Raya yang melibatkan kerja sama lintas daerah. Hal ini ditandai dengan telah ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemko Medan, dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.Kerja sama tersebut juga berkaitan dengan kewajiban volume sampah yang akan diolah di fasilitas PSEL nantinya.“Produksi sampah di Kota Medan saat ini mencapai sekitar 1.500 hingga 1.600 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.300 ton per hari direncanakan akan diolah melalui PSEL. Sementara 300 ton per hari akan berasal dari Kabupaten Deli Serdang,” jelasnya.Dengan kapasitas tersebut, Wiriya optimistis kehadiran PSEL akan menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah di wilayah Medan Raya sekaligus menghasilkan energi listrik dari proses pengolahan sampah.“Kami siap untuk segera merealisasikan pembangunan PSEL ini agar persoalan sampah dapat ditangani secara modern, ramah lingkungan, dan memberi manfaat tambahan berupa energi listrik,” pungkasnya.

12 Maret 2026

Peringati Isra Miraj, Rico Waas Dorong Sinergi Nilai Keagamaan dan Pembangunan Inklusif

LensaDaily - Nilai-nilai keagamaan dan pembangunan kota yang inklusif terus didorong Pemko Medan yang menjadi semangat sejalan dengan visi menjadikan Medan sebagai kota yang bertuah, maju, dan berkelanjutan, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.Hal ini menjadi pesan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas yang disampaikan oleh Sekda Wiriya Alrahman dalam kegiatan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar di lapangan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Senin 2 Februari 2026. Peringatan Isra' Mi'raj yang digelar Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan ini menghadirkan penceramah Ustad Jufri CHSI S.Ag.Dihadapan Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala, Unsur Forkopimda, segenap Anggota DPRD Medan, Saiful Bahri, Muslim dan Tia Ayu Anggraini serta Kakankemenag Kota Medan Impun Siregar dan Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Sekda Wiriya Alrahman mengatakan peringatan Isra Miraj ini menjadi wujud komitmen Pemko Medan dalam memberikan pelayanan yang menyeluruh, tidak hanya pada aspek pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia yang berlandaskan nilai agama dan prinsip kehidupan."Sinergi lintas perangkat daerah ini menunjukkan dukungan nyata pemerintah dalam menyukseskan kegiatan keagamaan dan sosial, sekaligus memastikan seluruh kegiatan publik dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas", kata Sekda Wiriya Alrahman.Dalam kesempatan tersebut, Wiriya Alrahman mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan Kota Medan. Pembangunan, ditegaskan, tidak semata-mata diukur dari infrastruktur dan suprastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang memiliki nilai, integritas, dan kepedulian sosial.“Membangun Kota Medan bisa dimulai dari diri sendiri, seperti menjaga fasilitas yang telah dibangun, menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terus menambah ilmu, serta berkumpul dengan orang-orang yang membawa kebaikan,” jelas Sekda.Sekda Medan, Wiriya Alrahman juga menghimbau masyarakat untuk menjauhi narkoba dan judi online yang dinilai tidak membawa kebaikan dan hanya menimbulkan kerusakan, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga keluarga dan masyarakat. "Para kepala keluarga diingatkan untuk menjaga kesehatan dan melindungi keluarganya dari pengaruh buruk zaman, sementara para ibu diingatkan akan peran pentingnya sebagai madrasah pertama bagi anak-anak", ucap Wiriya Alrahman.Kepada para alim ulama dan tokoh masyarakat, Wiriya Alrahman berharap agar pesan-pesan keimanan, tawakal, dan semangat berusaha terus disebarkan kepada umat. Sementara itu, generasi muda diajak untuk memanfaatkan masa muda dengan belajar, berkarya, dan bekerja demi masa depan yang lebih baik."Peringatan Isra' Mi'raj ini diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat kepedulian sosial, serta menumbuhkan nilai kesabaran dalam membangun Kota Medan yang damai dan harmonis. Setiap peran kecil yang dilakukan masyarakat diyakini akan memberikan dampak besar bagi masa depan kota", ujar Wiriya Alrahman.Diakhir sambutannya Wiriya Alrahman menyampaikan, Pemko Medan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat. Dengan ridho Allah SWT, Kota Medan didoakan menjadi kota yang aman, makmur, dan berkelanjutan.Selanjutnya peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang bertema "Dengan meneladani spiritualitas perjalanan isra mi'raj kita perkuat ukhuwah Islamiyah, kita tumbuhkan, kepedulian sosial dan kita tegakkan tawakal serta sikap berserah diri kepada Allah SWT", diisi tausyiah agama yang disampaikan Ustad Jufri CHSI S.Ag.Dalam tausiyahnya, Ustad Jufri CHSI menyampaikan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa agung dalam sejarah agama Islam, dimana Isra' Mi'raj merupakan sebuah perjalanan luar biasa yang tidak hanya menunjukkan kebesaran Allah SWT, tetapi juga membawa satu perintah paling utama bagi umat Islam yaitu Ibadah Salat."Mari kita jadikan momentum Isra’ Mi’raj ini untuk memperbaiki kualitas salat kita. Jika selama ini kita lalai, mari kita benahi. Jika selama ini kita terburu-buru, mari kita khusyukkan. Karena salat adalah penghubung langsung antara hamba dan Allah SWT.", ujar Ustad Jufri CHSI

03 Februari 2026

Thaipusam 2026 di Medan Berlangsung Khidmat, Momentum Harmoni Keberagaman

LensaDaily - Perayaan Thaipusam Tahun 2026 menjadi momentum penguatan persaudaraan dan harmoni di tengah masyarakat Kota Medan yang majemuk. Perayaan keagamaan umat Hindu tersebut berlangsung khidmat di Kuil Sree Soepramaniam Nagarattar dan kawasan Jalan Kejaksaan No. 61 Medan, Minggu 1 Februari 2026.Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa Thaipusam bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga ekspresi kebudayaan yang sarat dengan nilai spiritual, pengendalian diri, pengorbanan, dan keteguhan iman. Hal itu disampaikan dalam sambutan tertulis Wali Kota Medan yang dibacakan Sekda Medan, Wiriya Alrahman.“Thaipusam bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga merupakan ekspresi kebudayaan yang sarat dengan nilai-nilai spiritual, pengendalian diri, pengorbanan, dan keteguhan iman,” ujar Rico Waas.Menurutnya, nilai-nilai luhur dalam perayaan Thaipusam merupakan warisan penting yang tidak hanya bermakna bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan kebudayaan Kota Medan sebagai kota yang beragam. Ia menekankan bahwa Kota Medan dibangun oleh berbagai latar belakang, tradisi, dan budaya yang justru menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan.“Perbedaan bukanlah alasan untuk terpisah, melainkan fondasi untuk saling memahami, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai,” tegasnya.Dalam sambutan tersebut, Wali Kota Medan juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang secara konsisten menghadirkan ruang-ruang perayaan budaya dan keagamaan sebagai bagian dari pendidikan karakter masyarakat.“Pendidikan sejati tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga hidup dalam praktik kebudayaan, keteladanan sosial, dan penghormatan terhadap tradisi,” ucapnya.Melalui perayaan Thaipusam, lanjut Rico Waas, generasi muda diajak untuk mengenal akar budayanya, memahami makna spiritual di balik setiap ritual, serta menumbuhkan sikap toleransi dan empati terhadap sesama.Pemko Medan, katanya, berkomitmen untuk terus menjaga harmoni sosial dan menjamin kebebasan setiap warga dalam menjalankan keyakinan serta tradisi budayanya.“Kami percaya bahwa kota yang maju tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas hubungan antarwarganya,” ujarnya.Rico Waas berharap perayaan Thaipusam Tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, memperdalam saling pengertian, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga kedamaian dan persatuan di Medan.“Atas nama Pemerintah Kota Medan, saya mengucapkan selamat merayakan Thaipusam Tahun 2026 kepada seluruh umat Hindu. Semoga perayaan ini membawa kedamaian, keselamatan, dan keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan Benny Sinomba Siregar melaporkan bahwa Thaipusam Medan Street 2026 merupakan bagian dari program pengembangan kebudayaan dan keagamaan Pemerintah Kota Medan. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 05.00 WIB hingga malam hari.Rangkaian acara meliputi ritual Paal Kudham atau angkat susu, atraksi tradisional tusuk tubuh, pawai kereta kencana, ritual di kuil, hiburan dan tari, serta pameran dan kuliner.Thaipusam sendiri merupakan festival yang dirayakan masyarakat Tamil pada bulan purnama pertama di bulan Thai (Januari/Februari) dalam kalender Tamil. Perayaan ini melambangkan kemenangan dharma atas adharma serta penghormatan kepada Dewa Murugan.Melalui perayaan tersebut, diharapkan keimanan dan rasa syukur umat semakin kuat, sekaligus menjadi wujud komitmen Pemko Medan dalam merawat kebersamaan serta menghormati keberagaman budaya, agama, dan tradisi.Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPRD Medan Rajuddin Sagala, Konsul Jenderal India Ravi Shanker Goel, Kepala Kemenag Medan Impun Siregar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ismiralda Wiriya Alrahman, Ketua PHDI Sumatera Utara Surya, Ketua PHDI Medan Subenthiren, para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, serta undangan lainnya.

02 Februari 2026

Matangkan Pra Raker dan Raker Komwil I Apeksi 2026, Pemko Banda Aceh Kunjungi Kota Medan

LensaDaily - Pemko Banda Aceh melakukan kunjungan kerja ke Pemko Medan sebagai bentuk koordinasi terkait rencana pelaksanaan Pra Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) I Apeksi dan Raker Komwil I Apeksi Tahun 2026 yang akan digelar di Kota Banda Aceh. Kunjungan ini bertujuan untuk saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman agar pelaksanaan Pra Raker dan Raker Komwil I Apeksi dapat berjalan lancar dan sukses.Rombongan Pemko Banda Aceh dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin diterima oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, diwakili Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman di Balai Kota Medan, Senin 26 Januari 2026.Dalam sambutannya, Sekda Medan Wiriya Alrahman yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial, Muhammad Sofyan, Kepala Bappeda, Ferry Ichsan, serta Kepala Bagian Kerja Sama, Seri Inderahayu, menyampaikan ucapan selamat datang kepada jajaran Pemko Banda Aceh."Kami ucapkan selamat datang kepada jajaran Pemko Banda Aceh. Semoga pertemuan ini dapat meningkatkan koordinasi dan menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman terkait Raker Komwil I Apeksi", kata Sekda.Sekda Wiriya Alrahman juga memberikan sejumlah masukan strategis terkait materi pembahasan dalam Raker Komwil I Apeksi, khususnya mengenai penanganan bencana alam. Ia menekankan pentingnya membangun sistem koordinasi antarkota agar dapat saling membantu ketika terjadi bencana.Sementara itu, Sekda Kota Banda Aceh Jalaluddin menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya membangun sistem kerja sama dan koordinasi yang kuat antarpemerintah kota, terutama dalam menyikapi isu-isu strategis yang berskala nasional.“Kami datang ke Medan untuk membahas rencana pelaksanaan Pra Raker Komwil I Apeksi yang dijadwalkan pada 12 Februari, serta Raker Komwil I Apeksi pada 19–21 April mendatang. Kami ingin berbagi pengalaman dan menggali konsep terbaik agar pertemuan tersebut berjalan optimal,” ujar Jalaluddin.Ia berharap hasil koordinasi ini dapat menjadi fondasi kuat bagi terselenggaranya Raker Komwil I Apeksi 2026 di Kota Banda Aceh secara sukses dan memberi manfaat nyata bagi seluruh anggota Apeksi.

27 Januari 2026

Tertinggi di Sumut, Pelayanan Publik Kota Medan Raih Nilai A

LensaDaily - Pelayanan publik tahun 2025 Kota Medan meraih nilai A, tertinggi di Sumatera Utara yang merupakan hasil pemantauan dan evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang tertuang dalam Keputusan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2026.Hal ini diungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Medan Wiriya Alrahman usai membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban, Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, dan Laporan Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimum Tahun 2025, di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Selasa 13 Januari 2026.“Syukur alhamdulillah, pelayanan publik Kota Medan mendapat nilai A. Ini merupakan nilai tertinggi di Sumatera Utara untuk tahun 2025,” sebut Sekda. Ia menjelaskan, penilaian mencakup seluruh aspek pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Seluruh OPD dinilai secara menyeluruh dan diverifikasi langsung oleh Kementerian PANRB melalui mekanisme formal.“Semua kriteria pelayanan publik dinilai. Seluruh OPD dievaluasi dan hasilnya diverifikasi oleh Kementerian PANRB,” jelasnya.Meski meraih nilai tertinggi, Sekda menegaskan jajaran Pemko Medan tidak boleh berpuas diri. Capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.“Ini bukan untuk membuat kita berpuas diri. Justru menjadi pengingat agar pelayanan publik di lapangan tetap dan semakin baik, tanpa ada lagi keluhan masyarakat,” tegas Sekda Medan itu.Sekda berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan publik yang prima, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

13 Januari 2026