LensaDaily - Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menekankan seluruh pihak terkait progres pembangunan Sekolah Rakyat Kota Medan bergerak cepat dan bekerja secara terkoordinasi. Progres pembangunan, Zakiyuddin menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung, khususnya drainase dan penerangan jalan.Hal tersebut dikatakan Zakiyuddin saat meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Kota Medan di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Senin 30 Maret 2026. Selain meninjau Zakiyuddin Harahap juga melakukan pertemuan dengan Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara serta perwakilan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum. Dalam pertemuan itu, Zakiyuddin menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu tugas prioritas yang harus segera diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait bergerak cepat dan bekerja secara terkoordinasi. “Kita sudah koordinasi, ini harus dipercepat karena ini tugas utama kita. Besok PU bersama Camat dan Lurah langsung turun untuk melihat kondisi drainase,” kata Zakiyuddin Harahap didampingi Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti, Kadis Perkimcikataru Jhon Lase dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Benny Sinomba. Zakiyuddin menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung, khususnya drainase dan penerangan jalan. Menurutnya, kondisi jalan tanpa drainase yang memadai tidak layak bagi lingkungan pendidikan maupun masyarakat sekitar.“Drainase harus segera dibuat. Tidak layak rasanya jalan di Kota Medan tanpa drainase. Begitu juga lampu penerangan harus segera dipasang,” tegas Zakiyuddin Harahap Selain itu, Zakiyuddin Harahap juga menginstruksikan agar pengerjaan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, seperti PDAM dan PLN, guna menghindari pekerjaan berulang yang selama ini kerap terjadi. “Kita tidak mau lagi kejadian, jalan sudah diaspal dibongkar lagi untuk pasang pipa atau kabel. Ini makan biaya, makan waktu, dan hasilnya tidak rapi,” jelas Zakiyuddin. Selanjutnya Zakiyuddin Harahap menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kota, pihak pengembang, serta instansi terkait agar seluruh pekerjaan, mulai dari pembangunan drainase, pengaspalan jalan, hingga pemasangan utilitas, dapat dilakukan secara bersamaan dan terencana. “Lebih bagus kita kerjakan bersama. Jadi sekali kerja langsung selesai, tidak bongkar pasang lagi,” ucap Zakiyuddin Harahap.Zakiyuddin juga menyebut pembangunan Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi contoh sinergi yang baik antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam merealisasikan program pembangunan. Untuk itu, ia meminta seluruh pihak terkait segera menggelar rapat koordinasi lanjutan guna memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Dengan langkah percepatan dan koordinasi lintas sektor tersebut, Pemko Medan optimistis pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera rampung dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.Sebelumnya Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara serta perwakilan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Eva, menjelaskan pentingnya dukungan penuh dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan guna mempercepat penyelesaian proyek yang menjadi salah satu ikon pendidikan baru di Kota Medan.“Medan diharapkan menjadi tolok ukur secara nasional. Saat ini penutup atap sudah terpasang, ini menjadi ikon pertama untuk Sekolah Rakyat,” ujarnya.Ia menjelaskan, pembangunan SR di Medan mencatat progres yang cukup signifikan. Secara nasional, capaian pembangunan SR di Medan termasuk yang tertinggi. Bahkan, untuk Kota Medan sendiri progresnya telah mencapai 28 persen. Dari total pekerjaan, sebanyak 13 bangunan telah menyelesaikan struktur utama. Dengan sisa waktu sekitar 92 hari menuju target 30 Juni, Pihaknya optimistis pembangunan dapat terus dikejar. “Kita optimis, jika semua berjalan sesuai rencana, Sekolah Rakyat ini bisa mulai beroperasi pada 30 Juli 2026,” katanya.Meski demikian, Eva mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, khususnya terkait kesiapan lingkungan pendukung. Ia menyoroti infrastruktur dasar seperti drainase, jalan lingkungan, serta lampu penerangan jalan yang belum sepenuhnya siap. “Lingkungan sekitar masih perlu pembenahan. Drainase, jalan, hingga penerangan harus segera diselesaikan agar memenuhi syarat kelayakan,” ucapnya.
31 Maret 2026Tag: sekolahrakyat
LensaDaily - Lahan seluas 6 Hektare milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan dihibahkan kepada Kementerian Sosial untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang terletak di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Proses pembangunan telah dimulai dan diperkirakan rampung pertengahan tahun 2026 mendatang.Pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) Kota Medan dimulai dengan dilakukan pencanangan pembangunan Senin 12 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari peluncuran serentak 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang dipusatkan dan diresmikan langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto di Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan.Pencanangan pembangunan SR di Kota Medan ini dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Sekda Wiriya Alrahman. Bersama Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara, Dirjen Prasarana Strategis, Kementerian PU, Eva, Sekda Medan, Wiriya Alrahman didampingi Kadis Sosial, Khoiruddin Rangkuti dan Camat Medan Tuntungan, Berani Perangin-angin meninjau lokasi pembangunan SR.Dengan pencanangan pembangunan SR ini, Sekda Medan Wiriya Alrahman menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan program strategis nasional tersebut. "Pemko Medan mendukung penuh program bapak presiden RI Prabowo Subianto. Hari ini kita bersyukur dimulainya pembangunan SR di Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan," kata Wiriya Alrahman.Sekolah Rakyat ini dibangun diatas lahan Pemko Medan dengan alas Hak Pengelolaan (HPL) nomor 1 Tanjung Selamat tahun 1990. Dari 26 hektar luas HPL, Pemko Medan telah menghibahkan lahan seluas 6 hektare kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk Pembangunan Sekolah Rakyat tersebut. Ditargetkan SR yang nantinya akan menampung anak - anak dari keluarga kurang mampu di Kota Medan ini akan rampung pada pertengahan tahun 2026.Menurut Wiriya kehadiran sekolah ini tidak hanya berdampak pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga memberikan multiplier effect yang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Sekda pun mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa agar pembangunan Sekolah Rakyat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal.
13 Januari 2026LensaDaily - Bangunan liar yang berdiri di atas lahan aset milik Pemko Medan dengan alas Hak Pengelolaan (HPL) nomor 1 Tanjung Selamat tahun 1990 di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, ditertibkan Tim Terpadu, Senin 24 November 2025.Penertiban ini dilakukan terkait rencana Pemerintah Pusat yang akan menggunakan lahan tersebut untuk pembangunan Program Prioritas Nasional yakni Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tingkat SD, SMP dan SMA serta pembangunan SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).Sebelum penertiban dilakukan, Tim Terpadu yang terdiri dari Satpol PP, TNI-POLRI, BKAD, Dinas SDABMBK, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Dinas Ketapang ini melakukan Apel bersama yang dipimpin Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Muhammad Sofyan. Selanjutnya sekitar pukul 08:30 WIB, Tim Terpadu bergerak dengan berjalan kaki menuju lokasi yang lahannya akan ditertibkan. Selain puluhan personil penertiban lahan ini juga menurunkan sejumlah truk dan alat berat excavator untuk merubuhkan bangunan semi permanen yang berdiri diatas aset Pemko Medan tersebut.Begitu tiba dilokasi Tim Terpadu yang dipimpin Muhammad Sofyan dengan humanis melakukan dialog dan negoisasi kepada warga yang mendiami lahan tersebut untuk segera mengosongkan bangunan semi permanen yang dibangun diatas lahan milik Pemko Medan. Sebelumnya pihak Kecamatan Medan Tuntungan juga telah mensosialisasikan terkait hal ini.Setelah berdiskusi, sebagian warga tetap tidak mau mengosongkan bangunan tersebut. Kemudian dengan tegas Muhammad Sofyan memerintahkan personil untuk membantu warga mengosongkan bangunan termasuk mengevakuasi dan mengangkat barang-barang.Usai dipastikan kosong, dengan alat berat excavator, personil merubuhkan bangunan semi permanen yang terdiri dari rumah dan warung. Selain itu personil juga memasang patok tanda batas tanah milik Pemko Medan diatas lahan HPL seluas 265.135 M2. Disela- sela penertiban,Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Muhammad Sofyan mengatakan di lahan seluas 26 hektar ini sekitar 6,8 hektar akan digunakan untuk pembangunan sekolah rakyat oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR. Selain itu juga akan dibangun SPPG untuk program MBG."Ada dua program prioritas nasional yang akan dilakukan pembangunan di aset Pemko Medan. Direncanakan awal bulan Desember akan dimulai pembangunannya," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan.Menurut Sofyan, dari luas HPL 26 hektar lebih ini, nantinya dipakai untuk sekolah rakyat tingkat SD, SMP dan SMA sekitar 6 hektar dan untuk SPPG lahan yang digunakan kurang dari 1 hektar atau sekitar 800 meter."Pengerjaan Proyek segera dilakukan. Saat ini proses pematangan lahan makanya harus dikosongkan. Setelah pematangan lahan proses selanjutnya bangunan fisik. Tahun ajaran 2026 sudah harus difungsikan. Sebab SR untuk tingkat SD SMP SMA kota Medan masih menggunakan fasilitas milik Kementerian Sosial dan Kementerian Ketenagakerjaan," ujar Muhammad Sofyan.Dijelaskan Sofyan, diatas lahan milik Pemko Medan ini beberapa warga mengakui telah lama mendiami lahan tersebut kurang lebih sudah 25 tahun. "Namun karena lahan ini memang milik Pemko Medan, jadi lahan kita kosongkan. Bagi warga yang digusur akan direlokasi ke Rusunawa di Kayu Putih, Medan Deli," jelas Muhammad Sofyan. Selanjutnya meskipun diawal penertiban sempat ada penolakan dari warga, namun penertiban yang dilakukan Tim Terpadu Pemko Medan berlangsung lancar. Setelah itu Satpol PP Kota Medan akan melakukan penjagaan di lahan tersebut agar tidak ada lagi warga yang mendirikan bangunan diatasnya.Turut hadir dalam penertiban sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah diantaranya Kasat Pol PP Muhammad Yunus, Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti, Plt Kadis Ketapang Pertanian Perikanan, Ahmad Untung Lubis dan Plt Kadis SDABMBK Gibson Panjaitan serta Camat Medan Tuntungan.
24 November 2025LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 30 Medan yang terletak di Balai Besar Peningkatan Vokasi dan Produktifitas (BBPVP), Jalan Amal, Medan Sunggal, Selasa 7 Oktober 2025. Selain melihat aktifitas belajar mengajar, Rico Waas juga melakukan dialog dengan para guru dan Wali asuh Sekolah Rakyat.Peninjauan ini dilakukan Wali Kota Medan Rico Waas bersama Kepala BBPVP Medan, Farid Abdurahman Nur Yuliono dan Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 30 Medan, Syahripal Putra. Saat tiba di SR, Rico Waas langsung melihat proses belajar mengajar di dalam kelas SD dan SMA yang ada di SR Terintegrasi 30 Medan. Kehadiran orang nomor satu di Pemko Medan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 30 Medan ini disambut ceria dan hangat oleh para siswa dan guru. Rico Waas pun mengobrol dengan siswa-siswi dan memberikan motivasi kepada mereka agar semangat belajar dan meraih cita-cita yang diinginkan.Tidak hanya ruang kelas, Rico Waas juga meninjau beberapa ruangan, seperti ruangan perpustakaan, ruangan kesehatan dan ruangan guru. Kemudian kantin sekolah dan gedung asrama tempat tinggal siswa-siswi SR Terintegrasi 30 Medan.Selanjutnya Rico Waas juga melakukan dialog dengan para guru dan tenaga pengajar serta Wali Asuh SR Terintegrasi 30 Medan. Dalam dialog tersebut terungkap bahwa ada beberapa keluhan dan permintaan yang disampaikan, seperti kurangnya guru agama dan tenaga kesehatan, ketersediaan buku di perpustakaan, penyediaan air PDAM dengan meteran tersendiri, fasilitas olahraga, sampai dengan rencana study tour di Kota Medan. Usai peninjauan, Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan hari ini meninjau sekolah rakyat Terintegrasi 30 Medan untuk SD dan SMA. "SR ini kita tempatkan untuk sementara di BBPVP, sembari menunggu SR yang akan dibangun di Medan Tuntungan," pungkas Rico.
07 Oktober 2025LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri Sosialisasi dan Koordinasi Pembentukan Sekolah Rakyat (SR) dan Dialog Pilar-pilar Sosial di Provinsi Sumatera Utara, bersama Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Jumat (11/4/2025). Selain Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur Sumut Surya, acara ini juga dihadiri para Bupati dan Wali Kota se-Sumut, jajaran kementerian terkait dan pejabat tinggi Pratama serta undangan lainnya. Di Sumut terdapat 4 titik Sekolah Rakyat (SR) yang rencananya akan dibangun tahun ini. Ada pun lokasi keempat SR itu yakni di Gedung UINSU, dua sentra milik Kementerian Sosial dan satu lagi gedung milik Pemerintah Provinsi Sumut. Pemko Medan saat ini sudah mengajukan untuk dibentuknya sekolah gratis untuk rakyat, mengingat tingginya ketimpangan sosial, terkhusus kebutuhan di kawasan Medan bagian Utara. "Ya mudah-mudahan berhasil dan bisa direalisasikan karena kita tahu tingkat ketimpangan sosial yang sangat tinggi di Kota Medan, terutama di Medan bagian Utara," kata Rico Waas. Orang nomor satu di Pemko Medan ini selanjutnya berharap, Kota Medan mendapatkan pembentukan SR dari program Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial. Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam arahannya menyampaikan, SR digagas oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, di mana negara hadir untuk memuliakan keluarga miskin dan memfasilitasi kebangkitan wong cilik dengan visi mencetak agen perubahan, pada setiap keluarga miskin melalui pendidikan berkualitas guna memutus transmisi kemiskinan di Indonesia. "Pengentasan kemiskinan merupakan arahan dan program Asta Cita dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, salah satunya melalui sekolah gratis untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memajukan Indonesia," ungkap Saifullah.(Medan)
12 April 2025


