LensaDaily - Ribuan warga mengikuti Nonton Bareng (Nobar) Gembira Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina yang digelar Pemko Medan di Urban Community Park Kebun Bunga, Jalan Candi Borobudur, Medan Petisah, Senin 20 Juli 2026 dini hari. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir nobar bersama bersama masyarakat tersebut. Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Dandim 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, Komandan Batalyon Parako 463 Pasgat Letkol Pas Jhon H. Siregar, serta para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.Suasana nonton bareng yang digelar Pemko Medan bekerja sama dengan TVRI Sumatera Utara itu semakin semarak saat babak pertama berakhir dengan skor imbang 0ā0. Memanfaatkan jeda pertandingan, Rico Waas mengajak warga mengikuti sesi kuis yang langsung disambut antusias. Dari atas panggung, ia mengajukan sejumlah pertanyaan seputar sepak bola dan Kota Medan.Seorang anak berhasil menjawab nama klub sepak bola kebanggaan Medan, yakni PSMS. Pertanyaan mengenai jumlah kecamatan dan kelurahan di Kota Medan dijawab tepat oleh seorang warga pria, sedangkan seorang warga perempuan sukses menyebutkan nama lengkap Wali Kota Medan. Ketiganya kemudian menerima hadiah langsung dari Rico Waas diiringi tepuk tangan dan sorak sorai penonton. Suasana hangat dan penuh keceriaan pun mewarnai masa turun minum.Kemeriahan berlanjut ketika Tim Nasional Spanyol memastikan diri sebagai juara Piala Dunia 2026 usai menundukkan juara bertahan Argentina dengan skor 1ā0. Gol tunggal Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu mengantarkan La Roja meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah terakhir menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.Rico Waas menilai laga final tersebut benar-benar menyajikan tontonan berkualitas dengan semangat juang tinggi dari kedua tim."Pertandingan malam ini benar-benar layak disebut sebagai partai final. Sejak babak pertama, babak kedua, hingga tambahan waktu, kedua tim bermain sangat ketat dan menunjukkan semangat juang yang luar biasa," kata Rico Waas.Ia mengaku sempat memprediksi Spanyol akan menang tipis apabila pertandingan berlangsung ketat."Sebelumnya saya sempat memprediksi, kalau pertandingan berlangsung terbuka mungkin skornya 3ā2. Namun kalau berjalan ketat, saya memperkirakan 1ā0 untuk Spanyol. Alhamdulillah, Spanyol berhasil menjadi juara. Selamat untuk Timnas Spanyol," katanya.Menurut Rico Waas, nilai terpenting dari sepak bola bukan hanya kemenangan, tetapi juga sportivitas dan kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat. Wali Kota berharap kegiatan nonton bareng seperti ini dapat semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga sekaligus mendorong terciptanya gaya hidup sehat."Yang paling penting dari pertandingan ini adalah nilai sportivitas. Melalui kegiatan nonton bareng seperti ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga semakin mencintai olahraga. Harapan saya, olahraga di Medan terus berkembang, semakin diminati masyarakat, dan menjadi bagian dari gaya hidup sehat," harapnya. Rico Waas juga menegaskan semangat Medan untuk Semua harus diwujudkan melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Medan."Semangat Medan untuk Semua berarti kita harus saling menguatkan dan bergandengan tangan membangun Kota Medan. Kota ini tidak bisa dibangun sendirian. Kami membutuhkan dukungan, partisipasi, dan semangat seluruh masyarakat. Pemerintah Kota Medan pun akan terus berjuang memberikan yang terbaik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Medan," tuturnya.***
2 hari yang laluTag: sepakbola
LensaDaily - Dunia olahraga Sumatera Utara berduka dengan meninggalnya H. A'zam Nasution, pada Selasa 28 April 2036 sore. Sosok yang peduli dan rela berkorban untuk olahraga Kota Medan san Sumut itu meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit Mitra Medika Amplas.Jenazah disemayamkan di rumah duka, Komplek Sisilia Residence Blok A No.61, Marendal, Medan. Tampak Wali Kota Medan Rico Waas melayat ke rumah duka dan turut mendoakan almarhum."Telah meninggal orang tua kami, H. A'zam Nasution pada Selasa 28 April 2026 pukul 15.40 WIB," bunyi pesan putra sulung Almarhum H A'zam Nasution, Faturrahman Nasution.H. A'zam Nasution merupakan sosok yang peduli dengan olahraga. Selama hidupnya tidak lepas dari olahraga, khususnya sepakbola dan tenis meja."Almarhum merupakan penggila olahraga. Ketika masih aktif sebagai ASN di Dispora Medan, dirinya tidak bisa lepas dari olahraga. Mulai dari mengurusi sepak bola, hingga bermain tenis meja," ujar mantan Kadispora Medan, H Marah Husin Lubis ketika dihubungi.Marah Husin mengungkapkan, selain sepak bola, sosok A'zam Nasution aktif mendukung perkembangan tenis meja. Dia ingat saat masih bertugas di Dispora Medan, A'zam menggalakkan bermain tenis meja bagi semua ASN di OPD itu. "Almarhum memang orang baik. Saya sangat kehilangan almarhum," ungkap Marah Husin.Kecintaan Almarhum A'zam Nasution terhadap sepak bola juga diungkapkan mantan Pengawas Pertandingan Liga 1, M Syarif. Menurut Syarif, ketika masih muda, almarhum memang sosok aktif di dunia sepak bola."Selain membina klub sepak bola, Almarhum A'zam juga pernah menjadi Pengawas Pertandingan Liga Indonesia. Namun karena kesibukkannya sebagai ASN, dia jarang aktif," ungkap M Syarif.M Syarif mengaku sangat kehilangan sosok A'zam Nasution. "Saya sebenarnya sudah kenal lama dengan almarhum. Dan, memang betul-betul cinta sepak bola. Kalaupun diperiksa darahnya, pasti darah sepak bola. Kita sangat kehilangan sosok almarhum," ungkap M Syarif.Bukan hanya cinta, sosok Almarhum H A'zam Nasution juga dikenal peduli dan rela berkorban untuk olahraga. Bukan hanya sepak bola, tapi juga cabang olahraga lainnya."Almarhum merupakan sosok yang peduli dengan olahraga. Saya mengenal almarhum merupakan sosok yang rela berkorban untuk olahraga," ujar Wartawan Olahraga Senior, SR Hamonangan Panggabean.Sekretaris Umum PWI Sumatera Utara ini berkisah, Almarhum A'zam Nasution sudah peduli dengan olahraga sejak zaman dulu. Bahkan sebelum pindah ke Dispora Medan, A'zam Nasution telah aktif membina PS Deli Putra.Almarhum juga merupakan salah satu pendiri PS Medan Soccer, mantan pengurus PSMS, mantan Wakil Ketua KONI Medan, dan aktif menggalakkan tenis meja. Saat menjabat sebagai Sekretaris Dispora Medan, almarhum mengajak semua ASN di OPD itu untuk aktif bermain tenis meja. "Setiap bertemu, Almarhum selaku membawa bet tenis meja," ungkap Hamonangan.Pria yang akrab dipanggil Monang ini menambahkan, sosok Almarhum A'zam juga sangat peduli dengan wartawan olahraga. Dia selalu memberikan dukungan dan motivasi setiap kegiatan yang dilaksanakan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Sumut."Dan, Bang Azam selalu mengingatkan kepada wartawan untuk tidak lupa berolahraga. Almarhum adalah sosok yang baik. Kita sangat kehilangan sosok almarhum," ungkap Monang. Mantan Pengurus PSMS Julius Raja juga mengaku sangat kehilangan sosok A'zam Nasution. Julius Raja menyebutkan A'zam Nasution memang sosok gila sepak bola. Almarhum pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum PSMS Medan."Ketika masih betugas di Dispenda Medan, sosok A'zam Nasution memang sudah mencintai sepak bola. Cintanya semakin dalam setelah pindah ke Dispora Medan. Kita tentu sangat kehilangan sosok almarhum," ungkap Julius Raja.Berdasarkan ingatan wartawan, banyak pengorbanan Almarhum A'zam Nasution di dunia olahraga Sumut. Salah satunya dalam pembentukan tim sepak bola Sumut menuju PON 2012 Riau. A'zam bersama teman-teman sempat berjuang bersama-sama membentuk tim menghadapi Pra PON hingga akhirnya meraih medali perak di PON 2012.A'zam Nasution wafat dalam usia 62 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Idwina, tiga orang anak: Fathur, Fatiya, dan Zaidan. Kemudian seorang cucu bernama Zainah.Almarhum akan dikebumikan, Rabu 29 April 2026 besok.
28 April 2026LensaDaily - Kampanye terhadap fans sepakbola di Indonesia dilakukan HeinekenĀ® yang resmi meluncurkan Fans Have More Friends, mengajak jadi lebih dekat, tidak hanya pertandingan saja, tapi juga ke sesama fans klub sepakbola yang tampil di UEFA Champions League. Di balik serunya UEFA Champions League, ada satu realita yang cukup dekat dengan keseharian para fans.Nonton pertandingan UEFA Champions League (UCL) di Indonesia tidak selalu mudah. Pertandingan sering mulai jam 2 atau 3 pagi, saat sebagian orang sudah tidur dan banyak tempat nongkrong yang tutup. Akhirnya, banyak fans yang nonton sendirian atau cuma bareng teman dekat saja.Studi HeinekenĀ® menunjukkan bahwa 57% fans merasa kesulitan mengajak teman nonton bareng, dan 69% merasa jadwal pertandingan sering bentrok dengan aktivitas lain. Padahal, sepakbola memiliki kekuatan besar untuk menyatukan orang. Dari satu minat yang sama, obrolan bisa mulai, koneksi baru terbentuk, dan rasa kebersamaan pun muncul, bahkan dengan orang yang sebelumnya belum kita kenal.Marketing Manager HeinekenĀ® Indonesia, Kahfi Arif mengatakan, berangkat dari insight ini, HeinekenĀ® terus memperkuat perannya dalam membangun koneksi sosial dengan membantu fans terhubung di luar circle mereka dan mengubah momen sepak bola menjadi pengalaman yang lebih seru untuk dinikmati bersama."Sepak bola itu punya kekuatan luar biasa untuk menyatukan orang. Tapi di Indonesia, masih banyak fans yang menikmatinya dalam circle kecil, apalagi dengan jam tayang dini hari dan terbatasnya tempat untuk kumpul. Lewat Fans Have More Friends, kami ingin bikin fans lebih mudah untuk berkumpul dan merayakan bola bareng-bareng," katanya Sabtu 12 April 2026.Tahun lalu, HeinekenĀ® menghadirkan UEFA Champions League lebih dekat ke fans Indonesia lewat Trophy Tour, dengan kehadiran para legenda sepak bola dan momen-momen tak terlupakan di Jakarta. Tahun ini, HeinekenĀ® menghadirkan pendekatan baru dengan mengubah keterbatasan tempat berkumpul menjadi peluang untuk memperluas koneksi antar fans.Dengan menghadirkan kembali pengalaman matchday, HeinekenĀ® ingin membuat sepakbola kembali terasa sebagai momen yang dinikmati bersama. Sebagai bagian utama dari kampanye ini, HeinekenĀ® mencari tujuh fans terpilih yang akan mendapatkan kesempatan sekali seumur hidup untuk menyaksikan Final UEFA Champions League 2026 di Budapest.Untuk berada lebih dekat dengan fans di Indonesia, HeinekenĀ® menghadirkan semangat kebersamaan ini melalui rangkaian roadshow di Jakarta, Surabaya dan di Medan yang digelar di Bistronomix, Jalan Perintis Kemerdekaan. Roadshow ini dengan mengubah sejumlah venue menjadi ruang untuk pengalaman nongkrong bareng yang mempertemukan fans, membuka koneksi baru, dan berbagi kecintaan terhadap sepakbola.Inisiatif ini juga menjangkau lebih dari 117 outlet di seluruh Indonesia, membuka lebih banyak kesempatan bagi fans untuk keluar dari circle mereka dan menjadi bagian dari komunitas sepak bola yang lebih luas. Perjalanan ini akan membawa fans menuju satu momen puncak, yaitu nonton bareng Final UEFA Champions League dimana HeinekenĀ® mempertemukan fans dalam satu tempat untuk merasakan euforia pertandingan bersama.Bagi banyak fans, ini menjadi perubahan dari yang biasanya nonton sendirian di dini hari, menjadi bagian dari satu atmosfer yang penuh emosi, energi, dan kebersamaan.Kahfi menambahkan, kampanye ini berangkat dari realita āno barā menjadi momen ānobarā. Banyak fans di Indonesia yang akhirnya menonton pertandingan UEFA Champions League sendirian di dini hari karena keterbatasan akses untuk berkumpul."Lewat inisiatif ini, kami ingin mengubah momen tersebut menjadi pengalaman bersama, di mana fans bisa terhubung, berbagi vibe, dan merayakan sepak bola sebagaimana seharusnya dinikmati di Indonesia," kata Kahfi Arif.Sepanjang 2026, HeinekenĀ® akan terus hadir di berbagai momen, di mana fans saling terhubung, mulai dari platform digital hingga pengalaman langsung di lapangan, sekaligus memperkuat perannya dalam mempertemukan orang melalui momen kebersamaan.
12 April 2026LensaDaily - Apresiasi disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution kepada keluarga besar Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) I Belawan yang telah menyelenggarakan Turnamen Sepak Bola Danyonmarhanlan I Cup dalam rangka memperingati HUT ke-45 Yonmarhanlan I Belawan. "Mudah-mudahan, kegiatan ini menjadi cikal bakal untuk anak-anak muda kita, khususnya di Medan Belawan yang memiliki minat di dunia sepak bola," kata Bobby Nasution saat membuka Turnamen Sepak Bola Danyonmarhanlan I Cup di Lapangan Sepak Bola Bhakti Belawan, Selasa (14/1). Dikatakan Bobby Nasution, kegiatan ini juga menjadi salah satu bukti bahwa banyak hal positif yang bisa dilakukan di Medan Belawan. Selain itu, imbuhnya, hal baik selama pertandingan tidak hanya berhenti di arena lapangan, tapi juga sebaliknya di luar lapangan."Kami meyakini, kegiatan ini memberikan dampak positif saat berada di luar lapangan. Jika selama ini orang-orang menganggap Medan Belawan berbeda, hari ini semua mengikuti aturan yang ada dalam permainan. Jadi, jika aturan ini diikuti, maka saat keluar di tempat lain pun dengan sendirinya, aturan-aturan itu juga akan diikuti dengan baik," ungkapnya.Di kesempatan itu, orang nomor di Pemko Medan ini selanjutnya mengucapkan selamat kepada Yonmarhanlan yang telah memasuki usia 45 tahun. Bobby Nasution berharap agar TNI Angkatan Laut, termasuk Yonmarhanlan semakin dicintai oleh masyarakat. "Semoga Yonmarhanlan senantiasa di hati dan dicintai masyarakat. Selain itu bersama-sama dengan pemerintah dan stakeholder lainnya senantiasa membangun sinergitas serta sumber daya manusia yang lebih unggul ke depannya," harapnya.(Medan)
15 Januari 2025


