icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: sungai


Proyek Penanganan Banjir NUFREP, Pemko Medan Percepat Pembebasan Lahan Kawasan Sei Kera

LensaDaily - Percepatan pembebasan lahan di kawasan Sungai Kera (Sei Kera) Hilir dilakukan Pemko Medan sebagai langkah krusial mendukung penanganan banjir lintas wilayah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan proyek normalisasi yang didanai internasional dapat segera berjalan, sekaligus menjaga iklim investasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Langkah percepatan ini dibahas dalam pertemuan Pemko Medan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II (BBWSS II) dan PT Kawasan Industri Medan (KIM) yang dipimpin Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Rabu 6 Mei 2026.Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Bappeda Ferry Ichsan, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (Perkimcikataru) John Ester Lase, Direktur Utama PT KIM Dedy Mulyana, serta Kabid Keterpaduan Infrastruktur Sumber Daya Air BBWS Sumatera II Robby Ginting beserta jajaran.Sungai Kera, yang juga dikenal sebagai Sungai Sulang-Saling, memegang peran vital sebagai drainase primer bagi Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Namun, sedimentasi tinggi dan perubahan tata guna lahan telah memicu banjir rutin yang berdampak luas.Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa normalisasi ini akan memberikan manfaat besar bagi sub-tangkapan air seluas 1.800 hektare. “Dampaknya tidak hanya kepada KIM saja, tetapi masyarakat dan lingkungan sekitarnya di Medan bagian utara dan Mabar,” ujar Rico.Untuk mempercepat progres, Pemko Medan memutuskan mengambil alih proses pembebasan lahan. Diketahui, negosiasi sebelumnya mengalami kebuntuan akibat perbedaan harga.Mengatasi ini, Pemko Medan menyiapkan sejumlah strategi. Pertama, menggunakan jasa Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna menetapkan harga lahan yang objektif dan adil.Kedua, melakukan sosialisasi kepada pemilik empat persil lahan yang tersisa dengan melibatkan BPN serta aparat kewilayahan. Ketiga, menyiapkan opsi konsinyasi atau penitipan uang ganti rugi di pengadilan jika kesepakatan tidak tercapai, sesuai prosedur hukum demi kepentingan umum.Proyek penanganan banjir ini bagian dari program National Urban Flood Resilience Project (NUFREP) yang didanai World Bank (Bank Dunia). Pihak donor mensyaratkan seluruh lahan harus berstatus clean and clear agar anggaran dapat dikucurkan.Rico Waas pun menginstruksikan jajaran Dinas Perkimcikataru untuk bekerja cepat mengingat batas waktu hingga Juni 2026 agar proyek dapat segera diusulkan ke pemerintah pusat.“Kita ingin proses ini selesai, kita kasih clean and clear. Jadi tahapan beres dan tidak ada masalah lagi, tinggal jalan,” tegasnya.

07 Mei 2026

Percepat Pembangunan Jembatan Gang Damai, Pemko Medan Pinjam Pakai Lahan dan Aset KAI

LensaDaily - Upaya percepatan pembangunan jembatan roboh di Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia dilakukan Pemko Medan. Percepatan tersebut, Pemko Medan secara resmi menyurati PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memohon pinjam pakai lahan dan aset untuk percepatan pembangunan jembatan tersebut.Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Ferry Ichsan, menegaskan bahwa penandatanganan surat oleh Wali Kota menjadi titik awal penting dalam proses pembangunan kembali jembatan yang sebelumnya merupakan jalur rel kereta api.“Pak Wali sudah menandatangani langsung surat ke PT KAI untuk memohon pinjam pakai lahan dan aset. Ini langkah penting agar pembangunan jembatan penyeberangan bagi masyarakat bisa segera direalisasikan,” ujar Ferry, Senin, 20 April 2026.Menurutnya, setelah surat tersebut dikirimkan, Pemko Medan akan segera menindaklanjuti dengan rapat koordinasi teknis bersama instansi dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Koordinasi ini bertujuan untuk mengonfirmasi perkembangan pengajuan izin kepada PT KAI sekaligus mematangkan langkah lanjutan.Pemko Medan, lanjut Ferry, sangat berharap pihak PT KAI dapat memberikan persetujuan atas permohonan tersebut, mengingat jembatan itu merupakan akses vital warga, terutama pelajar, dalam beraktivitas sehari-hari.Seiring menunggu izin prinsip, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) juga mulai menyiapkan tahapan teknis. Salah satunya dengan melakukan penilaian terhadap kondisi struktur pondasi jembatan yang ada saat ini.“Hasil penilaian itu nantinya menjadi dasar penyusunan perencanaan teknis, yang juga akan digunakan untuk pengajuan rekomendasi ke Balai Wilayah Sungai Sumatera II,” jelas Ferry.Ia menambahkan, rekomendasi dari Balai Wilayah Sungai diperlukan karena lokasi jembatan berada di kawasan daerah aliran sungai, sehingga pembangunan harus memenuhi aspek teknis dan keselamatan.Selain itu, dukungan juga datang dari unsur TNI. Dalam peninjauan lapangan sebelumnya, pihak Kodim menawarkan bantuan pembangunan jembatan menggunakan konstruksi yang pernah diterapkan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.Diketahui, jembatan eks perlintasan kereta api peninggalan era kolonial tersebut roboh akibat banjir dan sempat memutus akses penting antarwilayah. Wali Kota Medan sebelumnya telah meninjau langsung lokasi dan menegaskan komitmen Pemko Medan untuk segera membangun kembali jembatan dengan desain yang lebih aman dan modern.“Yang paling utama saat ini persetujuan dari PT KAI. Kalau itu sudah ada, kita bisa langsung bergerak,” tegas Ferry.

21 April 2026

Rico Waas Sebut Pemko Medan Siapkan Langkah Strategis Hadapi Banjir

LensaDaily - Langkah-langkah strategis dan evaluasi secara mendalam persoalan banjir dan infrastruktur masih menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi Pemko Medan. Memastikan kondisi cuaca di area pegunungan untuk memprediksi debit air yang akan turun ke kota menjadi salah satu hal yang harus diketahui.Hak ini dikatakan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dalam sebuah sesi podcast bersama dengan kantor berita Antara dengan mengangkat tema "Mitigasi Bencana" di Studio Kantor Antara Sumut, jalan Raden Saleh, Kamis 19 Februari 2026.Rico Waas mengungkapkan saat terjadinya cuaca ekstrem yang melanda seperti hujan, dirinya akan langsung melakukan koordinasi cepat dengan Perangkat Daerah terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pemantauan secara spesifik.Salah satu langkah yang dilakukan yaitu dengan memastikan kondisi cuaca di area pegunungan untuk memprediksi debit air yang akan turun ke kota. Lalu melihat perubahan warna air sungai menjadi alarm awal untuk mendeteksi potensi banjir kiriman, serta laporan real-time dari setiap kecamatan dikumpulkan untuk memastikan titik kenaikan air dan keamanan proses evakuasi warga."Kami wajib menyiapkan sistemnya, kita memantau kondisi cuaca yang terjadi, lalu bagaimana evakuasi yang perlu dilakukan bila terjadi banjir dan kemana warga harus dievakuasi, itu semua sudah ada sistemnya," kata Rico Waas mengingat pentingnya penajaman sistem berdasarkan pengalaman lapangan yang terjadi beberapa waktu lalu.Rico Waas juga mengungkapkan penanganan masalah banjir ini sudah masuk dalam perencanaan Musrenbang dan program di Dinas SDABMBK, namun pengerjaannya dilakukan secara bertahap. Selain itu, orang nomor satu di Pemko Medan itu juga menyoroti ​beberapa wilayah yang menjadi fokus perbaikan meliputi Medan bagian Utara seperti Kecamatan Medan Belawan, Kecamatan Medan Labuhan, Kecamatan Medan Marelan dan Kecamatan Medan Deli."Tentunya pengerjaan dilakukan secara bertahap merujuk pada integrasi penanganan perbaikan parit tersumbat yang sering menjadi pemicu terjadinya banjir lokal," ujar Rico Waas.Saat di singgung mengenai penyebab dominan terjadinya banjir, Rico Waas menjawab bahwa ini adalah akumulasi dari berbagai faktor yang saling berkaitan seperti pendangkalan sungai yang membutuhkan normalisasi, persoalan tumpukan sampah yang menghambat aliran air serta dibutuhkan pelebaran kapasitas sungai sehingga mampu menampung debit air yang terus meningkat."Walaupun penanganan sungai secara regulasi berada di bawah wewenang pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), namun kami menekankan bahwa Pemerintah Kota juga terus mendorong koordinasi dan komitmen bersama demi mencari solusi permanen mengatasi persoalan banjir ini," ungkap Rico Waas.Dibagian akhir sesi Podcast itu, Rico Waas mengatakan seluruh Perangkat Daerah yang ada di lingkungan Pemko Medan ikut dilibatkan dalam proses mitigasi bencana."Jadi bila terjadi lagi bencana kita sudah siap, termasuk yang ada di kewilayahan harus memiliki standar SOP guna meningkatkan kewaspadaan," pungkasnya

20 Februari 2026

Pimpin Pembersihan Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

LensaDaily - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas pimpin gotong royong dan sapa warga Sabtu 14 Februari 2026 pagi di Taman Beringin. Sebelum menyapa warga kegiatan ini diawali dengan gotong royong massal di seputaran Sungai Babura mulai dari jembatan Jalan Mogonsidi hingga bantaran Sungai Babura di Taman Beringin.Berbeda dengan biasanya Wali Kota Medan, Rico Waas meninjau gotong royong dengan menggunakan perahu karet. Peninjauan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi sungai sekaligus memastikan titik-titik yang berpotensi menimbulkan persoalan, terutama pasca banjir yang sempat melanda beberapa waktu lalu.Usai menyusuri sungai dan meninjau gotong royong, Rico Waas melakukan kegiatan sapa warga dan membuka sesi dialog terbuka. Sapa warga ini menjadi ruang dialog langsung antara pemimpin dan masyarakat.“Kita berkeliling ke kecamatan-kecamatan untuk gotong royong bersama dan sapa warga. Fungsinya menyerap aspirasi secara langsung. Kita duduk, tanya jawab, apa kira-kira harapan Bapak dan Ibu sekalian, apapun itu kita serap,” kata Rico Waas.Dalam sapa warga tersebut hadir Anggota DPRD Medan, Iswanda Nanda Ramli dan Rizki Lubis, unsur Forkopimda dan jajaran Pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan. Salah seorang warga Kelurahan Anggrung, Hutahean, ketika sesi dialog terbuka mengatakan warga disini mengeluhkan pohon tumbang di sekitar Sungai Babura, tepatnya di belakang Gereja Elim."Pohon tumbang yang sudah terjadi berbulan-bulan tersebut sampai saat ini belum diangkat sehingga menyebabkan penumpukan sampah dan bisa berakibat banjir. kami mohon pak Wali untuk dapat dinas terkait membereskan persoalan tersebut," jelasnya.Selain itu, Rehana warga lainnya juga menyampaikan keluhannya dengan meminta perbaikan jalan rusak di kawasan Teuku Umar, belakang Sun Plaza hingga tembus ke Pasar Muara Takus. "Jalan tersebut rusak pak Wali, kami mohon diperbaiki," ujarnya.Dalam kesempatan itu, Rico Waas mengatakan bahwa keluhan dari warga telah dicatat dan segera menginstruksikan kepada dinas terkait agar mengecek dan melakukan perbaikan. Rico juga menyampaikan bahwa dirinya baru saja menghadiri undangan dari Kemendagri, Mensos, dan Menpan RB terkait bantuan sosial. Ia memastikan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Sosial akan terus berkoordinasi dengan kementerian guna memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.Menanggapi keluhan yang disampaikan Hutahean, Rico Waas menyatakan persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti dan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Wilayah Sungai (BWS) Medan, dan berencana menurunkan alat berat dari dinas SDABMBK untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di sungai. "Saya juga mengingatkan masyarakat, untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah penyumbatan aliran sungai", jelas Rico Waas sembari menanggapi keluhan Rehana yang berjanji akan mengecek langsung kondisi jalan yang dilaporkan warga tersebut.Usai menyapa dan berdialog dengan warga, Wali Kota Medan, Rico Waas melakukan aksi penanaman pohon di bantaran sungai Babura.

15 Februari 2026

HUT ke-18 Gerindra, Bobby Nasution Pimpin Bersihkan Sungai - Instruksi Prabowo Subianto

LensaDaily - Aksi nyata membersihkan aliran Sungai Deli dilakukan langsung Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra. Aksi ini, Bobby Nasution sekaligus menyapa dan berdialog dengan warga Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Minggu 8 Februari 2026.Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Bobby Nasution menaiki perahu bersama rombongan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, serta BPBD Kota Medan. Dengan menggunakan alat penjepit, mereka memungut sampah yang berada di sepanjang aliran Sungai Deli.Aksi bersih sungai ini, kata Bobby Nasution, merupakan wujud komitmen untuk menjadikan seluruh wilayah, khususnya di Sumatera Utara, lebih asri dan bersih, terutama di kawasan daerah aliran sungai (DAS).“Sesuai dengan instruksi Presiden, Bapak Prabowo Subianto, kita melakukan pembersihan di beberapa wilayah. Satu di antaranya kawasan aliran sungai di Kota Medan, sehingga menjadikan daerah ini lebih asri,” katanya.Selain menyusuri sungai, Gubernur Bobby Nasution juga berhenti di kawasan Kelurahan Aur untuk menyapa serta berdialog dengan warga setempat terkait kondisi permukiman di bantaran Sungai Deli.Menurutnya, upaya pembersihan sungai ini setidaknya dapat memberikan semangat bagi seluruh pihak untuk terus menjaga kebersihan lingkungan. Termasuk pula rencana mengatasi sedimentasi atau pendangkalan yang menyebabkan dasar sungai semakin tinggi.Usai berdialog dengan warga, Bobby Nasution turut serta dalam prosesi pemotongan tumpeng sebagai tanda perayaan HUT ke-18 Partai Gerindra. Tumpeng tersebut diserahkan kepada petugas kebersihan yang hadir di lokasi, disertai penyerahan bantuan berupa tong sampah serta bibit tanaman.Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD Partai Gerindra Sumut Ade Jona Prasetya, Anggota DPR RI Sugiat Santoso, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, serta sejumlah politisi dan puluhan kader Partai Gerindra.

08 Februari 2026