icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Tag: teknologi


Harumkan Bangsa di Kancah Global, Rico Waas Bangga Anak Medan Raih Prestasi Internasional

LensaDaily - Siswa-siswi hingga mahasiswa Kota Medan meraih prestasi internasional di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Berbagai medali emas, perak, hingga penghargaan khusus yang diraih pada kompetisi internasional membuktikan bahwa generasi muda Medan memiliki kualitas, daya saing, dan mental juara di level global.Prestasi ini pun diapresiasi Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas yang ia sampaikan pada kegiatan Dialog Anak Medan dengan Prestasi Internasional Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Medan di Gedung PKK, Petisah, Rabu 17 Juni 2026.Dalam pertemuan itu, Rico Waas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pelajar dan mahasiswa yang berhasil mengharumkan nama Kota Medan melalui berbagai ajang inovasi dan kompetisi teknologi di luar negeri.“Pencapaian ini bukan pencapaian sembarangan. Ada yang meraih medali emas, perak, bahkan penghargaan kategori terbaik. Artinya, anak-anak Kota Medan sangat luar biasa. Kalian punya mental juara dan mental pemenang,” kata Rico Waas yang hadir didampingi segenap Pimpinan Perangkat Daerah.Menurut Rico Waas keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran besar para guru, mentor, dan institusi pendidikan yang terus membimbing para peserta hingga mampu bersaing di level internasional."Prestasi anak-anak Medan di bidang IPTEK menjadi bukti bahwa generasi muda kota ini memiliki potensi besar untuk menjadi motor perubahan di masa depan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi global", jelas Rico Waas Selanjutnya  Rico Waas juga menyoroti bagaimana teknologi saat ini berkembang sangat cepat dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari penggunaan gawai, internet, hingga kemunculan Artificial Intelligence (AI) seperti ChatGPT, Gemini, Grok, hingga Suno, menurutnya telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinovasi.“Sekarang dunia berkembang sangat pesat. Hampir semua bergantung pada teknologi. Bicara tentang IPTEK dan teknologi berarti bicara tentang masa depan,” ujar Rico Waas Rico Waas menegaskan, Pemko Medan melalui BRIDA terus mendorong lahirnya ruang-ruang dialog, invensi, inovasi, dan karya ilmiah sebagai wadah bagi generasi muda untuk berkembang. Atas dasar itu, kegiatan seperti ini penting untuk memperkenalkan inovasi anak-anak Medan kepada masyarakat luas sekaligus menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya.Ia juga mengapresiasi sejumlah institusi pendidikan yang sukses meraih prestasi internasional, di antaranya mahasiswa dari berbagai universitas di Medan yang berhasil meraih medali emas pada ajang International Innovation in Multimedia and Creative Competition PERAK 2025, International Invention, Innovation and Technology Exhibition (ITEX) serta World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.Tak hanya perguruan tinggi, sejumlah sekolah mulai dari SMA, SMP hingga SD juga berhasil menyabet medali emas, perak, dan special award melalui karya-karya inovatif yang dinilai mampu menjawab berbagai tantangan masa kini.Rico Waas mencontohkan salah satu inovasi karya mahasiswa berupa Safe Key Chain, perangkat berbasis GPS dengan sistem pull lever yang dirancang untuk membantu penyandang tuli dan bisu mengirimkan sinyal darurat secara cepat dan efektif.“Inovasi seperti ini luar biasa. Teknologi bukan hanya soal kecanggihan, tetapi bagaimana memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” ungkap Rico Waas.Dalam pertemuan itu, Rico Waas secara langsung berdialog dengan anak-anak Medan yang berprestasi internasional. Satu persatu siswa-siswi dan mahasiswa diajak keatas panggung untuk menjelaskan prestasi apa yang telah diraih dan inovasi apa yang telah diciptakan.Seluruh inovasi yang disampaikan anak-anak Medan yang berprestasi internasional ini merasa salut. Bahkan Rico Waas juga merasa bangga siswa SD mampu membuat game online apalagi game tersebut memiliki pesan untuk menjaga lingkungan. Kepada Brida Kota Medan, Rico Waas berpesan agar inovasi yang telah dilakukan anak-anak Medan ini dapat dikembangkan dan difasilitasi sehingga akan lebih bernilai dan bermanfaat.Lebih lanjut, Rico Waas menilai masa depan pembangunan Kota Medan akan sangat bergantung pada kekuatan inovasi dan penguasaan teknologi. Menurutnya, teknologi seperti AI, big data, hingga Internet of Things (IoT) ke depan akan berperan penting dalam pengambilan kebijakan, termasuk memprediksi pertumbuhan ekonomi hingga pengendalian inflasi.Rico Waas pun berharap, prestasi yang diraih para pelajar dan mahasiswa ini menjadi langkah awal lahirnya inovator-inovator besar dari Kota Medan.“Kami berharap suatu saat Kota Medan dipenuhi anak-anak berprestasi di bidang IPTEK yang mampu menciptakan inovasi-inovasi baru untuk kemajuan daerah. Kalian adalah tahap awal calon pemimpin masa depan melalui dunia teknologi,” ucap Rico Waas.Di akhir sambutannya, Rico Waas menegaskan bahwa ajang seperti ini merupakan bentuk komitmen Pemko Medan dalam mempopulerkan karya-karya inovatif generasi muda yang selama ini belum banyak terekspos.“Kita ingin masyarakat tahu bahwa banyak anak-anak Medan yang hebat, pintar, dan punya inovasi luar biasa. Mereka punya kemampuan untuk mengubah dunia dari Kota Medan,” pungkasnya.Selanjutnya, sebagai bentuk motivasi dan ungkapan apresiasi, Rico Waas menyerahkan Piagam Penghargaan kepada seluruh siswa-siswi dan Mahasiswa yang meraih prestasi internasional. Diharapkan piagam penghargaan ini dapat menjadi semangat untuk menciptakan inovasi dan meraih prestasi yang lebih baik.Sementara itu Kepala Brida Kota Medan Benny Iskandar, menyampaikan pertemuan ini merupakan bentuk apresiasi Pemko Medan atas capaian gemilang ratusan pelajar dan mahasiswa Medan yang berhasil mengukir prestasi di kancah internasional."Ini menjadi momentum penting bagi 31 tim yang terdiri atas 211 siswa dan mahasiswa. Mereka merupakan para inovator muda yang telah sukses mengikuti ajang kompetisi internasional, baik yang diselenggarakan di Malaysia dan Thailand", kata Benny.Benny juga memaparkan sejumlah inovasi unggulan yang saat ini dikembangkan Brida Kota Medan. Dari empat inovasi yang dimiliki, salah satu program terbaru adalah AMPiBI (Anak Medan Berprestasi Internasional di Bidang Iptek), nantinya para peserta tidak hanya mengikuti dialog, tetapi juga akan mendapatkan Kartu Tanda Anggota Inovator Muda serta pembinaan berkelanjutan melalui berbagai bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan.Selain AMPiBI, Brida juga menjalankan program Kulit Muda (Kumpulan Peneliti dan Inovator Muda Kota Medan) sebagai wadah pembinaan peneliti muda, serta Klinova (Klinik Inovasi) yang menjadi platform konsultasi dan pendampingan inovasi bagi perangkat daerah untuk meningkatkan kualitas inovasi pemerintahan.

17 Juni 2026

NOAH Nexus Protocol Gelar Edukasi Aset Digital dan Blockchain di Medan

LensaDaily - Kegiatan Hope NOAH Nexus Protocol digelar di Ballroom Hotel Grand Kanaya, Jalan Darussalam, Medan, Minggu (7/6/2026), sebagai wadah edukasi bagi masyarakat mengenai teknologi blockchain dan aset digital.Head of Community NOAH Nexus Protocol, Ayub Witjaksono, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perkembangan teknologi blockchain serta pemanfaatannya dalam ekosistem aset digital.Menurut Ayub, HOPE merupakan singkatan dari Happy of Presentation, yaitu kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai NOAH Nexus Protocol.“NOAH Nexus Protocol adalah platform di dunia blockchain dan kripto yang menggabungkan konsep Decentralized Finance (DeFi) dan Regenerative Finance (ReFi). Salah satu mekanisme yang diperkenalkan adalah staking, yaitu mengunci aset digital dalam periode tertentu untuk memperoleh imbal hasil,” ujarnya.Ayub menjelaskan, konsep tersebut diperkenalkan kepada masyarakat sebagai “menabung di blockchain”. Ia mengibaratkan staking seperti deposito, namun dilakukan melalui teknologi blockchain yang memiliki sistem pencatatan transparan dan sulit dimanipulasi.“Jika dalam perbankan dikenal deposito, di dunia blockchain dikenal sebagai staking. Seluruh prosesnya dijalankan melalui smart contract atau kontrak pintar yang bekerja secara otomatis sesuai aturan yang telah ditetapkan,” katanya.Dalam kesempatan itu, Ayub juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat sebelum bergabung dalam sebuah proyek aset digital. Menurutnya, masih banyak proyek kripto yang tidak memiliki fondasi kuat dan berpotensi merugikan masyarakat.Ia menyebut terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain kekuatan komunitas, mekanisme pembentukan likuiditas (liquidity pool), serta rekam jejak pengembang proyek.“Developer harus jelas dan tidak anonim. Masyarakat perlu mengetahui rekam jejak pengembang serta pihak yang melakukan validasi terhadap proyek tersebut. Edukasi dan pengetahuan menjadi hal penting agar tidak mudah terjebak pada proyek yang bermasalah,” jelasnya.Ayub menambahkan, NOAH Nexus Protocol berupaya menghadirkan akses yang lebih inklusif sehingga masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk kelompok ekonomi kecil, dapat mengenal dan mempelajari teknologi blockchain tanpa harus mengeluarkan modal besar.“Kami ingin teknologi ini dapat diakses lebih luas oleh masyarakat. Karena itu, edukasi menjadi langkah utama agar masyarakat memahami manfaat sekaligus risiko yang ada sebelum mengambil keputusan,” pungkasnya.

08 Juni 2026

Rico Waas Dorong Dishub Medan Perkuat Teknologi dan Komunikasi kepada Masyarakat

LensaDaily - Dinas Perhubungan didorong untuk memperkuat kinerja melalui keterbukaan, pemanfaatan teknologi, dan komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Banyak tantangan pekerjaan Dishub di lapangan yang tidak terlihat sehingga menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.Hal tersebut dikatakan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat memimpin rapat bersama jajaran Dishub di ruang Intelligent Transport System (ITS) Kota Medan, Rabu 20 Mei 2026.Dalam suasana dialog terbuka yang diikuti Kadishub Irsan I. Nasution, para Kabid, dan Tim Cakrawala itu, Wali Kota meminta seluruh jajaran menyampaikan langsung persoalan di lapangan sekaligus kebutuhan penguatan agar pola kerja semakin efektif dan responsif terhadap dinamika kota.Dalam arahannya, Rico menegaskan bahwa kunci agar Dinas Perhubungan tidak terus menjadi sasaran kritik publik adalah dengan menunjukkan kinerja nyata. Ia menilai, selama ini banyak pekerjaan di lapangan yang tidak terlihat sehingga menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Karena itu, ia mendorong pemanfaatan dokumentasi seperti body cam serta publikasi aktivitas di lapangan melalui media sosial. Menurutnya, langkah ini bukan untuk pencitraan, melainkan sebagai bentuk transparansi agar masyarakat mengetahui apa yang telah dikerjakan sekaligus memberikan masukan. â€śSekarang respon masyarakat mulai terlihat. Mereka ikut memberi informasi titik-titik yang perlu ditertibkan. Ini artinya komunikasi kita mulai terbangun,” ujarnya. Rico menekankan, keterbukaan tersebut harus diiringi dengan konsistensi dan keseriusan dalam bekerja. Ia meminta adanya data konkret terkait jumlah dan sebaran juru parkir liar di Kota Medan, lengkap dengan pemetaan lokasi sebagai dasar pengambilan kebijakan. Selain itu, ia juga mendorong penguatan pengawasan melalui pemanfaatan teknologi seperti drone dan CCTV untuk memantau kondisi di lapangan secara lebih efektif. Dengan dukungan teknologi, ia berharap pengawasan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Ia turut menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam pengelolaan parkir, termasuk memastikan tidak terjadi lagi kasus kehilangan kendaraan tanpa kejelasan. Menurutnya, sanksi tegas harus diterapkan kepada pengelola maupun juru parkir yang melanggar. Namun demikian, Rico mengingatkan bahwa penertiban tidak boleh hanya bersifat represif. Pemerintah harus menghadirkan solusi, termasuk membuka peluang pemberdayaan bagi para jukir liar melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait. â€śKita tidak hanya menindak, tapi juga harus menyiapkan solusi. Itu yang membedakan pelayanan yang baik,” katanya. Dari sisi regulasi, ia meminta seluruh jajaran untuk membedah kembali aturan yang ada, mulai dari peraturan daerah hingga peraturan wali kota, guna memastikan kejelasan kewenangan penindakan di lapangan. Ia bahkan mendorong pembentukan tim khusus untuk menyusun aturan turunan yang lebih rinci dan operasional. Menurutnya, kejelasan struktur, mekanisme kerja, serta alur koordinasi sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan antarbidang. Rico juga menyoroti perlunya efek jera dalam penanganan pelanggaran parkir liar. Ia menilai, pendekatan yang selama ini hanya berupa surat pernyataan belum cukup efektif, sehingga perlu ditegakkan aturan yang memungkinkan pencabutan izin bagi pengelola yang tidak patuh. Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya soliditas internal. Seluruh jajaran diminta untuk memiliki pola pikir yang sama dan tidak berjalan sendiri-sendiri, meskipun berasal dari bidang yang berbeda. Selain itu, pendekatan komunikasi publik juga menjadi perhatian. Rico mendorong aparatur Dishub untuk lebih aktif membangun kedekatan dengan masyarakat, termasuk melalui media sosial dan penguatan personal branding, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik. Menutup arahannya, Rico menegaskan bahwa seluruh langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik harus dijawab dengan kinerja yang profesional dan berintegritas. â€śMasyarakat membayar pajak, dan kita harus menunjukkan bahwa kita layak untuk melayani mereka,” tegasnya.

21 Mei 2026

Tingkatkan Budaya Literasi, Kelurahan Pandau Hulu 1 Gencarkan 'Dongeng' Anak Usia Dini

LensaDaily - Langkah nyata dilakukan Kelurahan Pandau Hulu 1 dengan membangkitkan budaya literasi anak-anak di tengah tantangan kemajuan teknologi yang mulai mendominasi kehidupan seluruh lini dan usia. Melalui slogan 'DONGENG' (Mendorong Pengembangan Generasi melalui Bercerita), Kelurahan Pandau Hulu 1 berupaya membentuk generasi hebat dengan menanamkan kecintaan membaca sejak usia emas.Lurah Pandau Hulu 1, Marisi Duma Tamba mengungkapkan bahwa inisiatif ini bermula dari pengamatannya terhadap rendahnya minat masyarakat mengunjungi perpustakaan kecil yang ada di kantor lurah. Padahal, perpustakaan tersebut memiliki koleksi buku dongeng berkualitas yang merupakan sumbangan dari Perpustakaan Nasional melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Medan."Kita berinisiatif untuk jemput bola dengan mendatangi sekolah yang memiliki PAUD atau TK di wilayah kita. Salah satunya adalah TK Wiyata Dharma," ujar Marisi Duma Tamba, Kamis 7 Mei 2026.Setiap hari Selasa, para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kelurahan Pandau Hulu 1 menyambangi sekolah untuk membacakan buku cerita selama 30 menit. Tidak hanya sekadar membaca, para petugas juga memperagakan isi cerita di depan anak-anak guna meningkatkan antusiasme mereka.Setiap minggunya, sebanyak 40 jenis buku cerita pendek dibawa untuk dieksplorasi. Anak-anak diberikan kebebasan untuk memilih sendiri buku yang ingin mereka baca atau didengarkan ceritanya. Hasilnya, antusiasme siswa di TK Wiyata Dharma dilaporkan sangat tinggi terhadap program ini.Menyadari bahwa buku adalah jendela dunia, Lurah Pandau Hulu 1 mengajak para pegiat literasi untuk bergerak bersama secara 'door to door'. Gerakan ini bertujuan agar budaya membaca tidak kalah oleh arus informasi digital yang menjalar ke anak-anak.Selain itu, pihak Kelurahan Pandau Hulu 1 membuka pintu lebar bagi masyarakat yang ingin memberikan sumbangan buku edukasi. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya koleksi bacaan dan memastikan edukasi literasi sejak dini terus berkelanjutan di wilayah tersebut.

07 Mei 2026

Jadi Pelopor Smart City, Kunci Sukses Rico Waas Pimpin Kota Medan Lewat Transformasi Layanan Digital

LensaDaily - Prestasi nasional yang ditorehkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dibawah kepemimpinan Rico Tri Putra Bayu Waas dengan meraih predikat Excellent City in Digital Public Service Transformation pada ajang National Governance Award 2026, harus sebagai pemicu dalam mengembangkan inovasi dalam pelayanan publik melalui layanan digital kedepannya dengan lebih baik lagi."Penghargaan yang diterima Pemko Medan, sebagai pemicu untuk melakukan evaluasi dalam rangka, memperluas cakupan pelayanan digital, dari mulai melayani masyarakat yang belum melek digital, sampai yang sudah tinggi pemanfaatan sistem digital," jelas Akademisi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Rafriandi Nasution SE, MT, Senin 27 April 2026.Rafriandi Nasution yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Pengkajian Permukiman dan Pengembangan Kota, menilai pembangunan di Kota Medan ini, juga selaras dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi dalam pelayanan yang terpadu."Tujuannya agar kesenjangan digital ditengah masyarakat bisa lebih kecil, antara penggunaan digital dengan manual," ungkap Dosen FISIP UISU ini.Rafriandi Nasution tidak lupa mengapresiasi kinerja Wali Kota Medan, Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap yang terus berupaya memberikan terobosan pelayanan publik yang muda terjangkau dan profesional kepada masyarakat. Jadi pelopor Smart City, Rafriandi Nasution mengungkapkan bahwa hal tersebut, menjadi kunci sukses Rico Waas dalam memimpin Pemko Medan dalam hadirkan transformasi layanan digital di Kota Medan. Program itu, sudah terbukti dengan meraih penghargaan tersebut. Nah, Rafriandi Nasution mengingatkan kepada pucuk pimpinan Kota Medan, pelayanan berbasis digital dapat dikembangkan dari yang terdekat dari masyarakat, seperti pelayanan di Kantor Lurah hingga Kantor Kecamatan yang terintegrasi dengan sistem pelayanan digital milik Pemko Medan. "Lakukan layanan sistem digital berbasis digital di Kelurahan, misalnya Pos Digital Kelurahan. Buat Aplikasi tapi harus aktif lakukan sosialisasi, agar antara 21 Kecamatan dapat diukur penyebarannya dan lakukan SWOT analisis sebelum membuat kebijakan yang baru," sebut Rafriandi Nasution.Rafriandi Nasution mengatakan pelayanan publik berbasis digital dimiliki Pemko Medan, sudah baik. Tapi, jangan lupa untuk ngencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. "Jadi jangan sampai sistem digital ini, lebih samangat di kalangan ASN nya tapi di masyarakat lemah. Bisa kita ambil contoh saat pendaftaran mudik gratis yang banyak masyarakat tak terlayani," jelas Rafriandi Nasution.Meski Kota Medan menuju 'Smart City', Rafriandi Nasution mengungkapkan harus didukung infrastruktur hingga sumber daya manusia (SDM) mumpuni dalam melaksanakan program pelayanan publik berbasis digital ini."Pemerintah kota Medan harus bisa memastikan jaminan infrastruktur dan aksesabilitas terpenuhi, tidak lemot wifi yang di akses publik. Peningkatan SDM ahli digital perlu diperbanyak. Teknologi digital terus ditingkatkan. Dana Insentif disediakan oleh pemko untuk Pos Dinas dan Pos Pelayanan digital tingkat kelurahan.Agar Motivasi kerja dan apresiasi terhadap ASN yang bekerja lebih bersemangat," jelas Rafriandi Nasution. Rafriandi Nasution mengungkapkan bila keseluruhan siap melaksanakan layanan publik berbasis digital, Wali Kota Medan dapat muda melakukan kontrol terhadap kinerja anak buahnya, hingga mana masyarakat yang belum dilayani secara maksimal. Termasuk, bila ada masalah di tengah masyarakat, dapat ditangani secara langsung dan cepat."Terakhir team leader digital harus benar-benar diperhatikan kesehatan dan kesejahteraannya, termasuk Perda yang memperkuat pelayanan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat kota Medan," jelas Rafriandi Nasution. Rafriandi Nasution menambahkan dengan pelayanan digital ini, Pemko Medan bisa mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Pastinya, banyak maaf yang dirasakan dengan pelayanan berbasis digital ini kedepannya. "Wali Kota harus mampu meningkatkan Medan menjadi "Smart city", yang mampu memperluas cakupan layanan publik, pasar, konektivitas, lingkungan dan ekonomi perkotaan termasuk PAD kota Medan," tutur Rafriandi Nasution. Diberitakan sebelumnya, penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan transformasi layanan publik berbasis digital. Capaian tersebut menegaskan posisi Medan sebagai salah satu kota terdepan dalam pengembangan smart city di Indonesia.Rico Waas menyebut penghargaan ini sebagai hasil kerja keras seluruh jajaran Pemko Medan dalam menghadirkan layanan yang modern, inklusif, dan memudahkan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya terus berinovasi serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel."Penghargaan ini merupakan hasil dedikasi seluruh jajaran Pemko Medan. digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi soal memberikan kemudahan bagi setiap warga,"kata Rico Waas didampingi Kepala Dinas Kominfo Kota Medan, Arrahmaan Pane.

27 April 2026