LensaDaily - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan kepergiannya ke luar negeri sudah direncanakan jauh hari setelah beberapa kali dibatalkan. Kepergiannya dengan tujuan ke Singapura tersebut untuk melakukan rutin cek kesehatan dan mengambil obat karena ketersediaan sudah habis.Rico Waas menegaskan, kepergiannya tersebut tidak menggunakan APBD dalam jabatannya sebagai kepala daerah. Keberangkatannya tersebut murni menggunakan dana pribadinya."Saya berobat ke Singapura," ungkap Rico Waas saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPRD Kota Medan, Senin 18 Mei 2026.Rico Waas mengungkapkan sebelum berangkat ke luar negeri. Terlebih dahulu koordinasi dan meminta izin kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian, sesuai dengan persyaratan dan prosedur yang ada."Saya sudah melaporkan ke Kemendagri. Sama seperti yang saya sampaikan kemarin, menggunakan dana mandiri," kata politisi muda Partai NasDem itu. Wali Kota Medan Rico Waas menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto saat kunker ke Medan.Rico Waas mengatakan rencana berobat ke luar negeri sudah direncanakan jauh hari. Ditambah lagi, ada libur panjang pada pekan lalu."Sudah jauh hari saya rencanakan untuk berobat dan ambil obat-obatan yang sudah habis. Kebetulan saja hari libur, jadi saya mengambil pada hari itu," sebut Rico Waas.Rico Waas mengungkapkan bahwa kepergian ke luar negeri, sudah sesuai dengan prosedur dengan berkoordinasi Kemendagri RI. "Seperti yang saya sampaikan, mungkin ada komunikasi yang belum optimal. Makanya, saya langsung ke Kemendagri," kata Rico Waas.Sebelumnya, Rico Waas, menegaskan selama menjalani pengobatan selalu memonitor ibu kota Provinsi Sumatera Utara lewat para pimpinan perangkat daerah. Khususnya kepada camat dan lurah serta Kepling untuk terus memantau wilayahnya jangan sampai terjadi yang tidak diinginkan."Selama berobat setiap waktu saya juga memonitor Kota Medan, dan meminta kepada para pimpinan OPD terus berkomunikasi dan berkoordinasi terkait perkembangan Kota Medan yang kita cintai bersama," sebut Rico Waas. Rico Waas mengatakan, Pemerintah Kota Medan tentunya sangat mendukung semua program strategis nasional yang ada di Kota Medan. “Kami menyadari bahwa dibutuhkan sinergitas dan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, untuk menyejahterakan masyarakat kita," jelasnya.
18 Mei 2026Tag: titokarnavian
LensaDaily - Pemerintah Kota (Pemko) Medan meraih dua penghargaan nasional yang diraih menjelang peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas pun mengapresiasi kinerja seluruh jajaran Pemko Medan atas capaian dua penghargaan nasional tersebut.Apresiasi itu disampaikan Rico Waas usai membacakan amanat Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam upacara peringatan Hari Otda ke-30 di halaman Kantor Wali Kota Medan, Senin 27 April 2026.“Ini bukan karya saya semata, tetapi kerja tim, kerja seluruh perangkat Pemko Medan, dari OPD, camat, lurah hingga seluruh jajaran. Terima kasih sebesar-besarnya untuk kita semua,” ujar Rico Waas dalam upacara yang diikuti Sekda Wiriya Alrahman, pimpinan perangkat daerah, camat, dan segenap ASN di lingkungan Pemko Medan.Ia menegaskan, capaian tersebut hasil kerja kolektif yang dibangun secara konsisten. Karena itu, seluruh jajaran diminta terus mempertahankan, bahkan meningkatkan kinerja dengan orientasi utama pada pelayanan kepada masyarakat.Beberapa hari terakhir, Pemko Medan mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Excellent City in Digital Public Services Transformation serta menjadi terbaik kedua kategori Creative Financing dari 154 kabupaten/kota se-Sumatera. Penghargaan transformasi digital diberikan atas keberhasilan integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), termasuk implementasi Smarttax dan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang mendorong transparansi dan efisiensi layanan publik.Sementara itu, capaian Creative Financing menunjukkan kemampuan Pemko Medan dalam mengelola pembiayaan alternatif, seperti penguatan BLUD dan pemanfaatan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), guna meningkatkan efektivitas pengelolaan anggaran.“Yang terpenting bukan penghargaan itu sendiri, tetapi bagaimana seluruh kerja kita kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan publik yang lebih baik, cepat, dan responsif,” tegasnya.Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga membacakan amanat Mendagri yang menekankan bahwa peringatan Hari Otda menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, peringatan tahun ini mencerminkan komitmen untuk mengelola kemandirian daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus mendorong percepatan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Mendagri menyoroti pentingnya integrasi perencanaan dan penganggaran antara pemerintah pusat dan daerah. Selama tiga dekade pelaksanaan otonomi daerah, ketidaksinkronan program masih menjadi tantangan yang berdampak pada tumpang tindih kegiatan dan rendahnya efektivitas pembangunan.“Tanpa koordinasi yang baik, tujuan pembangunan nasional tidak akan tercapai secara optimal,” kata Rico Waas saat membacakan sambutan Mendagri.Selain itu, pemerintah daerah didorong melakukan reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil (outcomes), bukan sekadar penyerapan anggaran. Penerapan digitalisasi terintegrasi dan inovasi daerah dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif.Rico Waas menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam birokrasi kini menjadi kebutuhan untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat dan efisien.Di sisi lain, pemerintah daerah diminta memprioritaskan pemenuhan layanan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, dan sanitasi, guna mengurangi ketimpangan antarwilayah. Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian, termasuk melalui peningkatan kualitas tenaga kesehatan dan program pemenuhan gizi masyarakat.
27 April 2026LensaDaily - Kontribusi nyata misi kemanusiaan dan kolaborasi antar-daerah yang dilakukan Pemko Medan diganjar dengan penghargaan kepada Wali Kota Medan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian. Langkah yang diambil Pemko Medan merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan solidaritas antarpemerintah daerah di Indonesia, terutama dalam situasi tanggap darurat.Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Mendagri di sela pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027 di Hotel Santika Dyandra, Medan, Rabu 22 April 2026.Mendagri memberikan apresiasi tinggi kepada Pemko Medan atas kontribusi dan partisipasi aktif dalam pemberian bantuan keuangan serta dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam upaya penanggulangan dan pemulihan pascabencana alam sepanjang tahun 2026.Mendagri Tito Karnavian menyampaikan, langkah yang diambil Pemko Medan merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan solidaritas antarpemerintah daerah di Indonesia, terutama dalam situasi tanggap darurat.Mewakili Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, piagam penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap. Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan Pemko Medan merupakan tanggung jawab moral sebagai sesama bagian dari NKRI. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan infrastruktur di wilayah Aceh Tamiang yang terdampak bencana.Acara Musrenbang ini juga menjadi momentum bagi seluruh kepala daerah di Sumatera Utara untuk menyusun strategi pembangunan tahun 2027 dengan tetap mengedepankan aspek mitigasi bencana dan sinergi lintaswilayah.Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan percepatan program prioritas 2026–2027, termasuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pemulihan pascabencana. Ia menekankan pentingnya dukungan anggaran yang selaras agar program pembangunan dapat berjalan efektif.“Seluruh kepala daerah memiliki komitmen yang sama untuk membangun wilayahnya. Karena itu, dukungan anggaran yang selaras sangat dibutuhkan agar program pembangunan dapat berjalan efektif,” ujarnya.
22 April 2026


