LensaDaily - Komitmen bentuk nyata ditunjukkan manajemen Bajaj Maxride bagi masyarakat yang berkeinginan meningkatkan taraf hidup pelaku transportasi informal, dengan membuka pintu selebar-lebarnya bagi pengemudi becak motor (bentor) yang ingin bergabung sebagai mitra driver. Hal ini menyikapi dinamika dan aspirasi yang berkembang di kalangan komunitas transportasi lokal.Manajemen Bajaj Maxride menegaskan komitmennya untuk menghormati seluruh bentuk aspirasi, termasuk yang disampaikan oleh paguyuban driver bentor dan komunitas transportasi lainnya di Kota Medan. Bajaj Maxride memandang setiap aspirasi sebagai bagian penting dari proses membangun ekosistem transportasi kota yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.Kehadiran Bajaj Maxride di Kota Medan sejak awal ditujukan sebagai solusi transportasi yang dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, termasuk membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi para driver bentor yang ingin beradaptasi dengan perkembangan zaman. Berdasarkan data internal perusahaan, hingga saat ini hampir 50 persen dari total mitra driver Bajaj Maxride di Kota Medan merupakan mantan pengemudi bentor.Mereka memilih beralih menjadi driver Maxride untuk mendapatkan peluang penghasilan yang lebih stabil, sistem kerja yang lebih terstruktur, serta dukungan teknologi aplikasi yang memudahkan akses order dan transparansi pendapatan.Menanggapi isu bahwa kehadiran Bajaj Maxride berpotensi menambah kemacetan dan polusi, manajemen menegaskan bahwa justru sebaliknya, Bajaj Maxride memiliki potensi membantu mengurangi kepadatan lalu lintas. Jika dibandingkan dengan kendaraan roda dua, satu unit Bajaj Maxride mampu mengangkut hingga tiga penumpang dan satu pengemudi dalam satu perjalanan.Selain itu, seluruh armada yang digunakan merupakan unit baru dengan tahun produksi di atas 2023, telah menggunakan mesin 4-Tak DOHC 200cc DTSi yang tersertifikasi standar emisi Euro 4, sehingga lebih ramah lingkungan. Dampak positif tersebut juga dirasakan langsung oleh para mitra driver.Jefri (45), salah satu mitra driver Bajaj Maxride di Medan yang sebelumnya merupakan pengemudi bentor, mengungkapkan bahwa keputusannya bergabung dengan Maxride membawa perubahan signifikan dalam kehidupannya. Menurutnya, jumlah order yang diterima melalui aplikasi Maxride jauh lebih konsisten, dengan pendapatan yang meningkat hingga berkali-kali lipat dibandingkan sebelumnya.Selain itu, kenyamanan berkendara juga menjadi nilai tambah tersendiri, karena Bajaj memberikan perlindungan dari panas dan hujan, sehingga lebih aman di segala kondisi cuaca. βOrdernya banyak, kadang malah susah cari waktu istirahat. Kalau mau makan, aplikasinya harus dimatikan dulu, karena order terus masuk,β ujar Jefri sambil berkelakar.Melalui pendekatan kolaboratif ini, Bajaj Maxride menegaskan bahwa kehadirannya di Kota Medan bukan untuk menyingkirkan moda transportasi yang telah ada, melainkan untuk membuka peluang baru dan mendukung peningkatan kesejahteraan para pelaku transportasi lokal.Bajaj Maxride akan terus membuka kesempatan bagi seluruh driver bentor di Kota Medan yang ingin meningkatkan penghasilan dan mendapatkan berbagai manfaat tambahan dengan bergabung sebagai mitra driver Maxride, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem transportasi yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
07 Februari 2026Tag: transportasi
LensaDaily β Akhir tahun kerap menjadi waktu bagi masyarakat untuk menempuh perjalanan pulang dan berkumpul bersama keluarga. Untuk menemani momen tersebut serta meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode akhir tahun, Bluebird resmi meluncurkan 25 armada listrik di Medan yang beroperasi langsung dari Bandara Internasional Kualanamu. Langkah ini menegaskan kesiapan Bluebird menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan berkelanjutan bagi pelanggan sejak tiba di bandara. Armada listrik yang diluncurkan terdiri dari layanan taksi Bluebird dengan BYD E6, serta kendaraan listrik Denza yang tersedia untuk layanan premium Goldenbird.Kehadiran armada ini memperluas pilihan layanan bagi pelanggan, sekaligus menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih tenang, khususnya untuk mendukung perjalanan jarak menengah hingga jauh selama musim liburan. Peluncuran ini sekaligus meresmikan Premium Pick Up Point di Bandara Kualanamu sebagai area penjemputan dan tunggu khusus armada EV Bluebird dan layanan premium Goldenbird, termasuk Denza.Acara ini dihadiri oleh Kedar Despande, Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis PT Angkasa Pura Aviasi serta Deny Nurhadi, General Manager Bluebird Group Medan, sebagai wujud kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi darat di bandara. Melalui penambahan armada listrik dan kehadiran Premium Pick Up Point, Bluebird memastikan kesiapan operasional untuk mendukung perjalanan akhir tahun lebih nyaman bagi masyarakat dan wisatawan di Medan.Diketahui, PT Blue Bird Tbk (BIRD) adalah perusahaan terbuka di bidang transportasi penumpang dan jasa pengangkutan darat yang telah terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia sejak 5 November 2014. Bluebird memiliki 19 anak perusahaan yang tersebar di 21 kota di Indonesia.Jaringan distribusi perusahaan yang ekstensif mencakup lebih dari 600 titik eksklusif di hotel, mal, pusat perbelanjaan, serta berbagai saluran reservasi secara daring. Perluasan aksesibilitas kian diperkuat dengan aplikasi pemesanan MyBluebird yang memiliki puluhan fitur dan beragam metode transaksi untuk mendukung kemudahan dan kenyamanan mobilitas pelanggan.Integrasi bisnis Bluebird terdiri dari 8 pilar utama meliputi layanan taksi reguler, taksi eksekutif, sewa mobil, sewa bus, shuttle antarkota dan antarprovinsi, pelelangan mobil, layanan logistik, serta jual-beli & perawatan kendaraan.(Medan)
19 Desember 2025LensaDaily - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Erwin Saleh menegaskan pihaknya terus meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat dalam sektor lalu lintas, dengan berbagai langkah strategis untuk menciptakan Kota Medan tertib berlalu lintas.Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Erwin Saleh mengatakan dalam pemantauan lalu lintas, pihaknya membagi kota menjadi 10 sektor pengawasan lalu lintas. Sehingga dapat mengantisipasi dan mencegah kemacetan lalu lintas di Kota Medan."Setiap hari, personil turun ke lapangan, untuk mengatur arus kendaraan dan melaporkan kejadian di wilayahnya mereka masing-masing," ungkap Erwin Saleh kepada wartawan, Kamis 9 Oktober 2025.Erwin Saleh mengungkapkan pihaknya menurunkan Tim Patroli roda empat, untuk menindak parkir sembarangan dan parkir berlapis, Tim Patroli Derek untuk penderekan pelanggaran berat."Kemudian, Tim Patroli Mobil yang bertugas memantau kinerja petugas sekaligus memberikan imbauan langsung kepada pengendara," sebut Erwin Saleh. Disisi lain, di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan. Lanjut, Erwin Saleh mengatakan Dishub Medan terus berinovasi di bidang transportasi publik ramah lingkungan dengan mempercepat pengembangan 5 koridor bus listrik serta memperluas jangkauan rutenya. "Upaya ini diharapkan meningkatkan kenyamanan dan mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum yang lebih efisien dan berkelanjutan," ungkap Kadishub Kota Medan.Sementara di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan/Intelligent Transport System (ITS). Erwin Saleh mengatakan melalui sistem ITS, pihaknya mengoptimalkan public announcer yang mengingatkan pengendara untuk tertib berlalu lintas, serta melalui akun Instagram ITS Kota Medan yang rutin menayangkan live streaming kondisi lalu lintas pada jam sibuk. "Dishub juga bekerja sama dengan SDABMBK untuk memantau ketinggian air sungai lewat CCTV sebagai antisipasi banjir, serta berkolaborasi dengan Kepolisian dan Satpol PP dalam menjaga kelancaran lalu lintas dan ketertiban umum," jelas Kadishub Kota Medan.
09 Oktober 2025LensaDaily - Angkutan travel yang beroperasi di sepanjang Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Jamin Ginting, Kota Medan ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, Kamis 21 Agustus 2025. Penertiban dilakukan karena keberadaan angkutan travel tersebut dinilai melanggar ketentraman dan ketertiban umum.Kasatpol PP Sumut Moettaqien Hasrimi yang memimpin langsung penertiban tersebut mengatakan, hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Sumut Nomor 3 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat."Sesuai dengan arahan Gubernur Sumut hari ini kita melaksanakan penertiban dan imbauan pada jasa transportasi yang berada di Jalan Sisingamangaraja dan Jamin Ginting," ujar Moettaqien Hasrimi.Menurut Moettaqien, bahwa penertiban hari ini dilaksanakan karena banyaknya keluhan masyarakat yang diterima Dinas Perhubungan Sumut mengenai kemacetan di sepanjang jalan ini, akibat tidak tertibnya penggunaan bahu jalan yang menggangu lalu lintas dan merugikan pengguna jalan lainnya."Jadi dengan penertiban ini kita mengimbau dengan pengusaha travel untuk menurunkan dan menaikkan penumpang di terminal atau full masing-masing, dan tidak menggunakan bahu jalan," katanya. Nantinya, penertiban ini akan dilaksanakan secara rutin seminggu tiga kali oleh petugas gabungan antara lain, Dinas Perhubungan Sumut, Satpol PP Sumut dan Kementerian Perhubungan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah II Provinsi Sumut. "Selanjutnya bila tidak mengikuti imbauan dan prosedur yang kita arahkan, kita akan melakukan tindakan tegas, paling tidak izin trayek akan kita cabut," katanya. Penertiban ini sendiri dilaksanakan mulai dari pagi hari dengan menyisir Jalan SM Raja. Di sepanjang jalan, petugas menyusuri setiap jasa transportasi travel untuk menertibkan kendaraan yang parkir memakai bahu jalan. Petugas juga mengingatkan pada pengusaha travel untuk tidak mengangkut dan menurunkan penumpang di bahu jalan. Selain itu, petugas juga menertibkan travel liar yang tidak memiliki izin dengan mencabut seluruh umbul-umbul yang terpasang di pinggir area jalan tersebut.
21 Agustus 2025


