LensaDaily - Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara membenarkan temuan cacing dalam menu makan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 6 Medan. BGN Sumut sudah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan dan mengamankan temuan pada omprengan MBG di SMA Negeri 6 Medan Jalan Ansari, Sei Rengas I, Kecamatan Medan Area, Kota Medan itu."Itu cacing tanah dan hanya ditemukan di satu ompreng saja," ungkap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara, Agung Kurniawan, Jumat 13 November 2025.Agung mengatakan pihaknya pihaknya sudah melakukan mengambil sempel makan hingga data-data terkait ditemukan cacing ditemukan disalah satu omprengan MBG di SMAN 6 Medan itu. "Kronologinya akan disampaikan nanti," katanya. Diberitakan sebelumnya, Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi heboh usai sebuah video viral yang merekam hewan yang diyakini cacing menggeliat. Diketahui, cacing hidup di menu MBG tersebut di SMA Negeri 6 Medan Jalan Ansari, Sei Rengas I, Kecamatan Medan Area, Kota Medan itu terjadi Jumat 13 November 2025.Terlihat dalam rekaman video tersebut, terlihat sejumlah menu pada nampan atau omprengan MBG. Terlihat sejumlah menu atau makanan yang tersaji, ada jeruk, kentang goreng, telur orak arik dan sayuran tomat dan daun salad.Dalam video berdurasi 9 detik tersebut, terlihat sesuatu yang bergerak menyerupai cacing pada menu telur orak arik. Terekam pula tangan seseorang yang menyingkirkan telur melihat cacing yang bergerak ke bawah."Cacing itu we, cacing itu we. Ini cacingnya," terdengar jeritan seseorang dalam video viral tersebut.
15 November 2025Tag: videoviral
LensaDaily - Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi heboh usai sebuah video viral yang merekam hewan yang diyakini cacing menggeliat. Diketahui, cacing hidup di menu MBG tersebut di SMA Negeri 6 Medan Jalan Ansari, Sei Rengas I, Kecamatan Medan Area, Kota Medan itu terjadi Jumat 13 November 2025.Terlihat dalam rekaman video tersebut, terlihat sejumlah menu pada nampan atau omprengan MBG. Terlihat sejumlah menu atau makanan yang tersaji, ada jeruk, kentang goreng, telur orak arik dan sayuran tomat dan daun salad.Dalam video berdurasi 9 detik tersebut, terlihat sesuatu yang bergerak menyerupai cacing pada menu telur orak arik. Terekam pula tangan seseorang yang menyingkirkan telur melihat cacing yang bergerak ke bawah."Cacing itu we, cacing itu we. Ini cacingnya," terdengar jeritan seseorang dalam video viral tersebut. Sedangkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut, Agung Kurniawan yang dikonfirmasi cacing dalam menu MBG untuk pelajar tersebut mengaku terkejut. Atas kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Sumatera Utara (Sumut) turun langsung melakukan pengecekan MBG bercacing itu."MasyaAllah, bentar ya," ungkap saat dikonfirmasi Jumat 13 Oktober 2025.Agung mengungkapkan pihaknya akan turunkan tim untuk melakukan pengecekan terhadap MBG di SMAN 6 Medan diduga ada cacingnya. "Ini aku hubungi korwil ku, untuk ke lokasi ke TKP (Pengecekan). Izin nanti aku konfirmasi lebih lanjut," tutur Agung.Insiden ini sontak menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas dan standar kebersihan (higiene) dalam proses pengadaan dan pengolahan makanan program MBG di sekolah tersebut.Kejadian ini menambah rentetan kasus MBG di Sumut. Sebelumnnya, pelajar di Toba keracunan usai menyantap MBG di SMP Negeri 1 Laguboti, Kabupaten Toba.
14 November 2025LensaDaily - Polres Nias Selatan resmi menahan seorang tersangka perempuan dalam kasus dugaan penganiayaan bocah berusia 10 tahun, yang viral di media sosial. Dimana, kondisi korban mengalami patah kedua kaki nya yang diduga dianiaya keluarganya.Kapolres Nias Selatan AKBP Ferry Mulyana Sunarya mengatakan bahwa tersangka berinisial D merupakan tante korban sendiri. Hingga kini, Polres Nias Selatan masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tersangka D. "Ya, ditahan (tersangka D). Tersangka D merupakan tante korban," kata Kapolres Nias Selatan, AKBP Ferry Mulyana Sunarya, Kamis (30/1).Fery menjelaskan bahwa perempuan berinsial D ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti yang ditemukan pihak kepolisian dalam dugaan penganiayaan terhadap bocah malang yang masih dibawah umur tersebut. "Iya benar, tersangka berinsial D dengan jenis kelamin perempuan, kerabat dari Korban N. Kita tetapkan sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti yang ditemukan," jelas Ferry.Dalam kasus ini, Ferry mengungkapkan pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan secara maraton terhadap sejumlah saksi. "Masih 8 orang saksi itu, dimintai keterangan," ungkap Kapolres. Polisi juga sudah memanggil dan memeriksa terhadap kakek, nenek, paman dan tante dari bocah di dalam postingan video viral tersebut, yang disebut-sebut dan diduga melakukan penganiayaan terhadap korban. "Mereka sudah dipanggil. Hanya pemanggilan status sebagai saksi," ucap Kapolres. Ditanyakan soal orang tua bocah tersebut, Ferry mengungkapkan ibu dan bapak korban sudah pisah sejak korban bayi dan dititipkan oleh ibu korban ke nenek bocah itu."Orang tuanya sudah pisah lama dari adek ini bayi. Kemudian, dititipkan ke orang tuanya atau kakek dari adek ini," kata Ferry.Ferry juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus ini. Langkah tersebut penting untuk menjaga privasi dan kenyamanan korban."Kami akan bekerja profesional dan transparan agar keadilan bisa ditegakan," sebut Kapolres Nias Selatan.Kasus ini terkuak, setelah beredarnya sebuah video viral tentang kondisi yang sangat memprihatinkan seorang bocah perempuan berusia 10 tahun, dengan kondisi kedua kaki patah diduga dianiaya kerabat keluarga, sehingga membuat tubuh anak cacat dibagian kakinya. "Ini sungguh perlakuan biadab dari kecil sampai menuju umur 10 tahun disiksa habis oleh Kakek, Nenek, Bapak Udanya, dan Tantenya," tulis dalam narasi video viral di akun Facebook milik Lider Giawa.(Medan)
30 Januari 2025LensaDaily - Sebuah video ibu-ibu mengaku dilarang melakukan pengajian di masjid rumah dinas Gubernur Sumatera Utara akibat intruksi Bobby Nasution heboh di masyarakat. Bobby Nasution pun buka suara sebab video tersebut adalah hoax.Dalam video yang dilihat, terlihat beberapa ibu-ibu sedang bekumpul di dalam masjid itu. Kemudian perekam video mengucapkan jika mereka rutin membuat pengajian di masjid Rumah Dinas Gubernur Sumut. "Masjid rumah dinas Gubsu kita rutin pengajian, sekarang ditiadakan lagi, ini terakhir kami belajar tafsir qur'an," ucap wanita di dalam video. Bahkan Al-quran di dalam masjid disebut sudah tidak ada lagi. Sehingga mereka harus menggunakan HP untuk belajar tafsir. "Di sini sudah kosong tidak ada qur'an lagi, kami tafsir qur'an pun nggak ada qur'an, ini pakai hp, sangat sedih," ungkapnya. Momen itu menjadi hari terakhir mereka melakukan pengajian karena ditiadakan. Bahkan Alquran di dalam masjid pun disebut sudah tidak ada seperti biasanya."Sangat sedih, katanya Bobby yang tidak boleh diadakan di sini lagi, pengajian-pengajian dikosongkan," ucap perempuan yang merekam video. Bobby kemudian buka suara soal video itu. Bobby menegaskan jika dia belum tinggal di rumah dinas Gubernur Sumut saat ini. "Saya belum tinggal di situ (rumah dinas Gusbu), saya sekarang tinggal di rumah dinas wali kota," kata Bobby Nasution, Senin (13/1/2025). Suami Kahiyang Ayu ini membeberkan dia belum boleh tinggal di rumah dinas Gubsu meskipun menang Pilkada Sumut. Apalagi sampai memberikan intruksi di lingkungan rumah dinas Gubsu. "Belum bisa secara aturan masuk ke rumah dinas gubernur, tinggal aja belum boleh apalagi ngasih intruksi di situ," ucapnya. "Mudah-mudahan yang menyampaikan seperti itu makin sering ke masjid, itu aja," tutupnya.(Medan)
13 Januari 2025


