LensaDaily - Polres Pelabuhan Belawan kini resmi dipimpin kepada AKBP Aditya S.P. Sembiring M menggantikan AKBP Rosef Efendi. Kepemimpinan baru ini diharapkan meningkatkan rasa aman dan nyaman warga Belawan dan sekitarnya dari aksi kriminalitas.Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, saat menghadiri acara pisah sambut Kapolres Pelabuhan Belawan dari AKBP Rosef Efendi, kepada AKBP Aditya S.P. Sembiring M di Mapolres Pelabuhan Belawan, Jumat 17 Juli 2026.Zakiyuddin mengajak Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru untuk bersinergi erat demi mewujudkan kawasan Belawan menjadi wilayah yang indah, aman, dan bebas dari kriminalitas. "Hari ini kita dihadiri oleh dua orang hebat. Satu yang datang untuk memulai tugas, dan satu lagi yang akan pergi mengemban tugas baru," kata Zakiyuddin dalam sambutannya.Dalam kesempatan itu, Zakiyuddin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada AKBP Rosef Efendi atas dedikasi dan kerja kerasnya selama memimpin Polres Pelabuhan Belawan, khususnya dalam menjaga kondusifitas wilayah dari kejahatan jalanan."Saudara Rosef sudah berbuat banyak untuk Belawan, terutama dalam memberantas begal, tawuran, dan peredaran narkoba," ungkap Zakiyuddin.Ia pun menaruh harapan besar kepada Kapolres yang baru, AKBP Aditya S.P. Sembiring, untuk mempertahankan dan melanjutkan tongkat estafet perjuangan tersebut, terutama dalam memberantas peredaran narkoba yang meresahkan masyarakat."Kami berharap Pak Aditya bisa meneruskan apa yang telah dikerjakan Pak Rosef. Kalau Belawan bisa aman dan nyaman, pasti Belawan akan terlihat sangat indah karena letaknya yang dikelilingi oleh laut. Kita harus bergandengan tangan membangun dan membenahi Belawan yang kita cintai bersama," harapnya.Sementara itu, AKBP Rosef Efendi menyampaikan kesan mendalamnya selama bertugas di Belawan. Ia mengaku sangat terkesan dengan kebersamaan warga setempat."Selama menjabat, saya sama sekali tidak merasakan kerawanan di Belawan. Bagi saya, semua masyarakat di sini adalah kawan dan keluarga," kenang Rosef.Di sisi lain, Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru, AKBP Aditya S.P. Sembiring, memohon doa serta dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat dan Pemko Medan."Kami berkomitmen penuh untuk menjadikan Belawan tempat yang lebih aman dan kondusif bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari," tutur Aditya.Sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang di Kota Medan, Wakil Wali Kota Medan menyematkan seperangkat pakaian adat Melayu kepada AKBP Aditya S.P. Sembiring.Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Zakiyuddin kepada AKBP Rosef Efendi sebagai bentuk penghargaan, kenang-kenangan, dan ucapan terima kasih atas dedikasi luar biasanya dalam membenahi kawasan Pelabuhan Belawan.***
5 hari yang laluTag: wakilwalikotamedan
LensaDaily - Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia, H.E. Mr. Fabien Penone melakukan kunjungan kehormatan diterima Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap di Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Jalan Gurila, Kamis 16 Juli 2026. Pertemuan ini membahas sejumlah kerjasama, di bidang pendidikan, pariwisata, budaya, hingga industri kreatif perfilman. Di sektor pendidikan, Zakiyuddin mengungkapkan, Pemerintah Prancis memberikan kesempatan bagi anak-anak muda kota Medan untuk mengemban pendidikan ke negara tersebut. Maka dari itu, Zakiyuddin menilai peluang ini jangan sampai di sia-siakan. Ia mendorong generasi muda Medan untuk tidak ragu mengambil peluang emas ini. "Di Prancis, anak-anak kita bisa sekolah dan kuliah gratis dibiayai negara, tentu dengan melewati beberapa seleksi. Jadi, jangan pernah takut mencoba karena peluang ini terbuka untuk siapa saja," kata Zakiyuddin. Untuk memudahkan anak muda yang ingin melanjutkan pendidikan ke Prancis, Zakiyuddin langsung menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan untuk segera berkoordinasi aktif agar informasi dan akses pendidikan ke Prancis dapat menjangkau seluruh siswa berprestasi di Kota Medan. Sementara itu di sektor pariwisata dan budaya, Zakiyuddin menjelaskan bahwa kota Medan dikenal sebagai kota multietnis yang kaya akan budaya. Dalam pertemuan itu juga, Zakiyuddin memperkenalkan ragam budaya lokal dan event-event bertaraf nasional seperti even Gelar Melayu Serumpun (GEMES)."Melalui event-event seperti ini, kita ingin menarik wisatawan asing berkunjung ke kota Medan. saya juga berharap budaya kita semakin dikenal di luar negeri,"ujar Zakiyuddin. Sedangkan di sektor ekonomi kreatif, khususnya perfilman, juga menjadi sorotan. Mengingat Prancis memiliki reputasi luar biasa di industri sinema dunia. Maka dari itu, pria yang akrab di sapa bang "Zaki" itu melihat ini sebagai peluang besar bagi sineas muda lokal. "Kami berencana menginisiasi kolaborasi kreatif dengan melibatkan sutradara papan atas. Tadi pihak Dubes Prancis mengatakan akan berkomunikasi dengan Joko Anwar di Jakarta untuk merumuskan proyek kolaborasi seni dan film yang dapat digarap langsung di Kota Medan," jelas Zakiyuddin. Duta Besar Prancis untuk Indonesia, H.E. Mr. Fabien Penone menyatakan rasa hormatnya atas sambutan hangat Wakil Wali Kota Medan. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan hubungan bilateral yang sebelumnya telah dibahas secara strategis oleh Presiden kedua negara. "Kerja sama ini adalah prioritas utama kami. Kami ingin memperkuat hubungan di bidang ekonomi, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM)," ungkap Fabien Penone. Dalam pertemuan strategis ini, Wakil Wali Kota Medan turut didampingi Asisten Administrasi Umum Setda Kota Medan Laksamana Putra Siregar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan Citra Effendi Capah, Sekretaris Pendidikan dan Kebudayaan Andy Yudhistira, dan Sekretaris Pariwisata T. Roby Chairi.***
6 hari yang laluLensaDaily - Seluruh pakar perencana se-Indonesia diajak untuk berkolaborasi merumuskan solusi konkret demi melahirkan kota yang tangguh, cerdas, inklusif, dan berkelanjutan. Hal ini guna mempersiapkan tantangan pengelolaan perkotaan di tahun 2026 terbukti semakin kompleks.Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, dalam sambutannya saat membuka Forum Bakti Bappeda yang merupakan rangkaian dari Rakernas APEKSI ke-XVIII Tahun 2026, di Hotel JW Marriott, Selasa 30 Juni 2026.Zakiyuddin mengatakan, kedepannya konsep pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi lebih jauh harus sudah memikirkan bagaimana membangun kota yang lebih tangguh."Dalam perspektif yang paling sederhana, kota yang baik adalah kota yang membuat warganya tersenyum dan meningkat kualitas hidupnya. Mari kita buktikan bahwa dari ruang diskusi hari ini, cetak biru kota masa depan akan dilahirkan," kata Zakiyuddin optimis.Zakiyuddin juga menegaskan bahwa Forum Bakti Bappeda ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan panggung krusial untuk saling bertukar ide dan diskusi antardaerah. Sedikitnya ada lima point penting yang disampaikan Zakiyuddin dalam forum itu.Pertama, tidak ada satu pun kota yang bisa sukses sendirian di era sekarang. Kota-kota di Indonesia harus tumbuh bersama dan saling mendukung sebagai mitra strategis pembangunan yang saling menguntungkan.Lalu yang kedua, pertumbuhan ekonomi kota wajib berjalan beriringan dengan kelestarian alam. Zakiyudin mengingatkan agar pemerintah daerah tidak mengorbankan daya dukung lingkungan demi mengejar investasi. Sasarannya jelas, yakni mewariskan kota hijau untuk generasi masa depan.Selanjutnya yang ketiga, mendorong APEKSI sebagai wadah utama untuk memperkuat sektor UMKM. Langkah konkretnya adalah melalui digitalisasi dan integrasi pasar antar kota agar UMKM lokal bisa naik kelas.Ke empat, Keterbatasan anggaran (fiskal) daerah tidak boleh menghentikan pembangunan. Artinya para perencana kota ditantang mencari strategi konkret untuk melibatkan sektor swasta dan memanfaatkan skema pembiayaan kreatif dalam mendanai infrastruktur kota.Dan yang kelima, daerah harus mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat yang adaptif, sekaligus berani memberikan umpan balik (feedback) yang jujur mengenai dampak nyata dari implementasi peraturan perundang-undangan di lapangan."Saya berharap melalui forum ini kita dapat merumuskan rekomendasi kebijakan. Ini adalah ruang untuk mencari solusi atas segala keterbatasan dalam berkarya untuk membangun kota yang lebih baik di masa mendatang," harap Zakiyuddin.Forum bergengsi ini turut pula dihadiri oleh Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri Deddy Winarwan, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Ketua Forum Bakti Dadang Wihana, para Kepala Bappeda, Bapperida, serta Bappelitbangda se-Indonesia.***
30 Juni 2026LensaDaily - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan posisi keuangan daerah yang sehat ditandai dengan nihilnya beban utang jangka panjang, sekaligus membeberkan komitmen efisiensi anggaran di tengah keterbatasan sumber daya pembangunan. Hal tersebut disampaikan Rico Waas pada penyampaian Jawaban Kepala Daerah atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Medan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 pada sidang Paripurna yang digelar DPRD Kota Medan, Senin 22 Juni 2026."Kami menyadari bahwa pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi seluruh pihak karena adanya keterbatasan sumber daya. Namun, kita patut bersyukur bahwa indikator utama pembangunan kota, khususnya di sektor sosial dan ekonomi, tetap berhasil kita wujudkan sesuai dengan target kinerja yang ditetapkan", kata Rico Waas di hadapan Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen dan pimpinan juga anggota DPRD Medan yang berhadir.Didampingi Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap dan Sekda Wiriya Alrahman serta segenap Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan, Rico menyampaikan salah satu poin krusial dalam tanggapannya adalah klarifikasi mengenai kondisi keuangan daerah.Menjawab pertanyaan dari Fraksi Partai Gerindra, Pemko Medan secara tegas mengumumkan tidak memiliki kewajiban atau utang jangka panjang yang membebani APBD. Sementara itu, besaran Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 tercatat sebesar Rp592 Miliar."Angka SiLPA tersebut berada pada level yang wajar. Di satu sisi, hal ini mencerminkan optimalnya kinerja pendapatan daerah yang melampaui realisasi belanja. Di sisi lain, SiLPA sengaja dikelola secara efisien guna menjaga likuiditas atau ketersediaan kas daerah pada semester pertama tahun anggaran 2026, periode di mana realisasi pendapatan asli daerah biasanya masih berjalan terbatas", jelas Rico Waas.Kemudian menanggapi pertanyaan dari Fraksi PKS dan Fraksi Gerindra terkait penurunan belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi, Rico Waas menjelaskan bahwa tahun 2025 merupakan tahun penyesuaian dan efisiensi anggaran. Meski terjadi penghematan, Pemko Medan tetap memprioritaskan penanganan masalah mendasar secara cepat tanggap menggunakan skala prioritas.Untuk penanganan banjir sendiri, Pemko Medan telah mengalokasikan anggaran fantastis sebesar lebih dari Rp255 Miliar yang tersebar di tiga program strategis. "Hingga capaian kinerja tahun 2025, tim di lapangan telah berhasil menuntaskan 1.350 titik banjir secara permanen dari total 2.575 titik yang terdata dalam masterplan drainase kota. Sisa 1.225 titik genangan akan terus kita selesaikan secara bertahap," tegas Rico Waas.Dijelaskan Rico Waas, Pemko Medan juga menerangkan kendala normatif seperti normalisasi fisik sungai yang sepenuhnya merupakan wewenang Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II (BBWSS II), sehingga APBD Medan tidak dapat digunakan secara langsung selain untuk langkah koordinasi dan pembebasan lahan sharing daerah.Kemudian di sektor pendapatan, Rico Waas mengakui realisasi PAD tahun 2025 berada pada angka Rp3 Triliun atau menyumbang 48,92 persen dari total pendapatan daerah yang menyentuh Rp6,3 Triliun. Guna menggenjot kemandirian fiskal dan mengantisipasi kebocoran pajak/retribusi, Pemko Medan tengah mempercepat transformasi digital secara masif."Sistem perpajakan tapping box akan diperluas, pembayaran retribusi sampah diubah ke sistem digital, hingga penjajakan Sistem Informasi Geografis (GIS) serta Business Intelligence untuk pemetaan wajib pajak", ujar Rico Waas.Disisi lain, Rico Waas juga menyampaikan langkah efisiensi cerdas juga ditunjukkan Pemko Medan dengan tidak merealisasikan anggaran kerawanan pangan di Dinas Ketahanan Pangan pada tahun 2025. Langkah ini diambil setelah evaluasi internal menunjukkan bahwa seluruh indikator aktivitas tersebut telah terakomodasi dan ter-cover penuh oleh Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). "Kebijakan ini sengaja diambil agar tidak terjadi tumpang tindih (overlapping) anggaran, sehingga dana daerah bisa dialihkan untuk kebutuhan mendesak masyarakat lainnya," sebut Rico Waas Di akhir penjelasannya, Rico Waas memastikan pelayanan dasar masyarakat seperti program kesehatan Universal Health Coverage (UHC) tetap berjalan prima, bahkan e-KTP Medan kini bisa digunakan untuk berobat gratis di fasilitas kesehatan luar kota yang bermitra dengan BPJS." Di bidang infrastruktur estetika, Pemko menargetkan 13 titik jalan bebas kabel udara (kabel tanam) selesai pada tahun 2026 seiring dengan akselerasi Program Strategis Nasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang", pungkas Rico Waas.Sidang paripurna tanggapan Kepala Daerah ini menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemko Medan dan DPRD demi mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat Kota Medan.
23 Juni 2026LensaDaily - Kedatangan 207 jemaah haji asal Kota Medan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 14 disambut Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, didampingi Wakil Wali Kota, H. Zakiyuddin Harahap di Asrama Haji Medan, Rabu 17 Juni 2026 malam.Prosesi penyambutan yangberlangsung dalam suasana haru dan bahagia ditandai dengan pengalungan selempang oleh Rico Waas kepada Ketua Kloter sebagai ucapan selamat datang kembali di Kota Medan sekaligus simbol penghormatan dari Pemko Medan atas perjalanan spiritual mereka di Tanah Suci.Dalam sambutannya, Rico Waas tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya melihat warganya kembali dalam keadaan sehat walafiat."Selamat datang kembali di Kota Medan, kota yang sangat merindukan kehadiran Bapak dan Ibu sekalian. Kami ikut merasakan kebahagiaan yang luar biasa hari ini. Doa kami, semoga seluruh rangkaian ibadah yang telah ditunaikan di Tanah Suci diterima oleh Allah SWT, dan menjadikan Bapak/Ibu semua sebagai Haji yang Mabrur dan Mabruroh,"ujar Rico Waas disambut seruan "Amin" yang menggema dari para jemaah.Berdasarkan data yang diterima, total jemaah haji Kloter 14 asal Kota Medan yang mendarat hari ini berjumlah 207 orang, terdiri dari pria 87 orang dan wanita 120 orang.
18 Juni 2026


