LensaDaily - Para pencari kerja merasakan langsung manfaat dan efektivitasnya program Rabu Walk (RW) In Interview yang digagas Pemko Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker). Hal ini dialami para pencari kerja Ruth Rafena Surbakti dan Listaria Simandalahi yang kini sudah bekerja berkat RW In Interview.Salah satu kisah sukses datang dari Ruth Rafena Surbakti, seorang pencari kerja fresh graduate yang kini telah bekerja di bagian laboratorium sebuah rumah sakit di Kota Medan. Ruth, lulusan D3 Laboratorium dari Poltekkes Medan tahun 2025, mengaku sangat bersyukur dapat memperoleh pekerjaan melalui program yang difasilitasi oleh Disnaker Kota Medan tersebut.Sebelum mengenal program ini, ia telah berulang kali melamar pekerjaan ke berbagai rumah sakit, namun belum mendapatkan panggilan. Berkat RW In Interview ini, Ruth kini bekerja di Rumah Sakit Hermina Medan Jalan Asrama Kecamatan Medal Helvetia, Kota Medan.“Saya sangat senang dan bersyukur. Sebelum mengetahui program ini, saya sudah melamar ke berbagai rumah sakit tetapi tidak ada panggilan. Setelah mendapatkan informasi tentang Rabu Walk In Interview, saya langsung mencoba dan akhirnya berhasil diterima bekerja,” jelas Ruth dengan nada bahagia saat ditemui ditempat kerjanya, Selasa 14 April 2026.Ruth menjelaskan bahwa informasi mengenai program tersebut diperolehnya melalui media sosial Instagram Disnaker Kota Medan. Setelah itu, ia membuat akun pada platform Siduta (Sistem Informasi Terpadu Tenaga Kerja) yang memudahkan proses pendaftaran.“Prosesnya sangat mudah. Akun Siduta bisa dibuat dari rumah, kemudian saya datang pada hari pelaksanaan dan langsung mengikuti wawancara. Tidak ada kesulitan sama sekali,” jelas Ruth.Dinilai Ruth program ini sangat membantu, khususnya bagi para fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja. Kesempatan untuk mengikuti wawancara secara langsung dengan perusahaan membuka peluang lebih besar untuk segera memasuki dunia kerja."Sebagai fresh graduate program ini sangat membantu saya mendapatkan pekerjaan. Saya juga sudah membagikan informasi ini kepada teman-teman agar mereka ikut mencoba,” ujarnya.Atas program ini Ruth pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemko Medan atas inisiatif tersebut.“Terima kasih untuk Pemko Medan dan Bapak Wali Kota Medan Rico Waas yang telah mengadakan program ini. Saya sangat terbantu dan senang karena melalui program ini saya bisa mendapatkan pekerjaan,” tuturnya.Ruth juga mengajak para pencari kerja lainnya untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan melalui Rabu Walk In Interview.“Untuk teman-teman yang belum bekerja, cobalah program ini karena sangat membantu dan mudah untuk diikuti,” ajaknya.Senada dengan Ruth, pencari kerja lainnya bernama Listaria Simandalahi juga mengakui program RW-in Interview sangat bermanfaat. Dengan raut wajah bahagia, Listaria mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya setelah berhasil mendapatkan pekerjaan usai mengalami masa jeda kerja selama hampir empat bulan melalui program tersebut. Kini dirinya resmi bekerja di Rumah Sakit Hermina Medan.“Perasaannya sangat senang. Karena sebelumnya saya sudah keluar dari tempat kerja dan ada jeda hampir empat bulan. Melalui website Siduta dan program Rabu Walk-In Interview saya bisa langsung bergabung di Rumah Sakit Hermina,” ungkap Listaria.Dijelaskan Listaria, informasi mengenai lowongan pekerjaan diperolehnya dari media sosial Disnaker Kota Medan. Saat itu, Rumah Sakit Hermina membuka kebutuhan untuk posisi Tenaga Teknis Kefarmasian. Ia kemudian mendaftar melalui website Siduta.Menurutnya proses rekrutmen yang dijalaninya terbilang cepat dan sederhana. Setelah mendaftar secara daring, Listaria menghadiri sesi wawancara yang dilaksanakan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan pada hari Rabu. Hanya berselang dua hari, ia langsung dihubungi oleh pihak HRD Rumah Sakit Hermina.“Prosesnya itu, kebetulan saya sudah follow Instagram Disnaker. Saya melihat informasi bahwa Rumah Sakit Hermina membutuhkan Tenaga Teknis Kefarmasian. Kemudian saya mendaftar melalui Siduta. Hari Rabu saya datang ke MPP untuk wawancara, dan pada hari Jumatnya puji Tuhan saya langsung dipanggil oleh HRD,” jelas Listaria yang merupakan lulusan D3 Institut Kesehatan Helvetia.Listaria menyampaikan, program Rabu Walk-in Interview sangat membantu masyarakat, khususnya para pencari kerja yang tengah menghadapi sulitnya mendapatkan pekerjaan. Dirinya juga menegaskan bahwa proses yang dilalui tidak menemui kendala berarti.“Program ini sangat membantu dan mempermudah pencari kerja, apalagi sekarang ini lagi susah mencari pekerjaan. Jadi buat teman-teman, ayo manfaatkan program ini dan Siduta untuk mencari pekerjaan. Dijamin sangat mudah ,” ujarnya sembari mengaku baru pertama kalinya mencoba program tersebut.Program Rabu Walk In Interview merupakan salah satu inovasi Pemko Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan dalam menekan angka pengangguran serta mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara cepat dan efektif. Kisah sukses Ruth dan Listaria menjadi bukti nyata bahwa program ini mampu memberikan harapan dan peluang bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
16 April 2026Tag: disnaker
Siapkan Kompetensi Kerja Sejak Dini, Disnaker Medan Fasilitasi PT Tradepro Latih Mahasiswa FISIP USU
LensaDaily - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan fasilitasi kolaborasi antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) dengan PT Tradepro Penasihat Berjangka guna membekali mahasiswa dengan kompetensi kerja sejak dini. Hal ini sebagai program Roadshow Go to Campus untuk menekankan peran aktif dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri.Melalui program Roadshow Go to Campus, Disnaker Medan memfasilitasi kolaborasi antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) dengan PT Tradepro Penasihat Berjangka guna membekali mahasiswa dengan kompetensi kerja sejak dini, Kamis 9 April 2026.Kegiatan yang berlangsung di Gedung Teater FISIP USU ini diikuti mahasiswa dengan antusias. Seluruh kursi di dalam gedung terisi penuh, sementara peserta tampak aktif menyimak materi dan terlibat dalam sesi diskusi.Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan Ramaddan diwakili Kabid Pelatihan dan Produktivitas, Mohammad Hadeli Sundhana, menegaskan program ini langkah konkret untuk menyiapkan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.“Mahasiswa perlu disiapkan sejak dini dengan kompetensi yang relevan. Tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi harus memiliki keahlian yang terukur dan diakui industri,” ujarnya.Menurutnya, mahasiswa sebagai calon pencari kerja yang harus dibekali jauh sebelum lulus. Karena itu, program kolaborasi dengan kampus dan dunia usaha akan terus diperluas.Ia juga mengingatkan bahwa persaingan kerja di Kota Medan kian sengit sehingga peningkatan kompetensi menjadi hal yang tidak bisa ditunda."Kompetensi yang dibutuhkan industri terus berubah dan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah," ujarnya. Ia menekankan pentingnya sertifikasi dan pengalaman praktis sebagai nilai tambah di mata industri. Bahkan, menurutnya, mahasiswa idealnya sudah memiliki peluang kerja sebelum menyelesaikan pendidikan.Dekan FISIP USU, Hatta Ridho, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud sinergi Trihelix antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah.Program yang dijalankan mencakup tiga tahapan utama, yakni sosialisasi, pelatihan, hingga sertifikasi kompetensi yang mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).“Mahasiswa sekarang dituntut tidak hanya memiliki ijazah, tapi juga keahlian yang jelas sesuai bidang ilmunya agar lebih mudah mengakses lapangan kerja,” ujarnya.Ia menambahkan, keberadaan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) menjadi bukti konkret kompetensi mahasiswa yang dapat meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.Melalui kerja sama ini, PT Tradepro memberikan pelatihan teknis di bidang perdagangan berjangka yang dipadukan dengan penguatan soft skill, sehingga mahasiswa memperoleh keseimbangan antara kemampuan akademik dan kebutuhan industri.Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri. Sinkronisasi antara kurikulum kampus dengan kebutuhan pasar kerja diharapkan mampu melahirkan lulusan yang lebih siap dan adaptif.Sebelumnya, Disnaker Medan juga telah memfasilitasi kolaborasi serupa di Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP). Konsistensi program ini menunjukkan komitmen Disnaker Medan dalam memperluas akses pelatihan dan sertifikasi bagi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.Dengan langkah ini, Disnaker Medan tidak hanya berperan sebagai penghubung, tetapi juga penggerak dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih siap, terarah, dan kompetitif di Kota Medan.
10 April 2026LensaDaily - Kolaborasi diinisiasi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Medan antara Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP) dengan PT Tradepro sebagai upaya menyiapkan kompetensi calon pencari kerja sejak dini.Kerjasama ini diresmikan Plt. Kadis Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan yang berlangsung di kampus ISTP, Rabu 8 April 2026. Program ini menjadi langkah konkret untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, khususnya di bidang perdagangan berjangka yang masih tergolong baru. “Ini salah satu upaya kita untuk memberikan kompetensi kepada mahasiswa yang nantinya akan memasuki dunia kerja. Kita ingin mereka sudah siap sebelum menjadi pencari kerja,” ujar Ramaddan. Ia menekankan pentingnya menyiapkan kompetensi sejak masa kuliah, bukan setelah lulus. Menurutnya, kolaborasi ini juga merupakan bagian dari upaya mendekatkan dunia industri dengan kampus, sehingga mahasiswa memiliki arah yang jelas setelah menyelesaikan pendidikan. “Kalau kampus menyiapkan mahasiswa, kami melihatnya sebagai calon pencari kerja. Jadi, kita siapkan dari awal, jauh sebelum mereka lulus,” katanya. Ke depan, Disnaker Medan berencana mendorong program serupa di lebih banyak perguruan tinggi agar kesiapan tenaga kerja semakin merata, termasuk peningkatan kompetensi bagi tenaga pengajar. Sementara itu, Rektor ISTP, Semangat MT Debataraja, mengapresiasi peran Disnaker Medan yang telah memfasilitasi kerja sama hingga terlaksananya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Tradepro yang berorientasi pada sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Menurutnya, program ini sangat bermanfaat terutama bagi mahasiswa semester akhir karena memberikan pelatihan dan sertifikasi sebelum lulus. “Mahasiswa kita bisa mempersiapkan diri melalui pelatihan dan sertifikasi, sehingga saat lulus sudah siap dan memiliki peningkatan skill,” ujarnya. Direktur PT Tradepro, Hendri Trisna Harjaya, bersama Komisaris Ramadan, turut memberikan pemaparan terkait dinamika industri, mulai dari mekanisme rekrutmen, program pelatihan, hingga peluang kolaborasi dengan sektor strategis. Sebanyak 100 mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti kegiatan ini yang ditutup dengan sesi diskusi. Dalam arahannya di hadapan mahasiswa, Ramaddan mengingatkan bahwa dunia kerja bergerak sangat cepat sehingga menuntut kesiapan sejak dini. Ia menegaskan, kompetensi yang dibutuhkan industri terus berubah dan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. “Kalau tidak cepat menyikapi, kita akan tertinggal. Karena itu, kompetensi harus disiapkan dari sekarang, bukan setelah lulus,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya sertifikasi dan pengalaman praktis sebagai nilai tambah di mata industri. Bahkan, menurutnya, mahasiswa idealnya sudah memiliki peluang kerja sebelum menyelesaikan pendidikan. “Kalau bisa, besok wisuda, besok sudah tanda tangan kontrak,” katanya. Ramaddan juga mendorong mahasiswa memanfaatkan pelatihan dan program magang untuk membangun portofolio serta kesiapan kerja. Ia mengingatkan agar magang dijalani secara serius dan menghasilkan keterampilan nyata. Di akhir arahannya, ia menyebutkan persaingan kerja di Kota Medan mencapai sekitar 110 ribu pencari kerja setiap tahun. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kunci agar lulusan mampu bersaing di dunia kerja.
08 April 2026LensaDaily - Sebanyak 47 laporan pengaduan soal Tunjangan Hari Kerja Idulfitri 2026 diselesaikan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan. Pengaduan tersebut dari total 49 laporan yang diterima Posko THR Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan sejak dibuka pada 5 Maret 2026.Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, mengatakan, secara keseluruhan, pihaknya menerima 49 pengaduan. Dari 49 pengaduan yang masuk, 47 pengaduan bisa diselesaikan, sementara 2 pengaduan lainnya harus diteruskan ke Pengawas Dinas Ketenagakerjaan Sumatra Utara.“Harus diteruskan karena belum diproses pembayaran THR-nya,”ujar Ramaddan di Medan, Selasa 31 Maret 2026.Ramaddan menyebutkan, 49 pengaduan yang masuk itu berasal dari pekerja di 17 unit usaha yang rata-rata merupakan perusahaan lokal di Kota Medan.“Dan perusahaan itu juga mayoritas bergerak di bidang tenaga alih daya,” sebutnya. Diketahui, Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan membuka Posko Pengaduan THR sejak 5 Maret 2026 lalu dengan tujuan menampung pengaduan dari pekerja yang tidak menerima THR hingga batas waktu yang ditetapkan pemerintah.
01 April 2026LensaDaily - Seluruh perusahaan swasta di Kota Medan diingatkan agar membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan/buruh, paling lama H-7 sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan membuka Posko Pengaduan THR, di Kantor Disnaker Kota Medan, di Jalan K.H. Wahid Hasyim, nomor 14, Kota Medan.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kota Medan, Ramaddan menjelaskan, hal ini berdasarkan surat edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/3/HK.04.00/III/2026 tentang pemberian THR keagamaan tahun 2026 bagi pekerja/buruh di perusahaan. Selain itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan, pemberian THR keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh."Jadi, THR keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Keagamaan. Namun Perusahaan dihimbau agar dapat membayarkannya lebih awal sebelum batas waktu tersebut," kata Ramaddan, Kamis 5 Maret 2026.Ramaddan juga menegaskan bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 bulan upah. Lalu bagi yang mempunyai masa kerja bulan secara terus-menerus atau lebih tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja.“Perhitungannya masa kerjanya dikalikan satu bulan upah nanti dibagi dua belas, tapi kalau masa kerjanya masih di bawah satu bulan dia tidak dapat menerima THR,” jelas Ramaddan. Selain itu, Ramaddan mengungkapkan SE Menteri Ketenagakerjaan RI, Nomor : M/4/HK.04.00/III/2026 tentang Pemberian Bonus Hari Raya (BHR) Keagamaan tahun 2026, bagi pengemudi dan kurir pada layanan angkutan berbasis aplikasi. BHR ini, sebagai wujud kepedulian kepada pengemudi dan kurir pada layanan angkutan berbasis aplikasi atau pengemudi dan kurir online dalam menyambut Hari Raya Keagamaan dan untuk mendorong peningkatan produktivitas pengemudi dan kurir online."Pemerintah menghimbau kepada perusahaan penyelenggara layanan angkutan berbasis aplikasi atau perusahaan aplikasi) untuk memberikan Bonus Hari Raya (BHR) Keagamaan. BHR Keagamaan tahun 2026 bagi pengemudi dan kurir online," kata Ramaddan. BHR Keagamaan diberikan oleh perusahaan aplikasi kepada pengemudi dan kurir online yang terdaftar secara resmi pada perusahaan aplikasi dalam jangka waktu 12 bulan terakhir. BHR Keagamaan diberikan dalam bentuk uang tunai paling sedikit 25% dari rata-rata pendapatan bersih selama 12 bulan terakhir.Perusahaan aplikasi agar transparan dalam perhitungan besaran BHR Keagamaan kepada pengemudi dan kurir online. Pemberian BHR Keagamaan tidak menghilangkan dukungan. kesejahteraan bagi pengemudi dan kurir online sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang telah diberikan oleh perusahaan aplikasi."BHR Keagamaan diberikan paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 H," sebut Ramaddan. Lanjut, Ramaddan mengungkapkan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu telah melaunching Posko Pengaduan THR melalui Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan. Selain membuat laporan secara offline, juga dapat melaporkan secara online melalui nomor call centre/wa : 0821-6676-5529."Posko Pengaduan THR ini, sebagai wujud dilakukan Pemko Medan dan Disnaker Kota Medan dalam menindaklanjuti surat edaran Menteri Ketenagakerjaan tersebut," jelas Ramaddan. Ramaddan mengungkapkan pembukaan Posko THR ini, berdasarkan surat edaran dan instruksi dari Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Sehingga Disnaker Kota Medan, akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembayaran THR bagi karyawan/buruh di Kota Medan. “Setiap pengaduan atau laporan yang masuk, akan segera kami respons dan tanggapi. Bila ada yang tidak sesuai dengan aturan terkait pembayaran THR, kami akan melakukan tindakan sesuai dengan aturan," sebut Ramaddan. Dalam momentum Ramadan ini, apa yang dilakukan Wali Kota Medan, Rico Waas melalui Plt Kadisnaker Kota Medan, Ramaddan adalah sebuah tindakan yg sangat positif untuk membantu pekerja dalam memperoleh hak pekerja/buruh berupa THR."Dan bapak Wali Kota Medan mendorong dan langsung berpesan kepada perusahaan di Kota Medan agar tidak menunda-nunda THR Pekerja paling lambat H-7 menjelang Hari Raya," kata Ramaddan.
05 Maret 2026


