LensaDaily - Judi online jaringan nasional dan internasional Kamboja meraup omzet hingga Rp7 miliar selama beroperasi 2 tahun di sebuah apartemen di Kota Medan. Kasus yang ditangani Ditresiber Polda Sumut ini kini menelusuri aliran dana hasil judi online ini ke 10 rekening bank.Dirresiber Polda Sumut Kombes Pol Dr. Bayu Wicaksono menjelaskan, nilai tersebut diperoleh berdasarkan pengakuan para tersangka dan hasil pendalaman awal penyidik. “Secara hitungan kami berdasarkan pengakuan tersangka, kurang lebih Rp7 miliar selama dua tahun beroperasi,” ujarnya Kamis 26 Maret 2026.Meski demikian, ia menegaskan bahwa omzet harian dari dua TKP tersebut bervariasi. Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan adanya perputaran deposit pemain yang berbeda-beda setiap hari, mulai dari Rp1 juta hingga Rp6 juta per hari.“Setiap marketing atau CRM ini diberikan target oleh leader-nya. Mereka wajib mencapai deposit taruhan pemain minimal Rp1 juta per hari,” kata Bayu.Selain mengamankan 19 tersangka, polisi juga menyita berbagai barang bukti elektronik yang diduga kuat digunakan untuk mendukung aktivitas judi online, mulai dari CPU, layar monitor, laptop, handphone, flashdisk, router, perangkat WiFi, hingga kartu perdana dan identitas.Dalam pengembangan perkara, penyidik juga menemukan adanya 10 rekening bank yang diduga kuat berkaitan dengan operasional perjudian online tersebut. Saat ini, Polda Sumut masih berkoordinasi dengan OJK dan instansi terkait untuk menelusuri aliran dananya.“Ada 10 rekening bank yang diduga kuat mendukung aktivitas judi online ini. Saat ini kami masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pendalaman,” ujarnya.Bayu juga menyebut jaringan ini telah dipastikan memiliki cakupan nasional, sementara dugaan keterhubungan dengan jaringan internasional masih terus didalami lebih lanjut. Salah satu tersangka yang diamankan bahkan diketahui pernah bekerja di Kamboja.Atas perbuatannya, seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 426 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun atau denda maksimal kategori VI.
27 Maret 2026Tag: kamboja
LensaDaily - Modus operasional judi online jaringan Kamboja yang dibongkar Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara dijalankan secara terstruktur dari sebuah apartemen di Kota Medan. Para pelaku diketahui menjalankan promosi secara masif melalui WhatsApp, Instagram, dan Facebook untuk menjaring pemain.Dirresiber Polda Sumut Kombes Pol Dr. Bayu Wicaksono menjelaskan, pola kerja para pelaku di TKP pertama dan TKP kedua pada dasarnya sama, yakni membentuk tim dengan tugas masing-masing untuk melakukan promosi, komunikasi, serta meyakinkan calon pemain agar bergabung ke situs judi online.“Para pelaku ini memiliki tim. Mereka mempromosikan permainan judi online melalui WhatsApp, Instagram, dan Facebook, kemudian melakukan blasting WhatsApp yang isinya mengajak masyarakat untuk ikut bermain atau memasang taruhan,” ujar Bayu Kamis 26 Maret 2026.Selain itu, para tersangka juga membuat dan menyebarluaskan iklan-iklan menarik agar masyarakat tergiur untuk melakukan pendaftaran. Menurut Bayu, konten yang mereka sebarkan dirancang untuk memberi kesan bahwa perjudian online dapat memberikan keuntungan cepat dan mudah.“Konten-konten yang dibuat ini tujuannya untuk menarik member atau pemain agar tertarik bergabung. Jadi, ada pola promosi yang terstruktur dan berulang,” katanya.Setelah calon pemain tertarik, para pelaku akan mengarahkan proses pendaftaran, mulai dari registrasi akun, pengisian saldo atau deposit, hingga pemilihan jenis permainan seperti slot, casino, roulette, judi bola, dan togel.Bayu menambahkan, pemain yang sudah terdaftar kemudian diarahkan untuk melakukan top up melalui akun tertentu atau dompet digital agar dapat bermain. Bila menang, uang hasil kemenangan dikirimkan kembali ke akun atau rekening yang telah ditentukan.“Alurnya hampir sama seperti praktik judi online pada umumnya. Mereka mempromosikan, mengarahkan registrasi, deposit, lalu pemain bermain. Kalau menang ada pengiriman dana, kalau kalah deposit langsung habis,” jelasnya.Polda Sumut menilai pola ini menunjukkan bahwa perjudian online bukan lagi sekadar permainan ilegal, melainkan telah dijalankan seperti aktivitas bisnis digital terorganisir yang menyasar masyarakat secara luas melalui media sosial.
27 Maret 2026LensaDaily - Judi online jaringan Kamboja dibongkar Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara yang beroperasi dari sebuah apartemen di Jalan Palang Merah, Kota Medan. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 19 tersangka dari dua lokasi.Dirresiber Polda Sumut Kombes Pol Dr. Bayu Wicaksono, menyebut pengungkapan tersebut dibagi dalam dua perkara berdasarkan laporan polisi yang telah ditangani penyidik. Dari hasil pengembangan, para tersangka diketahui menjalankan aktivitas promosi dan operasional judi online dari beberapa kamar di apartemen yang sama.“Perlu kami sampaikan, pengungkapan perkara ini kami bagi menjadi dua perkara. Dari pengungkapan ini, total ada 19 tersangka yang telah diamankan dan dilakukan penahanan,” kata Bayu dalam paparannya di Aula Tribrata Polda Sumut, Kamis 26 Maret 2026.Pada TKP pertama, yakni di Kamar 705 Apartemen Royal Mediterania, polisi mengamankan delapan orang tersangka. Mereka memiliki peran yang berbeda-beda, mulai dari leader, pengecekan OTP dan link, telemarketing, hingga operator konten atau endorse.Bayu menjelaskan, tersangka berinisial TL memiliki peran paling dominan di lokasi pertama. “TL ini memiliki peran yang lebih tinggi dibandingkan tujuh orang lainnya. Jadi, di TKP pertama ini, leader-nya adalah saudara TL,” ujarnya.Sementara pada TKP kedua, yakni di Kamar 601 dan Kamar 1005, polisi mengamankan 11 orang tersangka. Dari hasil penyidikan, peran utama di lokasi ini dipegang tersangka berinisial BH, yang disebut sebagai leader atau pengawas sekaligus pihak yang melakukan perekrutan terhadap pelaku lainnya.“Dari dua TKP ini, leader-nya sama dan sudah mengakui bahwa selain sebagai leader, dia juga melakukan perekrutan kepada pelaku lainnya, yakni inisial BH,” ujar Bayu.l didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan.Menurut penyidik, praktik tersebut telah berjalan kurang lebih dua tahun. Meski aktivitas para pelaku cukup tertutup dan menggunakan dukungan teknologi untuk mengaburkan aktivitasnya, polisi akhirnya berhasil mengungkap jaringan tersebut berkat informasi masyarakat dan penyelidikan intensif.Polda Sumut menegaskan, pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk mendalami kemungkinan adanya keterlibatan jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan relasi dengan jaringan luar negeri maupun pihak lain yang diduga turut mendukung operasional perjudian online tersebut.
26 Maret 2026LensaDaily - Wali Kota Medan, Tri Putra Bayu Waas, mengingatkan warganya untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya pekerjaan di luar negeri dengan iming-iming gaji besar, yang berakhir dengan menjadi korban perdagangan orang atau pun scamming. Tantangan yang semakin besar saat ini, generasi muda dituntut bekali diri dengan baik.Hal tersebut dikatakan Rico Waas saat menjadi Keynote Speech Business Talks di acara LPS Financial Festival Medan, REGALE International Convention Centre, Kota Medan, Kamis 21 Agustus 2025. Dihadapan yang hadir didominasi kaum mahasiswa dan pelajar. Rico Waas mengajak mempersiapkan diri secara keilmuan untuk menghadapi tantangan zaman, setelah menyelesaikan pendidikan mereka di kampus maupun di sekolah. Rico Waas mengingatkan jangan terbelunggu dengan isu-isu mencari pekerjaan susah. Tapi, jangan sampai hal itu jadi khawatir di dalam diri."Ada kekhawatiran nggak teman-teman mahasiswa (siap kuliah mau ngapain dan kerja apa), ada ya. Karena isunya adalah cari pekerjaan susah di zaman sekarang, jadi mau jadi apa ke depannya," ucap Rico Waas.Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, Rico Waas mengungkapkan bahwa generasi muda ini, harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan untuk mempersiapkan diri bekerja nantinya."Jadi kalau kita bicara soal lingkup pekerjaan di Kota Medan ini harus benar-benar kita punya predikat yang baik, sehingga perusahaan bisa menerima dan juga harus ada investasi yang lebih banyak agar terbuka lapangan pekerjaan lebih baik," kata Rico Waas.Politisi Partai NasDem ini, mewarning keras warga Medan, untuk bekerja ke Kamboja. Rico Waas menilai sangat berbahaya, dengan perlakuan dialami Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat bekerja di negara tersebut. "Lainnya apa? Jangan kalian nanti bikin opsi oo iya nggak ada pekerjaan kalian ke Kamboja ya, jangan ada niat ke sana, jangan, ini berbahaya malah," ucap Rico Waas sembari tersenyum. Untuk diketahui, banyak warga Indonesia yang berangkat ke Kamboja mencari pekerjaan secara ilegal. Sehingga banyak kasus warga Indonesia yang meninggal dunia di Kamboja dan kesulitan untuk dibawa pulang.Lanjut, Rico Waas mengatakan event LPS Financial Festival Medan memberikan edukasi literasi keuangan dan hiburan, yang patut diikuti untuk menambah ilmu dan wawasan tentang keuangan. "Jadi niatkan apa? Ada satu ruang alternatif yang baik di luar mencari pekerjaan yang tetap, menjadi entrepreneur, pengusaha," kata Rico Waas.Rico Waas mengungkapkan Pemko Medan terus mendorong pertumbuhan investasi di Kota Medan untuk peluang lapangan pekerjaan hingga mendukung UMKM di Kota Medan berkembang dan naik kelas."Bagaimana keuangan hadir, kita bisa menjalankan hidup. Begitu banyak inspirasi untuk berusaha di Kota Medan, dari kultur, kuliner, dengan berpotensi Kota Medan luar biasa. Kami terus membawa UMKM nasional dan Medan banyak produk unggulannya," sebut Rico.
21 Agustus 2025


