LensaDaily - Kabar gembira bagi pengemar maupun pecinta truf gembira di Kota Medan sekitarnya. Dalam waktu dekat, tepatnya 20 hingga 21 Juni 2026 bakal digelar turnamen bertitel Fun Truf Mania berhadiah jutaan rupiah di Cafe Santuy Jalan Bromo Medan.Turnamen ini digelar Komunitas Truf Gembira Lancang Kuning pimpinan Ali Hanafiah Harahap. "Kami menggelar event ini sebagai sarana silaturahim sekaligus melestarikan keberadaan trup gembira sebagai olahraga masyarakat yang asli asal Sumut," ujar Ali Hanafiah di Medan, Rabu 20 Mei 2026."Kami juga berharap pelaksanaan Fun Truf Mania dapat menjawab dan mengobati kerinduan pecinta truf gembira dampak minimnya event maupun turnamen selama ini," jelasnya."Guna menyukseskan pelaksanaan turnamen, kami telah membentuk kepanitiaan diketuai Eko Masdian," tambah Ali.Eko sendiri ketika dimintai komentarnya menjelaskan, pihaknya telah membuka pendaftaran hingga 13 Juni di Cafe Santuy Jalan Bromo.Setiap tim, tambahnya terdiri dari lima orang (empat bermain plus satu cadangan). Bagi tim peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp 250 ribu.Eko didampingi Sekretaris M Khairul dan Bendahara Deby Armansyah membenarkan, panitia juga telah mengedarkan undangan ke berbagai instansi untuk menyertakan timnya mengikuti event ini."Alhamdulillah pelaksanaan Fun Truf Mania mendapat respon positif dari para pecinta truf gembira, terbukti panitia telah menerima pendaftaran sejumlah tim," ujar Eko mengakhiri keterangan.
20 Mei 2026Tag: kotamedan
LensaDaily - Duet Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Walikota, H. Zakiyuddin Harahap memimpin Kota Medan sukses menghadirkan solusi dari berbagai permasalahan yang ada di Kota Medan. Setahun kepemimpinan Rico-Zaki, keduanya dicap berhasil memimpin kota ketiga terbesar di Indonesia ini, Medan jelas memiliki berbagai macam keunikan dan problematika yang harus diselesaikan dengan bersinergi antar semua pihak terkait.Menyikapi setahun kepemimpinan Rico-Zaki, pemerhati sosial dan masyarakat Kota Medan, Idrus Djunaidi SH memberi apresiasi dengan sinergitas yang ditunjukkan keduanya dalam membangun Kota Medan."Dengan berbagai macam masalah yang timbul, Walikota dan Wakil Wali Kota Medan ini berhasil menangananinya dengan sangat baik. Keduanya mampu menunjukkan sinergitas yang nyata dalam membangun Kota Medan menjadi lebih baik lagi," katanya.Menurut Idrus, meskipun sempat dihajar isu akan perpecahan diantara keduanya, namun baik Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap yang diketahui memiliki latar belakang berbeda ini bisa memupus isu tersebut dengan brilian dan semakin menunjukkan kekompakan mereka dalam memberi solusi bagi pembangunan di Kota Medan."Disini menunjukkan kedewasaan dari keduanya dalam menyikapi berbagai masalah yang timbul. Baik itu isu terkait pembangunan maupun tentang personal mereka sendiri.Tak hanya itu, meskipun banyak yang menilai pengambilan keputusan akan suatu problematika oleh Wali Kota Medan terkesan lambat. Namun, menurut Idrus, Wali Kota Medan selalu mengambil keputusan dengan mengedepankan berbagai kajian, baik itu ilmiah, maupun kemasyarakatan dan dilakukan oleh tim ahli yang dibentuk."Jadi solusi dari satu masalah yang diselesaikan, tidak akan menimbulkan masalah lain kedepannya karena sudah dikaji dengan sangat profesional oleh orang-orang yang berkompeten. Ini juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi kepemimpinan Rico-Zaki di Kota Medan," katanya.Dijelaskannya, Jargon "Medan Untuk Semua" yang saat ini terus digaungkan Wali Kota Medan, Rico Waas, rasanya sangat tepat untuk kondisi pembangunan di Kota Medan."Dengan jargon tersebut, semua kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk dirasakan semua masyarakat Kota Medan dan harus bisa ditingkatkan lebih baik kedepannya," harapnya. (*)(MEDAN)
19 Februari 2026LensaDaily - Tempat hiburan malam (THM) Helen di Jalan A. Rifai, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, menjadi sasaran razia Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Sprint Nomor: 3947/XI/Pam.3.3/2025 tanggal 3 November 2025. razia di sejumlah tempat hiburan malam (THM) di wilayah Kota Medan sebagai upaya preventif dalam menjaga situasi keamanan, ketertiban, serta menekan peredaran narkotika di lingkungan masyarakat.Dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin malam, 3 November 2025 hingga Selasa dini hari, 4 November 2025 petugas melakukan pemeriksaan terhadap para pengunjung serta pengecekan langsung di area hiburan malam tersebut.Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan adanya barang bukti narkotika. Namun demikian, petugas turut melakukan tes urine terhadap 37 orang pengunjung yang dicurigai, dengan hasil 36 orang dinyatakan negatif, sedangkan 1 orang positif mengandung amphetamine/metamphetamine atas nama AS (36 tahun), warga Desa Suka Maju, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Aceh.Dir Resnarkoba Polda Sumut, Kombes Pol. Andy Arisandi, menyampaikan bahwa kegiatan razia tersebut merupakan bentuk komitmen Polda Sumut dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba, sekaligus menjaga agar tempat hiburan malam tidak menjadi sarang penyalahgunaan narkotika maupun tindak pidana lainnya.βRazia ini merupakan bagian dari langkah preventif dan deteksi dini terhadap potensi peredaran narkotika di tempat-tempat hiburan malam. Kami akan terus melakukan kegiatan serupa secara rutin dan terukur,β ujar Kombes Pol Andy Arisandi.Beliau juga menegaskan bahwa hasil temuan terhadap pengunjung yang positif narkoba akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku, termasuk pemeriksaan lanjutan oleh penyidik terkait kemungkinan keterlibatan dalam penyalahgunaan narkotika.βKami tidak akan mentolerir siapapun yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, baik pengunjung maupun pihak pengelola tempat hiburan. Polda Sumut berkomitmen menciptakan lingkungan hiburan yang sehat dan aman,β tegasnya.Dengan langkah ini, Polda Sumut berharap masyarakat turut berperan aktif dalam mendukung program pemerintah dan Polri dalam memerangi narkoba, serta menjaga suasana kamtibmas yang kondusif di wilayah Sumatera Utara.
04 November 2025LensaDaily - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendapatkan Piagam Penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan yang ditandatangani Direktur BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro atas inovasinya Program Empowering Kepala Lingkungan (Kepling). Program tersebut perluasan perlindungan Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan menjadikan kota Medan sebagai Kab/Kota satu-satunya di Indonesia yang berinovasi dalam peningkatan Universal coverage Jamsostek.Piagam Penghargaan ini diterima Wali Kota Rico Waas dari Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, I Nyoman Suarjaya pada Apel penyerahan penghargaan program empowering kepling di halaman Tengah Kantor Wali Kota Medan, Rabu 29 Oktober 2025.Dalam apel yang dihadiri Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Medan Kota, Jefri Iswanto, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Muhammad Sofyan, dan segenap Pimpinan Perangkat Daerah ini dilakukan juga penandatanganan PKS antara BPJS Ketenagakerjaan cabang Medan kota dengan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan.Inovasi program empowering kepling yang dicanangkan Rico Waas pada bulan Mei 2025 ini menargetkan melindungi 50.025 tenaga kerja. Dimana ditargetkan satu kepling mendaftarkan minimal 25 masyarakat pekerja di lingkungannya. Berdasarkan data sampai saat ini per 29 Oktober 2025 sudah terdapat sebanyak 37.058 atau (74,08%) pekerja melalui program empowering kepling.Dalam sambutannya Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan perlindungan terhadap pekerja rentan merupakan bagian penting dalam upaya pementasan kemiskinan di Kota Medan. Dimana dengan perlindungan jaminan sosial Ketenagakerjaan negara hadir memberikan jaminan pembiayaan akibat dari resiko yang timbul."Menurut data BPS kota Medan per September 2025 jumlah angkatan kerja kota Medan sebanyak 875.743 pekerja dengan tenaga kerja yang aktif terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 472.068 dengan persentase covarage-nya sebesar (55,55) persen baru terlindungi yang bekerja di sektor formal dan informal", kata Rico Waas.Dijelaskan Rico Waas, Pemko Medan menegaskan sikap kepeduliannya terhadap perlindungan jaminan sosial bagi ekonomi inklusif pekerja Mandiri dengan penghasilan rendah di bawah upah minimum melalui pencanangan program gerakan perluasan perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan melalui program empowering kepala lingkungan Kota Medan."Melalui program empowering kepling, satu orang Kepling ditargetkan mendaftar minimal 25 masyarakat pekerja di lingkungannya dengan total target terlindungi sebanyak 50.025 tenaga kerja," ujar Rico Waas.Menurut Rico Waas, sampai saat ini per 29 Oktober 2025 sudah sebanyak 37.058 atau (74,08%) tenaga kerja yang terlindungi. Masih ada sisa sebanyak 12,967 pekerja yang belum terlindungi. namun dari yang sudah terlindungi terdapat sebanyak 18.152 hanya membayar 1 bulan saja."Saya tekankan kepada seluruh Kepling yang belum menyelesaikan komitmen targetnya. Selain itu pastikan pekerja membayarkan iuran setiap bulannya jangan sampai terhenti. Perlu edukasi dan pemahaman dari para Kepling kepada masyarakat terkait manfaat yang diperoleh dari jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan", kata Rico Waas.Rico Waas juga meminta kepada Kabag Tapem, Camat dan Lurah untuk dapat melakukan koordinasi dan monitoring serta evolusi secara aktif dan berkesinambungan bersama tim BPJS Ketenagakerjaan Medan kota sehingga program ini dapat berjalan sesuai dengan komitmen yang telah kita sepakati sebelumnya.Selanjutnya dalam apel ini Rico Waas menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada Camat Lurah dan kepala lingkungan, diantaranya Camat Medan Tembung, Camat Medan Tuntungan, Camat Medan Sunggal, Camat Medan Selayang, Camat Medan Marelan, Camat Medan Kota dan Camat Medan Petisah serta Camat Medan Baru. Selain itu Lurah Kelurahan Bangun Mulia, Kecamatan Medan Amplas dan Kepala Lingkungan 13, Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli.Rico Waas didampingi Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut dan Wakil Wali Kota Medan juga menyerahkan secara simbolis manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat dan mitra kepling berupa insentif.Kemudian Rico Waas menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama antara pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan dan BPJS Ketenagakerjaan. Diantaranya Dinas Koperasi UKM perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Perhubungan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan dan PUD Pasar Kota Medan.Dalam kesempatan tersebut Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Medan Kota, Jefri Iswanto, menjelaskan indikator Medan menjadi kota yang pertama di Indonesia yang berinovasi dalam peningkatan Universal coverage Jamsostek, dilihat dari sinergitas antara Pemko Medan dan BPJS Ketenagakerjaan tanpa menggunakan APBD pemerintah dapat hadir dalam melindungi masyarakatnya melalui jaminan sosial Ketenagakerjaan."Di Indonesia baru Medan pertama kali yang melibatkan Kepling atau kalau daerah lain Ketua RT/RW untuk perluasan perlindungan jaminan sosial Ketenagakerjaan. Pak Wali Kota Medan saat ini menargetkan 50.025 pekerja terlindungi dari 168 ribu orang lebih pekerja. Dengan peran Kepling target seluruh pekerja di Kota Medan untuk terlindungi Jaminan Sosial BPJS ketenagakerjaan akan tercapai," jelasnya.
30 Oktober 2025LensaDaily - Sebanyak 95.369 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan telah melakukan pemasangan dan perawatan dari Januari hingga September 2025. Kinerja Dishub Medan ini mengalami peningkatan pemasangan dari tahun 2024 dengan 95.052 titik.Ke-95.369 titik LPJU tersebut, dengan perincian 66.787 titik Non-LED dan 28.582 titik LED, tersebar di seluruh jalan di Kota Medan. Angka titik LPJU mengalami peningkatan pemasangan dari tahun 2024 dengan 95.052 titik."Kemudian, melakukan perawatan dengan mengganti 3.178 titik merkuri ke LED dan 1.234 titik LED ke LED," ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Erwin Saleh, Minggu 5 Oktober 2025.Selain itu, dari tahun 2024 ke 2025, jumlah LPJU di Kota Medan meningkat dari 95.052 titik menjadi 95.175 titik, bertambah 123 titik. Jumlah lampu yang sudah dimeterisasi juga ikut naik, dari 7.252 titik di tahun 2024 menjadi 7.253 titik di tahun 2025."Hal ini, menunjukkan adanya penambahan titik lampu sekaligus peningkatan jumlah lampu yang masuk sistem meterisasi, sehingga pengelolaan penerangan jalan di Kota Medan semakin baik dan terukur," kata Erwin Saleh.Lanjut, Erwin Saleh mengatakan dari 7.552 id pelanggan dari data dimiliki Dishub Kota Medan, yang sudah melakukan meterisasi sebanyak 1.458 id pelanggan, sehingga dapat menghemat pembayaran LPJU se-Kota Medan.Erwin Saleh mengungkapkan siap mewujudkan Kota Medan terang bederang pada malam hari. Hal ini, bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan masyarakat dan menekan kriminalitas jalanan. "Ke depan, Dishub berencana menambah armada mobil tangga serta perlengkapan lainnya agar pelayanan lebih cepat, rutin, dan maksimal," jelas Kadishub Medan. Sementara itu, Direktur Lembaga Pengkajian Permukiman dan Pengembangan Kota, Rifriandi Nasution SE, MT menilai dan mengapresiasi langkah dilakukan Dishub Kota Medan, dalam memberikan pelayanan penerangan LPJU ini.Rafriandi Alumni Magister Teknik Arsitektur (MTA) USU jurusan Manajemen Pembangunan Kota itu, mengatakan LPJU sangat dibutuhkan masyarakat saat beraktivitas malam hari ini. Dishub Kota Medan, mewujudkan hal tersebut. "Sudah banyak perkembangan penataan di Kota Medan, terus LPJU yang terus meningkat dengan baik. Untuk meningkatkan tersebut, agar lebih baik lagi, harus ada kajian dilakukan keseluruhan oleh Dishub Medan," kata Rafriandi. Rafriandi menyarankan kepada Dishub Kota Medan untuk melakukan implementasi program-program secara bertahap, agar menekan gangguan pada aktivitas kota dan masyarakat. "Lakukan pemantauan dan evaluasi secara terus menerus dalam melakukan pemasangan dan perawatan LPJU di Kota. Saya nilai kinerja Dishub Medan terus menunjukkan kinerja baik dan perlu ditingkatkan lagi kedepannya," kata Rafriandi.
05 Oktober 2025


