icon

LensaDaily.com

Kategori Berita

Cabang Berita

Pilih Tema:

Ledakan di Perumahan Mewah di Medan, PGN Tak Temukan Indikasi Kebocoran Gas

Lensa Daily - Medan
Selasa, 21 Jul 2026 08:43 WIB

LensaDaily - PT PGN (Persero) Tbk menyatakan tidak menemukan kebocoran gas di perumahan mewah Grand Polonia yang meledak pada Senin 20 Juli 2026 sekitar pukul 15.30 WIB sore. Ledakan tersebut menyebabkan sejumlah rusak dan penghuni rumah tertimbun reruntuhan bangunan.

Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan mengatakan, sesaat menerima laporan prioritas utama PGN adalah mengamankan lokasi dengan menurunkan tim teknis dan tanggap darurat untuk menutup penyaluran gas dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area kejadian.

"Berdasarkan hasil deteksi gas yang dilakukan oleh tim PGN yang disaksikan pihak eksternal berwenang pada malam ini di lokasi kejadian, termasuk di area lantai 1 maupun lantai 2 rumah terkait, menunjukkan angka 0 ppm atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi) di area kejadian," ucap Agus dalam keterangannya, Selasa 21 Juli 2026.

Namun demikian, kata Agus, penyebab pasti dari insiden tersebut tetap akan menunggu hasil investigasi  resmi dari aparat berwenang. 

"Kami terus berkoordinasi intensif dengan aparat dan pihak berwenang setempat guna memastikan penanganan di lapangan berjalan dengan baik dan memantau perkembangan situasi serta akan memberikan pembaruan informasi lebih lanjut," ujar Agus.



Sebelumnya Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak menyebutkan, menjelaskan bahwa ledakan rumah mewah itu, terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Pihak kepolisian bersama TNI turun ke lokasi ledakan rumah tersebut. 

"Terjadi ledakan di Perumahan Grand Polonia, yang disebabkan dari hasil investigasi awal. Sekarang ini, masih berlangsung, hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," sebut Kombes Pol. Calvijn kepada wartawan di lokasi kejadian.

Calvijn mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan deteksi awal dugaan penyebab ledakan besar tersebut, yang diduga kuat berawal gas pipa tanam, yang mengakibatkan sekitar 6 hingga 7 rumah sekitarnya ikut terdampak. 

​"Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ. Namun demikian. Ini dugaan baru investigasi awal, dan akibat itu, ada beberapa rumah yang terdampak pecahan serpihan kacanya," jelas Calvijn. 

Calvijn mengungkapkan rumah mewah nomor 3B mengalami rusak berat, dengan jumlah penghuni sekitar 6 orang, yang terjebak dalam reruntuhan bangunan akibat ledakan tersebut. Seorang pria dan bayi berhasil dievakuasi keluar dari rumah tersebut. 

Hingga tadi malam, ada sekitar 4 orang masih terjebak di dalam rumah tersebut. Terdiri seorang wanita atau istri pemilik rumah bersama 3 orang asisten rumah tangga (ART).***

Komentar Postingan

Belum Ada Komentar Untuk Postingan Ini