LensaDaily - Polisi menyelediki penyebab ledakan dahsyat di perumahan mewah Grand Polonia Kecamatan Medan Polonia Kota Medan yang menyebabkan 7 rumah rusak. Dugaan sementara ledakan terjadi ada indikasi kebocoran pipa gas tanam, yang menyebabkan kerusakan parah bangunan rumah hingga menewaskan tiga orang dan tiga korban selamat.
Kasubbid Fisika dan Komputer (Fiskom) Bidang Lapfor Polda Sumut, AKBP. Roy Tenno Siburian menjelaskan hasil investigasi sementara ada tekanan gas berasal dari rumah korban tersebut. Perumahan elit ini, merupakan pelanggan dari PT PGN, yang menggunakan pipa gas tanam untuk aktivitas memasak di rumah.
"Bahwa hasil yang sudah kita temukan, kerusakan yang terjadi itu ciri khas menunjukkan bahwa tekanan ini, semua dari dalam rumah. Artinya, ada di sana tekanan yang kuat, yang membuat sampai yang dinding atau barang-barang yang lain itu, roboh di sana," jelas Roy, Selasa 21 Juli 2026.
Ada dugaan ledakan tersebut, berasal dari dapur rumah korban. Roy mengungkapkan ada kompor tanam hingga pintu terbuka dan mengalami kerusakan parah. Ditambah di dapur ada terminal gas.
"Nah, di dapur, kita temukan di sana ada kompor tanam dan juga pintu-pintu yang terbuka, di mana kompor ini terangkat ke atas. Nah, itu di sana adalah terminal gas yang digunakan untuk memasak. Nah, jadi artinya kalau ada tekanan di sana, bisa diartikan bahwa terjadi di sana kebakaran gas gitu," jelas Roy.
Roy mengatakan ada beberapa temuan yang lain, harus diuraikan untuk mendapatkan fakta-fakta sebenarnya, dalam insiden tersebut. Termasuk konsentrasi penyelidikan pada titik dugaan ada kebocoran gas.
"Nah, hasil untuk pertama yang kita temukan di sana dengan gas detektor, kita menemukan ada konsentrasi bervariasi di dapur itu. Ada sekitar paling tidak 10% LOL-nya ya. Jadi, itu dalam konsentrasi itu harusnya gas itu bisa terdetonasi. Jadi, mungkin itu yang perlu kami tambahkan untuk sementara itu," kata Roy.
Sedangkan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan penyelidikan tersebut, melibatkan Polri, TNI, PGN dan pihak terkaitnya. Sehingga diharapkan dapat benang merah apa menjadi penyebab ledakan tersebut terjadi.
"Saat ini, kami juga sudah bersama dari teman-teman TNI ya, untuk melakukan assesmen atau melakukan investigasi, bersama. Karena tadi, kita sudah melakukan pengecekan sementara di dalam pasca assesmen. Pasca investigasi yang dilakukan Polri dan Brimob dan dilakukan oleh dari Labfor yang kami katakan dugaan awalnya seperti itu," jelas Calvijn di lokasi kejadian.
Calvijn mengungkapkan bila ada temuan kebocoran pipa gas tanam tersebut, harus diperkuat dengan investigasi dengan mengumpulkan barang bukti hingga keterangan saksi-saksi.
"Nanti kita lihat, tetapi dugaan awal hasil investigasi kita melihat adanya kandungan gas yang ada di dalam rumah TKP. Maka itu, kita perlu waktu untuk memastikan bahwa apakah unsur yang tadi, sampaikan itu ada antara kelalaian dan lainnya," kata Calvijn.
Sebelumnya, Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan mengungkapkan berdasarkan hasil deteksi gas yang dilakukan oleh tim PGN yang disaksikan pihak eksternal yang berwenang pada Senin malam, 20 Juli 2026, di lokasi kejadian, termasuk di area lantai 1 maupun lantai 2 rumah terkait penemuan ledakan tersebut.
"Menunjukkan angka 0 ppm atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi) di area kejadian. Namun demikian, penyebab pasti dari kejadian tersebut tetap akan menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat yang berwenang," kata Agus.***



Belum Ada Komentar Untuk Postingan Ini